You're The Only One, You're My Love

You're The Only One, You're My Love
Eps.10



"Kemungkinan beberapa hari lagi aku akan mengirimkan CV lamaran kesana Tia, apa kamu juga mau ikut mendaftarnya?"


Tanya May.


"Boleh, tapi aku harus minta izin dulu sama ibuku May, gimana?" Jawab Tia.


"Kenapa kalian begitu bersemangat untuk mencari pekerjaan setelah lulusan, bukannya mencari tempat sekolah untuk melanjutkan pendidikan kalian." Ujar Tika.


"Yaa.. mau gimana lagi Tik, aku juga sebenarnya ingin seperti kamu dan Siti yang bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, namun bagaimana lagi." kata Tia.


"Mungkin aku bisa bilang ke papa supaya mencarikan beasiswa untuk kalian berdua gimana??" Ucap Tika dengan serius.


"Makasih banget Tik, jujur kalau menurutku sendiri kayaknya tetep nggak bisa, aku harus bantuin ibuku mencari uang untuk biaya sekolah adikku" Jawab Tia


Sebenarnya ini kesempatan yang bagus buat aku, namun mau gimana lagi!! ahh sudahlah!


"Aku juga nggak bisa menerimanya Tik, hidupku hampir sama dengan Tia, Aku juga harus membantu ibu dan ayahku, kasihan jika mereka berdua harus bekerja di ladang terus - menerus" Jawab May menyusul Tia.


" Kalau keputusan yang kalian ambil benar menurut kalian, aku hanya bisa mendoakan semoga kalian berdua bisa mendapatkan rezeki lancar dan melipah,Amin. Yang pasti kita harus tetap menjaga hubungan persahabatan kita berempat, betull tidakk?!!"


Ucap Tika dengan senyum lebar di bibirnya.


"Yaakkk betul sekali, walaupun kita akan berpisah dan menjalani kehidupan yang berbeda - beda, jangan lupa untuk saling mengingatkan satu sama lain."


Tambah Siti.


Tak terasa Mereka mengobrol kesana kemari hingga lupa waktu telah menunjukkan pukul 11.20.


Mereka akhirnya berpisah, sebelum pulang menuju rumah masing - masing, mereka tak lupa saling berpelukan untuk pertemuan yang terakhir.


Satu persatu wajah mereka mulai berubah, dari yang tadinya tertawa bahagia akhirnya mendadak sedih, Hingga tanpa mereka sadari, air mata mulai membasahi pipi mereka masing - masing.


Setelah mereka merasa puas dengan kebersamaannya, akhirnya satu persatu mulai menaiki sepeda motornya dan melaju ke rumah masing - masing.


°°°°°°°


Tia sudah tiba di depan teras rumahnya, ia mengetuk pintu dan memberi salam.


"Assalamualaikum.. Buu Tia pulang."


Teriak Tia.


"Wa'alikumsalam.. sudah pulang Tia, tumben kamu pulang lebih awal? Gimana kamu lulus nggak?!!!"


Jawab ibunya dengan antusias.


Tia mencium punggung tangan ibunya, kemudian menarik tangannya untuk duduk di ruang Tv.


"Iaaaa... Aku LULUS dong..!!!"


Kata Tia dengan senyum lebar di bibirnya.


Duuh.. gimana ya caranya buat ngomong ke ibu, kalau aku mau daftar kerja di kota . ahh!!!


"Baguss kalau begitu nak, rencana mau ngelanjutin kuliah dimana??" Tanya ibunya dengan serius.


"Aku nggak mau ngelanjutin sekolah buk, sepertinya aku mau daftar kerja di kota J sama May" Jawab Tia.


"Kenapa bisa begitu Tia?? Ibu pengennya kamu kuliah supaya bisa banggain ibu dan mendapatkan pekerjaan yang layak.". Ujar ibunya.


Aku melakukan semua ini karena tak mau melihat ibu kebingungan mencari biaya sekolah Ari, di tambah jika aku ikut kuliah.


Tia yang sedang termenung kemudian sadar saat bahunya di tepuk oleh ibunya.


"Tiaa..?". Tanya Ibunya.


" i iyaa Buu?? emm..beberapa hari lagi Tia akan tetap mengirimkan CV lamaran bersama May Bu, Bu.. Tia mohon tolong ya kasih izin Tia buat bekerja, Tia pengen bantuin ibu.!"


Ucap Tia penuh harap.


"Kau tau Tia di kota J itu menakutkan, penculikan dan pembunuhan ada di mana - mana, apalagi kamu baru lulusan SMA dan belum pernah kesana, ibu khawatir jika terjadi sesuatu sama kamu nak.!" Ujar Ibunya.


"Ibuku...ibu tenang saja yaa, Tia nggak akan macam - macam, Tia hanya ingin fokus bekerja supaya bisa membantu sekolah Ari..!"


Kata Tia penuh keyakinan.


"Jika memang itu keputusan terakhir kamu ibu bisa apa, yang terpenting jadilah anak yang jujur dan berperilaku baik di manapun kamu berada.." Ujar Ibunya.


"Iya ibu.." Jawab Tia dengan senyum lebar di bibirnya.


"Ohh iya.. ibu belum menanyakan kamu kerja dimana dan statusnya sebagai apa kan??" Tanya ibunya khawatir.


"Di supermarket Bu,, tepatnya di bagian kasir ..hehe.. ibu tenang saja yaa.." Jawab Tia.


Akhirnya Tia merasa tenang karena sudah mendapatkan izin dari ibunya untuk bekerja di kota.


Semangat aku pasti bisa!!!!!


°°°°°°


Fendi saat ini sudah menyetujui untuk menjadi sekretaris Eri sekaligus tangan kanan Eri, otomatis pekerjaannya kini bertambah dua kali lipat dari biasanya.


Karena hari ini ada banyak CV lamaran pekerjaan dari berbagai anak lulusan SMA dan kejuruan tinggi.


Sejak perusahaan Eri membangun sebuah supermarket di kota J, akhirnya membutuhkan banyak karyawan yang bekerja di bagian administrasi keuangan, pergudangan dan tentunya para kasir.


"Tokkk tokkk!!!!"


Terdengar suara ketukan pintu di balik ruangan kerja Fendi.


"Masukk..!!" Teriak Fendi.


" Permisi Pak Fendi, ini ada beberapa berkas lamaran pekerjaan, bapak di minta untuk menyeleksinya." Ucap Zaid salah satu staf di perusahaan tersebut.


"Ohh iyaa... nanti akan gue seleksi, terima kasih Zaid, jangan panggil dengan sebutan pak, kita bertiga bukannya sudah dari dulu berkawan akrab??!!." Ujar Fendi dengan senyum lebar di bibirnya.


Eri, Fendi dan Zaid memang sudah bersahabat dari sejak mereka kecil hingga sekarang.


Namun Eri dan Fendi yang paling sering kemana - kemana berdua, karena Zaid termasuk anak yang cukup pendiam dan juga sangat sopan bahkan dia juga cukup tertutup dengan kedua sahabatnya itu.


"Baiklah Fen, gue keluar dulu Yaa.?" Ucap Zaid tersenyum seraya menepuk bahu Fendi.


Setelah Zaid keluar dari ruangan Fendi, ia segera mengecek beberapa surat lamaran pekerjaan yang di berikan oleh sahabatnya itu.


Fendi membuka satu persatu surat - surat tersebut, setelah ia menemukan beberapa anak yang masuk seleksinya, Ia melihat sebuah nama di tumpukan tengah " Mutia Eka Cahyaningtias ", Fendi terkejut seakan tidak percaya.


"Tia?? kenapa kamu melamar kerja, bukankah seharusnya kamu melanjutkan sekolah keperawatan?" Kata Fendi bertanya - tanya.


Dulu saat mereka masih pacaran, Tia selalu mengatakan kepada Fendi tentang cita - citanya menjadi seorang perawat saat kedua orang tua Tia masih bersama.


Namun Fendi tidak mengetahui kehidupan keluarganya Tia sekarang, Tia membutuhkan banyak uang untuk membantu adiknya bersekolah.


Bagaimana aku bisa mengetes dia nanti ...


apa mungkin Eri saja?? ohh tidak tidak.! Tia dan Eri juga saling kenal. apa mungkin Zaid? mereka belum pernah bertemu sebelumnya.


Fendi memikirkan bagaimana caranya agar Tia tidak tau jika dirinya bekerja di perusahaan yang ia lamar. walaupun jaraknya lumayan jauh antara supermarket dan perusahaan milik sahabatnya tersebut.


Setelah selesai menyeleksi dan menghubungi satu persatu anak - anak yang di pilihnya, Ia bergegas keluar ruangan untuk mencari keberadaan Zaid.


########


Maaf reader's jika ada perbaikan setiap episode, karena ini pertama kalinya aku menulis novel.❤


Jangan lupa kasih Like dan Vote'nya yaa