What Will You Do When Being God?

What Will You Do When Being God?
Chapter 22. Awal & Akhir




Awal & Akhir



Berpindah pada sisi Argus, beberapa saat lalu, setelah dia mempersiapkan beberapa lingkaran sihir di sekitar raja mereka, ia diperintahkan untuk memburu salah satu dari ketiga belas pecahan dari Lugiel secara pribadi.


Kini Argus telah berada di medan perang bagian barat, dia berlari seorang diri, karena pasukan divisinya ditugaskan untuk membantu pasukan milik Zodiac Commander lain di sisi yang berbeda.


“Sunyi sekali disini. Mayat-mayat yang bergelimpangan pun terlalu sedikit.”


Argus melewati medan perang yang sepi, dia hanya mendengar samar-samar saja teriakan perang yang menggema dari jarak yang sangat jauh.


“Aku bisa saja sampai disana dalam waktu singkat ... Tapi intuisi-Ku seolah menginginkan hal sebaliknya.”


『 Supremacy Seal 』


“!”


Ratusan rantai berwarna merah darah dengan bunga kematian— Higanbana yang menjadi aksesorisnya menjerat seluruh bagian tubuh Argus, menghentikan pergerakan sang ahli sihir dalam sekejap.



“Segel?”


『 Apex Spear 』


Sebelum Argus bereaksi untuk menghancurkan segelnya, ribuan tombak dengan ujung mata berwarna cahaya menusuk bagian dadanya.


Beruntung, meski ribuan tombak cahaya itu mampu menembus kulitnya, Argus masih dapat bereaksi lebih cepat untuk menciptakan pelindung bagi organ dalamnya.


Darah mengalir dari sudut mulutnya, Argus secara spontan menghapusnya menggunakan lidah, dan bergumam pada dirinya sendiri.


“Sudah lama semenjak seseorang membuatku berdarah.”


“Sungguh kehormatan bagiku.”


Sebuah suara asing mengalir melewati telinganya, suara itu berintonasi seperti sedang merendahkan diri.


“?”


Saat Argus memikirkan dari mana suara itu berasal, ia menyadari bahwa awan pijakan nya memiliki lingkaran sihir biru super duper besar.


“Ah, itu. Anggap saja sebagai salam pembukaan.”


Seolah berfungsi sebagai pemicu, lingkaran sihir itu memulai proses aktivasi saat Argus mendengarnya.


Lingkaran sihir yang awalnya berwarna biru muda dengan berbagai ukiran di dalamnya mulai terlihat berubah menjadi hitam seolah ditelan kegelapan.


‘Formasi ini ...’


Argus tidak dibiarkan untuk dapat berpikir sedikit pun, karena baru saja lingkaran sihir itu benar-benar aktif.


Sebuah api hitam dengan di dominasi warna ungu gelap berbentuk pilar menyembur keluar, membakar apa saja yang di lewatinya.


Suhu udara mulai melonjak naik, permukaan awan yang tidak terkena efek ledakan dari api itu pun tetap terkena dampak— menjadi panas dan mendidih, akan membakar kaki siapa saja yang menyentuhnya.


Bahkan, beberapa bintang yang diciptakan sebagai penghias langit Toriwake hancur saat semburan api hitam ini mengenainya.


“Aku tahu kamu belum mati. Tidak perlu menahannya lebih lama lagi.”


Suara itu seolah berbicara pada Argus yang telah terpanggang ...


Itulah yang seharusnya terjadi, jika dia tidak memiliki ketahanan mutlak pada api.


Sebuah siluet mulai tampak dari dalam api, hanya dia satu-satunya yang dapat bertahan terhadap panasnya api itu di area sekitarnya.


“Tidak boleh begitu, kau telah merusak properti dari raja-Ku. Harganya tidak murah, kau tahu.”


Meski terlihat santai, nada bicara dari siluet itu terdengar sangat berat dan bahkan memberikan tekanan pada udara sekitarnya.


Siluet itu menggerakkan tangan kanannya yang sedang di rantai, namun setelah menerima getaran, belenggu rantai yang mengikat tangan kanannya hancur berkeping-keping.


Setelah kehancuran rantai di tangan kanannya, siluet itu mulai menggerakkan seluruh anggota tubuhnya, bunga-bunga higanbana mulai layu kemudian jatuh berguguran, seluruh belenggu yang menjeratnya hancur tidak bersisa.


Kini siluet itu telah bebas— dengan senyuman kemarahan yang terukir di wajahnya.


“Padamlah.”


Siluet itu menjentikkan jarinya, api hitam bernuansa ungu gelap yang membungkusnya kini lenyap tanpa jejak, entah karena angin yang tercipta dari jentikan itu atau karena api tersebut mematuhi perkataannya.


Dia adalah Argus ... Yang kini dalam kondisi murka.


“Seperti yang kuduga, kau ahli sihir yang sangat berbakat.”


Argus menyeringai, dia tidak menyangka bahwa entitas itu kini menunjukkan diri di hadapannya.



Entitas itu juga tidak menyentuh permukaan awan, karena kakinya seperti menginjak sesuatu di udara, kini dia berjarak seratus meter dari Argus dan tiga meter lebih tinggi darinya.


“Kau terlalu berani.”


“Heh. Aku hanya bukan seorang pengecut seperti si Ivez sialan itu.”


“Aku tidak tahu kau membicarakan tentang siapa, tapi lebih baik persiapkan dirimu saja.”


Argus menciptakan lingkaran sihir berwarna merah di kedua telapak tangannya, berjalan perlahan menuju ke arah entitas itu.


“Aku sudah melakukannya dari awal.”


“Maka ...” Argus menambah kecepatannya, dia kini melesat dengan kecepatan cahaya kemudian melompat sangat tinggi dan melayang di langit.


“Matilah.”


『 Creation: Superior Fallen Star』


Argus mengangkat kedua tangannya ke atas, sebuah bola api—tidak, sebuah bintang yang bahkan ukurannya melebihi galaksi di Dunia layer tercipta.


Karena perbedaan standar yang terlalu jauh antara Toriwake dan Dunia dalam hierarki layer, tentu saja tidak akan aneh jika bintang berukuran galaksi dapat berada pada satu titik tanpa memenuhi area lainnya, karena pada dasarnya awan permukaan dan langit Toriwake itu berukuran tidak terbatas.


Mereka akan selalu berkembang dan dapat menampung semua ukuran yang berada di dalam Toriwake.


Dan panasnya bintang milik Argus yang luar biasa bahkan mampu mempengaruhi area sekitarnya secara signifikan, mengubah udara menjadi semakin membakar kulit, awan-awan yang dari awal mustahil untuk dapat terbakar kini mulai menunjukkan reaksi berupa percikan api.


“LUAR BIASA! DAN APAKAH KAMU PIKIR AKU AKAN DIAM SAJA?!”


『 Black Hole 』


Sebuah lubang hitam berukuran matahari bertabrakan dengan bintang milik Argus di udara, kejadian fantastis yang patut diabadikan.


Bagaimana pun juga, sebesar apa pun benda yang menyentuh medan gravitasi— ‘Horizon Event' dari black hole, maka tidak akan ada yang mampu melepaskan diri.


Namun sayangnya, gravitasi dari black hole itu masih belum mampu menarik Argus untuk lenyap bersama bintangnya.


“Lihat! Tidak peduli seberapa besar seranganmu dan semengerikan apa dampaknya, semua akan lenyap dalam black hole!”


Setelah berkata demikian, entitas itu menepuk kedua tangannya, seolah merespon, monster pengisap antariksa itu memudar dan menghilang.


“Serangan pembukaku gagal total ya? Sungguh memalukan. Saatnya membalas kegagalan ini.”


Argus mengangkat satu jarinya ke langit, kemudian bergumam sesuatu yang membuat area sekitar menjadi berawan dan bergemuruh.


“Noire pernah mengajarkan sesuatu padaku, mengenai suatu partikel yang menyandang gelar ‘God'. Konon katanya partikel ini merupakan kunci dari penciptaan berbagai alam semesta di Dunia layer. Partikel yang juga menciptakan 4 gaya fundamental di Dunia layer ...”


Sesuatu seperti cahaya kunang-kunang mulai menghampiri tangan Argus dan menyatu, membentuk sebuah bola yang akan terus membesar.


“Apa yang kau maksud?”


Argus tersenyum puas sebelum menjawab pertanyaannya.


“Masih belum mengerti? Meski aku tidak sehebat Noire, tapi setidaknya aku dapat menyingkirkan lubang hitam milikmu itu dengan mudah.”


“Sungguh keterlaluan jika kamu meremehkanku!”


Perkataan entitas itu membuat Argus sedikit tertawa kecil.


“Aku sama sekali tidak meremehkanmu. Hanya saja, ini kesalahanmu karena membuatku beradaptasi dalam pertarungan.”


『 Superior Ex Destroyer! 』


Argus melemparkan partikel kunang-kunang yang kini telah sebesar planet ke arah entitas tersebut.


“Maka, mari kita lihat hasilnya.”


Setelah mengatakan itu, entitas tersebut menciptakan black hole yang jauh lebih besar dari sebelumnya.


『 Black Hole 』


“Kali ini berukuran galaksi?”


Bukan ekspresi ragu yang terpasang di wajah Argus, melainkan senyuman hasrat dari amarah.


Kini kedua benda yang merepresentasikan penciptaan dan kehancuran—saling bertabrakan, memicu efek resonansi yang sangat begitu dahsyat.


.


..



Pertarungan Argus berakhir—


Argus memenangkan pertarungan tanpa kesulitan.