Twins But Different Nature

Twins But Different Nature
BAB 11. PEMBUKAAN BUTIK BARU



POV BRIANNA


lalu ketika aku sedang bersembunyi di dalam lemari aku mendengar bunyi mobil berhenti di depan rumah dan terdengar suara yang memanggil-manggil namaku, "brianna...brianna...di mana kamu?" serunya


aku pun segera keluar dari lemari itu dan langsung berlari menghampiri dimas dan memeluknya.


"dimas, aku senang kamu datang! aku takut sekali, ada yang menghancurkan kamarku dan menuliskan kata-kata buruk di cermin riasku." jelasku kepadanya sambil menangis


"tenang brianna, tidak usah takut. ada aku di sini untukmu." lalu dimas pun pergi menuju kamarku dan melihat tulisan di cermin itu dan mencoba meraba tulisan warna merah itu.


"ini hanya lipstik sayang, bukan darah." jelasnya padaku


"lipstik...? siapa yang tega melakukan ini semua?" tanyaku pada dimas


"entahlah? mungkin arianna yang melakukannya karena dia masih marah kepada kita berdua. tapi sudahlah lupakan saja, sekarang lebih baik kita bereskan dan rapikan kamarmu." ajak dimas


akhirnya aku pun merapikan dan membersihkan kamarku dibantu oleh dimas. hanya dalam waktu 30 menit kamarku kembali lagi seperti semula, rapi dan juga bersih. dan aku pun membuatkan minuman untuk dimas dan duduk bersama dengannya di ruang tamu.


"diminum dulu dimas." ucapku


"iya, makasih ya brianna." jawabnya


"maafkan aku karena telah merepotkanmu, sampai kamu harus datang ke sini." ucapku dengan malu


"aku tidak pernah merasa direpotkan oleh dirimu." jawabnya sambil tersenyum


"A-aku...?" tiba-tiba kami berdua sama-sama mau berbicara dan pada akhirnya berhenti dan kami saling berpandangan lalu kami pun tertawa.


"kamu duluan aja dimas, apa yang mau kamu omongin." tanyaku


"bri, maafkan aku! aku tidak bisa melupakanmu, aku masih sangat mencintaimu. dan aku sudah memikirkan semuanya, maukah kamu kembali kepadaku. aku mohon jangan pernah lagi tinggalkan aku, karena aku tidak bisa hidup tanpamu." jelas dimas


aku dapat melihat kesungguhan dari dalam mata dimas, tapi aku masih bingung bagaimana dengan arianna?


"tapi bagaimana dengan arianna, aku masih merasa tidak enak dengan dirinya. dan jujur aku juga sangat mencintaimu sejak dulu, sejak awal kita bertemu." ucapku malu-malu kepadanya


"jadi aku mohon ijinkan aku untuk membayar waktu yang selama ini telah terbuang, ijinkan aku untuk menjadi pendamping hidupmu." ucapnya lagi kepadaku


"aku yakin arianna akan mendapatkan pria yang lebih baik lagi dari aku. karena aku hanya mencintaimu, dan aku tidak bisa memaksakan perasaanku kepadanya. jadi, will you marry me?" tanya dimas sambil mengeluarkan cincin yang sangat cantik dari saku celananya.


aku merasa sangat terkejut dengan semuanya ini. aku pun sampai menangis terharu, dan aku pun setuju untuk menikah dengannya, "yes, i will." lalu dimas pun memakaikan cincin itu di jari manisku, lalu aku pun memeluknya dengan sangat erat.


"aku akan menemui arianna dan meminta maaf untuk semuanya. dan setelah itu aku akan menemui kedua orangtuamu untuk melamarmu." jelas dimas


aku pun setuju dengan semua yang sudah dia rencanakan. tinggal sekarang aku hanya bisa berharap semoga arianna bisa menerima semua ini.


dan kami pun akan membicarakan tentang persiapan pertunangan dan juga pernikahan kami nanti setelah arianna mendapatkan pasangan yang pas.


***


hari ini aku dan sandra berangkat lebih dulu menggunakan mobil ke bandung, sedangkan johannes akan menyusul di hari selasa, karena katanya masih ada pekerjaan yang harus diurus.


kami jalan dari jam 7 pagi dan sampai di bandung jam 12 siang, kami langsung menuju hotel untuk makan siang dan beristirahat sejenak, tunggu sore baru aku akan mengajak sandra melihat-lihat butikku.


"ar, apakah kamu belum ada niat untuk membuka hatimu untuk orang lain?" tanya sandra padaku ketika kami sedang makan siang di hotel.


"entahlah sand, aku masih trauma. aku takut ketika aku sudah mulai membuka hatiku untuk orang lain, jangan sampai aku akan dikhianati lagi untuk kesekian kalinya." ucapku lirih


"tidak semua laki-laki seperti itu ar, contohnya johannes. dia adalah pria yang baik, setia, dan juga penyayang. aku melihat sepertinya dia ada hati untukmu, kenapa kamu tidak mencoba dulu menjalin hubungan dengan jo." tanya sandra


"apa sih kamu sand, gak lah! dia sangat tampan dan sempurna. mana mungkin dia mau dengan aku yang biasa-biasa aja. kalaupun dia mau mungkin hanya untuk pelarian saja." jelasku padanya


"adalagi seperti itu! kamu harus lebih mengenal jo terlebih dahulu, dan kamu akan tau seperti apa jo itu, dia pria yang sangat baik, dan aku berharap suatu saat nanti kalian bisa jadian" harap sandra padaku


aku pun hanya tersenyum mendengar perkataan dari sandra. tapi untuk saat ini aku belum berpikiran untuk mencari pasangan baru, aku mau fokus untuk urusan butikku ini.


setelah selesai makan siang kami pun langsung istirahat, karena memang rasanya capek sekali bawa mobil dari jakarta-bandung.


"wahhh...butikmu ini besar sekali kalau dilihat dari luar, pasti di dalam luas sekali ya? ditambah tempatnya sangat strategis begini." ucap sandra sambil berdecak kagum


"gak juga say, biasa aja!" jawabku


"aku udah gak sabar menunggu hari rabu, aku ingin masuk ke dalam dan melihat butikmu." ucap sandra


"sabar sayangku, nanti hari rabu kamu juga akan melihatnya." jawabku


"kamu memang benar-benar wanita hebat dan juga sukses. tetap semangat ya ar, apapun yang terjadi! ingat kamu masih punya aku yang selalu menyayangimu." ucap sandra


"iya makasih sahabat terbaikku." ucapku sambil memeluk dirinya.


setelah itu aku pun mengajaknya ke sebuah butik milik temanku yang ada di dalam mall. aku akan membeli gaun buatku dan juga buat sandra untuk dipakai hari rabu nanti.


"selamat malam mbak arianna," sapa salah satu pegawai di butik itu


"malam juga, di mana santi? apakah beliau ada di tempat?" tanyaku pada salah satu pegawai butik itu


"ibu santinya ada mbak, tunggu sebentar ya akan saya panggilkan." jawabnya


15 menit kemudian keluarlah santi dari dalam ruangannya, "hei arianna, apa kabar dirimu?" sapa santi sambil memeluk dan menciumku


"kabar baik say, aku mau minta tolong kamu pilihkan aku dan sahabatku gaun terbaik yang akan kami pakai untuk hari rabu nanti." pintaku


"oke siap, apa sih yang gak untuk nona arianna, hahaha...sabar ya akan aku pilihkan gaun yang terbaik untuk kalian berdua." ucapnya dengan sangat ramah


30 menit kemudian akhirnya kami menemukan gaun yang sangat bagus untuk kami berdua, gaun berwarna hijau yang sangat indah.


......


yang hijau ini adalah gaun milikku.


......


sedangkan yang ini adalah gaun milik sandra.


setelah apa yang kami cari, kami dapatkan, kami pun segera mencari rumah makan untuk kami dapat makan malam.


dan setelah itu kami kembali lagi ke hotel untuk dapat beristirahat.


***


akhirnya tibalah hari di mana aku akan membuka butik baruku ini dan meresmikannya. aku mempunyai 5 orang pegawai yang akan mengurus butikku di sini nanti. dan banyak sekali tamu undangan yang akan ikut menyaksikan peresmian butik baruku ini termasuk johannes dan juga beberapa orang artis.


setelah semuanya berkumpul kami sempat membuat ibadah sedikit dan barulah pada akhirnya aku menggunting pita dan berkata "aku arianna wijaya resmi membuka butikku mulai hari ini. jadi buat kalian yang ingin melihat-lihat silakan masuk." ucapku kepada para pengunjung.


"wahhh...betul-betul bagus banget butikmu, ar." seru sandra dengan kagum


"dan baju-baju yang kamu jual gak terlalu mahal-mahal ya say," ucap sandra lagi


"aku gak mau terlalu mahal-mahal, takutnya nanti malah gak ada yang mau belanja di butikku ini." jawabku


"iya juga sih..." jawab sandra


"selamat ya ibu arianna yang cantik!" johannes datang dan mengucapkan selamat kepadaku dan dia memberikan sekuntum mawar putih yang memang sangat aku sukai.


"wah...terimakasih banyak johannes buat bunganya, kamu tau aja kalau aku suka mawar putih." jawabku


dia pun hanya tersenyum malu-malu padaku. dan ketika kami sedang asyik berbincang, aku mendengar ada suara lembut yang memanggil namaku, dan ketika aku menoleh ke arah tersebut, ternyata ada kedua orangtua, dimas, dan juga brianna.


"pa, ma...??"


***BERSAMBUNG***