Twins But Different Nature

Twins But Different Nature
BAB 20. IDE LICIK SANG PELAKOR



Ternyata si ulat bulu lah yang memanggil tunanganku, tapi kok dia bisa tau kalau kami ada di sini.


"wahhh...pakaianmu seperti orang yang kekurangan bahan saja! atau mungkin saat kamu menjahit bajumu ini kain yang kamu beli terlalu kecil sehingga mendapatkan baju yang seperti ini atau mungkin uangmu kurang ya?" tanyaku dengan menatap wajahnya


"kamu pikir aku orang miskin kah? ini namanya model, kamu tau model? memang dasar kamu tidak mengerti model baju jaman sekarang, kampungan...!!" ucapnya dengan kasar kepadaku


"hahaha...kasihan sekali kamu! kamu bilang saya kampungan? kamu tidak tau kalau saya punya beberapa butik dan semua baju-bajunya dikirim dari luar negeri, bahkan banyak artis yang memesan pakaian dari butiknya saya." jelasku kepadanya


"sudahlah sayang, buat apa meladeni dia? lebih baik sekarang kita ke butik saja untuk mengecek semuanya supaya bisa cepat pulang kembali ke jakarta, apalagi kita mau tunangan." ucap Johannes sambil merangkulku


"jo kamu bilang apa? kamu mau bertunangan dengan wanita ini? terus bagaimana dengan aku?" tanyanya sambil menahan badan Jo


"apa maksud dengan kata bagaimana?" tanya Jo


"bagaimana dengan hubungan kita? semudah itukah kamu menghapus aku dari hidupmu?" tanyanya kembali


"sudah aku bilang berulangkali, tolong lupakan aku karena memang sudah tidak ada lagi cinta untukmu." ucap jo dengan tegas


setelah itu johannes pun segera membawa aku ke butik untuk mengurus semuanya. aku semakin mencintai pria ini, dia bisa membuatku seperti ratu dan dia sangat menghormati dan menghargaiku.


sesampainya kami di butik, dia ijin keluar sebentar untuk pergi mengunjungi perusahaan temannya yang katanya sedang valid. dan aku pun mengijinkannya karena memang aku mempercayai johannes.


***


aku dan kolegaku memilih makan malam di sebuah restaurant yang high class dengan makanannya yang terkenal sangat enak karena ada hal yang akan dibahas tentang butikku.


Johannes masih ada meeting dengan teman yang perusahaannya valid itu, katanya dia akan membantu temannya itu. jadi dia menyuruhku untuk pergi lebih dulu, baru dia akan menyusulku.


ketika aku sedang berbincang-bincang dengan kolegaku, aku kaget karena melihat ada olive di sana. ulat bulu itu sepertinya tidak puas-puas ya! dia terus saja mengikuti aku, sebenarnya apa mau dia?


aku melihat dia menuju toilet dengan gerak-gerik yang mencurigakan. dan aku pun memilih untuk mengikutinya, karena aku ingin mencari tau tentang rencana si ulat bulu itu.


belum sempat aku masuk ke dalam toilet, aku melihat dia memberikan sebuah bungkusan kepada pelayan dan membisikkan sesuatu kepadanya, tapi aku tidak tau apa yang dibisikkan oleh perempuan itu.


setelah pelayan itu pergi, aku pun memilih untuk mengikutinya. "mas, tunggu dulu!" teriakku kepada pelayan itu dan dia pun segera membalikkan badannya menghadap ke arah aku.


"iya, ada apa bu?" tanyanya


"kamu mau tidak uang ini?" tanyaku sambil mengibaskan uang tersebut


"ya pasti maulah, buk? masa uang sebanyak itu saya tolak." jawabnya


"oke, aku akan memberikan uang ini asalkan kamu mau berkata jujur kepadaku." ucapku kepadanya


"jujur tentang apa, buk?" tanyanya lagi


"aku melihatmu sedang berbicara dengan perempuan di depan toilet tadi, dan aku melihat dia berbisik-bisik kepadamu. sebenarnya apa yang dia bicarakan denganmu?" tanyaku


"oh itu? dia memintaku untuk menaruh obat perangsang di dalam minuman anda dan juga teman anda! katanya sih dia akan menjebak kalian berdua." jelasnya kepadaku


ohh...jadi si ulat bulu itu mau bermain-main denganku ya. oke, akan aku layani dia dengan baik. aku pun membisikkan sesuatu kepada pelayan itu dan memberikan uang lima ratus kepadanya seebagai imbalan.


sebenarnya aku bukanlah wanita yang jahat, tapi kalau ada orang yang berusaha mengusik hidupku, maka aku pun tidak akan segan-segan menghancurkan hidupnya.


tidak lama pelayan itu pun mengantarkan minuman kepada kami berdua. aku pun sempat membisikkan sesuatu kepada kolegaku itu. dan untungnya kolegaku itu orang baik, sehingga dia mengerti dan mau membantuku.


kolegaku itu berpura-pura seperti orang yang habis meminum obat perangsang, begitu pun dengan aku. dan aku pun yang sudah tidak tahan segera mengajaknya untuk masuk ke dalam mobil dan memilih pergi ke sebuah hotel mewah di Bandung.


lalu aku menelepon seorang di seberang sana, agar dia pun menyusul kami ke hotel tersebut.


ketika sampai di hotel itu, aku pun segera mengantarkan pria itu untuk masuk ke dalam kamar dan tidak keluar-keluar lagi.


***


dan yang di luar sana langsung menelepon seseorang, "halo Johannes, sekarang juga kamu ke hotel XXX, ada kejutan yang menantimu di sini. kamu akan tau wanita yang kamu puja-puja selama ini adalah perempuan yang tidak baik." ucapnya dengan senyuman penuh kemenangan.


pov author


dia pikir arianna adalah perempuan bodoh, benar-benar deh si ulat bulu ini tidak pantang menyerah sekali? baca terus kelanjutan cerita "TWINS BUT DIFFERENT NATURE"


***BERSAMBUNG***