
Tersisa beberapa langkah lagi, dengan kegelapan yang seolah menyelimuti tubuhnya, maid itu terlihat ingin menghantam Ren dengan kakinya. Namun seolah telah ter-program, Ren yang tidak menguasai gerakan beladiri di Dunianya pun dapat men-Counter serangannya, tidak hanya itu, Ren juga dapat membalikkan keadaan.
Dalam sekejap dia membuat maid itu mencium tanah, benar, Ren membantingnya dengan reflek dari tubuh Dyze. Seolah melupakan rasa takut yang baru saja menghantuinya, Ren justru memoles senyum kemenangan di wajahnya.
Dalam hatinya, dia akhirnya tahu apa yang Dyze rasakan. Dan Ren juga tahu mengapa Dyze begitu menyukai pertarungan.
Daripada membuat suasananya semakin runyam, Ren memberikan sebuah tendangan hangat pada maid itu hingga membuatnya menghantam dinding dengan kecepatan tinggi, bunyi retakan dari dinding dan tulangnya yang meronta-ronta juga terdengar dengan jelas. Namun sebelum Maid itu terkena tendangan manis dari Ren, dia berhasil “Menyentuh” punggung Ren dengan gerakan lincahnya.
Akan tetapi Ren dengan entengnya keluar dari ruang takhta tanpa memperdulikan maid di belakangnya, tanpa menyadari “sesuatu” berada di punggungnya.
Maid itu berusaha berdiri dan mengejar Ren, namun percuma, tulang rusuknya patah, tulang dadanya retak, Ulu hatinya terluka yang membuat sekujur tubuhnya terasa nyeri. Seandainya hanya begitu saja, mungkin bukanlah masalah baginya, namun, yang menjadi hambatannya adalah—
“Sial! Sial! Sial! Mengapa?! Mengapa harus terjadi sekarang?! Bergerak! Bergeraklah!”
Maid itu memukul-mukul lututnya yang terlihat tidak merespon. Maid itu menangis saat menyadari jika dirinya mengalami lumpuh. Tidak, dia bukan menangis karena malu ataupun takut dicaci oleh masyarakat, namun dia takut karena telah melalaikan tugas yang dipercayakan padanya.
Mengunjungi makam dari raja, entitas yang menyelamatkan semesta, merupakan kesempatan paling langka yang hanya bisa di dapatkan jika memiliki lisensi khusus berupa cetakan rasi bintang di dada mereka.
--
Jika menurutmu mendapatkan lotre yang memenangkan ratusan miliar merupakan keberuntungan terbesar, kamu salah. Di Toriwake, sebuah negeri yang dibangun di atas tempat paling mulia di luar alam semesta, hal yang paling langka dan beruntung yang dapat kamu raih adalah mendapatkan tiket masuk atau lebih cocok disebut lisensi untuk dapat berziarah ke raja yang tidak pernah mereka temui.
Dan tentu saja, tidak sembarang orang dapat mendapatkannya, bahkan dengan segunung harta sekalipun tidak akan dapat membelinya. Perlu mendapatkan puluhan ataupun ratusan tahun bimbingan dari pelatihan militer. Jika beruntung, kamu akan menjadi salah satu kandidat pasukan khusus yang dilatih oleh salah satu bawahan Zodiak Commander, atau bahkan terkadang mereka sendiri yang turun tangan.
“Berlatihlah seolah kamu sedang berada di jurang Neraka” kalimat itu selalu dijadikan pemicu oleh para orang yang beruntung. Kamu akan dilirik oleh salah satu dari beberapa orang dari Zodiak Commander yang berperan sebagai juri.
Jika terpilih, selamat. Kamu akan dibimbing dibawah Zodiak Commander yang menunjukmu, dan jika kamu dapat melewati latihan seperti berada di dalam neraka itu dengan sangat baik maka tidak menutup kemungkinan jika salah satu dari Zodiak Commander akan tertarik padamu.
Sisa beberapa langkah lagi, jika Zodiak Commander telah tertarik padamu, kamu akan dilatih di bawah bimbingannya selama puluhan atau pun hingga ratusan tahun, tanpa dapat bertemu keluarga ataupun orang yang disayangi. Oleh karena itulah kebanyakan yang terpilih adalah individu sebatang-kara yang memiliki keteguhan tekad.
Turnamen khusus yang akan diselenggarakan oleh salah satu Zodiak Commander, Noire, setiap 20 tahun sekali menjadi pintu masuk ataupun jembatan bagi orang yang menargetkan lisensi izin untuk dapat berziarah ke makam.
Namun tentu saja lawan yang akan kamu lawan semakin sulit, bahkan di finalnya, kamu memiliki kemungkinan berhadapan dengan salah satu anggota squad khusus yang benar-benar berpengalaman.
Jika kamu dapat memenangkan turnamen ini sebanyak 3x dalam hidupmu, maka kamu pasti akan dinilai layak oleh mereka. Sisanya, kamu hanya perlu mendaftar dan membuktikan kekuatanmu.
--
Ren dengan pengetahuannya sebagai Author, dia berusaha bersembunyi di istana yang begitu besar dan megah ini. Dirinya sebenarnya muak jika harus bersembunyi padahal dia sendiri yang membangun negeri ini, namun rasa penasaran akan kesan bawahan padanya lebih tinggi dan besar dari egonya sendiri.
“Tapi ada yang aneh..”
Benar, ada yang aneh. Karena menurut pengetahuannya sebagai Author, seharusnya monumen-monumen yang berada di ruang takhta itu bertugas sebagai golem jika mendeteksi adanya suatu ancaman.
“Apakah itu berarti diriku tidak dianggap sebagai ancaman ..?”
“Ah …”
“Ukiran malaikat di sisi kiri, dan ukiran iblis di bagian kanan … Bukankah ini ruangan dia?”
Ren mencoba menempelkan jari jempolnya di bagian ukiran iblis. Jika sidik jarinya terdaftar sebagai penghuni yang “pantas” untuk memasuki ruangan-nya, maka pintu megah di depannya akan terbuka, membuka jalan untuknya.
“Apa? Cepat sekali! Kapan dia memindainya?”
Ukiran iblis di pintu itu seolah tersenyum padanya, dan ukiran malaikat seperti menunduk, menyerahkan diri pada Ren—tidak lebih tepatnya dia sebagai Dyze. Lalu kedua pintu itu terbuka dengan sendirinya, seakan memiliki kesadaran sendiri di dalamnya.
“Woah!”
Apa yang menyambutnya di dalam adalah sebuah ruangan besar seperti kamar eksklusif yang dilapisi emas dan permata murni. Beberapa pedang berkilauan yang memiliki nilai keindahan terpajang di dinding, menambah kesan pesona yang sempurna.
Sebuah Kasur mewah yang ditempeli berlian serta perhiasan lain berada tidak jauh darinya, bahkan hanya dalam sekali lihat, Ren tahu jika keempukan atau kenyamanan dari Kasur hotel termewah di Dunianya sekalipun tidak akan bisa menandinginya.
Dan dari semua yang membuatnya kagum, ada satu yang paling menarik perhatiannya. Sebuah lukisan, tidak, ini persis seperti sebuah foto digital terpajang di tengah-tengah dinding ruangan.
Dari ciri khas yang ada dari orang yang berada di foto itu, tidak salah lagi!
“…”
Saat Ren sedang bengong memikirkan hal tersebut, dia mendengar sebuah suara dari ruangan lain yang seperti mengajaknya bicara.
“Siapa itu? Apakah kau Raven? Ataukah Noire …?”
Tiba-tiba dia merasakan suatu tekanan dashyat, entah hanya di dalam imajinasinya atau ini sebuah kenyataan, Ren seperti merasa tercekik di bawah tekanan ini.
“Siapa kau? Dimana kartu identitasmu?”
Suara berat itu berasal dari seorang Wanita berambut hitam terurai panjang menatap tajam dengan mata hitam gelap gulita seolah penuh derita. Wanita itu telah menggenggam sebuah pedang—katana yang terpajang di dinding sebelumnya, dengan kuda-kuda yang sangat familiar, Wanita itu menggigit bibirnya saat melihat wajah Ren.
“Mengapa.. Mengapa wajahmu begitu mirip dengannya?!”
Tekanan semakin berat, bahkan sampai di titik dimana udara yang menyelimuti seisi kamar tersebut akan membeku. Tergantung dari jawabannya, Ren akan ditebas wanita itu dalam sekejap.
[ Peringatan: Level tidak dapat diukur! ]
[ Peringatan: Level tidak dapat diukur! ]
[ Peringatan: Level ancaman tidak dapat diukur! ]
[ Tuanku! Bahaya! ]
Notif beruntun memenuhi kepala Ren, membuatnya mencengkram kepala dengan kuat. Padahal Wanita di depannya belum berbuat apa-apa tapi dia telah mendapatkan notif bahaya seperti ini.