What Will You Do When Being God?

What Will You Do When Being God?
Chapter 6. Sang Ratu



Daripada menunggu situasi menjadi semakin runyam, Ariana mengajukan sebuah solusi pada mereka.


“Engg … Sebenarnya saya bisa melacaknya.”


Atmosfer yang awalnya berat dan sesak kini perlahan mulai menjadi seperti semula. Setidaknya solusi yang dimiliki Ariana membuat mereka sedikit tenang tidak perlu takut kehilangan jejaknya.


Meski sebenarnya mereka dapat melacak seisi istana dengan menggunakan Skill: 『 Universal Scan 』milik Raven tapi mereka dibuat senang melihat Ariana yang begitu sigap dan cerdik.


“Oh apakah dengan kemampuan Sign Touching milikmu?”


Sebagai seorang guru tentu saja Eleina mengetahui nyaris seluruh kemampuan dan potensi murid didiknya, tidak heran jika tebakan Eleina adalah kebenaran.


“Sign Touching?” (CL)


“Apa itu?”(AN)


Claire dan Anastasia kompak menanyakannya.


“Biarkan saya menjelaskannya. Sign Touching, sebuah kemampuan khusus yang diajarkan oleh Nyonya untuk dapat melacak keberadaan seseorang hanya dengan memberikan tanda pada target melalui sentuhan. Kami para Assasin di bawah bimbingan Nyonya selalu diajarkan untuk menggunakan kemampuan ini jika musuh berpotensi dapat melarikan diri atau pun jika diperintahkan untuk mundur.”


“Oh\~”


Claire dan Anastasia terlihat dapat mengerti dengan mudah penjelasan yang diberikan oleh Ariana. Merasa telah banyak waktu yang terbuang, Noire pun meminta Ariana untuk melakukan tugasnya.


Ariana hanya mengiyakan dengan kikuk karena ini pertama kalinya dia bertemu dengan Noire, meski Noire tidak mengeluarkan Auranya sedikitpun, Ariana merasa tertekan, mungkin itu pengaruh dari karismatiknya.


“Sign Touching: Activated.”


Sebuah layar seperti hologram tercipta di depan mereka, namun masih buram tanpa menampilkan apa-apa, Ariana butuh beberapa saat untuk mengatur hologram di depannya agar dapat memicu tanda yang telah ditinggalkan menampilkan koordinatnya saat ini.


Selagi Ariana sedang mengaturnya, Argus merasa aneh saat memikirkan mengapa si penyusup dapat aman memasuki ruang takhta? Bagaimana caranya masuk dan bagaimana bisa Golem yang berbentuk monumen patung mereka tidak terpicu untuk menyerangnya?


Mendengar pertanyaan Argus, mereka saling menatap satu sama lain, lalu Raven mewakilkan suara dari semuanya.


“ … Orang dalam ya?”


Mereka menelan ludah secara bersamaan, melihat satu sama lain dengan tatapan waspada.


“Ketemu!”


Kewaspadaan dan kecurigaan mereka sirna saat mendengar Ariana telah menemukan koordinatnya.


“Dimana letaknya?!”


“Disini.”


Ariana menunjuk titik merah yang berada di suatu ruangan, di hologram itu terlihat kerangka ruangan atau bangunan yang beradius 25-50 meter dari target. Akan tetapi terdapat satu kecacatan besar dari kemampuan yang dimiliki Ariana.


Yakni dia tidak dapat menampilkan kejadian secara real-time di layar hologram miliknya. Ariana hanya dapat setidaknya mengetahui bentuk bangunan di sekitar target, bukan sebuah peristiwa atau kejadian langsung.


“… Kerangka ini seperti sebuah gerbang … Dan itu ukiran iblis? Serta ukiran malaikat di sisi lainnya?”


Pertanyaan itu wajar bagi Ariana yang tidak tahu menahu mengenai gerbang tersebut.


“Ini ruangan orang itu, bukan?”


Meski Claire tidak pernah memasukinya, tapi 12 Zodiac Commander pasti mengetahui mengenai ‘Orang itu’.


“Ya. Ruangan orang yang pantas mengemban gelar『 Sang Ratu 』.”


Benar, orang yang dimaksud adalah Chloe. Chloe sendiri tidak memiliki gelar resmi sama sekali ataupun ciri khas yang menonjol. Akan tetapi The Zodiac Commander sendiri mengakui jika Chloe merupakan orang yang pantas mengemban gelar『 Sang Ratu 』tapi Chloe menolak keras hal tersebut karena menurutnya tidak adil jika melihat dari kacamata para istri Dyze yang lainnya.


Meski Chloe tidak memiliki satu pun gelar, dia merupakan satu-satunya orang tanpa gelar di Toriwake yang sangat di hormati dan disegani, bahkan di antara


『 The Zodiac Commander』itu sendiri.


“Orion, kamu bisa membuka「 Gate 」menuju kesana bukan?”


Claire berkata dengan anggun dan sedikit mengandung unsur arogan di dalamnya sambil melirik ke arah Orion yang sedang bersandar di dinding.


Orion menatapnya dengan tatapan tajam, suasananya semakin tegang, membuat Ariana khawatir jika terjadi perkelahian di saat seperti ini. Namun Eleina menenangkannya dan mengatakan ini sudah biasa.


Orion, seorang Pria berpostur tubuh kekar dan memiliki alis berwarna putih sebagai ciri khasnya. Pria dengan rambut putih lancip seperti landak itu mempunyai mata predator berwarna kuning, Orion memang dikenal memiliki hubungan yang kurang baik dengan Claire.


“Ya. Tentu saja. Tapi aku hanya bisa membuat Gatenya di luar ruangan, karena aku sendiri tidak memiliki akses untuk masuk ke dalamnya.”


“Itu sudah cukup.”


Perkataan Noire mewakilkan semuanya, oleh karena itu mereka hanya menganggukkan kepala.


Orion hanya menghembuskan napas singkat dan berkata:


“Baiklah.”


Setelah itu dia seperti membentuk sebuah lingkaran di udara dengan tangannya sambil menggumamkan sesuatu.


「 GATE 」


Seolah merespons perkataannya, sebuah lingkaran besar berbentuk oval dengan warna merah tua mendominasi dan hitam yang melapisi berukuran 3 meter terbuka di hadapannya.


Awalnya yang terlihat di dalam oval itu hanya kekosongan dengan warna hitam dan merah serta warna ungu yang melapisinya.


Orion menyentuh permukaan Gate miliknya dan bergumam kecil.


“Goal: Floor X: In Corridor: Celestial Gate.”


Seketika itu juga, kekosongan itu seperti bercampur-aduk layaknya jus yang di blender, tidak lama kemudian Gate itu menampilkan sebuah pemandangan Koridor yang mewah, karpet merah super berkualitas, obor-obor berada di dinding, serta Chandelier(lampu gantung) yang dilapisi dengan permata indah tergantung di langit-langit.


Ariana tercengang dan kagum saat melihat kemampuan Orion Sang『 Gate Guardian 』di depan matanya sendiri.


Tanpa membuang waktu lagi mereka pun memasukinya, Eleina sendiri membawa Ariana yang telah disembuhkan oleh salah satu kemampuan mata Claire bertipe Support bersamanya.


“Wah …”


Ariana menjadi semakin terpana setelah memasuki Gate dan kini telah berada di koridor ruangan.


Semua itu terjadi begitu saja, hanya dengan memasuki Gate, tanpa merasakan adanya suatu perpindahan, mereka tiba-tiba saja dapat memperpendek jarak dan keluar dari Gate menginjakan kaki ke lantai koridor.


Ariana dengan cahaya yang berkilauan di matanya mengamati seisi koridor sambil berjalan di belakang para Zodiac Commander.


Eleina menegurnya dan mengingatkannya tujuan mereka berkumpul, yaitu menyergap si penyusup yang kemungkinan berada di dalam ruangan Sang Ratu.


Tapi bagaimanapun juga ada yang aneh, hal ini mengganjal di hati kecil mereka seperti duri, karena tanpa memerlukan bantuan mereka pun Sang Ratu pasti dapat melenyapkan si penyusup tanpa kesulitan sama sekali.


Mereka merasakan suatu firasat …


Para Zodiac Commander seolah sudah mengerti posisi dan tugas masing-masing, mereka membentuk sebuah formasi.


Claire berada di paling depan karena Barrier tidak tertembus miliknya sangat dibutuhkan apabila terdapat serangan mendadak dari sudut yang tidak terduga.


Raven dan Eleina berjaga di kedua sisi gerbang dengan menyembunyikan hawa kehadirannya.


Sedangkan yang tersisa berjaga di belakang Claire jika sesuatu yang tidak diinginkan dan tanpa diduga terjadi.


Sebenarnya mereka sendiri ragu jika ada musuh sekuat itu sampai-sampai harus membuat mereka membuat formasi seperti ini.


Akan tetapi The Zodiac Commander selalu mengingat setiap patah kata yang diucapkan tuan mereka, salah satunya adalah:


“Menggilalah jika kalian bertarung dengan musuh di lapangan terbuka, akan tetapi berwaspadalah apabila menghadapi musuh yang kekuatannya masih belum diketahui di ruangan tertutup.”


Noire melangkahkan kakinya dan berhenti di depan pintu, dia menekan ukiran iblis dengan ibu jarinya.


Di saat itu juga sebuah cahaya biru terlihat memindai jari miliknya, dan kedua ukiran itu mengeluarkan reaksi yang tidak terduga.


Mereka terlihat.., ketakutan?


Pintu besar itu mengeluarkan suara, terlihat akan seperti terbuka. Dalam sekejap mata, tanpa Ariana sadari, Noire telah kembali ke posisinya.


Para Zodiac Commander bersiap siaga pada posisi masing-masing. Claire bersama Raven dan Eleina menerobos masuk, sedangkan yang tersisa mengikutinya dari belakang.


Tapi pemandangan yang Zodiac Commander lihat justru membuat jantung mereka seketika berhenti, waktu seperti membeku, dan udara menjadi dingin.


Ariana menjadi heran saat melihat ekspresi para Zodiac Commander yang pucat dan membeku, padahal si “Penyusup” telah berada di hadapan mereka.