Twins But Different Nature

Twins But Different Nature
BAB 13. MEMBUKA LEMBARAN BARU



"Johannes...??"


"kamu tidak apa-apa?" tanya jo kepadaku


"iya aku tidak apa-apa." jawabku


lalu johannes langsung menarikku dari tempat itu menuju mobilnya dan mengajak aku ke sebuah taman. sedangkan mobilku ditinggal, dia bilang bahwa besok dia akan menyuruh anak buahnya mengantarkan mobil itu ke apartemenku.


"ini diminum dulu." ucap johannes sambil memberikan minuman kepadaku yang sudah duduk tenang di bangku taman.


"terimakasih jo." ucapku


"kamu kenapa ar? kenapa kamu pergi ke club sendirian? bahaya ar, apalagi di sana banyak pria hidung belang ditambah lagi kamu mabuk, dan mereka bisa berbuat hal yang buruk kepadamu." tanya jo sambil menasehatiku


"aku stres jo, aku kesal, aku merasa dunia ini tidak adil untukku." keluhku kepadanya


"kalau kamu stres lebih baik kamu ke Gereja, berdoa kepada Tuhan atau kamu bisa cari teman untuk menuangkan segala suka dukamu. tapi jangan lari ke club karena itu sangat berbahaya dan nanti orang bisa berkata buruk tentangmu." jelas johannes


"aku mau curhat kepada siapa, Jo?" tanyaku lagi


"sandra atau kamu bisa mencariku, ar!" ucapnya lagi


"kamu sejak acara pembukaan butikku di Bandung, kamu menghilang begitu saja, bagaimana aku bisa curhat kepadamu." jawabku lagi


"oh itu, aku ke singapura arianna. aku ada bisnis di sana sekalian mengikuti acara wisuda adek perempuanku." jelasnya


"kamu ada adek perempuan? aku pikir kamu anak semata wayang." jawabku


"tidak ar, kamu punya adek perempuan. jadi kami dua bersaudara, sedangkan papa dan mamaku tinggal di jerman. tapi minggu depan mereka akan ke jakarta untuk menengokku dan juga membuat acara untuk pesta wisuda adekku itu." jelasnya lagi


aku pun hanya menganggukkan kepalaku dan tersenyum kepadanya.


"kalau aku boleh tau, sebenarnya kamu ada masalah apa, Ar?" tanya jo padaku


"aku kecewa jo, mamaku menelepon memberitahukan bahwa dimas dan brianna akan bertunangan, dan beliau menyuruhku untuk membantu brianna menyiapkan acara pertunangan mereka. bagaimana perasaanmu kalau di posisiku Jo? kamu menyiapkan pertunangan mantan pacarmu yang bersamamu selama sembilan tahun, dan pada akhirnya dia akan bertunangan dengan kembaranmu, sakit sekali hati ini Jo!" jelasku kepadanya


"hmmm...aku tau dan aku mengerti perasaanmu, ar. tapi aku hanya mau memberitahukan bahwa kamu harus ikhlas menerima ini semua, dan itu berarti Dimas bukan jodohmu, dan yakinlah Tuhan sudah memberikan jodoh yang terbaik untukmu. akan ada seorang pria yang mencintaimu dengan setulus hati dan tidak akan pernah mengkhianatimu." jelas johannes


"tapi siapa Jo pria itu...?" tanyaku kepadanya


"apakah kamu tidak melihat pria yang sekarang ada di sampingmu?" tanyanya lagi


"siapa? yang ada di sampingku kan kamu Jo?" jawabku


"iya, aku!" jawabnya lagi


"hahaha...bisa aja kamu bercandanya jo!" ucapku sambil tertawa


"aku senang bisa melihatmu tertawa, karena dengan tertawa, aura kecantikanmu semakin bersinar." jawabnya lagi


"kamu mulai deh ngegombalin aku!" ucapku kepadanya


"aku tidak gombal, aku berkata yang sejujur-jujurnya." jawabnya


"ar, aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu, dan di saat itu aku rasa aku sudah jatuh cinta kepadamu." ucapan dari mulut johannes membuatku malu dan menjadi tersipu


"aku serius, ar! aku tidak pernah main-main kalau soal perasaan, dan aku juga tidak suka mempermainkan perasaan seorang wanita." ucapnya sambil memegang tanganku


"tapi jo, aku takut menjadi kecewa lagi untuk yang kedua kalinya. aku takut disaat aku sudah memberikan perasaan yang begitu besar kepadamu, tiba-tiba kamu meninggalkanku." jelasku kepadanya


"aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Ar! aku berjanji. jadi maukah kamu membuka lembaran baru bersamaku." tanya Jo


"kamu terlalu sempurna untukku, dan nantinya pasti akan banyak wanita yang membullyku karena menjadi kekasihmu, hehehe.'" jawabku sambil tertawa, tapi aku tidak melihat ada tertawa dari wajah Johannes, yang ada malah dia sangat serius.


"baiklah Jo, aku mau! tapi pesanku hanya satu jangan pernah ada orang ketiga diantara kita." jawabku


"aku berjanji ar, tidak akan pernah ada orang ketiga di antara kita." janjinya padaku


"makasih jo." jawabku sambil tersenyum


"jadi mulai sekarang kita sudah menjadi sepasang kekasih ya?" tanyanya lagi padaku


"tentu saja jo." ucapku


"makasih ya," dia pun langsung memelukku dengan raut wajah yang sangat bahagia


"eh, maafkan aku arianna, aku kebablasan." jawabnya sambil tertawa, dan aku pun hanya tersenyum melihat tingkah lucunya itu.


"ya udah, karena sudah malam aku antar kamu kembali ke apartemen ya?" tanyanya padaku


"iya jo, aku juga sudah merasa sangat pusing dan mengantuk." jawabku


lalu pada akhirnya johannes pun mengantarkan aku pulang kembali ke apartemen, dan dia mengantarkan aku sampai di depan pintu kamarku, baru dia pulang kembali ke rumahnya.


***


keesokan paginya jo menjemputku dengan membawakan bunga mawar putih kesukaanku.


"wahh...makasih banyak Jo. kamu tau aja kalau aku sangat suka bunga mawar putih."


"tentu saja aku tau sayang." jawabnya dan membuat tersipu malu.


"ayo, aku antar kamu ke butik! nanti asistenku akan mengantarkan mobilmu ke butik." ucap Jo


akhirnya pagi ini kami pun berangkat bersama-sama.


"ar, aku harap kamu mau dan ikhlas untuk menerima hubungan dimas dan brianna, dan bantulah kembaranmu itu, kesampingkan dendammu." pesan Jo


"ahh...aku akan berusaha. ya sudah aku turun dulu ya, makasih Jo." ucapku


"hati-hati sayang." pesannya sambil menarikku dan mencium keningku.


aku pun menjadi tersipu malu, dan segera turun dari mobil itu.


aku masuk ke dalam ruanganku dengan hati yang berbunga-bunga, aku harap Jo adalah cinta terakhirku.


walaupun memang aku belum bisa melupakan dimas begitu saja, tapi aku berjanji dalam hati untuk tidak mengecewakan Johannes yang begitu baik, dan akan berusaha belajar untuk mencintainya.


***BERSAMBUNG***