
Perkenalan karakter
°°°°°°°
Di sebuah keluarga, ada seorang gadis yang tingginya 167cm, dengan BB 57kg.
Rambutnya panjang dan tebal sebahu,kulitnya kuning langsat.
Namanya Tia.
Seorang anak yang pintar,baik,dan mudah bergaul.
Dia anak pertama di keluarganya dan memiliki seorang adik laki-laki bernama Ari yang memiliki tinggi yang hampir sama dengan Tia,rambutnya lurus,baik dan rupawan.
Tia seorang gadis lulusan SMA yang di kemudian hari setelah kelulusan dari sekolahnya,
Ia memantapkan hati untuk bekerja di kota.
Karena ia sadar, tidak mungkin jika dirinya bisa kuliah seperti teman"nya.
Ia terlahir dari keluarga yang tak utuh,bisa di katakan Broken home.
Ayahnya telah mengkhianati ibunya,
ayahnya Tia telah menjalin hubungan dengan wanita lain, wanita itu ialah sahabat dari ibunya Tia.
°°°°°°°°°°°°°
Dulu saat Tia masih sekolah SMP
sahabat dari ibunya Tia sering main kerumahnya hampir setiap hari,
ibunya tia pun tidak pernah menyadari akan hubungan gelap ayahnya dengan seorang pelakor tersebut, setiap ayahnya pergi kemanapun itu,
beliau hampir tak pernah meninggalkan handphone miliknya,
Bahkan saat Tia ingin meminjam handphone milik ayahnya tidak pernah di berikan olehnya.
Pernah suatu ketika saat ayah dan ibunya Tia berjalan di suatu gang kecil. mereka sempat berpapasan dengan pelakor tersebut.
pelakor itu entah kenapa mengepal tangannya dan menunjukkan kehadapan ayahnya Tia sambil senyum sinis.
Ibunya Tia tidak sedikitpun mempunyai perasaan curiga atau apa.
yang ia pikir mungkin hanyalah sebatas lelucon biasa.
°°°°°°°
Beberapa Minggu kemudian..
Ayahnya Tia akan berangkat bekerja keluar kota.
Di dalam kamar, ibunya Tia menangis dan memeluk ayahnya Tia.
Tia dan adiknya yang menyaksikan kedua orang tuanya menangis karena perpisahan
akhirnya mereka berdua pun ikut menangis sambil berpelukan.
30 menit berlalu.
Ayahnya Tia meninggalkan rumah.
Beliau melaju menggunakan ojek untuk di hantarkan ke terminal bus.
°°°°°°
Beberapa bulan kemudian..
Ayah dan ibunya Tia sedang menghadapi masalah.
Ternyata di kota KT tempat ayahnya Tia berkerja ada pelakor tersebut, bahkan ibunya Tia baru saja mengetahuinya.
Ia sudah tinggal di kota itu dari beberapa hari yang lalu, setiap hari pelakor itu selalu mengirimkan SMS kepada ibunya Tia berupa ancaman bahwa dia akan segera merebut ayahnya Tia.
"Kamu itu jelek,pantas saja suamimu bisa tergoda olehku..!!!"
katanya.
Ibunya Tia menunjukkan SMS itu kepada Tia sembari meneteskan air matanya, sontak Tia terkejut.
Tia yang di kala itu sedang belajar mendadak Hilang fokus.
'Apa yang terjadi dengan ayah dan ibuku..??
apakah mereka benar - benar akan berpisah..?
lalu siapa nanti yang akan membayar biaya sekolahku dan adikku,,lalu bagaimana dengan ibu,, apakah dia akan...??'
Batin Tia saat dia selesai belajar sembari tiduran di kamarnya.
Beberapa pertanyaan muncul dibenaknya. Tak terasa air matanya menetes, membayangkan bagaimana nasib keluarga kecilnya jika memang sudah jalan ibu dan ayahnya harus berpisah.
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.15
Tia akhinya tertidur sangat lelap sekali.
°°°°°
Pagipun tiba..
Cahaya mulai masuk menembus ke sela - sela jendela kaca.
Tia bangun dengan mata yang memerah dan sembab.
Ia segera turun dari ranjang dan merapihkan tempat tidurnya lalu bergegas menuju ke kamar mandi.
Ya ampun mataku???
Setelah beberapa menit kemudian.
Tia selesai mandi, ia menggunakan pakaian seragam sekolah SMA kemudian keluar dari kamarnya.
Nampak di meja makan,ibunya sudah selesai menyiapkan sarapan untuk dirinya dan adik laki - lakinya
Ari sudah siap dengan seragam sekolah SMP, Ia masih duduk di bangku kelas 3.
Kenapa dengan kak Tia? kenapa matanya bisa begitu.. sereemm..
"Selamat pagi kak Tia, hari ini ibu masak nasi goreng kesukaan kak Tia, ayo kita sarapan..?!!"
Ucap Ari seraya menarik tangan Tia.
"Sudah siap kah nak..??"
tanya ibunya sembari mengambilkan piring dan mencentongkan nasi untuk Tia dan Ari.
"Sudah bu.." Balas Tia.
"kenapa matamu sembab seperti itu nak..??
Di antup tawon buk.. hikhik..
"Sudahlah nak,jangan terlalu di pikirkan, nanti bisa mengganggu konsentrasi belajarmu"
Ucap ibunya.
Saat mereka sedang sarapan pagi,
datanglah seseorang wanita paruh baya dengan perawakan tubuh yang kecil dan berusia sekitar 50'an tahun.
Beliau nenek Tia, nenek Tia tinggal berdekatan dengan rumahnya.
"Selamat pagi semuanya.. nenek bawakan sup ikan,kemaren kakek memancing di kolam belakang, silahkan kalian cicipi..."
Ucap nenek yang sedang membawa mangkuk berisikan sup ikan.
"Yahhh... nenek terlambat,kita baru saja makan nasi goreng buatan ibu, nanti sup nya buat kita makan setelah pulang sekolah saja Yaa..??" Ujar Tia.
Yahhh... sup ikan kesuakaanku ternyata terlewatkan. huhu..
"ya ya.. tidak apa, sepulang sekolah nanti biar ibu kalian yang akan memanasi sup'nya"
Ucap ibu Tia
°°°°°°
06.15Am.
Tia dan Ari akhirnya selesai sarapan, mereka bangun dari tempat duduknya lalu mencium tangan ibu dan neneknya untuk berpamitan berangkat ke sekolah.
Mereka berdua berangkat dengan mengendarai sepeda motor.
"Jangan ngebut kak..!! Ari takuttt...!!"
Ucap Ari seraya mencengkeram pundak kakaknya.
Dasar bocah..!!! kamu cewek apa cowok sihh penakut amat..
Tia hanya tersenyum kecil lalu memperlambat kecepatan motornya.
"Nahhh.. coba dari tadi begini..!! hufffttt(seraya menghembuskan nafas takutnya)"
Ucap Ari menggerutu.
Bisa cepat kena serangan jantung nihh..
kak Tia kelewatan..!!
Setelah beberapa menit,mereka tiba di sekolahan Ari.
Ari pun turun dari sepeda motor kakaknya.
ia mencium tangan kakaknya lalu melambaikan tangan.
"hati" ya kak..!! Kata Ari.
"ia dek.. kamu jangan nakal ya di sekolah"
Balas Tia.
Whaattt??? nakal?? gak pernah kak Tia..
kesel dech,
"ia kak..!" kata Ari dengan senyum sinis di bibirnya.
Tia bergegas menyalakan motornya kemudian berlalu dari hadapan adiknya.
Tibalah Tia di sekolahnya.
Sekolah yang cukup bagus. pemandangan yang indah dan sejuk di pandang mata.
Hamparan sawah di belakang sekolah membuat sekolah itu mempunyai udara yang sejuk.
Tia memarkirkan sepeda motornya.
Tak jauh dari tempat ia parkir,
3 teman sudah menunggunya di depan kelas.
"Tiaaa..!!"
Panggil Tika dengan melambaikan tangannya ke arah Tia.
"Heeyy..!!
jawab Tia
Jam berapa mereka berangkat?? kayaknya aku udah lebih awal dari mereka.
Tia pun berjalan kearah mereka bertiga.
"Yukk masuk.. sebentar lagi pelajaran di mulai gaess ."
Ucap May
"Yap Yap.. nanti kita di omelin guru galak mampuss."
Kata Siti
Akhirnya mereka berempat masuk ke kelas.
Selang beberapa jam kemudian bel berbunyi menunjukkan jam istirahat.
mereka berempat keluar dari kelas dan menuju ke kantin,
seperti biasa, bakso adalah makanan favorit mereka berempat dan segelas es teh.
"Tia,kenapa matamu kelihatan begitu memerah dan sembab??" Tanya may sambil menguyah bakso di mulutnya.
"Yaakk tulll... kenapa aku baru ngeh Yaa.."
Ucap Siti.
′°°°°°°°°°
**Dears para pembaca sekalian..❤❤
mohon kasih vote'nya Yaa..🙏
karena vote kalian berguna bagi saya supaya saya bisa terus memberi cerita" yang menghibur untuk kalian😅
terima kasih.
di tunggu Yaa.... 🙏❤**