UNWANTED BRIDE

UNWANTED BRIDE
Ch.60



Seminggu telah berlalu dan Nazila pun akhirnya telah diperbolehkan pulang ke rumah mereka. Noran pun dengan telaten mengurus segala kebutuhan Nazila tanpa mengenal lelah.


"Mas, mas aku bisa bersihkan diri aku sendiri!" ujar Nazila dengan wajah memerah sebab Noran akan membantunya membersihkan diri.


Sudah cukup rasanya satu Minggu ini dirinya menahan malu karena Noran membantu dirinya membersihkan diri. Ia sampai tak mau membuka matanya saat tangan Noran dengan terampil mengelap seluruh tubuhnya. Ia sudah sering menolak bantuan Noran, tapi Noran kekeh ingin melakukannya seorang diri. Kalau saat ia masih terbaring koma, mungkin ia tak masalah karena ia tidak sadarkan diri. Tapi berbeda dengan sekarang, ia merasa malu bukan kepalang saat Noran melihat setiap bagian tubuhnya. Nazila sampai menahan nafas saat tangan Noran menjamah tubuh telan jangnya. Entah apa yang ada di pikiran suaminya saat melihat tubuh polosnya.


"Nggak, biar aku yang bersihkan. Mas nggak mau luka bekas operasi kamu sampai berdarah lagi karena kenekatan kamu. Memang luka bekas operasi itu terlihat sudah mengering, tapi tidak di bagian dalamnya. Izinkan mas mengurus kamu, La! Kamu tahu, mas sebenarnya sekuat tenaga menahan diri. Melihat tubuh polos kamu, ingin rasanya mas menyentuhmu secara intim. Apalagi selama ini kita emang tidak pernah melakukannya selain saat malam itu. Itu pun kita lakukan dalam keadaan tak sadarkan diri. Tapi ... mas mencoba menahan diri. Mas ingin mengurusmu sampai benar-benar sembuh. Mas takut, La. Mas nggak mau kamu kesakitan lagi. Atau mas nggak akan memaafkan diri mas selamanya karena membuatmu terluka," tukas Noran.


Alhasil, Nazila pun membiarkan Noran melakukan apa yang diinginkannya. Namun kali ini agak sedikit berbeda. Tak pernah ia sangka, ternyata Noran cukup usil juga. Saat membersihkan tubuhnya, sesekali ia mencubit ujung dadanya. Terkadang ia juga menggigitnya membuat Nazila menjerit.


"Mas," seru Nazila dengan mata mendelik.


Noran justru tertawa cengengesan melihat Nazila yang memerah karena kesakitan karena Noran menggigit ujung salah satu aset kembarnya.


"Abisnya gemesin. Mas udah nggak sabar pingin kayak Noval," ujar Noran tanpa rasa malu.


"Ck ... jadi ini toh sifat asli mas Noran," sinis Nazila dengan mata memicing.


"Kan sama istri sendiri."


"Emangnya sama mbak Sarah dulu nggak? Kalian aja kalau sedang ciuman kayak nggak ada rasa malu. Entah udah berapa kali aku liat kalian berciuman nggak tahu tempat," ucap Nazila dengan satu sudut bibir terangkat.


"Eh, jangan salah paham sayang! Kami nggak pernah sampai sejauh itu kok. Sumpah! Dan kalau ciuman sih mas akui sering. Tapi kan kamu lihat sendiri, siapa yang duluan nyosor, bukan mas kan! Malah mas kamu yang duluan merasakan sosoran mas," ucap Noran sambil mengerlingkan sebelah matanya. "Duh, jadi kangen sama bibir istrinya mas nih! Boleh ... "


"Nggak boleh!" potong Nazila membuat wajah Noran seketika masam. "Kalau ada yang masuk gimana?"


Mendengar kata-kata tersebut bagaikan sebuah lampu hijau bagi Noran. Ia lun bergegas menuju pintu dan menguncinya membuat Nazila mengerutkan keningnya.


"Udah mas kunci sayang pintunya. Jadi gimana? Boleh kan sekarang?" tanya Noran membuat mulut Nazila menganga tak percaya dengan tingkah suaminya ini.


Belum sempat Nazila menyela ucapannya, Noran telah terlebih dahulu maju dan menarik tengkuk Nazila lalu membungkam bibirnya dengan ciuman yang hangat dan lembut. Sedangkan tangan Noran, mulai merambat di area dada yang hanya ditutupi selimut sebab Nazila baru saja selesai dibersihkan dan belum sempat berpakaian. Dire-masnya gundukan itu membuat Nazila melenguh.


"M-mas ... stop," lirih Nazila saat tangan Noran mulai nakal.


Sadar kemana arahnya bila permainannya tetap dilanjutkan, Noran pun segera melepas cumbuan juga re-masan tangannya. Wajah keduanya memerah. Sebenarnya hasrat keduanya telah menanjak tapi tentu kegiatan ini tak bisa diteruskan. Tak mau makin tersiksa, Noran pun segera melarikan diri menuju ke kamar mandi. Untuk apa lagi selain untuk bersolo karir. Hahaha ...


'Kasian amat kamu Noran! Makanya, dulu punya istri dianggurin.'😁


...***...


"Mas, aku bisa jalan sendiri!" sergah Nazila saat Noran ingin menggendongnya ke mobil mereka.


"Kamu baru sembuh, sayang. Mas nggak mau kamu tiba-tiba sakit lagi," tolak Noran lalu ia segera menggendong Nazila santai melewati semua orang yang berjalan di koridor rumah sakit.


Nazila merasa malu lalu ia menyembunyikan wajahnya di dada Noran membuat Diana yang tengah menggendong baby Noval terkekeh. Ia sangat bersyukur Nazila akhirnya berhasil ditemukan dan berhasil sembuh. Ia juga bersyukur Noran telah mulai mencintai Nazila.


"Mas, ini bukan jalan menuju apartemen?" tanya Nazila heran.


Noran tersenyum lalu menjawab, "Memang bukan."


"Jadi kita mau kemana?" tanya Nazila.


"Itu ... " tunjuk Noran ke sebuah rumah yang tidak begitu besar tapi terdiri atas dua lantai dengan halaman yang cukup luas.


"Rumah siapa ini?" tanya Nazila heran seturunnya dari mobil.


"Rumah kita sayang. Rumah keluarga kecil kita. Mas membeli ini saat kamu menghilang."


"Benarkah?"


Noran pun mengangguk pasti sambil tersenyum manis.


"Kamu suka?"


"Sangat suka. Terima kasih, mas," ucap Nazila dengan mata berbinar bahagia.


"Tak perlu berterima kasih sebab ini juga merupakan kewajiban mas menyediakan hunian yang layak dan nyaman untuk kalian. Seharusnya, mas yang berterima kasih padamu, sayang karena kau masih mau kembali pada pria breng-sek ini," ucap Noran yang sungguh menyesali perbuatannya di masa lalu.


"Mas ... " sergah Nazila. "Nggak boleh ngomong gitu." imbuh Nazila. "Mas aku mau gendong Noval dong ke dalam."


"Nggak boleh."


"Yah, kok nggak boleh sih!"


"Sayang, ingat perut kamu!" Ujar Noran gemas yang tak selalu saja lupa kalau perutnya belum benar-benar sembuh. Ia hanya diperbolehkan memangku Noval, tapi tidak dengan menggendong sebab Noran khawatir bekas operasi Nazila sakit dan terbuka.


Nazila hanya bisa menghela nafas pasrah, ia maklum, suaminya ini begitu mengkhawatirkannya. Tak lama kemudian ia tersenyum, ia tak menyangka ia akan mendapatkan perhatian sebesar ini dari mantan bosnya itu.


...***...



Silahkan mampir kak ke karya othor yang baru! Entar Kevin dan Yuni nyempil di sana ya soalnya itu sekuel **Pesona Mantan Istri yang Disakiti. 😁


Jangan lupa tap favorit, like, komen, vote, hadiah ya!


...Tararatengkyu ... 😘🥰...


...Happy reading 🥰🥰🥰**...