Twins But Different Nature

Twins But Different Nature
BAB 19. BANDUNG



Aku merasa tubuhku sangat lelah setelah acara pertunangan brianna, malam ini aku memilih untuk beristirahat lebih cepat karena besok aku harus ke bandung untuk mengecek butikku yang ada di sana.


aku sudah tinggal bersama kedua orangtuaku, karena memang papa dan mama yang meminta untuk aku dan brianna kembali ke rumah besar, sedangkan rumah yang kami tempati sudah disewakan kepada orang lain dan apartemenku pun sudah aku jual kembali.


aku mendengar bunyi handphoneku, dan ternyata yang menelepon adalah Johannes, dan aku pun segera mengangkatnya.


"selamat malam sayang," terdengar suara Jo di seberang sana


"malam juga sayang," jawabku


"kamu besok jadi ke bandung kah? dan kamu jalan dengan siapa?" tanya jo


"jadi sayang, aku jalan sendiri saja! aku hanya mengecek butikku saja sayang. aku besok akan berangkat dengan penerbangan jam 8 pagi." jelasku


"kamu berapa hari di sana sayang?" tanya johannes


"aku hanya 2 hari saja di sana, lagipula kamu kan tau sendiri kalau hari minggu adalah acara pertunangan kita, jadi aku tidak mungkin pergi lama-lama." jelasku


"aku temani kamu ya sayang? entah kenapa aku merasakan firasat yang tidak enak membiarkan kamu pergi sendiri ke bandung." ucap jo


"kamu ini, pikirnya aku anak kecil apa? aku nih udah dewasa, bisa menjaga diriku sendiri, jadi kamu tidak usah khawatir ya sayangku." jawabku berusaha menenangkannya


"baiklah kalau begitu, kamu hati-hati ya sayang, calon masa depanku." ucap Jo dengan kata-kata gombalnya yang membuat aku jadi baper


kami pun segera mengakhiri panggilan telepon kami, dan aku pun segera tertidur dengan nyenyaknya.


***


aku terbangun di jam 5 pagi, dan bergegas untuk mandi, karena jam setengah tujuh aku sudah harus check-in di bandara.


setelah siap dan sarapan aku berpamitan dengan kedua orangtuaku, dan Johannes mengantarkan aku sampai bandara dan menungguku hingga naik pesawat.


"sayang, sampai bandung kasih kabar ya?" pesan jo sambil mencium keningku


"iya sayang," balasku sambil memeluknya dengan erat


jarak tempuh jakarta-bandung adalah 4 jam 35 menit. dan di jam 1 kurang 25 menit, aku tiba di bandung lalu dijemput oleh asistenku di bandara.


"selamat siang ibu arianna," sapa lely kepadaku


lely adalah orang kepercayaanku, dia kuberikan mandat untuk mengawasi butikku yang di bandung, karena memang dia adalah orang yang sangat jujur dan juga cekatan.


"selamat siang juga lely! lel, kita mampir dulu ke restaurant ya untuk memesan makanan untukku dan juga untuk kalian di kantor." ucapku kepada lely


"siap ibu, kita berangkat sekarang." jawabnya


akhirnya kami berdua pun menaiki mobil yang dibawa oleh lely, dan mampir di sebuah restaurant yang memang sangat terkenal dengan makanannya.


***


sorenya aku segera pulang ke hotel dan beristirahat, karena aku merasa sangat lelah dengan aktifitas hari ini, tanpa sedikitpun memberitahukan kepada Jo kalau aku sudah sampai di bandung.


***


TOKKK...TOKKK..


aku mendengar bunyi ketukan di pintu yang sangat kencang dan bahkan ketika aku melihat jam ternyata baru jam 6.


Ya Tuhan aku ketiduran sampai pagi dan bahkan aku baru ingat kalau aku sama sekali belum memberitahukan kepada Johannes kalau aku sudah sampai di bandung.


dan ketukan di pintu itu terdengar terus, sampai akhirnya aku membuka pintu kamarku.


"jo, kamu?" ucapku dengan sangat kaget


"arianna, kamu kenapa tidak ada kabar sama sekali?" tanya jo dengan wajahnya yang sangat khawatir


aku yang tersadar dari keterkejutanku pun segera menarik dia masuk ke dalam kamar.


"jo, kamu kok bisa ada di sini?" jawabku dengan wajah bingung


"gimana aku gak menyusul kamu ke sini? kamu loh gak ada kabar sama sekali, aku sampai khawatir! makanya tadi jam 2 pagi aku menyusul kamu dengan pesawat pribadiku." jelas johannes


"ya ampun sayang, kamu sampai segitunya?" ucapku sambil memeluk tubuhnya, "maafin aku ya sayang, aku kecapean karena pas sampai di bandara aku langsung mengecek keadaan butikku terus pas sampai di hotel aku langsung ketiduran sampai pagi. aku bahkan sampai lupa makan dan mandi sayang." ucapku dengan suara manja kepadanya


"pantesan kamu bau sayang," ucap Jo sambil tertawa


"apaan sih kamu sayang, adalagi aku bau" jawabku sambil memasang wajah cemberut


"gak kok sayang, aku cuma bercanda," ucapnya sambil menjawil hidungku. "kamu mandi dulu sana sayang, setelah itu kita turun untuk sarapan, aku mau memesan kamar dulu sayang." jelasnya kepadaku


aku pun mengangguk setuju. dan setelah kepergian Johannes aku bergegas mandi, dan berdandan sedikit untuk segera berangkat ke butik.


ketika aku membuka pintu kamarku, ternyata Johannes sudah menungguku di depan pintu, setelah itu kami pun turun bersama-sama sambil bergandengan tangan untuk sarapan pagi.


kami berdua berbuat seolah-olah kami sudah menikah, padahal hari sabtu ini baru kami akan bertunangan. dan orang lain yang tidak tau pasti akan berpikiran bahwa kami ini adalah suami istri.


kami pun segera mengambil makanan dan duduk di meja paling pojok. ketika kami sedang asyik menikmati sarapan, tiba-tiba ada yang memanggil Johannes, aku pun segera menoleh ke arah orang yang telah memanggil calon suamiku. seorang wanita dengan gaun yang mini yang sangat seksi dan juga belahan dada yang sangat rendah. aku merasa lebih baik dia tidak usah memakai pakaian sekalian saja, daripada memakai pakaian yang bisa membuat dia masuk angin.


dan ternyata dia adalah...??


kayaknya si ulat bulu mulai berulah lagi ya? dia berusaha untuk memikat Johannes, dan kira-kira apakah dia akan berhasil?


***BERSAMBUNG***