
°°°
Ari keluar dari kamarnya untuk mencari ibu dan kakaknya, di ruang tv samar - samar ia mendengar suara tangisan dari arah dapur.
Ari berjalan perlahan menuju dapur untuk memastikan suara tersebut.
"Ibu.!! kak Tia.! ada apa ini kenapa kalian menangis.?!" Ucapnya seraya menyentuh bahu ibu dan kakaknya.
"Ada apa Bu!" tanyanya. " Kak Tia?!"
"Ibu nggak apa - apa, hanya saja ibu belum bisa melepaskan kakakmu.!" Ujar ibunya.
"Ahh ibu ini, Ari juga sama seperti ibu.!" Ucap Ari.
"Kok aku jadi nggak semangat buat memulai hari esok setelah melihat kalian berdua sedih begini hikhik.." Tia mulai meneteskan air mata kesedihannya.
"Sudah sudah. . kapan kita selesai masaknya kalau keadaannya begini?" Ucap Ari.
"Iya. . kamu juga sih!! bantuin kita dong?" Pinta Tia.
"Iya kak tenang saja!" jawab Ari.
Ibunya merasa bahagia melihat kedua anaknya begitu akur, ia hanya bisa membayangkan seandainya suaminya tidak meninggalkan dirinya dan kedua buah hatinya, pasti Tia bisa kuliah.
"Terima kasih untuk kalian berdua, hanya kalian berdualah yang mengerti akan kondisi keluarga kita sekarang." Kata ibunya sambil memeluk kedua buah hati yang sangat ia sayangi.
"Ibu. . sudahlah, keluarga kecil kita akan terus seperti ini kedepannya., ibu jangan khawatir ya?" Ujar Tia seraya memegang pipi ibunya dengan kedua tangannya.
" Iya Bu. . benar sekali kata kak Tia, selama kak Tia bekerja di luar kota, Ari akan siap membantu ibu.!!" Kata Ari.
Ibunya tersenyum tenang mendengar jawaban kedua buah hatinya.
Waktu seakan berjalan begitu cepat.
hingga tidak terasa sudah menunjukkan pukul 16.15.
Semua masakan sudah siap hanya tinggal di hantarkan saja, Tia dan Ari sudah selesai bersih - bersih kemudian mereka berpamitan kepada ibunya untuk menghantarkan cateringan yang sudah siap.
"Ibu. . kami pergi dulu ya Bu. . hati - hati di rumah ya?" kata Tia seraya mencium punggung tangan ibunya
"Ari juga pamit yaa bu?" Ari pun ikut bergantian untuk mencium punggung tangan ibunya.
"Ia nak. .hati - hati di jalan ya jangan ngebut - ngebut!' Jawab ibunya.
Mereka berdua bergegas menaiki motor matic milik Tia, Ari di depan sedangkan Tia di belakang. Dengan barang yang sudah tertata rapih di depan Ari dan kedua tangan Tia yang yang di tumpu menggunakan pahanya.
Setengah jam perjalanan kemudian.
"Masih jauh nggak ya dek,?" Tanya Tia kepada adiknya.
"Kayaknya enggak kak bentar lagi.!" Ujarnya.
"Pegel banget nih!". Kata Tia.
" Sabar kak!".Ari sedikit menenangkan kakaknya.
Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah rumah yang tampak begitu mewah dan terlihat indah dengan sentuhan bunga di sekelilingnya, pemilik rumah tersebut bernama Bpk.Yudistira Wijaya.
"Sampaii. .!!" Teriak Ari.
"Wahh. . indah sekali tamannya?" Kata Tia.
"Pemilik rumah ini bernama Bpk.Yudistira Wijaya kak, sesuai yang ada di alamat ini." Ucap Ari.
'mewah dan indah sekali rumahnya!!'
"Kak! kak!! hey kenapa bengong begitu?!" Tanya Ari sambil menyenggol tubuh Tia dengan sikunya.
"Ha. .iyaa? kenapa dek?!" Tia terkejut dan tersadar dari lamunannya.
"Ayo jalan.! memangnya kakak mau seharian mematung di sini?" Ujar Ari seraya melangkahkan kakinya menuju pintu gerbang dan di belakangnya di ikuti Tia.
Setelah sampai di pintu gerbang, terdapat 2 satpam penjaga rumah tersebut.
Kedua satpam itu berdiri kemudian menatap Tia dan Ari.
"Ada yang bisa saya bantu Nona, Tuan,?" Tanya pak satpam 1.
"Ohh. .anu pak, ini kita mau nganterin pesanan A/N Bpk.Yudistira Wijaya, benarkah ini rumah beliau?" Jawab Tia dengan tenang.
"Kalian berdua siapa dan pesanan ini dari mana ya,saya harus lapor dulu sama Tuan."
'Seribet inikah horang kaya!!'
" Aku Tia dan dia Ari adikku, ini cateringan dari ibu Sinta pak." Ucap Tia dengan sopan.
"Baiklah saya masuk dulu ya Non untuk melapor sama Tuan, permisi!" pak satpam 1 membungkukkan badannya kemudian masuk ke dalam untuk menemui Tuannya.
Sedangkan Tia dan Ari masih di luar gerbang bersama pak satpam 2.
'Duh duh duh. . . semua pekerja di rumah ini apakah harus seperti ini?!'
15 menit kemudian. . .
"Pak, masih lama nggak ya?" Tanya Ari kepada pak satpam 2.
"Enggak Tuan,paling setengah jam lagi!" jawabnya.
"Yang benar saja pak!" Ari terbelalak seketika mendengar jawaban satpam yang kini masih berdiri dengan gagah berani di balik gerbang.
"Saya hanya bercanda Tuan, Sebentar lagi pasti kembali, berhubung Tuan lagi banyak tamu bisnisnya saat ini jadi harus menunggu." Katanya.
"Memangnya ada acara apa hari ini pak?" Tia bertanya dengan wajah yang cukup serius.
"Hari ini Tuan muda ulang tahun yang ke 28 Non,sekalian syukuran atas jabatan baru yang di embannya." Jawabnya.
Tanpa pikir panjang Tia langsung mengecek tanggal di ponselnya.
'Apa?! bukankah hari ini ulang tahun Fendi juga?!'
"Kalau boleh tau, siapakah nama Tuan mudamu pak?" Tanya Tia penasaran.
"Hariz Wijaya mbk, apakah Nona sebelumnya pernah mengenalnya?" pak satpam 2 menjawab pertanyaan Tia dengan sorot mata tajam.
Tia hanya diam dan menggelengkan kepalanya karena dia benar - benar tidak tau.
'mendengar namanya saja baru kali ini, apalagi bertemu langsung dengannya,
masa bodo!!'
Setelah lama mereka berbincang - bincang akhirnya pak satpam 1 kembali menemui mereka.
"Nona,Tuan. . saya sudah memberitahukan kepada Tuan,kata Tuan makanannya di suruh bawa ke dapur saja melalui pintu belakang,berhubung di ruang tamu sedang banyak tamu penting,mari saya antar!" Ucap pak satpam 1 sambil membuka kunci pagarnya dan mempersilahkan mereka untuk masuk.
Tia dan Ari mengikuti langkah kaki pak satpam 1, mereka berjalan menyusuri taman dengan bunga - bunga yang tampak indah dan begitu cantik.
Di depan sudah terlihat pintu utama, pintu yang terlihat bak istana kerajaan.
Namun mereka bertiga hanya melewatinya dan menuju pintu dapur belakang.
'Woow! besar sekali rumah ini seperti apa dalamnya dan berapa pembantu yang bekerja di sini?'
Batin Tia bertanya - tanya seraya terus melangkahkan kakinya mengikuti penjaga gerbang tersebut.
"Nona, kita sudah sampai di pintu belakang silahkan masuk. ." Katanya.
"Ohh. .iya pak!" Tia memasuki sebuah ruangan yang di tunjuk satpam tersebut.
"Ari. .ayo ikut kakak masuk!" Tia menyuruh Ari untuk ikut masuk mengikuti langkah kakinya.
"Ia kak tunggu.!" Jawab Ari dengan cepat menyusul kakaknya.
'Wahh. . .rumahnya mewah sekali!!!'
Dari dapur belakang Ari sekilas melihat isi di dalam rumah mewah tersebut.
Guci - guci yang terlihat begitu indah terletak dimana - mana. Lampu hias yang tergantung di atas ruang tamu, ruang keluarga dan juga meja makan.
Di ruang tamu terdapat beberapa tamu yang sepertinya bukan dari kalangan orang biasa, mereka mengenakan setelan jas dan berdasi.
Terlihat para pelayan yang sedang sibuk kesana kemari mempersiapkan acara Tuan muda di ruang kelurga.
"Ari ayo batuin kakak.! setelah menyelesaikannya kita harus cepat pulang,kak Tia ada acara nih!" Ucap Tia seraya menepuk bahu adiknya.
°°°°°°°°°°
Bagi yang belum Like 👍 vote dan coment..
ayo cepat bantu author. terima kasih.❤