Twins But Different Nature

Twins But Different Nature
BAB 7. MAKAN SIANG BERSAMA



Aku mengendarai mobilku untuk pulang kembali ke apartemenku. aku sangat bahagia karena aku bisa membalas brianna walaupun hanya dengan menghancurkan seisi kamarnya.


sampai di apartemen aku segera membuka pakaianku dan berendam di dalam bathup untuk melepaskan segala penatku di hari ini.


malam ini aku berencana untuk pergi ke club. aku akan menelepon sandra, agar dia mau pergi bersamaku.


selesai mandi dan berdandan aku pun segera menelepon sandra.


TUT...TUT...TUT...


"'iya malam arianna, tumben banget telepon nih say? kirain udah lupa sama sahabatmu ini." ucap sandra padaku.


"masa iya aku lupa sama kamu, say. malam ini ada acara gak? aku mau ngajak kamu pergi ke club, aku lagi bosan bangett!" tanyaku pada sandra.


"gak mau ahh...nanti kamu hilang lagi seperti hari itu." jawab sandra.


"gak say, janji deh kali ini akan lebih dekat sama kamu, gak akan jauh-jauh dari kamu, say. bahkan kalau aku mau pergi ke wc, kamu ikut juga, say." ucapku padanya.


"ya udah deh kalau begitu, kita langsung ketemu aja di sana ya?" jawab sarah


"oke, sipp...sampai jumpa di sana ya." balasku padanya.


aku pun segera keluar dari apartemenku dan segera berangkat menuju club.


***


sesampainya di sana, aku melihat sarah sudah menungguku di pintu masuk. kami pun saling berpelukan dan cipika-cipiki, karena sudah mau semingguan lebih kita gak pernah ketemu.


kami berdua pun segera masuk ke dalam club dan menuju bar untuk memesan minuman.


"kamu tau gak sar, tadi sore aku pulang ke rumahku untuk mengambil semua barang-barangku. dan kamu mau tau gak apa yang aku lakukan kepada brianna?" tanyaku pada sarah.


"memangnya apa yang kamu lakukan kepada brianna? kamu jangan aneh-aneh ya arianna." ucap sarah


" aku gak aneh-aneh kok! aku hanya sedikit menghancurkan barang-barang yang ada di dalam kamar brianna." jelasku padanya.


"ya ampunn arianna...kamu gila ya?" jawab sandra yang sangat kaget dengan penjelasanku.


"aku tau kamu sakit hati sama perbuatannya, tapi kamu harus ingat dia tetap saudara kandungmu." ucap sandra padaku.


"seorang saudara tidak akan pernah merebut pacar saudaranya sendiri, kamu harus paham itu. dan untuk saat ini, aku belum bisa memaafkan kesalahan mereka berdua. maaf sand, aku bukan seorang malaikat yang bisa memaafkan kesalahan mereka secepat itu." jelasku pada sandra


"kamu tau sand, tadi aku bertemu dengan brianna di mall, melihat wajahnya itu rasanya aku ingin mencakarnya saja. aku berusaha menahan emosiku untuk tidak memukulnya, makanya aku melampiaskan emosiku pada barang-barangnya itu." ucapku lagi padanya.


"ya udah arianna, maafkan aku. terserah kamu saja ar, yang penting kamu harus bisa move on. masih banyak pria di luar sana yang akan menyayangi dan mencintaimu dengan tulus." ucapan sandra sedikit bisa menghiburku.


aku terus memesan minuman, sampai akhirnya aku merasa sudah mulai pusing. lalu aku pun mengajak sandra untuk menari di lantai dansa.


aku karena keasyikan menari sampai tidak menyadari kalau sandra sudah hilang dan juga tidak melihat lagi pria yang ada di belakangku. aku tidak sengaja menabraknya dan ternyata dia adalah pria menyebalkan itu, siapa lagi kalau bukan johannes.


dia segera menarikku ke dalam pelukannya. aku berusaha untuk melepaskan diri darinya, tapi dia membisikkan sesuatu di telingaku, " malam ini kamu terlalu seksi, makanya banyak mata pria hidung belang yang dari tadi melihatmu terus." ucapnya di telingaku


"jadi tetaplah seperti ini, supaya tidak ada yang mengganggumu." ucapnya lagi


"di mana sahabatku sandra?" tanyaku padanya.


dia lalu memutar badanku, sehingga aku dapat melihat kalau sandra sedang mengobrol dengan teman prianya di meja ujung.


aku pun berusaha melepaskan diri dari johannes dan ingin segera mengajak sahabatku itu pulang.


tapi saat berjalan aku hampir saja terjatuh, untung saja johannes segera memelukku dan membantuku untuk pergi menemui sandra.


sesampainya di sana sandra langsung tersenyum padaku. "kenapa say? udah puas joget-jogetnya?" tanya sandra


"aku merasa kepalaku sakit. kita pulang sand?" ajakku padanya


"kamu duluan aja ya ar, nanti johannes yang akan mengantarmu. aku masih mau ngobrol sama teman lamaku ini." jelas sandra padaku.


"johannes, aku bisa minta tolong kamu antarkan arianna pulang ke apartemennya, aku takut terjadi apa-apa padanya kalau dia menyetir mobil sendiri." pesan sandra


"aku bisa pulang sendiri, sand. aku tidak mau merepotkan pak johannes ini." jawabku


"kalau sampai kamu pulang sendiri. aku tidK akan mau lagi menjadi sahabatmu." ancam sandra padaku.


"hmmm...baiklah, aku akan menuruti perintahmu." ucapku padanya.


sebenarnya aku masih ada rasa tidak suka dengan pria angkuh ini. tapi karena perhatiannya padaku, membuat hatiku sedikit meleleh.


akhirnya kami berdua pun berpamitan dan berjalan keluar dari club tersebut dengan johannes yang terus memegang tanganku.


"aku akan mengantarmu dengan mobilku, dan kamu tenang saja besok pagi-pagi aku akan menyuruh orang untuk mengantarkan mobilmu ini kembali ke apartemenmu." jelasnya padaku.


aku pun hanya bisa menganggukkan kepalaku. karena memang aku sudah merasa pusing dan mual.


johannes mengantarkan aku sampai ke dalam apartemenku. lalu dia pun membantuku untuk membuka pintu kamarku, dan segera membawaku untuk duduk di sofa.


dan dia pun pergi ke dapur yang aku tidak tau entah untuk apa. tapi tidak lama kemudian aku melihat di membawakan segelas teh hangat untukku.


"ini diminum dulu, untuk mengurangi rasa mualmu. dan maaf kalau aku sudah lancang masuk terus ke dalam dapurmu." ucapnya padaku.


"kalau begitu aku pulang dulu, ar. dan jangan lupa janjimu untuk makan siang bersamaku besok." ucap johannes kepadaku.


"oke, aku terima ajakan makan siangmu. sebagai ucapan terimakasihku padamu, besok aku yang akan mentraktirmu makan siang." ucapku padanya.


"tapi makan siangnya di cafe pilihanku. dan aku akan menjemputmu di butik jam setengah 12, ar." ucapnya lagi padaku.


aku pun menganggukkan kepalaku kepada johannes. dia pun segera pamit pulang dari apartemenku, karena memang hari sudah malam.


selepas kepergiannya, aku pun segera berganti pakaian dan langsung tertidur dengan sangat nyenyaknya.


***


TOKK...TOKK...TOKK...


Terdengar bunyi ketukan di pintu ruang kerjaku.


"ya, masuk." ucapku dari dalam ruangan dan ternyata asistenku yang mengetuk pintu.


"ada apa, mir?" tanyaku padanya.


"di luar ada pak johannes yang datang mencari ibu." jawabnya padaku.


"ya ampunn, aku lupa kalau hari ini aku sudah janjian dengannya. baiklah, kamu suruh beliau untuk menungguku sebentar ya, aku akan segera keluar." pesanku pada mira, asistenku.


aku segera mengecek handphoneku ternyata ada telepon dan chat masuk dari johannes. aku sibuk membuat data-data sampai tidak menyadarinya.


aku pun segera mengambil tas dan beranjak keluar dari ruanganku.


di ruang tunggu butik aku melihat johannes dengan jas armani yang aku pilihkan untuknya, dan dia begitu sangat tampan dan keren. aku sampai terpana melihatnya, tapi aku berusaha untuk tidak menunjukkannya di depan dia, aku tidak mau dia berpikiran yang aneh-aneh tentangku.


"maafkan aku, jo. aku sedang serius dengan pekerjaanku sampai tidak melihat chat dan telelpon darimu." ucapku padanya.


" it's okay, bisa kita berangkat sekarang? karena aku sudah sangat lapar sekali." jawabnya.


aku pun menganggukkan kepalaku, dan kami pun segera berangkat menuju cafe pilihannya.


waktu yang ditempuh setengah jam dari butik menuju cafe, dan ketika kami sampai di cafe tersebut aku sangat terpesona, karen cafe itu sangat sederhana tapi berkesan elegan.


johannes pun mengajak aku untuk masuk ke dalam cafe itu. dan sampai di dalam cafe itu aku sangat terpesona oleh arsitekturnya yang sangat mewah dan berkelas.


"bagus sekali, jo. pemilik cafe ini ini pasti orang yang sangat memiliki seni yang sangat tinggi. karena cafe ini dari luar sangat sederhana tapi ketika masuk ke dalam begitu sangat luar biasa." ucapku dengan sangat kagum, dan jo pun hanya tersenyum melirikku.


"pak Jo, selamat datang. kami sudah menyiapkan ruangan VIP untuk anda. mari ikut dengan saya, pak." sapa waiters itu dengan sangat sopan kepada kami berdua.


kami pun segera diantarkan ke dalam ruangan vip yang lumayan besar dan mewah.


waiters pun memberikan buku menu kepada kami berdua. "silakan dipesan tuan, nona." ucap waiters itu kepada kami berdua.


"kamu mau pesan apa arianna?" tanya johannes padaku.


"aku ikut kamu aja, jo." jawabku sambil terus memandang pemandangan yang sangat gagah dari cafe ini.


akhirnya johannes pun memesan udang tempura, salad sayur, ikan bakar, dan sayur kangkung, ditambah ayam teriyaki dan juga jus advokat dan air mineral.


"banyak sekali pesanannya, jo. emang kamu yakin kita berdua bisa menghabiskan semuanya?" tanyaku padanya.


"kalau tidak habis, kan bisa dibawa pulang." jawab johannes.


aku pun pada akhirnya hanya bisa menganggukkan kepalaku saja.


tidak beberapa lama makanan yang kami pesan pun datang. kami segera makan dengan sangat nikmat, karena memang kami berdua sudah sangat lapar.


sambil kami makan, sambil kami bercerita dan bersenda gurau. ternyata johannes adalah pribadi yang sangat menyenangkan dan juga baik.


awalnya saja kelihatan dia arogant dan dingin. tapi, kalau sudah mengenalnya kamu akan tau pribadinya yang sangat humoris.


"jo, ternyata kamu nih lucu juga ya. aku gak menyangka di balik sikapmu yang kelihatan sombong dan dingin itu. ternyata, baru terlihat sifatmu yang humoris itu." jelasku padanya.


" banyak yang bilang seperti itu, bahkan pegawaiku juga banyak yang takut padaku. mereka bilang aku sangat dingin dan berwibawa. aku memang tegas kepada seluruh pegawaiku agar mereka tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan perusahaanku. tapi kalau mereka bekerja dengan baik aku tidak akan segan untuk memberikan mereka gaji dan bonus yang besar." jelas johannes padaku.


aku pun mendengarkan dengan serius apa yang johannes katakan kepadaku.


"jo, aku bisa ijin ke toilet dulu ya?" ucapku padanya.


"iya, silakan." jawabnya padaku.


aku pun segera berjalan menuju toilet, saking terburu-burunya, aku sampai menabrak dada bidang seorang pria.


auhhh...aku merasa sakit di keningku. dan ketika aku melihat siapa orang yang aku tabrak, aku kaget. karena ternyata dia adalah


"Dimas...?"


***BERSAMBUNG***


JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENT YA...