Twins But Different Nature

Twins But Different Nature
BAB 27. MASUK PENJARA



POV AUTHOR


"angkat tangan anda, dan jangan bergerak!" ucap suara itu dengan lantang


"a-apa -apaan ini...??" ucap olive dengan susah payah


"Jo, ada apa ini? Kenapa polisi menangkap kita berdua?" tanya olive kepada Jo


"kita berdua? Hahahaha... Olive sayang, ternyata kamu memang mudah sekali diperdaya. Mereka hanya menangkapmu, bukan aku. Kamu telah mencoba mencelakai calon istriku? apa kamu pikir aku tidak tau?" ucap jo dengan sinis kepadanya


Tidak lama polisi pun segera memborgol kedua tangannya olive.


"lepasin aku jo, brengsek kamu! Aku hanya ingin mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. dan kamu adalah milikku, selamanya akan tetap menjadi milikku. Tidak akan pernah aku biarkan arianna memilikimu." teriak olive kepada jo


"hmmm...ambisi sekali kamu! Aku tidak mencintaimu, jadi sampai kapan pun aku tidak akan pernah sudi untuk menikah denganmu. Pak, cepat bawa wanita ini ke kantor polisi dan selamat bertemu dengan kedua temanmu." pesan Jo kepadanya yang membuat olive melotot kepadaku.


olive ini terlalu berambisi dan seperti orang yang mempunyai sakit jiwa. Akhirnya olive pun berhasil dibawa ke kantor polisi dan segera dimasukkan ke dalam tahanan.


"lepaskan aku, aku tidak salah! Kalian tidak tau siapa aku, kalian lihat saja jika aku berhasil keluar dari sini, aku akan menghancurkan kalian semua." teriak olive


Para polisi yang mendengar teriakan olive pun hanya mendengarkan saja tanpa mau berkomentar banyak.


***


Pov Arianna


Aku bersyukur karena akhirnya olive berhasil ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Bagiku wanita itu seperti yang sakit jiwa, dia begitu berambisi untuk dapat memiliki Johannes, padahal dulu dia yang meninggalkan Jo hanya karena pria lain.


"sayang, ayo sudah saatnya kamu pulang?" ucap jo yang memang pagi ini menjemputku di rumah sakit.


"iya sayang, tapi sebelumnya bisakah kita melihat bapak tua yang telah menyelamatkan nyawaku itu?" tanyaku kepada Johannes


"tentu saja bisa sayang, ayo kita ke sana." ajaknya


Kami berdua pun akhirnya masuk ke dalam ruangan rawatnya beliau. Dan sampai di dalam ternyata istri dan anaknya yang sedang menjaga bapak tersebut.


"selamat pagi ibu," sapaku kepada wanita tua itu


"selamat pagi, kamu yang bernama nona arianna kah?" tanya beliau


"iya ibu, maaf aku baru dapat menjenguk hari ini. Kebetulan aku sudah bisa keluar dari rumah sakit, makanya aku langsung menjenguk bapak di sini." jelasku kepadanya


"iya tidak apa-apa, nak." balasnya sambil tersenyum


"maaf sebelumnya nama bapak siapa ya?" tanyaku


"beliau namanya pak karman, dan nama saya mentari." jawab beliau


"oh iya, trus gimana keadaan pak karman?" tanyaku lagi


"keadaan beliau sudah mulai membaik, hanya saja beliau belum bisa sepenuhnya sadarkan diri mungkin karena benturan di kepalanya itu. dan dokter bilang 1 minggu lagi baru beliau sudah bisa keluar dari rumah sakit." jelasnya


"syukurlah kalau begitu," jawabku


"dan ibu tidak usah khawatir karena pelaku tabrak lari itu sudah dibawa ke kantor polisi, dan kita akan urus hukumannya itu." jelas Jo


"saya khawatir terhadap nona arianna, karena yang menjadi targetnya kan bukan suami saya? tapi nona arianna." balasnya


"iya, terimakasih ibu untuk perhatiannya. Tapi ibu tidak usah khawatir lagi yang harus dipikirkan sekarang adalah kesehatan pak karman." ucap Jo


"oh iya ibu, ini kartu nama saya kalau ada apa-apa bisa menghubungi saya, dan nanti kami akan menjemput ibu dan bapak untuk mengantarkan kalian pulang ke rumah." ucapku


"ya ampun nak, tidak usah repot-repot!" balas ibu mentari


"baiklah kalau begitu, terimakasih banyak ya untuk perhatian kalian berdua." balasnya lagi


Aku dan jo pun segera pamit, tapi sebelumnya aku memberikan uang sebesar dua juta untuk pegangan mereka selama di rumah sakit. Awalnya beliau tidak mau terima, tapi aku terus saja memaksa dan akhirnya beliau mau menerima uang tersebut.


Aku dan jo pun segera menuju ke kantor polisi untuk bertemu dengan olive.


***


"selamat siang pak, kami ingin bertemu dengan ibu olive." ucap Jo ketika kami sudah sampai di kantor polisi


Tidak lama polisi tersebut datang bersama olive dengan tangan yang diborgol.


"mau apa kalian kesini, Mau menertawakanku? Ingat ya arianna! selama aku masih hidup, jangan harap kamu bisa bahagia bersama Johannes." ucap olive dengan suaranya yang besar


"oh iya? Kamu pikir aku takut, haa! Kamu memang perempuan tidak tau diri, kamu yang meninggalkan Jo, dan sekarang malah kamu mengemis lagi cinta dari Jo. Muka kamu ini mau ditaruh dimana?" ucapku sambil meramas pipinya dengan kukuku, aku sudah merasa sangat kesal dengan perempuan ular ini.


"dan selama aku hidup, aku tidak akan pernah membiarkan kamu menghancurkan hubunganku dengan Johannes." ucapku dengan tegas kepadanya


"pak, silakan masukkan kembali dia ke dalam sel, saya muak melihat wajahnya." ucapku lagi kepada pak polisi


"kamu lihat saja nanti arianna, kamu memang sudah membuka peperangan denganku." ucap olive


"iya, dan aku siap untuk menghancurkanmu." balasku sambil menatap sinis kepadanya


Setelah itu pun polisi menarik paksa dia untuk segera masuk ke dalam selnya, walaupun dia berteriak-teriak, aku dan Johannes tidak perduli.


"sayang, kamu jangan terlalu kebawa emosi menghadapi perempuan seperti itu. Aku juga berjanji akan selalu menjagamu sayang. Aku ingin pernikahan kita secepatnya diadakan, kayaknya mulai besok kita harus mencari tempat kursus pernikahan kilat." ucap jo


"iya sayang, lebih cepat lebih baik. Aku tidak mau kalau kita terlalu menunda-nunda malah jadi masalah nantinya." balasku


Kami berdua pun segera meninggalkan kantor polisi. Jo pun mengantarkan aku pulang, sekalian dia mau berbicara kepada papa dan mama untuk mempercepat pernikahan kami.


***


"sayang, kamu sudah pulang nak?" sapa papa dan mama kepadaku sambil memelukku


"iya sudah ma, dokter sudah mengijinkan aku untuk pulang." jawabku


"lalu bagaimana dengan pasien bapak tua itu?" tanya papa


"pak karman namanya, beliau 1 minggu lagi baru bisa kembali ke rumahnya." jelasku


"lalu bagaimana dengan wanita itu? Wanita yang mencoba mencelakaimu." tanya mama


"dia sekarang sudah di dalam penjara ma, kita tinggal siap untuk persidangan nanti." jelas Jo


"syukurlah kalau begitu sayang, tapi kalian harus lebih hati-hati kepadanya. Mama rasa dia adalah wanita yang penuh ambisi, dan segala cara akan dia lakukan untuk menghancurkan hubungan kalian, mama yakin itu." ucap mama dengan wajah penuh kekhawatiran


"makanya itu ma? Jo datang ke sini mau memberitahukan kepada mama dan papa, jo ingin agar pernikahan kami jangan terlalu ditunda-tunda lagi ma, kalau bisa secepatnya. Untuk berjaga-jaga kalau seandainya olive bebas dari penjara dan dia berniat untuk balas dendam, aku bisa melindungi arianna secara penuh." jelas Johannes


"papa pikir juga begitu nak jo, tapi kalau bisa besok malam kita diskusikan lagi semuanya ini bersama dengan dimas dan brianna, gimana?" tanya papa


"oke pa, kalau begitu kami siap." ucap jo dengan mantap


Kami pun mengobrol-ngobrol lagi sampai akhirnya johannes pun berpamitan kepada kami semua.


Kira-kira bagaimana nasib Johannes dan arianna selanjutnya? Dan apakah mereka akan bisa melaksanakan pesta pernikahan mereka dengan aman? Baca kelanjutannya di bab berikut.


***BERSAMBUNG***