
‘Ini gila.. Aku tidak menyangka kekuatannya sebesar ini.’
“Hmh, sepertinya kau tidak dapat menjawabnya ya. Maka berbahagialah mungkin kau akan bertemu dengannya di alam sana..!”
Terlihat jelas api kemurkaan terbakar di matanya, sebuah garis bercahaya merah bersinar saat wanita itu ingin menarik pedangnya, garis itu menembus leher Ren dengan kecepatan cahaya, seolah ingin memenggal kepalanya saat itu juga.
Di detik-detik terakhir, Ren yang memikirkan cara untuk selamat menemui jalan buntu, hingga dimana—dia melihat sebuah judul lagu terukir di dinding ruangan. Ren sangat kenal dengan lagu ini, daripada tidak berbuat apa-apa dan mati dengan konyol di tangan orang yang dikenalnya, Ren menyanyikan penggalan lirik dari lagu ini dengan merdu.
“One step close ... I have died everyday waiting for you ... Darling don’t be afraid I have loved you …For a thousand years …”
Tangannya bergetar, tekanan di sekitarnya mereda, dengan mata berkaca-kaca seolah tidak percaya dia bertanya pada Ren:
“L-lirik lagu itu ..! Darimana kau tahu?!”
“Tentu saja kau merasa familiar. Bukankah kau selalu menyanyikan lagu ini untukku?”
“Ap—?!”
Katana yang berada di genggamannya terjatuh, sekujur tubuhnya bergetar hebat, terlihat jelas dari matanya dia ingin menangis. Sosok wanita menyeramkan tadi kini lenyap dalam sekejap. Yang tersisa hanyalah seorang wanita manja yang kehilangan sosok yang dicintainya.
“Huaaa!”
Tanpa memperdulikan keamanannya, wanita itu melompat ke arah Ren. Ren tidak memiliki pilihan lain selain menangkapnya, wanita itu memeluk Ren dengan sangat erat dan menangis histeris seperti anak kecil di pelukan hangatnya.
“I’ll love you for a thousand more …”
Ren tersenyum saat mendengar wanita itu membalas lirik lagunya meski dengan sangat pelan karena suaranya telah habis akibat menangis.
“Maaf Chloe..”
Wanita—Chloe menarik lengan baju Dyze sambil memintanya dengan lirih seolah putus asa.
“Jangan ... Jangan meminta maaf! Kumohon ...”
Ren yang tidak mampu memilih kata-kata pun hanya bisa tersenyum pahit dan memeluk kembali Chloe. Dia mengelus-elus dengan pelan rambut hitam Chloe yang lembut, Ren juga terlihat menikmati wangi badan Chloe, dalam pikirannya, dia tidak pernah mencium aroma seharum ini di Dunianya.
Setelah beberapa saat Chloe menangis di pelukannya, mereka berdua mendengar Alarm berbunyi menandakan adanya kedatangan penyusup atau sesuatu yang mengancam keselamatan sedang terjadi.
Tiba-tiba Ren dan Chloe merasakan hawa kehadiran yang sangat kuat berkumpul di luar ruangannya. Pintu itu mengeluarkan suara dan mulai terbuka. Dan yang memiliki akses masuk kesini hanyalah beberapa orang saja di istana.
--
“Tidak ada pilihan lain lagi …Ya?”
Maid itu menyentuh pelipis dengan kedua jarinya. Lalu dia merasakan seperti aliran listrik mengalir di kepalanya, namun itu hanya untuk sesaat saja. Asap yang menyelimuti ruangan pun perlahan mulai memudar.
Seolah familiar, Maid itu berbicara pada “seseorang” dalam pikirannya.
“Maaf, apakah ini saluran Markas Pusat Telepati?”
Sebuah suara muncul dalam kepalanya seolah merespon pertanyaannya.
[ Benar, ini adalah Markas Pusat Telepati(MPT). ]
“Bisakah saya berbicara pada Operator? Situasi darurat sedang terjadi!”
[ Bisakah anda mengikuti prosedur? ]
“…”
Emosi maid itu sebenarnya telah memuncak dan meluap-luap namun dia tahu jika ini kesalahannya sendiri, tidak ada alasan dia melimpahkannya pada orang lain.
Maid itu menarik napas dan menenangkan pikirannya, meski sangat sulit karena dia menyadari jika “jasad” Tuannya tidak berada di tempat yang seharusnya.
“… Ariana Alastrine selaku salah satu anggota dari squad khusus: Fear Moon. Dibawah komando salah satu dari 12 Zodiac Commander, Nyonya Eleina, meminta izin untuk berbicara dengan Operator.”
[ … Huh? ]
[ Apa?! Nyonya Eleina yang memiliki gelar The Greatest Assasin?! Ekhem. Baiklah akan segera dihubungkan. ]
…
[ Ini Operator. Berbicaralah. ]
“Aah … Aku bingung harus menyampaikan dengan emosi seperti apa..”
[ Apa maksudmu? ]
“… ‘Jasad’ Raja telah menghilang. Dan saat sedang mengunjungi makam Raja, aku bertemu dengan penyusup. Dia kini pasti sedang berkeliaran namun aku yakin tidak jauh dari ruang takhta.”
[…]
[ Apa ..? ]
[ TUNGGU! JASAD SANG RAJA MENGHILANG?! INI SITUASI DARURAT! ]
Ariana dapat mendengar si Operator sedang heboh, tentu saja, siapa yang tidak akan panik dalam kondisi seperti ini? Seandainya Ariana memiliki emosi layaknya orang normal atau kebanyakan, maka dia juga pasti akan seperti Operator.
Namun entah sayangnya atau untungnya, di bawah bimbingan Eleina “The Greatest Assasin” Emosi itu tidak diperlukan. Tapi itu tidak berarti jika semua murid bimbingan Eleina tidak memiliki emosi sama sekali, jika mereka kehilangan ketenangannya maka mereka akan panik seperti Ariana di awal.
Tepat saat itu juga, Ariana mendengar suara Alarm di seluruh istana. Lockdown pun di lakukan, gerbang-gerbang ditutup, Gate dihentikan untuk sementara, Portal di segel, menggambarkan betapa seriusnya situasi yang sedang terjadi.
Mengesampingkan semua itu, monumen-monumen raksasa yang di dekatnya tiba-tiba bersinar terang. Logo Zodiak yang berada di atas kepala mereka menjadi bercahaya biru, lalu—
Sekelompok individu dengan beragam ciri khas berbeda muncul dari masing-masing monumen, tidak perlu diuji, Ariana dapat melihat kekuatan yang tidak terukur di balik “topeng kulit” mereka.
Di kelompok yang berjumlah 12 tersebut, Ariana hanya mengenali satu orang.
“Nyonya!”
Wanita yang bernama Eleina itu menoleh ke arahnya.
Dengan ciri khas, kipas yang selalu berada di tangannya untuk menutup separuh wajah. Tidak ada satupun yang mengerti alasan Eleina melakukan hal tersebut, kecuali “Dia” seorang.
Eleina sendiri memiliki paras cantik dan menawan, rambutnya yang indah seperti mawar putih, iris mata berwarna merah seperti permata Ruby, kulitnya juga terlihat sangat mulus dan bersih. Oleh karena itu membuat semua orang heran melihatnya selalu membawa kipas yang menutup separuh wajahnya.
Kipas di genggamannya pun bukan kipas biasa, melainkan sebuah Artifact yang berharga. Di setiap bagian dari kipasnya dilapisi dengan permata serta batu mulia yang begitu indah, membuatnya berkilau memikat siapa pun yang melihatnya.
Dari segala rumor yang beredar, konon katanya Eleina dapat membunuh orang hanya dengan mengibaskan kipas miliknya. Meski hanya rumor, itu membuktikan kekuatannya diakui oleh seluruh Negeri.
Eleina mengenali Ariana sebagai salah satu murid didikannya yang paling berbakat, dia berjalan dengan anggunnya menghampiri Ariana.
Melihat salah satu muridnya yang paling berbakat dibuat merasakan hal seperti ini sudah dapat dijadikan bukti bagi Eleina untuk mewaspadai penyusup yang ada.
“Kerja bagus.”
Suara Eleina begitu lembut, membuat Ariana yang bukan pengalaman pertama dalam mendengar suaranya pun masih terlihat terkesima.
“T-tidak. Yang lebih penting lagi, mengapa kita tidak bergegas?”
“.. Benar kita tidak boleh lengah.”
Untuk pertama kalinya setelah ratusan—tidak, ribuan tahun, 『 The Zodiac Commander 』berkumpul kembali di ruang takhta dengan anggota lengkap.
Sebagai penghormatan terakhir, mereka membentuk barisan berbentuk garis horizontal dan berlutut di hadapan takhta kosong. Untuk beberapa saat mereka menundukan kepala seolah sedang Berdoa dalam hatinya.