You're The Only One, You're My Love

You're The Only One, You're My Love
Eps.11



°°°°°°°


Akhirnya Fendi menemukan Zaid


setelah ia menanyakan kepada staf tentang keberadaannya.


"Zaid..Gue mau bicara sebentar sama Lo, sekarang bisa nggak pergi ke ruangan gue, ini penting banget.!" Ucap Fendi dengan serius.


"Bentar, gue mau menyelesaikan laporan dulu Fen,!" Jawab Zaid tanpa menatap Fendi.


Fendi menggelengkan kepalanya kemudian menarik tangan kanan Zaid.


"Aduuuhhh...!! ada apa Fen kok kayaknya serius banget sampai harus pergi sekarang juga?!!!" teriak Zaid seraya berjalan di belakang Fendi.


"Hussttt..! pelankan suaramu Jay!!" Ucap Fendi sinis.


Salah gue apa coba, gue mau di bawa kemana ni**!


Akhirnya mereka berdua sampai di ruangan yang lumayan besar dan tampak pemandangan yang sangat indah dari luar jendela.


Fendi menuju tempat duduk di meja kerjanya, sedangkan Zaid duduk di depan meja kerjanya Fendi.


"Ada apa Fen? kenapa begitu serius seperti ini, apa ada yang salah denganku??!" Zaid mencoba memulai pertanyaannya.


"Gini Jay, kira - kira lu pernah kenal, bertemu atau melihat gadis ini??" Ucap Fendi seraya menunjukkan sebuah foto di ponsel miliknya.


Zaid mencoba untuk melihatnya dengan teliti kemudian menggelengkan kepalanya.


"Cantik, manis.!! melihatnya saja baru pertama kali ini di ponselmu bagaimana untuk mengenalnya?!"


Jawab Zaid sinis.


"Benarkah??! jangan macam - macam !!" Ucap Fendi serius seraya mengernyitkan dahinya.


"Iyaa..!! memangnya dia siapa dan apa hubungannya denganku??!" Jawab Zaid dengan senyum kecut di bibirnya.


"Baguss sekali..!! akhirnya gue nggak usah mikirin masalah ini lagi." Kata Fendi dengan bahagianya..


Zaid yang mengetahui tingkah laku Fendi hanya geleng - geleng kepala, entah apa yang merasuki sahabatnya itu.


Baru kali ini lihat Fendi kayak orang gila!! eehh.. tunggu, bukankah dia memang gila?!!!


" Sebenarnya apa hubungan gadis itu denganku Fen, kok lama - lama gue semakin curiga, sepertinya ada yang nggak beres..!!"


Tanya Fendi penuh curiga.


"Gini nih.. kalau punya sahabat yang jarang ngumpul sama sahabatnya, jadi nggak tau informasi apapun tentang sahabatnya.!" Ledek Fendi.


"Maksud Lo?!!" Tanya Zaid dengan muka serius.


"Gue mau minta tolong sama lu Jay, nanti saat wawancaranya dia, lu yang gantiin posisi gue yaa, pliiss!!" Jawab Fendi penuh harap.


Gue masih nggak ngerti apa maksud dan tujuan Fendi ke gadis ini??


"Memangnya kenapa gue yang harus gantiin lu fen?" tanyanya dengan serius


"Apa dia kekasihmu?!!" Zaid mulai menerka.


"Dasar lu!! jiwa polosmu begitu sangat terlihat!!" menjawab seraya menyandarkan kepalanya di kursi tempatnya duduk.


Kenapa lagi coba?! gue bener - bener di buli habis - habisan olehnya.!!!!


"Oke oke.!! pliiss sekarang tho the poin aja lah..ribet bener?!!" nadanya mulai jengkel karena di buat geram oleh Fendi.


Zaid juga menyandarkan kepalanya di kursi tempat ia duduk.


"Dia kekasihku Jay!!" Dengan lantangnya dia mengatakannya. " Tapi itu dulu, walaupun sekarang aku masih sangat mencintainya.!"


tatapannya mendadak serius.


"Benarkah?!!" Mencoba meyakinkan dengan mendekatkan wajahnya tepat di depan sahabatnya itu.


"Seleramu ternyata benar - benar masih ABG ya bro?!!" bisiknya dengan lirih.


"Yaaa. . namanya juga perasaan mau gimana lagi, gue belum pernah jatuh cinta sedalam ini sama wanita Jay.!" Ujarnya melirik sinis.


" yang dulu pernah lu ceritain ke gue itu siapa? katanya lu juga cinta!!" Zaid meledek.


"Ohh. . itu!!" sekelibat terlihat senyum kecil.


"Itu dia seorang wanita janda yang usianya lebih tua dariku. .!" Ujarnya serius dengan mengalihkan pandangannya.


Sial!! kenapa lo mengungkit wanita jalang itu!!


"Bentar. . bentar! jadi maksud lo gue di suruh jadi lo saat dia yang wawancara kan? memangnya kenapa, bukankah itu bagus bisa mengenang semasa pacaran kalian berdua?!"


Ucap Zaid yang beberapa kali menunjukkan senyum kecil di wajahnya.


Zaid menggerutu dalam hatinya.


Fendi mengambil buku kemudian di tipukan tepat di atas kepalanya Zaid.


"Bodoh sekali Lo!! yang ada dia yang nggak mau kerja di sini kalau lihat gue yang wawancara Jay, pintar sedikitlah!!" Ujarnya penuh emosi.


" Oke oke gue paham sekarang!!" Zaid menganggukkan kepalanya bertanda dia sudah mengerti apa maksud sahabatnya.


Tinggal bilang aja Lo susah move on dari dia bukan!!!!!


"Thanks bro!! hehe" Fendi menepuk bahu Zaid beberapa kali.


Tak lama kemudian Eri masuk ke dalam ruang kerjanya Fendi.


"Bukannya kerja kok malah ngobrol. .?!!" Serunya antara meledek dengan bercanda.


"Sepertinya serius sekali hingga melupakanku ya?!!" Eri menatap kedua sahabatnya dengan muka sinis.


Fendi dan Zaid yang sudah menyadari kedatangan Eri akhirnya diam dan di lanjutkan ketawa - ketawa kecil melihat tingkah laku Eri.


Ada apa dengan mereka. kenapa menertawakanku! sialan!!!


"Ada apa.?!!" Tanya Eri serius dengan mendekatkan wajahnya ke arah mereka berdua.


"Ehhmm..!!" Zaid mencoba mengatakan sesuatu.


"Enggak papa kok Er, santai santai!!" Sela Fendi sambil mengedipkan mata kanan ke arah Zaid agar menutup mulutnya.


" Kok gue nggak yakin gini Yaa?? kayak ada sesuatu yang kalian sembunyiin deh?!!"


Ucap Eri penuh tanda tanya.


Fendi tersenyum ke arah Zaid.


"Sudahlah Fen, ceritakan saja apa yang Lo bicarakan tadi, dari pada harus membuat bos kita penasaran?!!" Ujar Zaid dengan senyum kecil di wajahnya.


"Apa Fen?!" Eri menatap Fendi dengan sorot mata tajam.


"Eehhmm apa Yaa!! kasih tau nggak Yaa?! haha..!!" Ledeknya.


"Awas! nanti gajian kalian gue potong!" katanya penuh emosi.


"Apa Fen?!" Ucapnya lagi.


"Niihh.!" Katanya seraya menyodorkan sebuah berkas.


Eri menerima berkas yang di berikan Fendi, dengan segera ia membukanya.


"Mutia Eka Cahyaningtias?!!" Eri terkejut saat membuka berkas tersebut.


"Jadi dia mendaftarkan diri untuk bekerja di perusahaanku.?!" tanyanya.


"Benar sekali Er, jadi gue minta sama Zaid untuk mewancarainya saat dia seleksi nanti." Ujarnya.


"Lahh! memang kenapa bukannya bagus kalian bisa saling bertemu bukan??." Eri tersenyum puas dengan ledekannya.


"Gue nggak siap aja, gue juga nggak mau dia tau kalau gue bekerja di perusahaan ini Er."


mendadak sedih.


"Sebenarnya gue juga kangen pengen banget memeluk dia, namun apa daya dia sudah bukan milik gue lagi" Ucapnya dengan penuh kesedihan di wajahnya.


"Ohh ternyata. . selama ini gue baru tau kalau gadis itu telah membuat sahabatku yang satu ini menjadi gila karena cinta, Sabarlah sob!." Kata Zaid.


"Lo kemana aja Jay?!" Ucap Eri.


"Ya maklum lah kalau gue nggak tau kisah cinta kalian, kisah cinta gue aja juga nggak jelas." Ujar Zaid seraya menggelengkan kepalanya.


"Gue lupa Fen buat ngasih tau Lo kalau Zaid ini ternyata pacaran sama May sahabatnya Tia!!." Teriak Eri mengingat sesuatu.


"Woow.. benarkah?! tadi lo ngatain gue katanya suka gadis yang masih ABG, nah Lo sekarang juga ketahuan kan?!!." Fendi mencoba menyinggung Zaid.


"Hahaah..Iyaa maaf maaf, tapi hubungan kita benar - benar tertutup tanpa ada yang tau kok..!" Ujarnya.


" Jangan - jangan Lo yang nyuruh May buat melamar kerjaan di sini?!" Kata Eri.


"Enggak kok, kata siapa?" jawabnya.


"Ini buktinya ada kok berkasnya dia!" Ucap Fendi seraya menyodorkan berkas milik May kepada Zaid.


"Ha..?? benarkah?! kenapa bisa kebetulan begini Yaa?!!" Tanya Zaid dengan bingung.


°°°°°°°°


Jangan lupa kasih like ❤ comment and Vote yaaa reader's..❤