Twins But Different Nature

Twins But Different Nature
BAB 18. SURAT KALENG



Aku mendapatkan surat kaleng yang tidak tau dari siapa? karena tidak ada nama pengirimnya. dan isinya cukup membuatku ngeri, "kamu pikir kamu bisa mengalahkanku! kamu lihat saja aku akan membuat hidupmu menderita..." seperti itulah isi dari surat kaleng tersebut dan aku sendiri tidak tau siapa yang mengirimi surat ini.


aku pun segera menelepon Jo agar dia datang ke kantorku.


"kenapa sayang, kamu memintaku datang ke sini?" tanya Jo tanpa basa-basi ketika masuk ke dalam ruangan kerjaku


"ada yang mengirimiku surat kaleng, yang aku sendiri tidak tau siapa nama pengirimnya." jawabku kepada Jo, dan ia pun segera membaca surat itu dan membolak-balikkan surat itu dan memang tida ada nama pengirimnya.


"siapa orang yang berani meneror kamu seperti ini? pokoknya kamu gak usah khawatir, aku akan menyuruh orang untuk menyelidiki ini semua." jawab Jo berusaha menenangkanku


"aku mohon sama kamu, jangan hanya gara-gara surat ini, kamu membatalkan pertunangan kita." ucap Jo


"gak mungkin lah Jo hanya karena surat ini, aku menjadi takut dan berubah pikiran." ucapku sambil tersenyum dan membuang surat itu ke dalam tong sampah.


"makasih ya sayangku," ucap Jo sampai reflek memelukku dan aku berusaha untuk melepaskan pelukan itu.


"ma-maafkan aku arianna, aku terlalu senang sampai lupa." ucapnya dengan malu-malu sambil melepaskan pelukannnya.


"gak apa-apa juga, hanya aku gak enak aja soalnya kan kita masih di kantor! dan takut kalau tiba-tiba ada yang masuk ke dalam ruanganku." jelasku kepadanya.


"iya sayang," ucap Jo sambil mengecup keningku


"kita makan siang dulu ya, aku lapar!" ajak jo kepadaku


aku pun setuju karena memang aku pun juga sudah merasa sangat lapar, dan kami pun pergi makan di cafe langgananku yang dekat dengan butikku


***


akhirnya tibalah hari dimana brianna dan dimas akan bertunangan. aku sudah sangat sibuk dari pagi sampai siang hari ini.


dan rencananya setelah acara pertunangan adik kembarku, aku pun akan bertunangan dengan pria pujaanku, pria yang membawa kebaikan di dalam hidupku.


Johanes adalah pria yang telah melunakkan hatiku untuk bisa memaafkan kesalahan dimas dan juga brianna. tanpa johannes mungkin sampai saat ini aku masih sangat membenci mereka.


"sayang, istirahat sudah!" ucap Jo sambil merangkulku


"iya sayang, sedikit lagi." jawabku


"kamu bisa mengarahkan asisten rumah tangga untuk melakukannya sayang, tidak perlu kamu yang harus turun langsung." pesan Johannes


"aku tidak mau tunanganku nantinya sakit karena terlalu capek mengurus semuanya ini." ucapnya lagi sambil menatapku dengan penuh cinta


"hmmm...kan ada kamu sayang, yang akan mengobatiku." jawabku sambil tersenyum menggodanya


"hmmm...maaf ya mengganggu kemesraan kalian berdua." ucap brianna sambil tersenyum kepada kami berdua


"hai brianna, ada apa?" tanyaku kepadanya


"jo, bisakah aku pinjam arianna sebentar saja." ucapnya


"ada aja! urusan perempuan, laki-laki tidak perlu tau." ucap brianna sambil menarik tanganku


"kalian berdua ini berbicara pinjam-meminjam seperti aku ini barang saja!" ucapku dengan pura-pura marah kepada mereka berdua


"hahaha...maaf ya kembaranku. pokoknya kamu ikut aku dulu ya, ar?" ajak brianna.


aku pun mengikuti brianna ke dalam kamarnya dengan ijin johannes. sedangkan ia kembali ke kantor sebentar untuk meeting, malam baru dia kembali ke sini.


***


malam ini rumah kami begitu ramai dengan kedatangan beberapa keluarga inti dari dimas, brianna dan juga keluarga dari Johannes.


kedua orangtuaku tidak mengundang banyak orang, karena hanya acara pertunangan saja. tunggu nanti saat menikah, baru akan mengundang banyak orang dari keluarga sampai kolega-kolega papa mama dan juga kolega-kolega dari dimas, brianna, johannes dan juga aku.


kenapa para kolega aku dan johannes harus hadir juga? iya, karena pesta pernikahan aku dan brianna akan diselenggarakan bersama-sama.


kita kembali ke acara pertunangan dimas dan brianna. dan sekarang saatnya pemasangan cincin di jari mereka masing-masing.


setelah pemasangan cincin itu kami semua bertepuk tangan, aku pun memeluk dan mencium brianna. aku sudah bisa mengikhlaskan semuanya dan selalu mendoakan yang terbaik untuk hubungan mereka berdua.


"selamat ya brianna, semoga berjalan lancar sampai hari pernikahan nanti." ucapku sambil memeluknya


"makasih ya ar, semoga untuk acaramu nanti juga berlaku yang sama ya." balas brianna


orangtua kami belum bisa menentukan tanggal pernikahan brianna dan dimas, karena masih menunggu acara pertunanganku. setelah acara pertunanganku dengan Jo, barulah mereka akan menentukan tanggal pernikahan aku dan brianna.


kami pun segera mempersilakan para tamu untuk menikmati hidangan yang sudah dipersiapkan oleh koki yang ada di rumah kami.


tidak lama kemudian sandra pun datang bersama seorang pria yang tampan, tapi aku sendiri tidak tau siapa pria itu.


"malam semuanya! selamat ya brianna, dimas semoga lancar sampai hari pernikahan ya?" ucap sandra sambil mengecup pipi brianna dan pipiku


"terimakasih sandra," balas brianna dan dimas


"boleh dong dikenalin pria yang datang bersamamu ini, sar?" ucapku


"ya udah kenalin, ini namanya james avilla, calon tunanganku." ucap sandra dengan mimik wajah yang datar, dan james punya menyalami aku, brianna, dimas, dan juga Jo.


"whatt...?? beneran ini calon suamimu?" tanyaku dengan wajah tidak percaya, karena yang aku tau selama ini susah sekali sandra untuk diajak berkomitmen dengan seorang pria. sudah banyak sekali pria yang ingin serius dengannya, tapi selalu ditolak olehnya.


"ya beneranlah say, masa aku berbohong! memangnya cuma kalian aja yang bisa bertunangan? pokoknya kalian tinggal tunggu aja tanggal mainnya." ucap sandra membuat kami berempat tertawa, begitupun dengan james yang memandang sandra dengan penuh rasa cinta.


aku tersadar kalau memang james adalah pria yang tepat untuk sandra. aku dapat melihat betapa sabarnya james menghadapi sifat sandra yang terkadang dewasa tapi terkadang juga seperti anak kecil. aku hanya berharap semoga kami semua bisa mendapatkan kebahagiaan bersama orang-orang terkasih.


baca terus kelanjutan kisah cinta arianna dengan johannes, karena sang pelakor masih akan membuat banyak rencana untuk memisahkan johannes dengan arianna.


***BERSAMBUNG***