You're The Only One, You're My Love

You're The Only One, You're My Love
Eps.04



°°°°°


Akhirnya kakak beradik itu duduk berdampingan di meja makan bersama ibu mereka. Kemudian mereka segera menyantap sarapan pagi yang telah di siapkan oleh ibunya..


"Bu.. hari ini aku ada kegiatan sepak bola di sekolahan jam 09.00 pagi. Tolong buatkan bekal ya Bu." Ucap Ari.


"Baiklah.. nanti ibu siapkan, ingat Yaa.. kalau sudah selesai kegiatan di sekolah langsung pulang, ibu gak mau kamu berkeliaran di luar sana gak jelas..?!!"


Balas ibunya dengan tegas. karena ia tidak ingin jika anak"nya menjadi anak" urakan.


Apa-apaan sih buk.. kayaknya selama ini aku selalu patuh sama ibu dan pulang tepat waktu.


"Iya Buu.." Jawab Ari.


Suasana hening di meja makan, hanya ada suara dentingan sendok yang saling beradu.


Setelah beberapa menit kemudian. Ari menyelesaikan sarapannya lalu berpamitan untuk mandi dan segera berangkat menuju sekolahnya.Tia yang juga sudah selesai sarapan akhirnya membereskan piring - piring kotor untuk ia cuci di dapur.


Pengen nyanyi tapi lupa syairnya..


kan lucu.!. ahh jadi ingat Fendi..!


°°


Ibunya membuatkan bekal untuk di bawa Ari ke sekolah, setelah bekalnya siap,


Dia menaruh di meja makan kemudian meninggalkan Tia yang sedang membereskan cucian di dapur, Dan tak lupa ibunya berpamitan sebelum keluar rumah, karena ibunya hendak pergi ke tempat neneknya dengan membawa rantang yang berisikan sup sayuran.


Akhirnya pekerjaan Tia di dapur sudah selesai.


Selesai dehh..! mandi ahh biar seger.!


Kemudian ia masuk ke dalam kamarnya untuk merapihkan tempat tidur dan membersihkan diri supaya badannya agak sedikit mendingan.


°°°°


Waktu menunjukan pukul 09.00 pagi.


Ari sudah siap dengan perlengkapan sepak bolanya, tak lupa mengambil bekal di meja makan kemudian pergi keluar menuju tempat parkir dan bergegas mengendarai sepeda motornya.


°°°°°°


Tia keluar kamar dengan mengenakan baju santai menuju ke ruang tv dan menyalakannya. Nampak di rumah itu sangat sepi, hanya ada dirinya sendiri dan suara tv yang menyala.


Dari belakang masuklah seorang laki-laki dengan perawakan tinggi 168cm,


kulit kuning Langsat serta memiliki wajah yang tampan. Ia berjalan dengan sangat hati - hati karena Ia takut jika Tia akan mendengar langkah kakinya. Sekarang laki - laki itu berdiri tepat di belakang Tia, dia menutup mata Tia dengan kedua tangannya seraya berbisik.


"Sayang..aku merindukanmu"


Tak lupa sebuah kecupan manis di pipi kanan Tia.Tia yang saat itu mendapat perlakuan yang semesra itu akhirnya kaget dan berteriak'


"TOLONG....!!!


"TOLONG..!!!!


laki-laki itu akhirnya melepaskan tangannya dan membekap mulut Tia kemudian memutar tubuhnya menghadap laki-laki itu. Betapa terkejutnya Tia saat melihat siapa yang ada di depannya sekarang ini.


" Mas Fendi..?!!"Teriak Tia.


Hingga tak terasa butiran air mata jatuh dari kedua matanya. Sebuah buket bunga mawar merah yang di berikan kekasihnya menambah rasa haru yang begitu mendalam bagi Tia. Tanpa pikir panjang ia langsung memeluk laki-laki itu dengan erat, seakan ia tak mau melepaskan pelukannya.


Pelukan dan kehangatan yang ia rindukan selama setahun ini akhirnya terobati. Laki-laki itu ialah Fendi. Fendi melepas pelukan Tia


kemudian meraih dagu Tia dan berlanjut mencium bibir merahnya. Tia hanya terdiam, tak sampai di situ saja, Fendi melanjutkan aksinya dengan menggigit bibir bawah Tia. akhirnya Tia membuka mulutnya.


Mereka berdua berciuman dengan sangat mesranya dan lumayan lama. Tia melingkarkan kedua tangannya di pundak kekasihnya itu.


Fendi mencium bibir,pipi,leher hingga ke dada Tia tanpa ada sedikitpun yang terlewatkan.


"Akhhhh ukkhhh.....!!"


Desah Tia sambil mencengkram pundak kekasihnya, Fendi terus menelusuri leher Tia dengan sangat lembut penuh kemesraan. Tak lupa meninggalkan beberapa tanda merah di setiap inci leher dan dada Tia. Ia membuka kancing baju Tia, namun tak lama kemudian tangannya di tepis oleh Tia.


"Jangan Mas.. aku belum siap untuk ini, sampai sejauh ini aku tidak berani untuk melakukan ini, bagiku..ini sangat berharga."


Apa yang aku katakan barusan?? apa sudah menyakitkan perasaannya?


Tia mengatakan semua ini dengan memandang kedua bola mata Fendi untuk meyakinkan dirinya, bahwa perbuatannya sudah melewati batas. Fendi melepaskan Tia dan menggelengkan kepalanya.


Selalu kata itu yang jadi alasan kamu Tia?


apa kamu tidak merindukanku?


"Maafin aku sayang.. aku benar-benar belum bisa untuk melakukan ini.


Aku sudah janji terhadap diri aku sendiri, bahwa aku akan memberikan tubuhku seutuhnya hanya untuk suamiku kelak.."


Jawab Tia seraya menyentuh tangan Fendi sambil menitihkan air matanya.


Jujur aku belum bisa dan tak berani melakukannya.


Kala itu Fendi hanya terdiam,


Tia yang saat itu masih memegang tangan Fendi mengajaknya untuk duduk dan berbicara dengan tenang.


" Apa semua ini karena ayahmu masih belum menyetujui hubungan kita Tia??


padahal aku sangat berharap sekali setelah kamu lulus sekolah aku akan melamarmu.


Walaupun Ibuku sudah meninggalkan ku sejak aku berusia 7tahun dan ayahku entah kemana.."


Ucap Fendi dengan nada lirih sambil menitihkan air mata dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya..


Tia yang mendengar perkataan kekasihnya bertambah sedih dan air matanya semakin deras.


Kenapa setiap pertemuan kita harus ada drama seperti ini.?


Ia bingung harus bagaimana dengan hubungan yang ia jalani dengan kekasihnya.


Ayahnya yang sampai saat ini masih belum memberikan restu membuat Tia takut jika harus terus mempertahankan hubungannya.


Hanya permintaan maaf yang bisa keluar dari mulut Tia.


"Aku benar - benar minta maaf sayang..


aku sudah mempertahankan hubungan ini selama 3tahun, walaupun ayahku tidak pernah merestui hubungan kita, tapi aku selalu berusaha untuk mendapatkan restunya, karena aku benar - benar mencintaimu.."


Perlahan Tia menjelaskan semua yang ia perjuangkan selama ini,


Namun apa daya jika kekasihnya tak mau mendengarkannya dan mengerti perasaan Tia selama ini. Tanpa jawaban apapun Fendi bangkit dari Sofanya kemudian pergi meninggalkan Tia yang sedang menangis sesenggukan.


Percumah juga aku jauh - jauh datang kesini Tia, padahal semua aku lakukan untuk memberimu kejutan dan aku juga sangat merindukanmu.


Tia berusaha mengejar Fendi, tetapi motor Fendi sudah berlalu sangat jauh dari hadapannya.


°°


"Arrrgggg....!!!!!"


Teriak Fendi dengan marah sambil mengendarai motornya.


'Kenapa Tia? kenapa? apa perubahanku selama ini masih kurang untukmu?? kenapa sampai saat ini kamu sama sekali nggak berusaha apapun untukku.


untuk membuat ayahmu merestui hubungan kita..


begitu bodohnya aku yang sudah sangat mencintaimu, mempercayaimu, Namun jika harus seperti ini mau bagaimana lagi..!!! '


Fendi terlihat sangat marah, seakan kemarahannya sudah benar- benar memuncak.


°°°


Tia masuk ke dalam rumahnya lalu menuju ke kamar dan tak lupa untuk mengunci kamarnya.


Dia benar - benar sangat sedih seakan hatinya hancur, bahkan dia bingung apa yang harus di lakukannya.


'Apa aku harus mengakhirinya.


namun ini semua begitu sulit untukku tuhan.'


Gumam Tia dengan terus meneteskan air matanya.


Tia meraih ponsel di meja dekat ranjangnya.


Mencoba untuk mengirimkan pesan kepada kekasihnya.


Tia : Jika memang semua harus berakhir,


berakhirlah.. carilah seseorang yang benar - benar bisa menerimamu apa adanya, memberi restu dengan tulusnya, maafkan aku dan keluargaku jika selama ini memperlakukanmu dengan tidak baik. selamat tinggal.


Pesan telah terkirim!!


°°°°°°°°


jangan lupa kasih like dan vote'nya ya reader's. ❤