You're The Only One, You're My Love

You're The Only One, You're My Love
Eps.20



Akhirnya setelah Tia berlama - lama untuk menyiram dan menggosok tubuhnya di kamar mandi, ia pun keluar dan segera memakai baju jumpsuit kesukaannya.


Tak lupa memakai riasan wajah yang tampak natural dengan sentuhan Lipgloss warna merah rose di bibir mungilnya.


Ia memasukan semua barang ke dalam tasnya dan membawa serta koper yang sudah di siapkannya.


'Semua sudah siap, selamat tinggal kamar kesayanganku. Semoga kelak aku bisa kembali ke kamar ini.'


Tia mengusap ranjang miliknya, yang di tidurinya dari sejak ia kecil hingga sekarang.


Bagi Tia kamarnya merupakan tempat ternyaman baginya.


"Tia?" Ibunya membuka pintu kamarnya. "Apa kamu sudah bersiap nak?!" Mendekati Tia.


"Sudah Bu." Ia segera mengusap kedua pipinya yang terburai air mata.


"Kamu kenapa Tia?!" ibunya meraih wajah polos Tia dengan lembut. "Apa kamu menangis?" Tebaknya.


"Ahh tidak Bu, tadi hanya kemasukan kotoran saja." Balasnya dengan senyum tipis di bibirnya.


"Apa kamu sedang mencoba menutupi sesuatu dari ibu?" Ucapnya dengan serius.


"Emh.. tidak ibu." Katanya mencoba untuk meyakinkan.


"Baiklah, ibu harap kamu baik - baik saja, kemarilah!" Ibu Sinta menarik tubuh Tia dan segera memeluknya.


"Heem..!" Tia tersenyum paksa karena mencoba menyembunyikan kesedihan yang sedang ia rasakan.


Mereka berdua akhirnya keluar dari kamar Tia dan segera menuju halaman rumah, disana tampak sesosok adiknya sudah menyiapkan motor miliknya.


"Kak Tia.. apa kakak sudah mau berangkat?" Tanya Ari.


"Ehh..sebentar. Aku akan menelpon May!" Ujarnya sambil mengotak atik ponselnya.


Tia menghubungi May dengan ponselnya.


Tia : Hallo May, apa kamu sudah bersiap?


May : Sudah Tia, Aku di antar ojek! ..Nih sebentar lagi berangkat. Kita ketemu di halte ya.!.


Tia : Oke baiklah!. Bye sampai bertemu.!


May: Oke.!


Tia menutup telfonnya dan menyuruh Ari untuk segera menyalakan motornya.


Sebelum ia berangkat, tak lupa memeluk hangat tubuh ibunya yang kala itu sudah membendung air matanya.


Tia merasa begitu berat ketika melangkahkan kaki meninggalkan ibu yang begitu di cintainya. Ia menaiki sepeda motor bersama adiknya, tangannya melambai sayu.


✓ Flashback Off


°°°


May dan Tia akhirnya tertidur, karena perjalanan dari Desa menuju Kota J cukup memakan waktu hampir semalam.


Ponsel May berdering.


'BEEPPPBEEPPP'


1 Pesan dari Fendi.


Fendi : Apa kalian sudah berada di perjalanan?


May : Sudah, gadismu sedang tidur pulas. Mungkin dia lelah karena menangis.


Fendi : Kenapa dia menangis?


May : Bagaimana dia nggak nangis jika harus berpisah dengan Ibu dan adiknya!


Fendi : Ohh.. Setelah sampai langsung saja ke alamat yang aku kirim kemarin!


May : Baik bos.!


'Diiihh... sejak kapan aku jadi budaknya! uhh kisah cinta yang bikin aku pusing!


May kembali melanjutkan tidurnya.


Mentari pagi mulai menyinari setiap ujung kota. cuaca hari ini sangatlah cerah.


Tia menggeliat dan membuka mata sambil mengucek dengan kedua tangannya.


'Huuaam.. jam berapa ini?'


Tia melihat jam di tangannya kemudian menatap ke arah luar jendela bus.


'Jam 6.15 Wib.'


"May bangun!" Ucapnya dengan lirih sambil mengoyak tubuh sahabatnya.


"Aggghhh..Tia mengganggu tidurku saja!" May mencoba membuka mata dan menggeliatkan tubuhnya.


"Sebentar lagi sampai May!" Tia mencari sisir di tas untuk merapihkan rambutnya yang berantakan.


"Iya iyaa!" May menatap ke luar bus kemudian mencari ponselnya untuk melihat jam. "Iya sebentar lagi sampai, ayo bereskan barang - barang dan cemilan kita" Ujar May dengan sigap membantu Tia.


"Kota J!!!! Kota J!!!" Teriak kernet bus dengan keras untuk membangunkan setiap orang yang akan turun di kota tujuannya.


Kedua gadis itu segera mengambil barang milik mereka untuk segera turun.


di tempat pemberhentian bus, terdapat kawanan ojek biasa bahkan Ojol juga ada.


Ojol yang tidak pernah ada di desa mereka, mungkin karena mereka tidak menggunakan jasa Online atau memang tidak ada pengemudi Ojol yang ada di desa mereka.


'Ahh? Ojol? bahkan aku saja tidak mempunyai Aplikasinya'.


"May, kita pakai ojek biasa saja yaa" Ucapnya berbisik ke telinga May.


"Iya aku tau, mana mungkin kita pakai Ojol, sedangkan kita tidak punya Aplikasinya." May membalas dengan bisikan ke telinga Tia.


May segera mencari 2 pengemudi Ojek yang menurutnya tidak bermuka garang.


Setelah mendapatkannya, ia segera naik dan membawa koper miliknya di ikuti Tia yang berada dibelakang May.


"Ke alamat ini ya pak?" May menunjukkan secarik kertas yang sudah ia tulis sebelum berangkat.


"Baik nona!' Balasnya dengan sopan.


Selama di perjalanan May dan tukang ojek mengobrol kesana kemari dengan asyik.


Beda halnya dengan Tia yang terdiam, bahkan dia terlihat tidak menanyakan satu katapun kepada pengemudi Ojeknya.


May berulang kali menoleh ke belakang untuk mencari sosok sahabatnya, yang ia takut jika temannya nyasar. Entah apa yang akan di lakukan Fendi terhadap dirinya.


Beberapa menit kemudian.


Tibalah mereka di salah satu tempat kost yang bertuliskan 'MENERIMA KOST PUTRI'.


May segera turun dan membayar Ojeknya, begitu pun dengan Tia.


Kedua Ojek itu pun pergi setelah menerima uang yang di berikan oleh penumpangnya.


'Apa maksudnya tulisan ini, apa mungkin hanya perempuan saja yang boleh tinggal di sini'


Tia termenung hingga tidak sadar beberapa kali May mengajaknya untuk masuk.


"Tia! ayo!" May menarik tangan Tia, sontak Tia kaget dan langsung mengambil koper kecil miliknya.


Disana May tampak sedang berbicara dengan seorang ibu yang berusia sekitar 45 tahun, sepertinya ia pemilik tempat kost yang akan mereka tinggali.


Tia menoleh kesana kemari melihat situasi sekitar. Begitu banyak pintu yang berjajar di lantai bawah, bahkan terlihat sangat bersih dan rapi.


May mengajaknya untuk naik ke lantai 2 dan berhenti di sebuah pintu, Tia menaiki anak tangga dengan membawa koper miliknya.


Setelah sampai di lantai 2, ia bahkan takjub melihat pemandangan dari depan kamar mereka.


"Lihat May! Cantik sekali!" Tia menunjuk ke sebuah tempat taman hiburan yang terlihat dari depan tempat kost mereka.


"Waahh...! kapan - kapan kita pergi kesana yuk?" Ucap May dengan girangnya karena sesampainya di pintu kamar, ia langsung membukanya dengan kunci yang sudah di berikan oleh ibu pemilik kost.


"Pastinya dong! Hufftttt...!" Tia menghirup udara segar dan membuangnya dengan pelan. " Udaranya juga terasa segar!" Ucapnya sambil memejamkan kedua mata dan membentangkan kedua tangannya.


"Iya Tia.!" Tak mau ketinggalan, May mengikuti tingkah sahabatnya dengan antusias.


Akhirnya keduanya masuk ke kamar, setelah merasa puas menikmati udara pagi di depan depan pintu kost mereka.


May membuka ponsel miliknya.


5 pesan masuk di terima!


Fendi : May, apa kau sudah sampai?


Fendi : May, balas pesanku!


Fendi: Harap datang jam 10 pagi ke Supermarket kota, akan ada seleksi masuk.


Zaid ❤: Sayang, apa kamu sudah sampai?


Zaid ❤: Sayang, nanti aku tunggu kau di supermarket kota.❤


'Ahh jam berapa ini? 09.00!' Ia terkejut setelah melihat jam di ponselnya.


"Tia, ayo kita harus segera bersiap! Seleksinya jam 10 pagi!!" May terlihat gugup, ia segera mengambil handuk beserta alat mandinya dan segera menuju ke kamar mandi.


'Dasar Fendi sekretaris gila!' May berdecak kesal sambil melangkahkan kakinya dengan cepat.


°°°°°°°


**Dears para pembaca sekalian..❤❤


mohon kasih vote'nya Yaa..🙏


karena vote kalian berguna bagi saya supaya saya bisa terus memberi cerita" yang menghibur untuk kalian😅


terima kasih.


di tunggu Yaa.... 🙏❤**