
°°°°°°°°
Tanpa mereka sadari,butiran kristal muncul di pelupuk mata Tia.
Sahabat - sahabatnya Tia pun mulai
bertanya - tanya, kenapa Tia bisa menangis seperti itu.
Sekepo inikah kalian?? ya ampun beruntungnya aku mempunyai sahabat seperti kalian.
Tia yang di kala itu menangis sesegukan akhirnya mulai berbicara mengapa ia bisa sesedih itu.
"May..Tika..Siti..
apa yang akan kalian lakukan saat mengetahui ayah kalian telah menduakan ibu kalian??
bahkan wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah sahabat ibu kalian??!!".
Ucap Tia dengan nada pelan yang di ikuti Isak tangisnya.
mungkin aku bisa lega jika sudah menceritakan apa yang sedang terjadi padaku kepada sahabat - sahabatku.
Sontak mereka bertiga kaget dan terbelalak seketika saat mendengar apa yang di ucapkan Tia.
"Maksudmu apa Tia.?!!
apa yang terjadi sebenarnya.
ceritakan pada kami apa yang membuatmu bisa berbicara seperti itu??!!.." Jawab May
Tia yang sedang menangis dengan
menundukkan kepalanya lalu menatap may penuh kesedihan
lalu berkata dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di keluarganya.
"Aku tidak tau harus berbuat apa dan harus bagaimana menyikapi semua ini,
rasanya sangat pahit saat ibuku menunjukkan sesuatu padaku,,
yaitu SMS berupa ancaman bahwa ayahku akan di rebut dari ibuku.
Bahkan wanita jalang itu sudah beberapa kali mengirimkan ancaman berupa SMS kepada ibuku."
Tia menceritakan masalahnya dengan nada gemetar.
"Kamu yakin Tia??
kenapa wanita itu sebegitu nekatnya ingin merebut ayahmu..?!!"
Lanjut Siti yang meyakinkan kebenaran akan ucapan Tia seakan tidak percaya,
karena mereka bertiga tahu betul bagaimana keluarga Tia.
Tiaaaa...?
Mereka sering menghabiskan waktu pulang sekolah di rumah Tia,
mereka slalu melihat kerukunan dan kebahagiaan di rumah Tia. Tia hanya mampu tertunduk dan menganggukkan kepalanya,
air matanya terus berjatuhan.
Kepedulian kalian yang membuatku terharu.
"Tiaa..bersabarlah,mungkin ini cobaan dari tuhan,semoga suatu saat akan indah pada waktunya,kamu jangan terus menangis seperti ini,sebentar lagi kita akan menghadapi ujian Nasional, kamu harus fokus dan konsentrasi, aku yakin kita berempat akan lulus dengan nilai yang bagus,,!!"
Tegas Tika dengan senyuman kecil mencoba untuk menenangkan Tia.
Semoga semua ini cepat berlalu Tia.
°°°°°°°
Tak lama kemudian bel tada masuk pun berbunyi.
Keempat sahabat itu lalu menarik tangan Tia dan menyeka air matanya.
°°°°°°
Setelah beberapa jam kemudian..
Bel tanda pulang sekolah berbunyi.
Semua murid pergi meninggalkan kelas mereka masing - masing.
Tia berjalan menuju tempat parkir, disana ia berpamitan dengan ketiga sahabatnya.
"Aku pulang dulu Yaa gaess..
kayaknya badanku agak kurang sehat.."
Ucap Tia dengan raut muka yang lesu.
" kamu nggak papa pulang sendirian Tia?
apa kamu mau kami antar sampai rumah,,??"
Tika mencoba menawarkan diri.
Boleh juga deh.. biar gak sepi di rumah.
"Boleh...sekalian aja main di rumahku sambil belajar untuk ujian besok,,"
Balas Tia dengan senyum kecil di bibirnya.
"Ayokk,,, lanjuttt...!!"
Jawab Siti dan may
Beberapa menit kemudian..
Sampailah di sebuah rumah yang sederhana dengan kolam ikan di samping rumahnya.
Itulah rumah Tia.
Dengan heboh dan usilnya, mereka memencet klakson motor mereka.
Ibunya Tia yang sedang menonton TV di ruang tamu
akhirnya kaget dan keluar menuju teras rumah.
Rame banget ada apa Yaa..?
"Assalamualaikum Tanteee,,,,,??!!"
Ucap May,Tika dan Siti dengan nada lembut seraya mencium punggung tangan ibunya Tia.
Ibunya Tia pun menjawab dengan lembut
"Walaikumsalam... nak May,Siti, Tika.. kalian apa kabar..??!
tumben dari kemaren gak pernah main kesini?,,"
"Dari kemaren kita sibuk Tante..
biasalah belajar buat ngadepin UN yang tinggal beberapa hari lagi. "
Jawab siti.
" Yaa udah kita masuk yukk gaesss..."
Sela Tia.
Duhhh... gak kuat rasanya pengen pingsan.
Akhirnya mereka berempat pun masuk di ikuti oleh ibu Tia yang ada di belakang mereka.
"Tante buatin minuman dulu ya..
Mau minuman hangat atau dingin..??"
Tanya ibunya Tia.
"Terserah Tante aja..
tapi kayanya enak yang dingin - dingin Tan.. soalnya di luar tadi agak gerah ya kan gaess..?!" Ujar Siti.
"Baiklah.. Tante ambilkan dulu ya nak.."
Jawab ibunya Tia
Siti dan Tika duduk di sofa sedangkan May duduk di lantai.
Tia yang sedari tadi agak sedikit pusing merebahkan diri di sofa, Ia mencoba memejamkan matanya.
May yang melihat Tia agak sedikit pucat akhirnya bangun dan duduk di samping Tia.
May mencoba meraih dahi Tia untuk memastikan apakah dahinya panas atau tidak.
Badan Tia panas banget, aku harus mengambikan selimut untuknya karena badannya terlihat menggigil.
Dan ternyata dugaannya benar, dahi Tia sangat panas, tubuhnya menggigil, mukanya memerah.
Tanpa pikir panjang,
May beranjak bangun dan berjalan menuju kamar Tia untuk mengambil selimut tipis di kamarnya.
Setelah menemukannya, ia segera bergegas menyelimuti Tia yang sedang menggigil.
Siti berlari ke dapur
mengambilkan obat dan air putih untuk Tia, dan tak lupa meminta tolong kepada ibunya Tia untuk membuatkan segelas teh hangat.
Tika menunggu Tia yang sedang rebahan di atas sofa sembari memberikan minyak angin
di kaki Tia yang sejak dari tadi menggigil kedinginan.
Kenapa bisa gini si Tia.. kasihan sekali kamu..
Ibunya Tia datang dengan membawa beberapa minuman di nampan,
tak lupa beliau membawa teh hangat untuk mengurangi rasa pusing di kepala Tia.
Selang beberapa jam kemudian setelah Tia meminum obat keringat dingin mulai keluar dari tubuh Tia.
°°°°°°
Waktu menunjukkan pukul 17.00
Setelah memastikan keadaan Tia baik - baik saja, ketiga sahabat Tia berpamitan untuk pulang.
Sesaat setelah kepergian ketiga sahabatnya,
ibunya menyuruh Tia untuk istirahat di kamarnya.
Akhirnya Tia pindah ke kamar dengan di bantu oleh ibunya.
Sore menjelang petang,
Ari pulang bersama temannya dengan menggunakan sepeda motor, karena hari ini hari sabtu jadi setelah pulang sekolah
Ia dan kawan - kawannya bermain sepak bola di lapangan dekat sekolahnya.
"Assalamualaikum Bukk...??
ibukk?? pada
kemana Yaa.. kok sepi banget ..??!"
Teriak Ari dengan nada sopan.
Sepi amat ini rumah, dimana kak Tia sama ibukk???
Ari mencari ibunya di ruang tamu,
di kamar ibunya,dan di dapur tapi tidak ia temukan.
"Gleeekkk!!!"
Suara pintu kamar Tia terbuka.
"Kamu sudah pulang nakk..??
cepatlah mandi kemudian makan malam dan setelah selesai makan temani kakakmu di kamar, sekarang biarkan ibu yang menjaganya..??" Ucap ibunya.
Ari sempat kaget dengan perintah ibunya yang tiba - tiba harus menunggu kakaknya di kamar.
Tumben banget kakak minta di temenin ibu tidurr..
Tanpa pikir panjang ia pun menanyakan apa yang terjadi dengan kakaknya.
"Tidak biasanya seperti ini buk.?? ada apa dengan kak Tia,
apakah dia sakit??" Tanya Ari khawatir
Ibunya hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya kemudian masuk kembali ke kamar Tia dan tak lupa menutup pintunya.
'Kasihan kak Tia,
apa semua ada kaitannya dengan ayah dan wanita jalang itu?!!
(Ari sudah mengetahui semuanya lewat handphone milik ibunya disaat wanita pelakor itu mengirimkan SMS makian ke ibunya) Dasar wanita jalang..!!!!! '
Gumam Ari seraya masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya.
Dia meletakkan tasnya lalu menuju kekamar mandi untuk membersihkan noda dan keringat yang melekat di tubuhnya.
Setelah Ari selesai membersihkan diri di kamar, ia membuka pintu untuk keluar dan menuju ke meja makan,
perutnya sangat lapar sampai berbunyi 'Kruyuukkkruyukk'
°°°°°°°
*Dears para pembaca sekalian..❤❤
mohon kasih vote'nya Yaa..🙏
karena vote kalian berguna bagi saya supaya saya bisa terus memberi cerita" yang menghibur untuk kalian😅
terima kasih.
di tunggu Yaa.... 🙏❤**