You're The Only One, You're My Love

You're The Only One, You're My Love
Eps.12



👈 Episode 1-11 sudah beberapa kali melewati perbaikan kata Yaa reader's, jika masih ada yang salah, mohon untuk memberikan komentar kalian. terima kasih.❤


°°°°°


"Ya kalau memang tanpa di sengaja mungkin memang jodoh lu.! dan Tia jodohnya Fendi.! haha..!!" Kata Eri melirik kedua sahabatnya.


"Amin. .!!" Jawab Zaid


"Nah Lo kok diam aja, bilang apa gitu?!" Ujar Eri.


"Gue harus bilang apa? gue Aminin juga sama aja kalau dia aja pengen gue pergi menjauh."


Fendi menghela nafas panjang.


"Ya sudahlah.. jangan terlalu di fikirkan, sudah jam makan siang nih. laper!!" Seru Eri sambil berdiri.


"Gue juga laper, Yuk kita pergi ke kantin?!" Ajak Zaid Seraya bangun dari tempat duduknya.


"Ya ya ya..." Fendi juga ikut bangun dan berjalan di belakang kedua sahabatnya.


Mereka bertiga berjalan beriringan, setelah ngobrol kesana kesini akhirnya rasa lapar menghampiri mereka.


°°°°°°°


Waktu menunjukkan pukul 12.15.


Tia sedang duduk di meja makan sambil mengunyah beberapa potong roti yang barusan ia buat bersama ibunya.


Beeep!!! Beeeep!!


Tiba - tiba suara ponsel Tia berbunyi, ia segera meraihnya dan ternyata itu adalah pesan masuk dari perusahaan tempat ia melamar.


Tia seketika terkejut saat membaca pesan itu, hingga dirinya tersedak roti yang sedang di kunyahnya.


"Waaahh.!! benarkah lusa aku akan ikut seleksi di tempat itu.?! kotaa J. .!! Kota dimana ada banyak para artis tinggal di sana. Ehm.. manisnya."


Ucapnya dengan penuh riang gembira, hingga dirinya terhanyut dalam lamunan. Seandainya bisa bertemu dengan tokoh artis yang ia sukai.


"Kak Tia. .! aku pulang.!" Ari berteriak memanggil kakaknya.


"Kak Tia?!" masih saja terdiam


"Kak T i aaaaa??!!!!" Teriaknya untuk yang ke dua kali.


Sontak Tia benar - benar terkejut bukan main, hingga dirinya tersedak untuk yang ke dua kalinya.


" Minum dulu kak. .! kenapa bisa sampai melamun seperti ini, apakah ada yang sedang di pikirkan?!" Tanyanya.


"Kamu ini bikin kakakmu jantungan. .!" Ucapnya.


Dasar ceroboh! mengganggu orang yang sedang asyik saja!!!


"Duduklah.. kakak mau ngomong sesuatu sama kamu." Tia mengajak adiknya untuk duduk di sampingnya.


"Ada apa kak?" tanyanya.


"Besok kakak mau berangkat ke kota Y untuk interview, semoga kakak bisa di terima di sana." Tia dengan serius menatap adiknya.


"Ha? secepat inikah kakak mau pergi ninggalin kita? apa kak Tia sudah membicarakannya dengan ibu?" Ari terkejut dengan perkataan kakaknya.


"Untuk keberangkatan kakak ibu belum tau, nanti setelah ibu pulang akan kakak coba membicarakannya." Tia tersenyum seraya memasukkan potongan roti ke dalam mulutnya.


"Ohh gitu Yaa.. baiklah, Ari mau ganti baju dulu ya kak?" Ari meninggalkan Tia yang sedang mengunyah roti dengan ponsel di tangannya.


Uh!! baru di ajak bicara bentar aja udah langsung kabur! kesel!!!!


Tia membuka grup WhatsApp, yang beranggotakan May, Siti, Tika dan Tia.


Tia : May, kamu sudah dapat pesan masuk dari perusahaan tempat kita melamar belum?


Lama banget nggak ada yang bales!!


Beeepp! Beeepp!


May : Iaa Tia, aku sudah dapat pesan masuk, besok sore kita harus berangkat, paginya packing jangan lupa.!


Rasanya waktunya terlalu mepet bukan!


Siti : Waaahh selamat Yaa.. kalian berdua bisa ikut interview lusa, semoga lulus!❤


Tia : Amin..!


Tika : Dududuu.. Sayangkuh ❤ semoga kalian berdua bisa lulus dan lancar ya, Kecup manis dariku untuk kalian ❤


Aaaihhh manisnya si cantik ini, walaupun dia horang kaya tapi hatinya bak malaikat yang benar - benar sempurna tanpa ada yang cacat sedikitpun.


Batin Tia dengan beberapa kali senyuman yang menghiasi bibirnya.


TiaMaacih Sayangkuh❤ kecup manis balik untuk kalian


May : ❤


Siti : ❤


Tika : ❤


°°°°°


Tidak lama kemudian ibunya Tia datang dengan beberapa kantong plastik di tangannya, berisikan beberapa bahan makanan dan sayuran untuk cateringnya.


"Ibu sudah pulang? kenapa tadi nggak bangunin Tia biar bisa bantu ibu, sini biar Tia bantu!" Tia meletakkan ponsel di tangannya dan segera berlari membatu ibunya.


"Ia Tia, tadi ibu berangkat pagi,mau bangunin kamu tapi ibu lihat tidurmu kelihatannya nyenyak sekali, dan belanjaan ibu banyak karena ada pesanan untuk hajatan nanti sore, jadi hari ini harus memasaknya dengan cepat," Ujar ibunya.


"Hmm. . maafin Tia ya Bu, hehe. ." dengan senyum kecil di bibirnya Tia mencoba untuk merayu ibunya.


"Iaa tidak apa- apa" Jawabnya.


Tia dan ibunya berjalan menuju arah dapur.


Ibunya langsung mengambil celemek dan memakainya. Tia membuka beberapa plastik yang berisikan sayuran dan beberapa bumbu dapur.


Disinilah tempat yang paling pas untuk membicarakan tentang keberangkatannya besok.


"Ibu!!" Tia memulai obrolannya.


"Ia.!" jawab ibunya tanpa menoleh kearahnya.


"Barusan Tia dapat pesan masuk dari perusahaan yang kemaren Tia lamar bu," Katanya.


"Jadi gimana?!" jawab ibunya.


"Besok pagi Tia harus packing dan berangkat sore harinya, May juga dapat pesan masuk sama sepertiku. menurut ibu bagaimana?!"


Mencoba bertanya sekaligus meminta izin ibunya.


"Secepat itukah nak?! menurut ibu sih terserah kamu saja, yang pasti kamu harus ingat adalah jaga diri dan jangan melupakan kewajibanmu yaitu sholat 5 waktu paling penting!" Ujarnya penuh nasihat.


Maafin Tia Bu, Tia masih belum bisa seutuhnya menjadi orang yang berbakti.


"Iya Bu, terima kasih untuk nasihat - nasihat yang ibu berikan untuk Tia, maaf jika Tia masih berpenampilan seperti ini dan belum bisa secantik ibu" Tia meletakkan pisaunya kemudian memeluk ibunya dari belakang.


Dia bahkan masih ragu untuk menjadi seperti ibunya yang terlihat anggun dengan balutan baju muslim yang selalu menutupi setiap jengkal tubuhnya.


"Untuk menjadi seperti ini tidaklah mudah anakku, butuh waktu yang panjang, paling utama adalah perbaiki akhlak dulu dan benar - benar berniat ingin merubah diri." Ibunya mengucapkan beberapa kata yang membuat hati Tia merasa tersentuh.


Selama ini Tia masih belum bisa berjilbab seperti ibunya, mungkin Tia belum terketuk hatinya, bagi dirinya yang paling penting masih bisa memakai pakaian yang tidak mengundang nafsu para lelaki.


Mungkin aku belum siap! entah sampai kapan?


" Tia sayang banget sama ibu, tetaplah menjadi ibu Tia yang selalu mengajari tentang kebaikan." Ucapnya dengan senyum polos di wajahnya.


Ibunya mencium kening Tia dengan sangat lembut, seakan tidak mau di tinggal oleh putrinya, air mata mulai menetes di pipi ibunya. Tia yang melihatnya kemudian menyeka pipinya dengan kedua tangannya.


Sebenarnya ibu nggak mau jauh darimu Tia, namun harus bagaimana lagi jika ini keputusan terakhirmu.


Kini air matanya semakin deras,membayangkan bagaimana sepinya suasana rumah itu tanpa ada sesosok Tia yang selalu membuat ramai dengan tingkah lakunya.


Tia yang melihat ibunya seperti ini akhirnya tidak bisa membendung kesedihannya,


Kini air matanya mulai berjatuhan dari kedua matanya.


Kini suasana di dapur menjadi sangat pilu.


Mungkin hanya tinggal hari ini dan besok pagi mereka masih bisa bertatap muka.


karena sorenya Tia harus berangkat ke kota J.


°°°°°°


Please vote, like and comment ya ❤