
Chapter 18.
“Hei. Apa menurutmu aku terlihat lemah sehingga dapat dimanipulasi oleh realita?”
͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏͏Lugiel secara tiba-tiba muncul tepat di depan wajah Noire, lalu langsung melesatkan sebuah pukulan padanya.
Namun, pukulan itu menembus wajah Noire dan sama sekali tidak melukainya, seakan Lugiel hanya memukul udara.
“Cih! Kau telah melampaui kausalitas ya?!”
Tanpa Lugiel sadari, sebuah kepalan tangan sedang menuju ke arahnya dengan kecepatan yang bahkan dapat tetap bergerak saat waktu membeku, kemudian menghantam wajahnya dengan telak. Hal ini memaksa Lugiel mundur untuk menjaga jarak.
Noire menjawab pertanyaan Lugiel tadi dengan pertanyaan baru dan pernyataan yang bersifat provokatif.
“Jika iya, memangnya kenapa? Serangga sepertimu tidak akan bisa menyentuhku.”
“Bajing**n kau j*lang!!”
Tentu saja, orang yang menghantamkan tinju mentah pada Lugiel adalah Noire itu sendiri.
Lugiel dapat merasakan kepalanya yang berisi galaksi seperti meledak dari dalam, namun sepertinya ia berhasil meregenerasi dalam waktu singkat.
Tidak perlu heran dengan apa yang terjadi karena Noire adalah makhluk yang secara bebas berkeliaran dalam realitas ini tanpa terikat oleh aturan-aturan alam yang ada, karna ia telah Melampaui Hubungan Sebab-Akibat atau yang biasa disebut Kausalitas.
Seandainya jika ia terjatuh, ia tidak akan mengalami fenomena jatuh, berarti ia takkan pernah jatuh ketika sedang tidak berdiri di atas pijakan. Berbeda dari Terbang, meski terlihat sama, Noire sama sekali tidak menggunakan Sihir untuk terbang. Ia secara murni benar-benar tidak dapat jatuh.
Dalam contoh lain, Noire tidak akan bisa dipukul. Fenomena "memukul" yang menjadi sebab dan "ter-pukul" yang menjadi akibat tentunya hal ini tidak berlaku padanya.
Ini hanya akan menampilkan visual di mana seseorang yang memukul Noire seperti orang yang sedang berusaha meninju bayangan.
Lebih detailnya lagi, kasus ketika Lugiel memukul Noire itu masih bagian dari Kausalitas, karena kegiatan "memukul" adalah penyebab, dan tentu seharusnya Noire akan terpukul sebagai akibatnya.
Namun karena Noire sendiri telah Melampaui Kausalitas, maka hasilnya akan seperti yang terjadi sebelumnya.
“Ini akan sedikit merepotkan. Ditambah aku tidak memiliki kemampuan memanipulasi konsep agar bisa menyentuhnya.”
Setelah terpisah dengan jarak yang cukup jauh, Lugiel memasang kuda-kuda.
Dia melebarkan kakinya selebar pinggul, melakukan tumpuan pada kaki kanannya yang difokuskan pada tumit dan membiarkan kaki kirinya menapak penuh pada permukaan awan.
Lugiel menekuk kaki kanannya dan melakukan sebuah pijatan dengan tempo pelan.
Gerakan ini ... Bukankah seperti pemanasan Inner thigh stretch?
“Apa yang baj**ngan itu lakukan?”
Secara spontan Ren menjawab pertanyaan Noire dengan nada geram.
“Dia meremehkan kita.”
Tepat setelah Ren mengatakan hal itu, Lugiel menghentikan pemanasannya.
Lugiel membelah dirinya menciptakan 13 entitas yang berbeda-beda.
“Sudah saatnya serius, Teman-teman!”
“YA!!”
Pasukan milik Lugiel mulai bergerak, berlarian dengan sangat cepat dan bertempo teratur sehingga menimbulkan suara gemuruh yang terdengar hingga bagian dalam Toriwake.
“Persiapkan diri kalian!”
Melihat musuh yang mulai mendekat dengan cepat layaknya air bah dan masih tidak ada tanda-tanda Lugiel memasuki pertarungan, membuat Noire berteriak sekali lagi untuk meningkatkan moral pasukan.
“Kami telah menunggu momen ini dari dulu! Saat-saat dimana kami akan mati ketika berperang bersama Raja!”
“Majulah, pasukanku! Raihlah posisi pertama dan matilah dengan terhormat demi Toriwake!”
Teriakan Claire memicu gesekan tekad hingga membuat api semangat membara begitu besar dalam hati mereka.
Dengan kecepatan hipersonik, para pasukan Claire maju menggunakan formasi dan tempo serempak, karena faktor jumlahnya yang begitu besar membuat awan Toriwake menjadi sedikit bergetar.
Kedua pasukan mulai bentrok.
Suara dentingan pedang dan gesekan dari armor milik pasukan Claire terdengar dengan begitu jelas.
“AKHAHA! Matilah dengan ideologi bodohmu itu dasar t**lol!”
Dapat dilihat perbedaan yang begitu mencolok, pasukan milik Lugiel terlihat begitu brutal dan agresif.
“Jangan terlalu senang dasar baj**ngan!”
Sedangkan pasukan Claire lebih bersifat defensif, hal ini akan menguntungkan pihak Lugiel. Karena dengan kebrutalan mereka, armor keras yang terbuat dari logam terkuat—adamantite pun akan mudah ditembus oleh pedang dan tombak mereka.
Salah seorang prajurit dari Claire dengan nomor 15.056.760 di dahinya mengalami tusukan telak di bagian mata kanannya hingga menembus tengkorak belakangnya.
Di ambang kematian, dia mengerahkan seluruh kekuatan yang tersisa untuk mencekik lawannya. Dengan ajaib, tubuh lawannya yang sedang dalam kondisi prima secara perlahan terangkat ke udara.
“B-bangs**t sudah ingin mati saja banyak gaya!”
Prajurit itu mulai mencekik lawannya dengan sangat kuat, hal ini membuat lawannya kehilangan tenaga dan kehilangan kendali atas senjatanya.
Dengan meronta-ronta, musuhnya memberikan beberapa pukulan telak ke kepala si Prajurit dengan harapan cekikan itu akan melemah.
Pukulan pertama menghancurkan armor kepala milik si Prajurit, pukulan kedua dan ketiga merusak tengkorak miliknya hingga tembus ke otak.
“Apa-apaan?!!”
Namun alih-alih melemah, cekikan pada musuhnya semakin kuat, hingga pada titik musuhnya telah kehabisan napas dan kepalanya hancur lebur mengeluarkan segala isi yang menjijikkan di dalamnya ke permukaan awan.
Musuhnya yang lain tentu tidak akan hanya diam, tubuh Prajurit itu ditusuk oleh tombak dari berbagai arah—dia terkepung.
“Ukhuk!” puluhan mata tombak bersarang dan beberapa telah menembus bagian tubuhnya. Nomor yang berada di dahinya perlahan memudar menjadi partikel kecil.
“Dengan begini—! Seharusnya ... Aku tidak akan mempermalukan— Uhuk! Nama yang mulia ... Dan dapat membanggakan nyonya.”
Nomor di dahi Prajurit itu kini telah menghilang sepenuhnya, secara bersamaan dia kehilangan kesadaran dan jatuh tersungkur.
Luka-luka di tubuhnya akan menjadi saksi bisu atas perjuangan serta tekad yang dia miliki.
“AKAN KITA PENGGAL KEPALA PRIA INI DEMI KEBANGGAN KITA SEMUA!”
Pasukan musuh menghinakan Prajurit itu dengan memenggal kepalanya dan melempar-lemparkan ke langit layaknya sebuah bola hiburan.
“YAAA!!”
Rasa bangga dalam diri mereka meluap-luap dalam sorakannya, memicu kebrutalan mereka yang akan semakin menjadi-jadi.
Dan ini tidak hanya terjadi padanya, ribuan ... Tidak, ratusan ribu bernasib malang, sama seperti dirinya.
Hal ini tentu saja semakin memicu kemarahan dalam diri Ren, rasa haus darah semakin memenuhi kepalanya.
“Mohon serahkan ini pada kami, pasukan Claire tidak akan kalah, karena mereka tidak bertarung sendirian.”
Tepat setelah Chloe mengatakan hal itu, suara ledakan dahsyat terdengar dimana-mana, jika ada manusia biasa di Toriwake maka mereka akan langsung mati saat mendengarnya.
“Itu benar Yang Mulia! Kami akan membantu dari udara! Tidak akan kami biarkan pasukan Claire bertarung sendirian!”
Mereka adalah Adeline dengan sepasang sayap Phoenixnya dan Andora dalam wujud Humanoid setengah naga miliknya sedang terbang di udara.
“Ikuti aku, Firmament Numbers! Jangan sampai tertinggal di belakang, lho!”
“Baik, nona!”
Adeline terbang dengan kecepatan yang bahkan cahaya tidak mampu menyamai nya, dia memberikan serangan berupa Gungnir No Explosion dari udara.
Serangan ini yang memicu ledakan terjadi dimana-mana. Dan jauh di belakangnya terdapat pasukan bersayap yang terdiri dari beberapa ras mencolok.
Angel dengan sayap putihnya, Arch-Angel yang memiliki 2 pasang sayap berwarna putih salju, dan Seraphim yang mempunyai 8 pasang sayap, dimana masing-masing sayap terdiri dari 40.000 bulu.
Saking banyaknya, bahkan mereka lebih terlihat seperti sekelompok serangga dalam jumlah hiper masif.
“Nyonya! Jika anda terbang dalam kecepatan seperti itu, kami tidak akan bisa mengejarmu!”
Seorang Seraphim dengan nomor 130.456 protes dengan kecepatan Adeline, dan dia menanggapi ini dengan tertawa kecil.
“Hehe, ini akan menjadi pengalaman pertama kalian, jadi lakukan saja seperti dalam latihan!”
“Nyonya ...” Seraphim itu dan rekan-rekannya hanya bisa menerima dan memacu lebih kecepatannya, bagaimanapun juga mereka tidak berniat untuk membantah Adeline.
Pasukan bersayap itu bertugas untuk melakukan serangan udara setiap detiknya, tidak heran jika sekarang suara ledakan semakin bertambah begitu banyak dan nyaring.
“Aku tidak akan membiarkanmu bersinar sendiri, Adeline!” Andora dengan wujud setengah naganya terbang di samping Adeline.
“Heh. Coba lakukan saja!”
Adeline meningkatkan kecepatannya, membuat Andora tertinggal di belakang.
“H-hey, tunggu! Pasukan numbers milikku juga tidak akan kalah!”
Andora dengan spontan memacu kecepatannya melalui kepakkan sayap dan dorongan energi dari kakinya.
“Nyonya ...! Kami semakin tertinggal jauh di belakang!”