
21
Berpindah pada sisi Orion dan Anastasia, medan sekitar mereka telah bersih dari musuh. Area sekitar menjadi sunyi seolah tidak berpenghuni.
Satu-satunya hal yang menemani mereka hanyalah mayat-mayat dari musuh dan Kyrios numbers milik Claire yang tergeletak tidak beraturan layaknya lautan sampah.
Saat Anastasia hendak memasuki gerbang yang telah dibuat oleh Orion di hadapannya, sebuah suara secara tiba-tiba terdengar di indra pendengaran mereka.
“Apakah kalian pikir aku akan membiarkannya begitu saja?!”
Sebuah sabit dengan aura api hijau merobek udara dan mengarah ke leher Orion, saking cepatnya serangan itu bahkan menerbangkan rambut panjang dari Anastasia yang berada di belakangnya.
Namun serangan mendadak itu dapat diatasi Orion menggunakan Mavros Glaive miliknya.
Jika saja dia terlambat 0.001 detik, maka batang lehernya sudah pasti akan tertebas dan kepalanya akan tergeletak di tanah.
“Kau terlalu meremehkanku.”
“Sial!”
Entitas yang menggunakan sabit hijau itu menjaga jarak sekitar 300 meter dari Orion.
Ia berwujud seperti hantu yang memiliki beberapa tentakel hijau di wajahnya. Hal yang mengerikan selain dari sabitnya adalah lubang di perut dan beberapa tengkorak yang seolah terkubur dalam dadanya.
Entitas itu juga memiliki lengan dipenuhi dengan sisik kuat dan kuku yang sangat tajam, sekilas ini membuatnya terlihat seperti sedang memakai sebuah Gauntlet.
“Aku bisa menyerahkan yang disini padamu kan, Orion?”
“Tidak perlu mengajukan pertanyaan seperti itu, Anastasia.”
Setelah memastikannya, Anastasia pun mulai berjalan menuju gerbang berjarak 5 meter di depannya.
Akan tetapi, tepat satu meter di hadapan gerbang, sebuah sabit melesat dengan kecepatan enam ratus kali cahaya.
“Sudah kubilang! Tidak akan ada yang dapat lolos dari sini!”
Saat entitas itu benar-benar yakin serangannya kali ini akan merenggut kepala dari Anastasia, Orion tiba-tiba menimpali perkataannya saat jarak sabit itu hanya sekitar satu centimeter sebelum menyentuh leher Anastasia.
“Entahlah ya. Aku kurang yakin.”
Sebuah Gerbang setipis benang dengan ukuran tubuh Anastasia terbuka tepat di hadapan sabit tersebut, menelannya dari realita.
“Ap—?!”
Di saat yang bersamaan, sebuah gerbang kecil di udara bagian sisi kanannya terbuka, mengembalikan sebuah sabit dengan kecepatan yang meningkat dua kali lipat.
“Sial!” Entitas itu memiliki refleks dan keberuntungan yang tinggi, dia mampu menghindari sabit dengan kecepatan cahaya seribu dua ratus kali lebih tinggi.
“Ternyata Pengembalian(Reflection) dua kali lipat saja tidak cukup ya?”
Saat Anastasia telah memasuki gerbang dan berpindah lokasi, Orion yang awalnya hanya berwajah rata kini tersenyum.
“Refleksmu boleh juga, dapat menghindari kecepatan itu dan hanya memperoleh luka gores saja.”
Merasa terhina, entitas itu mengusap darah hijau yang ada di luka gores bagian pipinya dengan menggunakan jari jempol kemudian menjilatnya.
“Sudah lama aku tidak berdarah.”
Orion mengarahkan Mavros Glaive miliknya ke arah entitas tersebut kemudian berkata dengan nada remeh.
“Akan kuberikan bonus kematian, spesial untukmu. Kalau itu Amentia, dia pasti akan senang.”
Jika entitas itu memiliki otot wajah, maka sudah pasti dahinya akan begitu mengerut saat mendengar perkataan Orion.
“Sepertinya kau belum pernah bertemu dengan lawan yang lebih kuat darimu.”
“Pernah kok, rekan-rekanku cukup banyak yang jauh lebih kuat dariku. Noire, Arcandra, Andora, Eleina ... Mungkin?”
Orion menjawab itu sambil mengorek telinga dengan jari kelingkingnya, tindakan yang tepat jika ingin membuat seseorang marah besar.
“Diam kau!!”
Entitas itu kini melesat menuju ke arah Orion menggunakan kecepatan dua ribu kali lebih tinggi dari cahaya dengan sabit yang tiba-tiba telah berada di genggamannya.
“Ah. Sabit itu ternyata sepaket denganmu ya? Baiklah ... Mari kita mulai!”
---
Beralih pada sisi Anastasia, ia kini telah sampai pada medan perang yang dia tuju.
Berbeda dari tempat sebelumnya, medan ini masih cukup ramai dengan teriakan pertempuran, suara seperti dentingan pedang, dan tusukan tombak yang menembus armor.
“Sepertinya pasukan Claire yang berada disini cukup tangguh.”
“Apa yang kau lamunkan nona rubah?!”
Seorang undead dengan bilah pedang yang sangat tajam menyatu di tangannya sedang menyergap Anastasia.
“Berisik.”
Tepat sebelum bilahnya menyentuh leher Anastasia dan menebasnya, sebuah kepala tiba-tiba saja tergeletak di permukaan awan, bersama dengan sebuah panah yang menancap menembus tengkoraknya.
“Kau bukan tandinganku.”
Di saat yang bersamaan, sebuah anak panah dengan kecepatan dua ribu kali kecepatan cahaya melesat menuju jantung Anastasia.
Saat anak panah itu hanya berjarak satu meter dari dadanya, Anastasia langsung meraihnya dengan kedua jarinya dan kemudian mematahkan anak panah yang ternyata bermuatan listrik bertegangan tinggi.
“Ini hanya menggelitik-Ku.”
“Tch!”
Tepat setelah Anastasia mendengar suara decihan, dia menyadari bahwa entitas yang mengincarnya dengan anak panah sedang melarikan diri.
“Jangan pikir dapat melarikan diri dariku.”
Anastasia menarik tali busur emasnya dengan sangat kuat, kemudian anak panahnya melesat menggunakan kecepatan empat ribu kali cahaya.
Tidak membutuhkan waktu lama, anak panahnya mampu menemukan seseorang bergerak dengan kecepatan begitu tinggi.
“Ketemu.”
『 Terciptalah api 』
“Ugh!” anak panah itu menembus dada sang entitas, kemudian sebuah api hitam membakar seluruh tubuhnya.
“AAAKHHH!”
Entitas itu menjerit dengan sangat keras, suaranya bahkan mampu menerbangkan orang-orang di sekitarnya.
“Bukankah ini terlalu mudah? Pada awalnya kukira si sialan itu bukanlah seorang amatir. ”
“Tepat~”
“?!”
Intuisi Anastasia merasakan sesuatu, dia langsung berpindah dari tempat asalnya.
Dan tepat setelah itu, ribuan anak panah cahaya menembak ke posisi sebelumnya, beruntung, Anastasia telah berada di tempat yang berbeda.
‘Tiruan?’
Anastasia kini melayang di langit, dia mengawasi situasi medan perang dari atas.
“Aku tidak melihat rekan-rekanku ... Tunggu. Apakah itu Argus?”
Belum sempat melihatnya dengan jelas, ribuan anak panah tadi mengeluarkan gelombang listrik dengan radius lima belas kilometer, dan tiba-tiba saja meledak dengan sangat dahsyat.
Daya hancurnya bahkan setara dengan sebuah ledakan dari kematian bintang—Supernova, membersihkan siapa saja yang berada di dekatnya tanpa pandang bulu menjadi debu ...
Atau itulah yang seharusnya terjadi.
Anastasia terkena ledakan itu namun tidak berdampak apa-apa padanya, dan hanya menyisakan dia satu-satunya makhluk hidup yang ada di area tersebut.
“Kau meremehkanku sekali ya? Kukira tadi serangan yang mengerikan. Ternyata hanya sebuah ledakan bintang saja.”
“Tidak, itu sesuai perkiraanku. Aku hanya ingin mengetahui sejauh mana kekuatanmu.”
‘Suara?’ Anastasia dapat mendengar seseorang bicara tepat seperti berada dalam pikirannya, padahal tidak ada siapa pun di sekitar medan perang tersebut.
“Apa maksudmu?”
Pertanyaan Anastasia tidak digubris olehnya, sebaliknya, dia dapat merasakan entitas itu seperti tersenyum.
“Kalau tidak salah, kau tadi menyebut nama seseorang. Argus ya? Sepertinya salah satu rekanku juga berada di dekatnya.”
Anastasia tertawa kecil saat mendengar seolah entitas itu membuatnya ingin cepat-cepat menyelamatkan Argus.
“Kali ini kau meremehkan dia. Kemampuan beradaptasinya dalam pertarungan merupakan tertinggi yang kedua.”
“Aku tidak mengerti.”
‘Suara ini berasal dari dalam kepalaku ... Telepati, ‘kah? Lalu, Argus pernah mengatakan sesuatu padaku 20 tahun lalu.’
‘Jika kamu dapat merasakan lawanmu ada namun keberadaan di sekitar tidak menampilkan siapa-siapa, maka carilah di tempat yang tidak bisa dijangkau oleh mata telanjang!’
‘Tempat ... Mata telanjang ... Aku berada di langit dan tidak melihat siapa-siapa ...’
‘Ah.’
“Ketemu.”
“Terlambat.”
Saat Anastasia baru saja menemukan tempat dimana entitas itu berada, sebuah anak panah dengan energi padat yang sangat kuat melaju ke arahnya dengan kecepatan sepuluh ribu lebih tinggi dari cahaya.
“Kata siapa terlambat?”
Tanpa diduga, Anastasia telah mempersiapkan serangannya, ia menggumamkan sebuah kata sebelum melesatkan anak panahnya ke bawah.
『 Great Punishment 』
Anak panah Anastasia melaju dengan kecepatan dua kali lipat lebih tinggi dari lawannya, tidak dapat dihindari jika anak panah mereka akan saling bertabrakan di langit.