
"Haa.. kenapa May?" Tia pura - pura tidak mengerti.
"Kamu lihatin apa sedari tadi melirik ke arah sana terus?" May menunjuk dengan jari telunjuknya.
Tia menggelengkan kepalanya dan menarik tangan May untuk mengajaknya pulang.
Sementara dari kejauhan, tampak seorang pria yang di tabrak oleh Tia terus saja menatapnya.
"Cari tau informasi tentang gadis itu!" Seru pemuda itu kepada kedua bodyguard yang sedari tadi berdiri di belakangnya.
"Baik tuan!" Kedua bodyguard menjawab dan menganggukan kepalanya.
"Hallo Xio! Temui aku di kantor!" Ucapnya kepada sekertarisnya.
"Baik tuan!" Sekertarisnya menjawab dari ponselnya.
Pemuda itu berjalan ke arah mobil miliknya, kedua bodyguard mengikuti langkah kaki Tuannya.
Tapptapptapp...
Salah satu bodyguard membukakan pintu untuk Tuannya. Saat berada di perjalanan, pemuda itu menyeringai sambil membayangkan gadis yang menabraknya tadi.
'Manis sekali, bahkan dia hampir mirip dengan wanita yang dulu pernah sebangku denganku."
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di sebuah perusahaan.
Perusahaan yang terlihat begitu besar dengan bangunan menjulang tinggi, sepertinya pemilik perusahaan bukanlah orang biasa.
"WIJAYA GROUP"
Sebuah nama besar terpampang di depan gedung yang menjulang tinggi.
Tampak terlihat banyak orang yang sedang keluar masuk melalui pintu kaca yang terlihat sangat transparan.
Pemuda itu kemudian turun dari mobil setelah salah satu bodyguard membukakan pintu untuknya.
Ia berjalan menuju kantornya.
Tappptappptapp...
Rupanya sekertaris Xio sudah menantinya di depan Pintu masuk.
"Selamat siang Tuan muda Hariz!" Ucap Sekertaris Xio sambil membungkukkan setengah badannya.
'Ada apa dengan Tuan Hariz? mengapa wajahnya terlihat tidak seperti biasanya.'
"Xio,. ikutlah ke ruanganku!" Ajak Tuan muda Hariz dengan tegas.
"Baik tuan muda Hariz" Jawabnya cepat dan segera mengikuti langkah kaki Tuan mudanya.
'Aku harus secepatnya mencari informasi tentang gadis itu'
Di setiap langkah Tuan Hariz selalu saja mengingat akan gadis yang menabraknya di halte bus, tempat dimana saat ia mencari seseorang.
Kini Tuan Hariz sudah berada di dalam ruangannya bersama sekertaris Xio.
Ia duduk di meja kerjanya, sedangkan Xio masih berdiri menunggu aba - aba dari majikannya.
"Xio, secepatnya aku ingin kau menemukan informasi tentang gadis ceroboh ini!" Tegas Tuan Hariz seraya menyodorkan ponsel miliknya kepada Xio.
"Memangnya siapa dia Tuan muda?" Tanya Xio dengan wajah polosnya.
"Jika aku tau, pasti aku tak menyuruhmu untuk mencari informasi tentangnya bukan?!" Ucapnya dengan nada tinggi.
"Maafkan saya Tuan!" Ia menundukkan kepalanya.
'Sebenarnya aku sudah tau siapa dia, dia adalah gadis pengantar catering waktu itu! iya benar sekali!'
"Kenapa kau tersenyum begitu!" Tuan Hariz melotot tajam.
"Sebenarnya saya sudah pernah melihat sebelumnya Tuan" Tegasnya dengan santai.
"Dimana! mengapa barusan kau menganggap seolah tak mengenalnya.!!" Kini Tuannya sudah mulai geram.
"Dia adalah pengantar catering makanan saat Tuan muda Hariz mengadakan syukuran waktu itu." Jelasnya.
"Oh iya.. mengapa kala itu aku tak melihatnya! bahkan tak ada satupun pelayan yang mengatakan padaku" Dia mengepalkan kedua tangannya.
"Pada saat itu Tuan muda Hariz sedang berada di kamar bersama Nyonya bukan?!"
"Jam berapa dia datang?" Emosinya sedikit mereda, karena sepenuhnya bukan kesalahan sekertaris Xio dan para pelayan di rumahnya.
"Sekitar pukul 17.00. WIB Tuan." Jelasnya dengan nada santai.
"Kalau boleh saya tau, dimana Tuan bertemu dengan gadis itu?" Pertanyaannya membuat wajah Tuan muda Hariz tersenyum tipis.
"Saat tadi aku mencari Vita!." Balasnya.
"Vita..?? bagaimana bisa Tuan bertemu dengannya?" Sekertaris Xio tampak begitu panik, Vita adalah kekasihnya yang selama ini menghilang entah kemana.
Dirinya sudah berulang kali mencoba untuk mencari Vita namun hasilnya Nihil.
"Saat aku melewati Halte bus, Sekilas terlihat dia berjalan di Halte itu dimana aku bertemu dengan gadisku!" Tuan Hariz menceritakan tentang pertemuannya dengan kekasih sekertarisnya, sekaligus dengan gadis yang sangat ingin ia ketahui informasinya.
Sekertaris Xio menampakkan wajah piasnya, Ia mengingat kenangan indah saat bersama kekasihnya.
Berjanji untuk menua bersama dalam suka maupun duka. Semua itu sirna seketika saat Xio terlalu mementingkan seluruh hidupnya untuk setia kepada Tuannya, hingga Vita merasa dirinya di nomor duakan.
Akhirnya Vita memilih untuk meninggalkan Xio tanpa ada kabar sedikitpun.
Tuan muda Hariz yang telah mengetahui sebab mereka berpisah karena dirinya. Akhirnya Ia membantu mencari Vita dengan mengerahkan semua pasukan anak buahnya.
Namun ternyata Nihil juga.
Sekertaris Xio tampak seperti orang yang tidak waras karena memikirkan kekasihnya.
Seandainya waktu bisa di putar kembali, Ia begitu ingin menjelaskan semuanya kepada Vita.
'Vita, kamu dimana sayang? aku merindukanmu selalu'
Sekertaris Xio meneteskan air matanya.
Tuan Hariz yang melihat kesedihan sekertaris kepercayaannya bersedih akhirnya berjalan ke arah Xio yang masih berdiri dan memeluknya.
"Xio, aku tau..kamu laki - laki hebat bahkan lebih hebat dariku. Kamu mengerti semua yang di inginkan setiap wanita, sedangkan aku bahkan belum pernah merasakan jatuh cinta selama ini!" Ujarnya sambil memeluk Xio
'Tanpa kau sadari, sekarang kau sedang merasakan jatuh cinta Tuanku!"
Xio menghapus air matanya, walaupun tubuhnya terlihat kekar dan berotot, namun hatinya seperti Hello Kitty.(hihi)
"Terima kasih Tuan!" Xio melepaskan pelukannya kemudian menundukkan setengah badannya.
"Tidak perlu sungkan begitu.. ada kalanya kita menjaga jarak karena pekerjaan dan ada kalanya kita mendekat karena persahabatan.!"
Tuan Hariz segera kembali ke meja kerjanya dan mengambil ponsel, sesekali ia menatap Foto di ponsel miliknya.(Siapa lagi kalau bukan Foto Tia).
"Sekarang pergilah, biarkan aku sendiri disini.
Dan jangan lupa untuk mencari informasi gadis itu!" Tuan Hariz menyuruh Xio untuk meninggalkan ruangannya.
"Baik Tuan, kalau begitu saya undur diri untuk keluar ruangan" Xio membungkukkan setengah badannya dan berlalu dari hadapan Tuannya.
°°°°°°
Tia dan May kini sudah berada di dalam bus. Tia masih menangis sesenggukan karena perpisahan dengan ibunya.
✓Flasback On
May mengantar Tia hingga depan rumahnya. Tia segera masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya untuk segera menyegarkan tubuh dengan mengguyur air ke tubuhnya. Karena cuaca di luar sangatlah panas.
Di rumah terlihat sangat sepi, karena ibunya Tia sedang istirahat di kamarnya.
'Akhh.. nikmatnya, hari ini rasanya begitu lelah. Terlebih saat bertemu dengan pria tampan tadi. Oh tuhan.. sadarkan jiwaku!'
Tia memikirkan kejadian yang membuatnya tampak bersalah namun tidak ia sengaja.
'Siapa pria tadi, mengapa terbayang terus di pikiranku, entahlah!'
Dirinya berandai - andai jika suatu saat bertemu lagi dengannya, entah apa yang harus ia lakukan pasti sangat malu karena kecerobohannya.
Mungkin hanya permintaan maaf yang akan keluar dari bibir manisnya.
"Sadar Tia!! Sadarlah!!!'
°°°°°°°°°
*Dears para pembaca sekalian..❤❤
mohon kasih vote'nya Yaa..🙏
karena vote kalian berguna bagi saya supaya saya bisa terus memberi cerita" yang menghibur untuk kalian😅
terima kasih.
di tunggu Yaa.... 🙏❤**