What Will You Do When Being God?

What Will You Do When Being God?
Chapter 8. Makhluk Terkuat



Untuk pertama kalinya bagi mereka yang mengabdi pada Dyze di kurun waktu ribuan tahun ini melihat sosoknya.


“Ini pertama kalinya aku bertemu dengan kalian, bukan? Banyak sekali wajah yang tidak kukenali disini … Yah meski aku belum memperkenalkan diri, kalian juga pasti sudah menebaknya kan?”


Ren memasang senyum khas milik Dyze, tanpa disangka, dia cocok menggunakannya. Karena tindakannya, para bawahan yang tidak pernah bertemu dengan Dyze sebelumnya menjadi tidak memiliki keraguan lagi.


Melihat banyak bawahannya yang gemetar karena merasa terintimidasi meninggalkan rasa tidak nyaman di mulutnya Ren.


“Banyak hal merepotkan telah terjadi. Sepertinya aku kehilangan nyaris 1/3 dari ingatan ku sebelumnya akibat insiden itu ...”


“Yang Mulia ...”


Rasa khawatir, gelisah, dan kecemasan terlihat jelas di mimik wajah bawahannya.


Umpan pengalihan topik berhasil!—


Ren sekilas tersenyum lalu melanjutkan kalimatnya.


“Oleh karena itu … Dimulai darimu, Noire. Patuhi panggilanku.”


Meski sempat terlihat terkejut, Noire ahli dalam menyembunyikan atau memanipulasi mimik wajah.


“Noire mematuhi panggilan Sang Raja dengan sepenuh hati.”


Dengan memasang senyuman yang berbeda dari biasanya, dia bangkit dari penghormatan kemudian maju menuju takhta.


Noire berhenti melangkah saat Dyze mengangkat telapak tangannya. Kini dia berhenti tepat di depan senjata-senjata yang telah ditancapkan oleh mereka ribuan tahun silam.


“Ambil senjatamu, dan perkenalkan dirimu.”


Mimik wajah Noire yang bahagia merupakan pemandangan langka di antara Zodiac Commander, karena Noire dikenal nyaris tidak pernah memasang wajah bahagia sama sekali selama ribuan tahun belakangan ini.


“Baik.”


Noire mencabut pedang berwarna hitam dan dibaluti aura ungu miliknya, lalu menusukannya di tengah dadanya sendiri. Meski pedang menancap di dadanya dia terlihat tidak bergeming sedikit pun.


Beberapa Zodiac Commander terlihat tercengang melihat tindakan Noire, namun mereka hanya mengamatinya dari tempat masing-masing.


Ren sendiri sempat terkejut dengan aksi yang dilakukannya, tapi dia ahli dalam menyembunyikan sesuatu, hal itulah yang membuatnya dapat terlihat tetap tenang setiap waktu.


Pedang itu terlihat seperti perlahan tertelan oleh tubuh Noire, dan saat itu juga sebuah cahaya berwarna hitam bercampur ungu bersinar terang benderang, membuat semua orang yang tidak memiliki ketahanan absolut terhadap cahaya menjadi buta dalam beberapa saat.


Setelah beberapa waktu, cahaya itu pudar, terlihat tidak ada perubahan signifikan dalam tubuh Noire, hanya saja, Aura keberadaannya semakin kuat dan menekan.


“Apa yang kau lakukan?”


“Hamba hanya mengubah setengah dari energi kehidupan dan energi sihir yang hamba miliki menjadi sebuah pedang astral. Kemudian menyerapnya kembali.”


“Pantas saja kamu seperti menjadi orang yang jauh berbeda sekarang!”


Perkataan Claire mewakili semua orang yang ada di ruangan itu, menyaksikan kekuatan yang mampu melenyapkan mereka semua hanya dengan kedipan mata.


Setelah memperoleh kembali seluruh kekuatannya, Noire dengan senyum ramah terpasang jelas di wajahnya, sambil menutup mata, dia berlutut pada Dyze yang berada di atas singgasananya.


“Hamba, Noire, memiliki loyalitas tertinggi yang bisa dipersembahkan untuk anda. Bahkan jika hamba diperintahkan untuk menghancurkan kehidupan dengan mengorbankan diri untuk anda, akan hamba lakukan dengan bahagia … Karena julukan ‘Makhluk Terkuat’ yang disematkan pada Hamba bukanlah isapan jempol belaka ...”


Pernyataan Noire terkait “Loyalitas tertinggi” membuat para Zodiac Commander yang lain menjadi geram, dan tidak setuju dengan perkataannya, karena bagi mereka, loyalitas yang mereka berikan juga tidak kalah dengan Noire.


Akan tetapi mereka hanya diam karena tidak sopan jika memotong perkataan orang yang sedang diperhatikan oleh sang Raja.


Ren Sekilas tersenyum puas dengan mengerikan, namun dengan cepat memasang wajah tenang kembali.


Perubahan ekspresi itu membuat para zodiac commander menjadi lega karena itu merupakan kebiasaan yang Dyze lakukan.


“Ceritakan sedikit tentang kekuatan yang dapat kau banggakan.”


Mendengar kalimat itu, Noire tersenyum.


Dan selain Zodiac Commander itu sendiri, orang-orang di dalam ruangan tersebut belum mengetahui sama sekali kekuatan Noire. Mereka terlihat sedang antusias dan memusatkan fokus mereka pada indera pendengaran.


“Hamba dapat memanipulasi God Particle dalam skala yang tidak terbatas. Hamba dapat membengkokkan atau pun merubah realitas sesuka hati.


Hamba melampaui dan dapat memanipulasi hukum sebab-akibat(kausalitas) yang mengekang di Dunia ini. Hamba dapat menyentuh sesuatu yang abstrak seperti the void.


Dimensi yang berbeda bukanlah penghalang bagi hamba. Jika diperintahkan, hamba akan menjadi malaikat kematian paling menakutkan bagi mereka ...”


‘Jadi begitu, karena dia telah melampaui hukum kausalitas itu sendiri membuatnya begitu sulit berinteraksi secara normal dengan orang lain ya.’


[Izin menjawab, itu benar Tuanku. Bahkan di seluruh Toriwake ini yang benar-benar dapat menyentuhnya hanya anda.]


Itu mengerikan … Pantas saja dia dijuluki sebagai makhluk terkuat, menyentuh saja tidak bisa, apalagi meninggalkan luka?


Memikirkan hal itu membuat batin Ren semakin bersemangat, dia tidak sabar saat mendengar karakter-karakter yang dia ciptakan menceritakan kekuatannya dengan bangga.


Lambang Sagitarius di dada Noire menyala-nyala, sepertinya itu melambangkan emosi penggunanya yang sedang tidak stabil.


Menyadari Ren menatap ke arah dadanya, Noire langsung dapat menebaknya.


“Maafkan atas gangguannya, Yang Mulia.”


Ren yang melihat itu hanya merespon kecil.


“Tidak, bukan masalah.”


Keheningan kembali menyelimuti ruangan, meski begitu Ren dapat melihat dengan jelas mata bawahan-bawahan nya yang baru mengetahui kekuatan Noire begitu berbinar-binar dan membara.


‘Ah … Benar juga, dengan skill manipulasi seperti itu kenapa dia tidak mencoba memanipulasi realita agar aku dapat bangkit lebih cepat?’


[ Dengan membaca pikiran Noire, hamba telah menemukan jawabannya. ]


‘… Sungguh entitas sepertinya saja dapat kau baca pikirannya. Sejauh mana batasmu sebenarnya?’


[ Hamba tidak memiliki batasan, hamba adalah perwujudan yang melampaui tidak terbatas itu sendiri. Tidak ada informasi yang luput dari pengawasan hamba di seluruh kehidupan ini. ]


‘Maha tahu ya? Tap kenapa aku tidak merasakan hal yang sama?’


[ Anda hanya menonaktifkan kemampuan anda untuk maha tahu, dan maha ada. Yang tersisa sekarang hanyalah maha kuasa, semua yang ada di seluruh kehidupan ini ada di bawah kekuasaan anda secara mutlak. ]


Ren tersenyum jahat, kemudian bergumam di dalam hatinya.


‘Itu memang sungguh mengesankan, tapi aku ingin melihat reaksinya secara langsung. Itulah yang membuatku puas.’


“Noire, kenapa kau tidak menggunakan kemampuanmu untuk merubah realita dimana aku bangkit lebih cepat?”


Noire termenung untuk beberapa saat, hingga kesunyian yang begitu menusuk menyelimuti seisi ruangan.


Ia menggenggam tangannya dengan begitu erat hingga dapat terlihat darah menetes melalui cerah jari-jarinya.


Urat-urat tangannya mulai bermunculan,dan tanpa Noire kehendaki, atmosfer ruangan itu mulai terpengaruh.


Banyak dari bawahan Dyze yang gemetar, berkeringat dan bahkan ada beberapa yang tidak sadarkan diri.


“Dengan segala hormat dan penyesalan ...”