Twins But Different Nature

Twins But Different Nature
BAB 15. GANGGUAN DATANG LAGI



"wahh...jadi kamu mantan pacarnya Jo ya? yang katanya meninggalkan Jo karena adanya pria lain kan!" ucapanku membuat perempuan itu yang tadinya tersenyum langsung terdiam seribu bahasa.


"sayang, aku mau pulang?" ucapku kepada Johannes


"baiklah sayang, ayo kita pulang." jawabnya sambil menggenggam tanganku keluar dari restaurant tersebut, sedangkan perempuan itu hanya diam saja melihat kepergian kami.


***


di dalam mobil aku hanya duduk terdiam tanpa berbicara apapun.


"sayang, kenapa diam saja?" tanya Jo


"apakah kamu masih mencintai mantan pacarmu?" tanyaku kepadanya


dan seketika itu dia pun langsung menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


"aku sudah tidak mencintainya lagi, kamu tidak usah khawatir sayang. buatku dia adalah masa lalu, sedangkan kamu adalah masa depanku." ucapnya


"kamu serius?" tanyaku lagi


"serius sayang, percayalah padaku! hanya dirimu yang ada di hatiku." ulangnya lagi, dan aku pun tersenyum saat dia langsung mengecup keningku.


"aku antarkan kamu pulang ke apartemen ya?" tanyanya


"iya sayangku, memang mau ke mana lagi?" jawabku sambil tertawa


dan johannes pun mengantarkan aku kembali pulang ke apartemen dan setelah itu dia langsung pulang ke rumahnya.


***


hari ini aku mengantarkan brianna ke butikku sendiri untuk fitting gaun buat acara pertunangannya nanti. kebetulan aku punya stock gaun yang bagus-bagus baru saja dikirim dari paris oleh rekanku evelyn gemala.


"coba kamu lihat gaun-gaun ini, bri? pilihlah yang mana kamu suka dan kamu bisa langsung mencobanya." ucapku kepadanya


"baiklah arianna, kamu tunggu ya?" balasnya padaku, dan aku pun menganggukkan kepalaku.


tidak lama kemudian brianna keluar dengan gaun merah maroon yang sangat cantik dan panjang sampai di mata kaki yang membuatnya sangat anggun dan cantik.


......


"bagaimana menurutmu arianna?" tanyanya


"bagus say, sangat bagus! kamu kelihatan cantik dan anggun." pujiku padanya


"betul kah, ar?" tanyanya lagi


"iya betul, jadi kamu ambil gaun ini ya?"


"iya aku ambil yang ini, makasih ya arianna." jawabnya sambil memelukku


setelah selesai mengemas gaun tersebut, brianna mengajakku untuk makan di dalam mall besar, di samping butikku.


ketika kami sedang menikmati makan siang, saat itulah datang lagi gangguan dari sang mantan, iya mantannya Johannes.


"hai, kalian kembaran ya? trus mana yang pacarnya johannes?" tanyanya pada kami berdua


"iya memang kami kembar, dan aku yang pacarnya Johannes. dan kamu mantan pacarnya kan! lalu ada perlu apa?" tanyaku lagi


"tidak juga, hanya kebetulan kita ketemu di sini ya." jawabnya


aku pun hanya diam tanpa menjawabnya tapi brianna mempersilakannya untuk duduk bergabung bersama kami.


"wahh...makasih ya! sepertinya kembaranmu lebih baik daripada kamu ya?" ucapnya kepada brianna sambil menyindirku


"aku bisa baik, tapi dengan yang mana dulu aku harus bersikap baik." ucapku dengan tegas kepadanya


"hmmm...okelah, trus di mana Jo? kenapa hari minggu begini kamu tidak jalan-jalan dengan dia? atau jangan-jangan kamu hanya dijadikan sebagai pelarian karena belum bisa melupakanku, makanya dia tidak mau keluar denganmu." ucapnya kepadaku dengan sinis


"saling mencintai itu bukan berarti harus setiap hari bersama, dan kemana-mana harus selalu sama-sama kan?" balasku


"tapi dulu hari minggu begini dia selalu mengajakku keluar ke manapun aku mau." jawabnya


"kata siapa kak Jo belum bisa melupakanmu? sebenarnya tadi kak Jo mau keluar dengan arianna, tapi karena aku ada minta bantuan kepada arianna untuk menemaniku, jadinya mereka membatalkan acara mereka berdua." ucap brianna membelaku padahal dia belum mengenal johannes.


"nah, kamu dengar itu kan oliv, jadi silakan pergi! kamu hanya sepenggal kisah lama untuk dia, sedangkan aku adalah masa depannya. jangan terlalu percaya diri kalau Jo masih mencintaimu, karena yang sebenarnya kamu sudah tidak ada di hatinya." ucapku dengan kasar kepadanya


"kamu lihat saja arianna! aku akan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku." ucapnya sambil berlalu meninggalkan kami berdua


"dia siapa arianna? dan juga Kak Jo itu siapanya kamu?" tanya brianna penuh selidik kepadaku


"Johannes adalah kekasihku, dan wanita itu tadi adalah mantan pacarnya Johannes." ucapku kepada brianna


"kenapa kamu tidak pernah cerita tentang kekasih barumu itu kepadaku? dan selamat ya akhirnya kamu sudah menemukan tambatan hatimu" ucap brianna


"maaf ya baru cerita sekarang! lagian gimana aku mau cerita, saat itu kan hubungan kita sedang tidak baik. makasih ya sudah membelaku dari wanita gila itu." jelasku kepadanya


dan kami pun saling tertawa, dan aku merasakan kebahagiaan itu. semenjak kami berdua berbaikan, hubungan kami kembali menghangat seperti dulu, saling curhat dan berbagi. bahkan setelah selesai makan siang, kami melanjutkan dengan nonton bioskop, menonton film kesukaan kami berdua. katanya kami butuh healing untuk menghilangkan segala penat di dalam dada.


selesai menonton bioskop, kami mampir di cafe untuk minum kopi dan juga makan kue. tidak lama ketika kami asyik berbincang, datanglah Johannes menjemputku.


"hai sayang, akhirnya aku menemukanmu." ucapnya sambil merangkulku


"jo, kok kamu bisa ada di sini? dari mana kamu tau kalau aku ada di sini?" tanyaku kepadanya


"gampang kok untuk aku menemukanmu sayang." ucapnya dengan senyuman di wajah


"ya-ya...aku tau kamu kan orang hebat jadi di manapun aku berada, kamu bisa langsung tau ya?" jawabku


"dan bagaimana kamu bisa tau kalau aku adalah arianna, sedangkan di sini aku bersama kembaranku." tanyaku kepada Jo


"gampang saja sayang, tinggal melihat bentuk tubuh dan bentuk rambutmu." ucapnya sambil tertawa


"hmmm...kamu nih ya, bisa aja! oh iya, kenalin ini kembaranku, brianna." ucapku memperkenalkan Johannes dengan brianna


"apakah hari ini kalian berdua sudah puas berjalan-jalan?" tanya Jo kepada kami berdua


"ya tentu saja kami puas! makasih ya sayang, berkat kamu akhirnya aku bisa kembali bersatu dengan brianna." jawabku


"sama-sama sayang. oh iya hari sudah malam gimana kalau aku antar kalian pulang." usul johannes


"tapi tadi aku membawa mobil, sedangkan arianna tidak. karena tadi aku yang menjemputnya di apartemen, jadi biar kalian yang pulang sama-sama, sedangkan aku bisa pulang sendiri." jelas brianna


"kamu gak apa-apa pulang sendiri say?" tanyaku kepadanya


"gak apa-apa, aman kok. makasih ya arianna buat hari ini, nanti kalau ada waktu kita bisa pergi berdua lagi ya." ucapnya kepadaku


"iya brianna, itu pasti." jawabku meyakinkannya


lalu kami pun sama-sama keluar dari cafe itu, aku pulang bersama johannes, sedangkan brianna pulang sendiri.


dalam perjalanan aku dan johannes tidak terlalu banyak bicara, karena aku merasa sangat mengantuk.


"sayang," panggilnya kepadaku


"iya Jo, ada apa?" tanyaku balik


"besok malam kamu sibuk gak?" tanyanya lagi


"besok malam kayaknya sih tidak, emang kenapa jo?" tanyaku lagi


"besok malam aku jemput kamu ya, aku mau kenalin kamu sama orangtuaku dan juga dengan adekku." jawabnya


"tapi aku takut mereka tidak menyukaiku nantinya, Jo." ucapku penuh kecemasan


"kata siapa? mereka pasti akan menyukaimu, aku yakin itu. jadi besok kamu harus siap ya, setelah itu baru gantian aku yang menghadap kedua orangtuamu." ucap johannes


"baiklah kalau begitu, besok malam jam berapa?" tanyaku lagi


"besok jam 7 malam aku jemput kamu, jangan lupa dandan yang cantik ya?" pesannya sambil menarik hidungku yang kecil


dan tanpa terasa aku sudah sampai di dalam apartemenku, dan setelah mengantarkan aku, Johannes langsung pulang ke rumahnya karena aku takut kalau terlalu membawa johannes lama-lama ke dalam rumah, bisa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


***


malam ini johannes menjemputku tepat waktu, dengan gaun warna hijau tosca sepanjang lutut dan juga tas kecilku, aku pun sampai di rumah yang sangat mewah dan besar, rumah milik keluarga andrean.


sampai di dalam ternyata aku sudah ditunggu oleh kedua orangtuanya Johannes dan juga oleh adik perempuannya yang sangat cantik bernama jessica.


"malam om, tante, kenalin nama aku arianna wijaya." ucapku sambil mengulurkan tanganku kepada mereka


"hai arianna, salam kenal! namaku ega andrean, dan ini istriku melisa, senang berkenalan denganmu." sapa om ega dengan sangat ramah padaku, sedangkan tante melisa memeluk dan juga menciumku.


"hai kak arianna! kak arianna kan desainer hebat itu kan? yang punya butik di beberapa cabang? wahh...senangnya bisa ketemu dengan desainer terkenal, aku salah satu pengagum rancangan-rancanganmu loh kak." ucapnya sambil memeluk dan menciumku dengan erat.


ternyata keluarga johannes sangat ramah dan juga humoris. tante melisa benar- benar baik, dia punya banyak cerita yang membuatku bisa mengobrol dengan nyaman.


begitu juga dengan jessica yang ternyata kuliah ambil tata busana, sehingga dia banyak membuat sketsa gambar-gambar baju indah.


bahkan om ega sekeluarga bilang akan fitting baju di butikku untuk acara pesta wisuda jessica nanti, dan tentunya aku akan sangat senang sekali.


aku pun diundang untuk datang ke acara pesta wisudanya jessica nanti.


kami pun makan malam bersama, selesai makan malam kami kembali berbincang-bincang di ruang tamu.


ketika kami sedang asyiknya berbincang-bincang datanglah wanita gila itu ke rumah johannes, sambil menangis di bawah kaki om ega dan tante melisa tanpa aku tau apa penyebabnya? dan kenapa dia bisa datang kesini? apakah Jo yang mengundangnya?


***BERSAMBUNG***