
POV OLIVE
aku masih sangat mencintai Johannes, kebodohanku dulu adalah memilih hidup bersama doni yang pada akhirnya malah meninggalkanku hanya demi wanita lain. aku anggap itu adalah karma atau balasan untukku yang telah meninggalkan Jo. yang aku tau pada saat itu jo sangat mencintaiku.
sampai suatu hari aku tidak sengaja melihat jo disebuah cafe, dan disitu aku melihat dia semakin tampan dan tampak lebih dewasa, aku bahagia sampai aku beranikan diri menyapanya dan bahkan sampai memeluknya. tapi di situ aku melihat Jo sudah berubah dan bahkan di matanya terlihat bahwa sudah tidak aku di hatinya. aku bertambah panas saat Jo memperkenalkan kekasihnya kepadaku. apalagi saat melihat perlakuan manis jo kepadanya, aku benci wanita itu. dan mulai dari hari itu aku berjanji akan membuat jo kembali ke dalam pelukanku, bagaimanapun caranya.
sampai aku memberanikan diri datang ke rumah om ega, dan tante melisa, mereka adalah orangtua dari Johannes. aku datang ke rumah itu sambil menangis dan berlutut di bawah kaki mereka, mengharapkan mereka akan luluh dan menerimaku lagi. tapi ternyata aku salah besar, om dan tante tidak memberikan aku kesempatan sama sekali, bahkan mereka memperkenalkan wanita yang bernama arianna itu sebagai calon istri dari Johannes.
aku datang ke pesta wisudanya jessica, adik dari jo. tapi di sana aku malah bertemu dengan sandra. sandra itu dulu teman dekatnya Jo, jadi dia tau jelas saat aku meninggalkan jo, dan lebih memilih bersama doni. bahkan sempat terjadi insiden di sana, dan aku berusaha untuk membuat arianna malu dengan menyiramkan air jeruk ke gaunnya yang indah itu dan membuat drama seolah aku dizolimi. tapi sekali lagi aku gagal, karena om ega dan tante melisa malah memarahiku. lalu dia memerintahkan Johannes untuk mengantar arianna mengganti pakaiannya dan meninggalkan aku sendiri di pesta itu.
sampai suatu hari aku mendapat berita bahwa arianna akan ke bandung untuk mengecek keadaan butiknya, dan aku pun ikut juga berangkat ke bandung untuk memata-matai arianna.
aku melihat perempuan itu sangat sukses dengan butiknya, dan bahkan dia membuka cabang di beberapa tempat. aku merasa iri hati melihatnya, dia punya segalanya, bahkan dia memiliki Jo. tapi aku tidak akan pernah menyerah untuk menghancurkan cinta mereka. karena hanya akulah yang pantas bersanding dengan Johannes andrean.
***
sampai suatu hari aku melihat arianna sedang berbincang santai dengan seorang pria di sebuah cafe. dan akhirnya aku mempunyai rencana yang aku yakini kali ini akan berhasil. pastinya setelah Johannes melihat semua ini, dia pasti akan langsung meninggalkan arianna.
aku pun memanggil pelayan untuk memberikan obat perangsang di minuman arianna dan juga temannya itu.
aku melihat setelah mereka meminum minuman itu, aku melihat gelagat aneh di antara mereka berdua, sampai akhirnya aku mengikuti mereka berdua yang ternyata mereka berdua masuk ke dalam kamar hotel.
setelah melihat itu semua, aku pun segera menghubungi johannes supaya dia menyusul aku ke hotel xxx. awalnya dia menolak tapi karena aku terus memaksa, akhirnya dia pun setuju untuk datang.
setelah johannes sampai di hotel itu, aku langsung meminta kunci cadangan di resepsionis, dan langsung mengajak jo untuk segera menggerebek mereka berdua.
tapi kali ini aku sangat kaget saat melihat sang pria tadi bukan tidur dengan arianna, tapi malah tidur dengan perempuan lain.
"mana yang kamu bilang bahwa arianna telah mengkhianatiku dan tidur dengan dia. mana buktinya olive?" tanya jo dengan wajah yang sangat menyeramkan.
"hahaha...permainan kamu sangat bagus olive! tapi satu yang harus kamu tau, aku bukanlah wanita bodoh yang bisa kamu jebak begitu saja." ucap arianna sambil menatap sinis kepadaku
"kamu telah menyuruh pelayan menaruh obat perangsang di dalam minumanku dan juga minuman kolegaku itu. tapi kamu tidak sadar bahwa aku tau semua rencanamu, maka aku pun memilih ikut bermain bersamamu. dan pada akhirnya kamu lihat kan akhirnya seperti apa?" ucapnya lagi
"dan calon suamiku sayang, apakah kamu ke sini karena telepon dari mantanmu ini kah? mantan yang sampai detik ini belum bisa move on darimu." ucap arianna sambil tertawa besar yang membuatku ingin mencekiknya.
"kurang ajar kamu, kamu telah mempermainkan aku!" ucapku
"siapa juga yang telah memulainya duluan." jawab arianna
"sayang, kamu dari mana?" tanya jo sambil memelukku
"aku dari kamar sebelah sayang, aku tau kalau olive tidak beranjak sedikitpun dari depan kamar ini. tapi syukurnya ada pintu penghubung di samping sini, makanya aku pun berpindah tempat dengan siska. siska adalah istrinya pak ali, ketika kami berangkat menuju hotel, aku pun menelepon siska untuk menyusul kami berdua. setelah itu pun kami berpindah tempat, aku di kamar sebelah sedangkan siska tidur bersama suaminya." jelas arianna kepada Jo
"kamu keterlaluan olive, kamu masih saja berusaha untuk memisahkan kami berdua. lebih baik kamu segera pergi dari hadapanku, sebelum aku menelepon polisi untuk menangkapmu karena telah berusaha menjebak calon istriku dengan obat perangsang." bentak Jo dengan wajah yang sangat marah
"tapi aku melakukan semua ini karena aku masih sangat mencintaimu, Jo." jawabku
"bullshit dengan cintamu, olive! karena cinta tidak seperti ini. kamu bisa pergi dari hadapanku sekarang juga, sebelum aku melakukan hal yang fatal." ucapnya dengan mata melotot padaku
dan dengan berat hati aku meninggalkan mereka semua di dalam kamar itu, "ingat arianna urusan kita belum selesai!" ucapku kepada arianna sebelum aku keluar dari kamar itu.
aku benar-benar tidak punya wajah lagi di depan Jo, beraninya arianna mempermainkan aku.
kamu tunggu saja arianna, ini belum apa-apa! jangan harap kamu bisa bersama Jo. kalau aku tidak bisa mendapatkan jo, maka kamu pun juga tidak akan bisa mendapatkannya.
***BERSAMBUNG***