What Will You Do When Being God?

What Will You Do When Being God?
Chapter 7. Ketakutan Yang Melebihi Kematian



Melihat gurunya yang juga gemetar hebat, Ariana yang masih dibelakang dengan sopan menembus barisan dan mencoba menghampiri gurunya.


Dan dia semakin dikejutkan saat melihat si “Penyusup” sedang berpelukan dengan wanita yang sangat cantik bahkan Ariana dengan berat hati mengakui jika wanita itu lebih cantik dari gurunya sendiri.


Meski Ariana tidak mengerti apa yang sedang terjadi disini, dia hanya memutuskan untuk diam, karena berbicara tanpa pengetahuan hanya akan membuatmu binasa.


“Tidak mungkin..”


Claire menon-aktifkan Barrier miliknya, para Zodiac Commander lainnya pun mengendurkan kewaspadaan mereka. Hal ini membuat Ariana bingung, karena mereka semua diajarkan untuk tidak menurunkan atau mengendurkan pertahanan(rasa waspada) di hadapan musuh.


“Huh?”


Si penyusup itu membalikan badannya, dengan wanita yang masih sangat menempel erat padanya, seolah sedang melepas rindu.


Di saat Ariana waspada, para Zodiac Commander justru berlutut di hadapannya, terlukis jelas pada wajah mereka sebuah kebahagiaan dan kerinduan yang nyata.


“Tuan.. Selamat atas terbangunnya anda dari tidur abadi!”


Pernyataan Noire diucapkan oleh para Zodiac Commander lainnya secara kompak dalam waktu bersamaan.


“Eh?”


Ariana yang tidak pernah melihat wajah ataupun merasakan “Aura” Tuannya pun tentu kebingungan saat mendengar para Zodiac Commander berlutut pada Sosok yang dia kira sebagai penyusup lalu memanggilnya sebagai “Tuan”.


Meski kapsul yang berbentuk pilar besar itu transparan, itu hanya berlaku bagi yang terkurung di dalam, sedangkan yang di luar tidak dapat melihat apapun yang ada di dalamnya.


Keringat dingin membasahi tubuhnya, Ariana langsung bersujud di hadapan Dyze dan di depan para Zodiac Commander. Dengan suara gemetaran dan sedang menahan tangis karena tidak ingin dikasihani, dia mengakui kesalahannya.


“Maafkan hamba! Hukumlah pendosa ini dengan seberat-beratnya..! Bagaimana bisa seorang Servant seperti hamba yang ditugaskan melindungi Anda justru tidak mengenali Tuannya dan menyerangnya…”


Kejahatan tertinggi seorang Servant adalah pengkhianatan, akan tetapi jika menyerang Tuan yang dilayani dengan kemauan sendiri akan dianggap sebagai tindakan pemberontakan dan di cap sebagai pengkhianat.


“Bagaimana menurut kalian?”


Ariana masih tidak berani menatap Tuan-nya, dikarenakan rasa bersalah dan hawa kehadiran yang sangat kuat.


Tanpa mengangkat kepala sama sekali, para Zodiac Commander menjawab dengan tegas:


“Penyerangan terhadap Tuan yang dilayani adalah dosa terbesar, baik itu dilakukan secara sengaja atau dikendalikan. Seorang penjahat harus dihukum sesuai dosa yang diperbuat. Akan tetapi setiap keputusan mutlak berada di tangan anda, Yang Mulia.”


Ariana tidak terkejut lagi saat mendengar pernyataan para Zodiac Commander, bahkan gurunya sendiri, Eleina, mengatakan hal itu dengan tegas, tanpa ada keraguan sedikit pun di mata dan perkataannya.


“Haah.. Akan kuputuskan nanti, untuk sekarang panggil seluruh individu yang mengabdi padaku di ruang takhta.”


“Sesuai perintah anda.”


Dyze hanya mengangguk lalu teleport menggunakan cincin khusus di jarinya, bersama dengan Chloe yang masih memeluk erat dirinya.


Setelah kepergian Dyze dari kamar Chloe, barulah para Zodiac Commander mengangkat kepala dan perlahan mulai berdiri.


“Sungguh aku tidak menyangka hari ini akan datang juga.”


Setelah Noire berkomentar seperti itu, Claire membalasnya:


“Ya, aku juga sama sekali tidak mengiranya.”


Raven yang biasanya diam pun membuka mulutnya, dan senyuman terlukis jelas di wajahnya.


“.. Penantian ribuan tahun kita tidak terlihat sia-sia.”


Sementara itu, para Zodiac Commander yang tersisa hanya diam membisu tidak dapat menyampaikan komentar mereka, namun terlihat jelas kebahagiaan di wajah mereka yang sebelumnya seperti orang mati.


“Baiklah, kalau begitu aku akan memanggil dan mengumpulkan pasukan; Black Numbers milikku.”


Setelah berkata seperti itu, Noire langsung menghilang. Tidak, dia tidak teleport menggunakan cincin di jarinya, melainkan dia menggunakan kecepatan murni miliknya sendiri!


Para Zodiac Commander yang lain pun menyusul langkah Noire, mereka mulai mengumpulkan pasukan ‘Numbers’ milik mereka. Hingga hanya menyisakan Eleina dan Ariana di ruangan itu, hanya berdua.


“Asal kamu tahu, aku tidak akan meminta maaf.”


Eleina menegaskan bahwa dia tidak menyesali tindakannya sama sekali, sedangkan Ariana yang menjadi lawan bicaranya hanya mengangguk kecil, dia menjawab dengan pelan:


Melihat muridnya memiliki wajah orang mati persis sepertinya dulu, meninggalkan sedikit rasa pahit di lubuk hatinya terdalam.


“Bersiaplah ke ruang takhta, aku tidak ingin membuatnya menunggu lama.”


Sehabis mengatakan itu, Eleina langsung menggunakan teleport menuju ruangan dan lantai yang merupakan otoritasnya.


Sedangkan Ariana hanya mengangguk seperti robot dan bergumam pada sosok Eleina yang tidak berada di sampingnya:


“Umu.”


--


‘Itu tadi para Zodiac Commander? Mereka semua melebihi ekspetasiku.. Untuk sekarang aku harus bertingkah layaknya Dyze, jika tidak, untuk apa aku berada di sini?’


“Ada apa, Yang Mulia?”


Melihat Ren yang sedang termenung membuat Chloe yang berdiri di samping singgasana menanyakan keadaannya.


“Ah? Tidak, tidak ada. Dan juga tidak usah terlalu formal padaku jika tidak ada siapapun di sekitar kita.”


“Eh? K-kalau begitu, Tuan Dyze?”


Ren menoleh ke arah Chloe saat mendengar suaranya bergetar, dan sesuai dugaannya, wajah tersipu Chloe sangat cantik dan manis, wangi dari badannya pun tercium menembus hidungnya, sampai di titik di mana Ren ingin terus-terusan menghirup udara agar mencium baunya.


“Y-ya, itu lebih baik dari sebelumnya.”



“Sepertinya mereka telah datang, Tuan Dyze.”


Chloe yang tadinya sempat kikuk dan tersipu malu seperti anak kecil kini berubah menjadi orang yang serius dan dapat diandalkan. Ketenangan-nya kembali, karena dia hanya ingin Dyze seorang yang mengetahui sisi tersebut.


Sedangkan Ren hanya mengangguk dan menjawab singkat:


“Bukalah.”


Seketika pintu gerbang yang lebih kokoh dari benteng mana pun di Dunia ini terbuka, memperlihatkan ribuan hingga ratusan ribu siluet di balik bayangannya.


Individu-individu yang melayani atau pun mengabdi pada Dyze kini telah datang. Mereka di pimpin di bawah Zodiac Commander langsung.


Setelah menghadap, para Zodiac Commander berlutut di hadapan Dyze, di susul para siluet yang mengikuti mereka. Chloe yang berada di sampingnya pun ikut berlutut tanpa terkecuali.


Melihat semuanya telah berkumpul, Noire sebagai perwakilan dari 12 Zodiac Commander berteriak dengan lantang membuat ruangan ini seolah-olah bergetar karena tekanan dari suaranya.


“Kami Zodiac Commander dan seluruh yang mengabdi pada anda telah mematuhi panggilannya!”


‘Banyak sekali! Dan tidak kusangka ruang takhta mampu menampung mereka semua.. Athena, berapa jumlah pasti dari mereka?’


[ Total individu yang berada di ruangan takhta berjumlah 1.300.500.630 ]


‘Sebanyak itu?’


[ Ya, tentu saja. Itu karena pasukan yang anda miliki tidak hanya terdiri dari satu ras saja. ]


‘Begitu. Jadi ras apa saja yang berada di ruangan ini?’


[ Angel, Demon, Seraph, Spirit, Celestial Beast, Supreme Dragon, High-Human, Super Human, Celestial Human, High-Orc, Ogre, Kijin, Kobold, Supreme Wyvern, High Sphinx,


Supreme Chimera, seorang Dragon-Noid, True Dragon, seekor Behemoth, Basilisk Lord, Wood Elf, Dark Elf, Light Elf, beberapa Fallen Angel, Fenrir, satu Demon-God, Demon-Lord, Elf-King, Automaton yang diciptakan langsung oleh anda, Demi-Human, Vampire, Dwarf, High-Dwarf, Celestial-Dwarf, Elder-Siren, satu Supreme Phoenix, seekor Hidra, Giant, Celestial Giant, Titan, Succubus, dan Seorang Demi-God. Semuanya berada dalam perintah anda.]


‘Aku yakin itu bahkan belum semuanya.. Dan yah dengan atap sejauh mata memandang seperti ini seharusnya tidak heran lagi jika individu berukuran raksasa seperti mereka dapat masuk dengan leluasa sih. Tapi bagaimana Elder Siren yang seorang makhluk laut dapat menginjakkan kakinya disini?’


[ Izin menjawab, Tuanku. Itu karena mereka berbeda dengan siren biasa. Elder Siren dapat mengubah tubuh bagian bawah menjadi sepasang kaki seperti Manusia. Insang mereka pun dapat dimatikan untuk sementara selama berada di daratan. Selain itu sirip dan sisik mereka dapat disembunyikan, yang membuat mereka nyaris sulit dikenali sebagai Siren. ]


‘Jadi begitu. Aku tidak ingat pernah menuliskan sistematis siren seperti ini sebelumnya.’


“Angkat kepala kalian!”


Suara Ren memenuhi seisi ruangan, dari ras mulia seperti Seraph dan Angel, maupun ras tercela seperti Demon, Demon-Lord dan Fallen Angel, bahkan ras raksasa seperti Giant, Titan, dan hidra, tidak peduli apa latar belakang mereka, semua yang ada disini patuh padanya.