What Will You Do When Being God?

What Will You Do When Being God?
Chapter 23. Threat Level System



23.


Beralih pada sisi Noire yang masih berada di sisi Ren bahkan setelah kepergian Argus, Eleina, dan terakhir satu orang lagi kembali diperintahkan untuk memburu pecahan dari Lugiel— Arienoa.


Arienoa sepertinya berlari ke arah yang berlawanan dari Argus, yakni menuju ke timur.


[ Kini jumlah personil yang gugur sekitar 1.356.271 prajurit, dan 80% diantaranya merupakan pasukan milik Claire. ]


‘Meski banyak orang yang terbunuh di sekitarku, aku tidak merasakan apa-apa ... Sepertinya pikiranku juga mulai terkontaminasi oleh pemikiran Dyze yang sangat menyukai pertarungan.’


‘Ah, dimana Raven? Semenjak awal perang aku tidak melihatnya.’


[ Raven dan pasukan divisi khususnya sedang menculik musuh dengan skala besar untuk disiksa dalam dimensi kegelapan di arah timur laut. ]



‘Begitu.’


Dari kejauhan, Ren dapat melihat seseorang dengan pedang berapi di tangannya perlahan berjalan mendekat ke arah mereka.


“Yang mulia.”


Claire dengan refleks berdiri membelakangi raja mereka sebagai perisai hidup, Noire mendampingi di sisi kanannya, Chloe di bagian kiri dari Claire dan terakhir Amentia yang berdiri di bawah dada Noire.


[ Perhatian! Terdapat tiga entitas sedang menuju ke arah anda! Terlebih salah satu di antara mereka memiliki level ancaman tidak terukur!]


Benar, tidak hanya satu, melainkan tiga entitas sekaligus sedang menuju ke arahnya.


+++


Level bahaya sendiri dinamakan secara resmi sebagai Threat Level System, yang terbagi menjadi 2 class berbeda.


★ Calamity Special Class


Hanya ada 2 kategori level di class ini.


- Inaccessible(tidak dapat diakses).


- Infinite(tidak terbatas).


Sejauh ini masih belum ada ancaman yang mampu mencapai level Class ini.


★ Warning Class ⚠★


Ada begitu banyak tingkatan level Threat dari class ini, dimulai dari level satu hingga tidak terukur(immeasurable).


Level satu hingga lima.


Ancaman pada level ini tidak begitu berbahaya, karena paling tidak dampaknya hanya akan merusak Bumi.


Level satu akan kalah jika bertarung dengan level dua, level dua akan kalah apabila bertarung pada level tiga, begitulah seterusnya.


Yang kuat akan memangsa si lemah, beginilah ‘hukum' yang diterapkan pada Threat Level System: Warning Class.


Level enam hingga sepuluh.


Ancaman pada level ini juga tidak lebih berbahaya dari sebelumnya, hanya saja skala di level enam hingga sepuluh lebih besar dari mereka.


Level enam setidaknya mampu menghancurkan sebuah tata surya, tentu saja level tujuh dan ke atasnya mampu melakukan hal itu dalam jumlah yang lebih banyak lagi dengan catatan masih dalam kategori tata surya.


Level sebelas hingga dua puluh.


Level sebelas setidaknya mampu menghancurkan sebuah multi galaksi, dan maksimal— level dua puluh mampu menghancurkan beberapa grup galaksi— atau yang biasa dikenal sebagai superkluster.


Level dua puluh satu hingga lima puluh.


Level terendah yakni dua puluh satu dapat menghancurkan sebuah alam semesta dengan mudah.


Level diatasnya akan mampu menghancurkan semesta lebih dari satu. Dan pada puncaknya, level lima puluh, level ancaman ini dapat menyeret alam semesta berdimensi berapa saja beserta kontinum ruang-waktu dalam jumlah tidak terbatas menuju kehancuran.


Level lima puluh satu hingga sembilan puluh sembilan.


Level lima puluh satu setidaknya mampu memusnahkan sebuah layer yang mengandung alam semesta tidak terbatas dalam jumlah tidak terbatas pula.


Dan pada tingkatan akhir, sembilan puluh sembilan, mampu menaklukkan serta membawa kehancuran pada seluruh hierarki layer yang tidak terbatas.


Terakhir, level paling berbahaya dan mengerikan yang ada di Warning Class.


\~ Immeasurable (tidak terukur).


Eksistensi dari ancaman ini biasanya telah melebihi konsep dimensi itu sendiri, level ancaman ini mampu mengerdilkan atau mengalahkan level-level di bawahnya dengan sangat mudah.


+++


Dan kini salah satu diantara tiga entitas yang menuju ke arahnya memiliki level ancaman Immeasurable.


Saat Chloe ingin melayani entitas yang berada di tengah, Noire memohon padanya.


“Tolong, serahkan ini pada hamba.”


“Tidak masalah.”


Noire tersenyum, dia kemudian membicarakan sesuatu pada Claire yang ada di sampingnya.


“Claire, kamu ambil yang sebelah kiri. Tampaknya itu cocok denganmu.”


“Kiri? Itu sebenarnya kanan ...”


Benar karena mereka saling berlawanan maka pandangan mereka pun akan menjadi mirror alias menjadi terbalik.


“Jangan pedulikan itu! Kita tidak akan menilai sesuai arah penglihatan mereka, bukan?”


Claire sedikit tertawa kecil saat melihat Noire kesal atas candaannya.


“Jangan khawatir.”


Claire dan Noire saling bertukar pandangan kemudian mengakhiri percakapan dengan satu anggukan.


Perhatian Noire kemudian teralih pada Amentia, gadis kecil yang berada di bawah dadanya.


“Amentia, kamu ambil bagian kanan.”


Amentia memoles senyum berserinya, lalu menjawab dengan ceria.


“Tentu saja, kak Noire!”


“Apa yang sebenarnya kalian ocehkan dari tadi?”


Entitas yang berada di tengah secara tiba-tiba keluar dari barisannya dan kini telah berada di hadapan Noire, Claire dan Amentia.


“Ba--!!” Saking cepatnya, refleks Claire bahkan tidak mampu mengikutinya, al-hasil Barrier miliknya belum sempat menyala.


‘Sudah terlambat!’ Pemikiran pesimis mulai mengontaminasi pikirannya, Claire mulai tenggelam dalam depresi saat mengetahui bahwa bilah pedang dari entitas itu kini berada di leher Noire.


“Jangan khawatir. Pasif milikmu tidak aktif, dia tidak mengincarmu.”


Perkataan dari Noire membangunkan Claire menuju kenyataan, dia melihat pemandangan yang sebenarnya sudah diduga olehnya.


Entitas yang mengincar Noire menghilang, hanya ada bilah pedang yang tertinggal di antara celah dua jarinya— jempol dan telunjuk.


“Ah, ini? Aku menangkapnya sebelum mengenai leherku, dan orang kurang ajar itu kuhempaskan ke arah timur.”


‘Orang ini memang gila.’


Hanya ada satu kalimat yang menggambarkan keterkejutannya.


“Daripada bengong, mending urus dia saja.”


Entitas lain dengan dilengkapi armor dan Gauntlet melayangkan pukulan mentahnya pada Claire, namun belum sempat menyentuh kulit luar sekali pun, pasif barrier Claire aktif.



Dia menatap entitas yang sedang menjaga jarak dengannya selama beberapa saat, buah pemikiran mulai tumbuh dalam kepalanya.


‘Dia cepat, namun masih dalam tingkatan yang jauh berbeda dibandingkan yang tadi!’


Claire melesat ke arah entitas itu dengan kecepatan dua puluh ribu kali lebih tinggi dari cahaya biasa, dia kemudian melayangkan pukulan balasan yang membuat entitas itu terhempas sejauh seratus ribu kilometer dari Ren.


“Baiklah, Claire telah memulainya. Sekarang peranmu juga akan dimulai, Amentia.”


“Ya!”


Noire mengelus kepala Amentia dengan lembut untuk terakhir kali sebelum entitas berpedang kembali menghampirinya dalam sekejap.


“Tidak sabaran sekali ya. Bahkan pedangmu yang telah patah tercipta kembali dengan sendirinya.”


“Beris—“


『 Great World Paradise 』


Kedua makhluk itu lenyap tanpa jejak ditelan oleh kepompong kegelapan.


Kini yang tersisa dari tiga entitas hanyalah tengkorak dengan aura yang luar biasa mengintimidasi beserta memiliki sesuatu seperti rantai yang mengikatnya, kini sedang berhadapan dengan Amentia.



Suara dari tengkorak itu saja mampu membuat siapa pun yang takut terhadap kematian bergidik ketakutan.


Namun ...


“Aku tidak akan menyingkir, bahkan jika aku harus mati.”


... Tentu saja itu tidak berlaku bagi Amentia.


“Kau—?!” Tengkorak itu bahkan tidak menyangka, tindakan apa yang dilakukan oleh Amentia.


Dia membunuh dirinya sendiri.