
24.
Sekarang, berfokus pada Arienoa yang sedang berhadapan dengan salah satu pecahan entitas dari Lugiel di bagian barat laut.
Dia berwujud monster tanpa kulit, rahangnya juga menumbuhkan beberapa tulang tajam yang membengkok ke belakang, ia tidak hanya mempunyai dua bola mata saja, melainkan lima secara keseluruhan.
Terlebih semua dari bola mata itu terletak di tempat yang sangat tidak wajar.
Selain itu, terdapat juga sebuah benda bulat berwarna hijau seperti sebuah inti yang tertanam di dadanya.
Dan sekarang, Arienoa terlihat kesusahan saat melawannya.
『 Dark Side World 』
Kegelapan mutlak menyelimuti seisi Dunia di sekitar mereka, tidak ada seorang pun yang dapat lolos dari kegelapan ini jika memiliki sebuah kejahatan dalam hatinya.
‘Meski aku memiliki kekuatan penuh rekan-rekanku, aku tidak bisa membiarkannya juga menyalin itu!’
Sesuai dengan apa yang dikatakan Arienoa, dia memiliki seluruh kemampuan penuh rekan-rekannya—kecuali Noire, dan lawan yang dia hadapi kini juga sama dengannya.
Entitas itu dapat menyalin kekuatan yang digunakan oleh Arienoa, hal ini membuatnya harus berhati-hati dalam memilih, karena bisa saja jika salah langkah akan berdampak menjadi bumerang baginya.
“Ada apa? Ragu-ragu? Kek kek kek! Kita itu sama, pertarungan yang menyenangkan, bukan?!”
Entitas itu bergerak secepat dua ribu kali cahaya dengan kecepatan murni menuju ke arah Arienoa.
『 Absolute Barrier 』
Arienoa secara refleks mengaktifkan barrier milik Claire saat sebuah pedang yang terbuat dari tulang mengarah padanya.
‘Oh sial—!!’
Salah satu mata dari musuhnya berkedip, dan secara tiba-tiba dia menjaga jarak dari Arienoa.
“Hehe.” Entitas itu tersenyum lebar, entah bagaimana seorang tengkorak dapat tersenyum namun itulah kenyataannya.
『 Absolute Barrier 』
Kemampuan milik Claire kembali aktif, namun kali ini tidak pada Arienoa.
Entitas itulah dalangnya, dia mengaktifkan dan mematikan Absolute Barrier secara terus menerus seperti anak kecil yang sedang menemukan mainan barunya.
“Sialan kau—!!”
Arienoa melakukan serangan mendadak berkecepatan lima belas ribu kali cahaya dengan Dual Blade milik Raven, namun belum sempat memenggal kepalanya, Absolute Barrier kembali aktif dan melindungi entitas itu.
“Cih!”
Arienoa menjaga jarak, opsi yang dapat digunakan olehnya semakin sempit, dia kemudian menukar Dual Blade milik Raven menjadi sabit favorit.
“Ini senjata yang unik. Aku sungguh menyukainya.” Seandainya entitas itu memiliki lidah, maka dia sudah pasti akan menjilat dual blade tersebut.
Arienoa semakin gelisah saat ukiran tengkorak dari belati di tangan kirinya menyala.
“Kau terlihat pucat, sepertinya kurungan ini justru menjadi bumerang bagimu, ya?”
“Jangan mempermainkan senjata rekanku yang berharga!”
Arienoa melesat ke arah entitas itu, melayangkan sabit ke arahnya— namun dengan cepat ditangkis, bukan dengan barrier melainkan dual blade milik Raven.
“Bukannya kau sendiri yang memberikannya secara cuma-cuma?”
“Diam—!”
Arienoa ingin mengubah sabitnya menjadi pedang Zweihander milik Arcandra, namun dia mengurungkan niatnya saat mata itu terlihat akan berkedip jika dia meneruskannya.
‘Akan semakin berbahaya jika dia memegang senjata Arcandra dengan seratus persen kekuatannya.’
“Hey, apa hanya sampai segitu saja?”
“Cepat sekali!”
Pasif Absolute Barrier milik Claire seketika langsung aktif saat Arienoa menyadari bahwa Dual Blade Raven sedang berada di hadapan matanya— siap melubangi jika tidak ada pelindung yang menghalangi.
‘Untuk sekarang, aku singkirkan Dunia ini. Tidak kusangka akan menjadi bumerang bagiku.’
『 Clear 』
Dunia dengan warna hitam mutlak mulai terhapus, mengembalikan warna pada tempat yang semestinya, namun sepertinya Arienoa melupakan sesuatu.
“Apakah kamu pikir aku akan membiarkannya?”
『 Dark Side World 』
Kegelapan mutlak kembali menyelimuti Dunia, sekali lagi merenggut warna dari realita di sekitar mereka.
‘Ah. Dia telah memperhitungkan itu semua dari awal.’
“Perlihatkan padaku! Lebih banyak lagi mengenai potensi kekuatanmu!”
“Haah ... Tidak ada jalan lain ya.”
Arienoa mencabut sesuatu yang tampak keluar dari dalam dadanya— itu adalah pedang Noire.
‘Aku tidak mampu meniru atributnya hingga seratus persen, tapi setidaknya aku mampu meniru satu-satunya hal dari Noire, senjata.’
‘Maaf Eleina, aku akan menggunakan kecepatanmu.’
‘Aku akan mengambil kecerdasanmu, Argus.’
“OOOHH! ITU DIA! Apakah sudah selesai?!”
“Ya, dengan ini saja sudah cukup.”
‘Jangan khawatir, teman-teman. Aku tidak akan menyerahkan dia pada kalian.’
Arienoa bergerak dengan kecepatan 0 detik— benar, di tingkat dimana waktu bahkan belum sempat bergerak— dia menerobos ruang menuju ke arah entitas itu.
Seandainya saja. Seandainya jika Absolute Barrier milik Claire tidak memiliki kemampuan pasif, maka sudah pasti kepala entitas itu akan tergeletak di permukaan awan sekarang.
Namun sayang sekali, pelindung itu kembali aktif dan melindungi area vitalnya.
Satu mata berkedip, Arienoa dapat merasakan entitas itu mulai dapat bergerak menyeimbanginya— kecepatannya direnggut.
Mata kedua berkedip, dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, pedang Noire telah berada di tangan musuhnya.
“Terima kasih atas pemberiannya!”
Arienoa menjaga jarak, entitas itu kemudian mematikan barriernya, lalu berbicara sebuah kalimat sebelum lenyap.
“Kali ini giliranku!”
Entitas itu muncul di hadapannya, melayangkan sebuah sabetan pedang ke arah Arienoa, namun dia menangkisnya dengan baik.
Akibat dari bentrokan kedua senjata yang terlampau kuat, tanpa disadari Arienoa, dia telah memicu ‘keruntuhan realita'.
Situasi atau kondisi dimana realitas(kenyataan) itu sendiri mengalami kecacatan sehingga menimbulkan kehancuran tanpa alasan.
Dan diakibatkan kecacatan inilah membuat salah satu layer beserta seluruh kehidupan tidak terbatas yang terkandung di dalamnya terseret menuju keruntuhan dan berakhir pada kehancuran.
Namun, Arienoa jika mengetahui hal itu sekali pun, dia tidak akan peduli. Hanya ada satu yang ada di pikirannya sekarang.
‘Pikirkanlah ...’
‘Pikirkanlah ...!’
Cara untuk menang.
‘Jika ini Argus, maka dia akan menggunakan apa pun sebagai petunjuk. Entah dari perkataan, perilaku, atau tindakan yang dilakukan dari masa lalu dan masa sekarang.’
“Apa yang kau sedang lamunkan?!”
Entitas itu semakin menekan Arienoa, membuat pertarungan semakin intens.
Keruntuhan realita menjadi begitu agresif, beberapa layer telah jatuh dalam kehancuran.
‘Perkataan ... Perilaku ... Masa lalu?’
Otaknya yang telah menyalin kecerdasan Argus mulai bekerja dengan kecepatan tinggi—bahkan sampai pada titik dimana jika otaknya adalah sebuah mesin maka sudah pasti akan mengeluarkan kepulan asap.
‘Ah! Waktu itu!’
‘Saat suara itu menciptakan kembali konsep kematian, aku tahu itu berdampak pada Amentia!’
‘Aku dapat menyalin kemampuan bahkan melalui memori dari masa lalu. Kumohon bekerjalah.’
Arienoa terus menyelam dalam pikirannya, tentu saja kegiatan saat ini tidak memakan waktu sedetik pun dalam Dunia nyata.
‘Ketemu!’
“Hehe.”
“?!”
Kali ini giliran Arienoa yang tersenyum lebar, tentu saja itu membingungkan musuhnya.
“Sepertinya kau ada kejutan lain.”
Entitas itu terlihat tenang, namun jauh di lubuk hatinya, dia merasa ragu.
“Ya. Khusus untukmu.”
『 Concept Creation 』
“Aku ingin menciptakan konsep baru, dimana kemampuan yang diperoleh melalui penyalinan tidak akan berlaku lagi.”
『 Concept Creation: Applied』
Waktu terasa seperti berhenti, dan setelah mereka sadar, senjata yang telah menyebabkan kehancuran bagi beberapa layer kini telah lenyap.
Begitu pula dengan kemampuan lainnya, dan ini juga berlaku pada Arienoa itu sendiri.
“Cih! Kekuatan yang menyebalkan! Tapi dengan itu kekuatan milikmu juga hilang.”
Arienoa mengeluarkan sabit favorit dari balik punggungnya, kemudian memasang kuda-kuda.
“Tidak masalah, kemampuanku sebagai Perfect Doppelganger mengharuskanku untuk meminjam atribut kekuatan dari rekan-rekanku yang lain. Namun setidaknya kali ini, aku dapat menyelesaikannya tanpa mereka.”
“Jangan terlalu percaya diri!”
Entitas itu secara tiba-tiba berada di depannya, pedang tulangnya hampir mencapai leher Arienoa, namun pergerakan dia terhenti.
“Tentu saja, karena pertarungan telah berakhir sejak tadi.”
Suara benturan kepala yang terbuat dari tulang belulang terdengar, di saat yang bersamaan tubuh dari entitas itu tersungkur jatuh ke permukaan awan.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa kita merepotkan karena kemampuan penyalinan itu sendiri. Namun kini kemampuanku telah hilang, aku tidak yakin apakah setelah ini masih mampu menjabat sebagai Zodiac Commander.” Arienoa menopang tubuhnya dengan bagian bawah sabit, kemudian mengangkat tangan kanannya sebagai tanda kemenangan.
Pertarungan Arienoa—
Berakhir dengan sedikit keunggulan.