What Will You Do When Being God?

What Will You Do When Being God?
Chapter 11. Rasi Bintang Virgo Dan Aries



Argus berdiri dan berjalan dengan gagah menuju depan takhta, ia kemudian berhenti dan kembali berlutut di samping Raven.


“Hamba, Argus Fordwell, sebagai Zodiac Commander Virgo menghadap panggilan sang raja dengan patuh.”


Ren hanya mengangguk dan mengulangi kalimat sama seperti sebelum-sebelumnya.


“Ambil senjatamu dan perkenalkan dirilah.”


“Dimengerti.”


Argus meraih sebuah senjata berupa keris yang berjarak beberapa langkah di hadapannya.


Berbeda halnya dengan Noire, dia hanya menggoreskan keris itu ke kulitnya dan kulitnya langsung robek mengucurkan darah yang cukup deras.


Meski begitu tidak ada yang berani berkomentar di hadapan raja mereka, terlebih ini merupakan pertemuan pertama setelah sekian lamanya.


Tidak disangka-sangka, keris dari Argus berubah menjadi cahaya ungu kehitaman dan kemudian masuk melalui kulitnya yang telah robek menuju ke dalam tubuhnya.


Dengan kecepatan cahaya, kulit milik Argus menutup dan meregenerasi kembali.


Alis Ren terangkat, mulutnya kemudian terbuka.


“Kau memanifestasikan sihirmu menjadi sebuah senjata ... ‘Kah?”


“Itu benar sekali, Yang Mulia.”


Noire dan yang lainnya pun baru menyadari jika tindakan yang Argus lakukan sebenarnya mirip cara yang dia gunakan sebelumnya.


“Sama seperti rekan-rekan hamba sebelumnya, hamba juga memimpin divisi pasukan khusus ahli sihir hebat bernama Sorcerer Supreme Numbers. Jumlah anggotanya tidak terlalu banyak, namun tidak lebih sedikit dari Night Blood. Hanya sekitar 5% dari jumlah sisanya.”


[ 5% dari jumlah yang tersisa yakni 737.504.801 hasilnya adalah 36.875.240(36 juta 875 ribu 240 orang) dan personil yang tersisa kini 700 juta 629 ribu 561 orang. ]


“Meski kecepatan dan daya tahan dari divisi yang hamba pimpin tidak sekuat atau pun sehebat yang lain, hamba dapat menjamin jika tidak ada satu pun yang lebih baik dalam menguasai sihir selain dari divisi hamba.”


Ren mengangkat telapak tangannya, sebagai isyarat untuk Argus agar berhenti berbicara.


“Secepat apa kau dapat melakukannya?”


“Dalam hal merapal atau berlari, kami setidaknya hanya dapat melaju minimal lima ratus kali hingga seribu kali lebih cepat dari cahaya.”


‘Dia bilang hanya? Yah memang sih jika dibandingkan Noire yang telah melampaui konsep waktu dan Eleina yang dapat bergerak kemana pun dalam linier waktu 0 detik, Argus tidak ada apa-apanya.’


“Apakah kau juga bisa bertarung secara fisik?”


“Kami dapat melakukannya, namun daya hancurnya tidak akan sehebat saat menggunakan sihir.”


Ren sedikit penasaran dengan kekuatan Sorcerer Supreme Numbers jika dibandingkan dengan divisi penyelinap seperti Blood Night milik Raven.


“Jika berhadapan dengan musuh yang sangat lihai dalam menyelinap dan menyerang secara tiba-tiba, dapatkah kau mengatasinya?”


Argus terlihat tersenyum dan kemudian menjawab pertanyaan Ren.


“Dengan segala hormat, itu bukanlah sebuah masalah. Kami biasanya sebelum bertarung akan menaruh jebakan dimana saja di dekat kami dan akan terpicu kapan saja jika ada tanda-tanda mencurigakan.”


‘Ini unik. Seharusnya kelemahan utama para ahli sihir merupakan kelompok yang menyerang mereka secara diam-diam. Dan dia begitu percaya diri dalam menghadapinya? Ahli sihir terkuat memang mengesankan, pengalaman bertarungnya membuatnya belajar.’


Ren secara naluriah tersenyum, saat para bawahannya menyadari hal itu, dia dengan cepat mengembalikan ekspresinya seperti semula.


Dalam benaknya dia benar-benar lega karena menciptakan karakter-karakter kuat yang berada di bawah pimpinan sang karakter utama.


“Apakah kau mempunyai senjata tetap?”


“Tidak, hamba hanya bergantung pada sihir dan skill. Berbeda dengan Raven yang Zodiac nya berada di senjata , dan Noire yang berada di dada, lambang Zodiac hamba berada di kedua telapak tangan itu sendiri.”


“Oh? Tunjukkanlah.”


Raven mematuhi perintahnya, dia membuka telapak tangan yang sedari tadi selalu tertutup rapat dan memperlihatkannya pada sang raja.



Rasi bintang Zodiac Virgo yang berbentuk seperti seorang perempuan dianugerahi pada seorang laki-laki, apakah ada makna tersembunyi?


Ren membuat Zodiac sesuai dengan sifat buruk mereka, untuk Argus, dia merupakan sosok yang selalu ingin mengejar kesempurnaan dan bekerja keras untuk mendapatkan segalanya.


Namun sayangnya hingga kini dia tidak dapat mencapai mimpinya, oleh karena itu Argus sangat mengagungkan Dyze yang menurutnya telah mencapai dan bahkan melampaui titik kesempurnaan.


“Kalau tidak salah, salah satu sihir terkuatmu namanya End Of The World, kan?”


“Sungguh kehormatan anda dapat mengingatnya. Itu benar sekali, sihir itu dapat memicu bencana dan kekacauan di seluruh kehidupan, bahkan mampu mencakup seluruh jumlah alam jagat raya itu sendiri.”


“Pantas saja kau disebut sebagai pemberi kerusakan area terhebat.”


“Kemuliaan bagi hamba karena telah menerima pujian dari anda.”


Ren menanggapinya hanya dengan mengangguk dan memanggil anggota selanjutnya.


“Patuhi panggilan-ku, Andora.”


“Baik.”


Terlihat sosok gadis kecil dengan rambut ungu kebiru-biruan seperti debu luar angkasa (Nebula) yang diikat Twintail sebagai ciri khasnya sedang menuruni udara.


Ia mempunyai iris mata yang berwarna ungu hampir serupa hanya saja lebih gelap dibandingkan rambutnya, mendarat di samping Argus dengan sayap naga di punggungnya.


Gadis kecil itu bernama Andora, dia kemudian berlutut dan meletakkan tangan kanannya di jantung serta menarik kembali sayapnya.


“Hamba, Andora yang menjadi Zodiac Commander Aries datang menghadap sang raja dengan patuh.”


“Ambil senjatamu dan perkenalkan dirimu.”


“Dimengerti.”


Andora meraih senjata berupa 2 anak panah yang tertancap di hadapannya, ia kemudian menusukkan kedua anak panah itu di dahinya.


Tanpa diduga, tidak seperti Argus, kepalanya tidak mengucurkan darah, justru sebaliknya, kedua anak panah itu menjadi bengkok.


Setelah membengkok, kedua anak panah itu menjelma menjadi sepasang tanduk lancip. Selain itu tanduknya berbentuk taburan bintang yang sangat banyak hingga terdapat rasi bintang Aries.


“Oh? Itu berubah menjadi tanduk yang unik.”


“Benar sekali, apakah itu membuatmu tidak nyaman, Yang Mulia?”


“Tidak juga. Itu terlihat cocok.”


Berusaha mengalihkan wajahnya yang sedang tersipu, Andora memperkenalkan dirinya.


“Sama seperti yang lainnya, hamba juga memimpin sebuah divisi berisikan para raksasa dari berbagai ras yang diberi nama sebagai Titan Olympus Numbers.”


“Jumlah divisi ini sedikit lebih banyak dari rekan hamba yang lain, yakni berkisar 10% dari sisa sebelumnya.”


[ Sisa prajurit sebelumnya yakni 700.629.561 dibagi dengan 10% divisi Olympus hasilnya 70 juta 62 ribu 956 orang. Dan yang tersisa kini tinggal 630 juta 566 ribu 605 personil. ]


“Hamba sendiri merupakan seorang putri dari dewa naga. Hamba sendiri dapat memanipulasi apa saja yang berhubungan dengan naga atau klan raksasa lainnya, mulai dari umur, kehidupan, kematian, ukuran, semuanya, dapat hamba manipulasi.”


‘Oh benar juga, dia tidak hanya bisa memanipulasi klan naga, tapi juga dapat memanipulasi raksasa dari ras mana saja.’


“Selain itu daya tahan hamba sendiri sangat kuat, bahkan untuk melukai diri sendiri saja tergolong sulit bagi hamba.”


“Oh? Itu menarik. Apakah Noire bisa menembusnya?”


Setelah mendengar nama itu, Andora terlihat menjadi terpuruk.


“Dia dapat melakukannya dengan sangat mudah.”


Noire tersenyum lebar saat mendengarnya, sedangkan Andora hanya bisa menerima fakta bahwa mereka berada di tingkatan yang jauh berbeda.


‘Noire punya passive skill anti-durability sih. Wajar saja jika dia dengan mudah menembus pertahanan super kuat milik Andora.’


“Jangan khawatir, itu tidak merubah fakta bahwa kau sangat-lah kuat.”


Noire mengangguk setuju, Andora seketika menjadi kembali seperti semula.


“Terima kasih atas pujian-mu, Yang Mulia.”


Andora kemudian melanjutkan dalam memamerkan kekuatannya.