
Senja mulai menyapa dan Noran baru saja tiba di apartemen miliknya. Bila sebelum-sebelumnya Noran selalu memilih pulang lebih larut dari biasanya untuk menghindari interaksi berlebih antara dirinya dan Nazila, kini ia justru selalu pulang lebih awal berharap saat pulang ia bisa menemukan istrinya itu.
"La, kapan kamu akan kembali? Aku rindu kamu, La. Aku mohon kembalilah. Maafkan atas kebodohanku yang menyia-nyiakan perempuan sebaik dirimu." gumamnya sambil menutup matanya dengan lengannya. Kepalanya ia sandarkan di bahu sofa. Noran menghela nafas panjang, hari ini terasa sangat melelahkan. Apalagi saat mengingat pertemuannya dengan Sarah dan orang tuanya siang tadi.
Flashback on
"Ternyata ... ternyata kalianlah pembunuh sebenarnya. Katakan ... katakan mengapa kalian tega membunuh ibuku? Katakan!" teriak Sarah murka membuat suami istri itu terhenyak tak berdaya ternyata rahasia mereka akhirnya terkuak juga.
Gina berdiri dan segera mendekati Sarah untuk memeluknya tapi Sarah justru menepis kasar tangan Gina hingga ia terhuyung ke belakang kemudian terjatuh dengan kepala membentur ujung meja.
"Ma," teriak Darlan saat melihat istrinya terjatuh dengan kepala yang membentur ujung meja sehingga mengeluarkan darah.
Bukannya iba, Sarah justru membuang muka dengan tatapan penuh kebencian.
"Pa, jelaskan ke Sarah kalau dia sebenarnya anak kandung kita. Kita melakukan itu untuk membalas dendam kita karena Cintya telah membuat kita terpisah dengan dia. Katakan pa, jangan diam saja." Pekik Gina membuat alis Sarah mengerut dalam.
Sarah bingung dengan apa yang barusan Guna katakan. Hal itu sangat berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan ibunya, Cintya padanya.
Menurut Cintya, Gina adalah adik tiri Cintya jadi otomatis Gina merupakan bibi Sarah. Saat kecelakaan Cintya terjadi, Sarah sedang mengikuti audisi model di Pulau Bangka. Lalu setelah mendengar kabar kecelakaan ibunya, Sarah segera pulang bahkan sebelum pengumuman hasil audisi. Namun, setibanya di rumah sakit, ternyata ibunya telah meninggal dan baru saja dimakamkan tak lama setelah kepulangannya.
Gina dan Darlan menceritakan kalau ibunya kecelakaan karena ditabrak mobil Noran. Mendengar Noran pun terluka parah dan kemungkinan akan mati karena ginjalnya yang rusak akibat kecelakaan, Sarah merasa senang. Hingga suatu hari ada seseorang yang mendonorkan salah satu ginjalnya sehingga nyawa Noran selamat. Sejak itu, ia mencoba mendekati Noran dengan misi untuk menghancurkannya sebagai balasan pun perempuan yang menyumbangkan ginjalnya. Dengan bantuan kenalannya, ia berhasil menjebak Noran dan Nazila hingga terlibat one night stand.
Tapi kini, fakta lain terkuak. Noran berhasil membuktikan kalau dirinya tidak bersalah. Justru ia juga merupakan korban. Dan pelaku sebenarnya merupakan orang tua angkatnya. Paman dan bibinya ini memang telah ia anggap sebagai orang tua angkatnya sebab sejak kepergian ibunya, hanya mereka lah tempat dirinya berkeluh kesah.
Betapa Sarah sangat terkejut dengan fakta ini. Ia sudah menghabiskan waktu 3 tahun hanya untuk menghancurkan orang yang tidak bersalah dan yang bersalah justru sepasang suami istri yang sudah ia anggap sebagai orang tua penggantinya.
Lalu apa ini, mereka mengatakan kalau merekalah orang tua kandungnya. Lelucon macam apa ini?
"Berhenti membuat lelucon murahan, breng-sek!" teriak Sarah murka. Saat ini ia sedang benar-benar marah. Sedangkan Noran, ia tampak diam sembari menonton drama keluarga secara live di depan matanya.
"Kami tidak bohong, Sarah. Kalau kau tidak percaya, kau bisa melakukan test DNA untuk membuktikan ucapan mama kamu. Cintya lah yang selama ini jahat. Hanya karena mamamu anak tiri jadi ia sewenang-wenang dan mengambil semua warisan kakek kamu untuk mama dan termasuk mengambil kamu dari kami. Ia mengancam akan membunuh mamamu kalau kami tidak menyerahkanmu kepada dirinya. Kau pikir ibumu itu baik, hah? Kau pikir kenapa sampai saat itu ibumu masih tidak memiliki suami? Itu karena ibumu pecinta sesama jenis jadi ia mengangkatmu untuk membungkam mulut orang yang nyinyir akan hidupnya dan mengatakan pada semua orang kalau kau itu adalah anaknya." papar Darlan dengan tatapan penuh luka. "Akhirnya, kami yang sudah tak tahan lagi dengan sikapnya yang sewenang-wenang pun mencoba menyingkirkannya dengan merusak mobilnya. Kami tahu kami salah, tapi apa kamu pikir bagaimana menderitanya kami memiliki anak tapi tak bisa memeluknya? Seandainya mamamu bisa memiliki anak lagi mungkin kami tidak akan terlalu tertekan seperti ini. Tapi karena kau yang diambil paksa, mamamu tertekan hingga depresi dan nyaris bunuh diri. Akibatnya, mama mu divonis tidak bisa hamil lagi. Jadi jelaskan pada kami, siapa penjahat sebenarnya di sini?"
Semua orang tampak berdiri termasuk Sarah. Tapi Sarah justru mencoba mendekati Noran.
"Noran, aku ... "
"Keluar kataku. Aku muak melihat kalian semua. Kalian semua breng-sek!" bentaknya lagi membuat Sarah terpaku. Sarah baru berlalu dari sana saat Feri menariknya pelan keluar dari ruangan itu.
Flashback off
"La, apa ini hukuman buatku karena telah menyia-nyiakanmu?" gumam Noran dengan mata terpejam. "La, bagaimana keadaanmu dan anak kita? Aku harap kalian baik-baik saja. La, kembalilah, aku sangat merindukanmu." lirih Noran yang tanpa sadar meneteskan air mata.
...***...
"Nduk, kamu udah sadar?" tanya mbok Yem saat melihat Nazila mulai membuka matanya.
"Ah, mbok Yem, maafin Ila yang udah buat kalian semua repot." Tukas Nazila penuh penyesalan.
"Siapa yang repot toh, nduk. Kamu itu udah mbok anggap kaya cucu mbok sendiri. Justru kehadiran mu membuat mbok sama Yuni seneng, ya kan Yun?"
"Iya mbak, bener kata mbok. Berkat mbak Ila, Yuni nggak kesepian lagi di sini."
"Selamat malam semua." Ucap seseorang yang membuat semua orang yang ada di ruangan itu menoleh ke arah pintu.
"Eh, pak dokter. Silahkan masuk, pak. Ini Ila nya barusan aja sadarkan diri." sahut mbok Yem. "Oh ya, nduk, kenalkan dia dokter Rizky yang meriksa kamu tadi. Dokter Rizky yang bertugas memegang puskesmas di daerah sini." ujar mbok Yem menjelaskan pada Nazila.
Nazila yang paham pun lantas menyapa dokter Rizky. Dokter Rizky pun mulai menanyakan kondisi Nazila juga perihal pernahkah Nazila menjalani operasi sebelumnya. Dan sesuai dugaannya, Nazila pun menjelaskan kalau ginjalnya tinggal satu karena telah ia donorkan kepada seseorang.
...***...
...Happy reading 🥰🥰🥰...