
"pa, ma..."
aku kaget melihat kedatangan orangtuaku, dimas dan juga brianna.
"kenapa kamu tidak mengundang papa dan mama untuk hadir di acara pembukaan butikmu ini? apa kamu sudah tidak menganggap kami sebagai orangtuamu?" tanya papa kepadaku
"bukannya selama ini kalian yang tidak menganggapku anak." aku pun bertanya balik kepada papa.
"kenapa kamu berkata seperti itu? papa dan mama selalu menganggapmu anak, tidak pernah papa membeda-bedakan kalian berdua." jawab papa
aku pun hanya mendengus kesal kepada mereka, seketika moodku menjadi buruk.
"selamat siang om, tante, dimas-brianna selamat datang dan silakan menikmati hidangan sederhana yang sudah disiapkan." ucap sandra untuk mengalihkan pembicaraan, karena dia sudah tau kalau moodku sudah tidak bagus.
"arianna selamat ya." ucap dimas dan brianna, aku pun hanya menganggukkan kepalaku.
dan sarah pun langsung mengajak dimas dan brianna untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan.
aku pun karena merasa kesal langsung menuju ruanganku untuk mendinginkan hatiku.
dan johannes pun menghampiriku, "ar, boleh aku masuk?" tanyanya padaku
"ya, kamu bisa masuk jo." balasku
"kenapa kamu duduk di sini, banyak yang mencarimu untuk mengucapkan selamat tapi kamunya tidak ada." ucap johannes
"aku malas untuk keluar lagi jo, aku masih rasa benci melihat wajah dimas dan brianna. Dengan semua yang telah mereka lakukan padaku, mereka masih berani menemuiku, apakah mereka tidak punya malu?” tanyaku pada johannes
“Aku tau gimana rasanya disakiti oleh orang yang kita cintai, karena aku pun pernah merasakannya. Tapi jangan jadikan semua ini membuatmu jadi terpuruk dan larut dalam kebencian.” Jawab johannes
“Tapi aku belum bisa jo, aku masih belum sanggup menerim semua ini.” Jawabku
“Bawa semua sedihmu, sakit hatimu dalam Doa, minta Tuhan lembutkan hatimu agar bisa menerima ini, dan percayalah padaku apa yang kamu minta pasti akan Tuhan berikan.” Nasehat johannes kepadaku
Aku sedikit terpana dengan johannes, ternyata benar dia adalah pria yang baik dan juga bijaksana, dan entah kenapa di saat aku dekat dengannya, aku merasa sangat nyaman.
“Jadi gimana, kamu mau kembali keluar untuk menemui tamumu?” tanya johannes
“Iya, aku mau.” Akhirnya aku dan johannes pun keluar dari ruanganku dan kembali bertemu dengan semua tamu-tamuku.
Ketika sampai di luar papa dan mama langsung menghadangku, “ar, siapa pria tampan yang bersamamu ini?” tanya papa
“Selamat siang om, tante, kenalin nama aku johannes andrean, aku adalah kekasihnya arianna.” Sontak aku kaget mendengarkan jawabannya begitupun dengan kedua orangtuaku.
“Aku mencintai anak om dan tante, dan kalau om dan tante merestui hubungan kami, aku akan datang ke rumah dan melamar arianna dengan baik.” Ucapnya sambil merangkulku.
“Tentu saja kami setuju, kami malah senang kalau arianna sudah menemukan cintanya kembali, kami akan sangat berbahagia. Kalau memang sudah siap kami menunggu kedatanganmu, nak. Kami pamit dulu ya, arianna papa dan mama pulang dulu.” Pamitnya sambil mencium dan memelukku.
Setelah kepergian mereka berdua, kesadaranku pun kembali. “apa maksudmu, jo? Kenap kamu berbicara seperti itu?” tanyaku padanya
“Tapi ucapanmu itu akan membuat kedua orangtuaku jadi mengharapkanmu.” Ucapku lagi
“Jadi kalau begitu mari kita buat yang aku katakan tadi menjadi benar, supaya orangtuamu tidak kecewa.” Ucapnya lagi
“Gila kamu jo, sudahlah aku mau kembali ke hotel, aku sudah sangat lelah.”
Aku pun segera mencari keberadaan sandra untuk mengajaknya kembali ke hotel. Dan biarkan butik ini karyawanku yang akan mengurusnya, tapi ternyata sandra belum mau pulang. Jadi aku pun pulang duluan ke hotel untuk beristirahat, entah kenapa aku merasa kecewa dengan perkataan johannes.
Sesampainya aku di hotel, aku pun langsung mandi dan beristirahat, bahkan saat sandra kembali ke hotel pun aku tidak tau, karena aku tertidur dengan sangat pulas.
***
Dua hari kemudian aku dan sandra kembali ke jakarta, dan selama dua hari itu aku tidak mendapat kabar dari johannes, karena saat dia kembali duluan ke jakarta pun dia tidak menberitahukan kepadaku.
Butikku yang di bandung akan diurus oleh lima karyawanku, dan setiap sebulan sekali aku akan ke bandung untuk mengecek butikku itu.
Dan kenapa johannes tidak pernah ada kabarnya? Dia seperti hilang ditelan bumi, dan entah kenapa aku merasa rindu pada pria itu.
Aku sempat bertanya kepada sandra, tapi sandra bilang komunikasi terakhir dia dengan Jo adalah saat di Bandung, dan setelah itu mereka tidak pernah berkabar lagi. Aku pikir ya sudahlah mungkin saat itu dia hanya mau menghiburku dan juga membuatku baper. Aku tidak mau terlalu terbawa perasaan, takut kecewa lagi untuk yang kedua kalinya.
***
Ketika aku baru saja pulang dari butik, aku mendapatkan telepon dari mama yang mengatakan bahwa dimas dan brianna akan bertunangan, dan mama memintaku untuk membantu brianna untuk persiapan pertunangannya itu.
Aku kecewa, aku sedih, aku yang menjalin hubungan dengan dimas selama 9 tahun harus berakhir dengan begitu sadisnya, sedangkan dengan brianna dia langsung mengajaknya untuk bertunangan. Sebenarnya apa dosaku terhadap mereka?
Dan kenapa mama dengan begitu teganya meneleponku hanya untuk memintaku membantu brianna untuk persiapan acara pertunangannya itu, kenapa mereka tidak bisa mengerti perasaanku sedikit saja, aku menangis dengan tersedu-sedu sampai pada akhirnya aku memilih untuk pergi ke club untuk menghibur hatiku yang sedang berduka, duka karena dikhianati pacar dan juga oleh kembaranku.
***
Malam ini aku minum dengan sepuas-puasnya, sehingga aku pun menari dengan begitu bebasnya tanpa perduli dengan sekitar.
Dengan pakaianku yang pendek dan sexy aku minum dan menari tanpa berhenti, dan aku pun mulai merasakan pusing yang teramat sangat, sampai ada pria yang berusaha untuk mengganggu dan juga menyentuhku.
“Jangan sentuh aku, brengsek...!! Ucapku dengan mendorongnya secara kasar.
“Tidak usah sok suci kamu, aku yakin kamu pasti sudah banyak tidur dengan pria. Maka malam ini puaskanlah aku sayang.” Ucapnya dengan tatapan mendamba yang membuatku merasa jijik
Aku pun berusaha berlari untuk menghindar darinya, tapi dia berhasil menarikku dan berusaha untuk menciumku, sampai ada suara yang berteriak dan langsung memukul pria itu dengan sangat kencang.
‘BUGHHHH.....’
Aku pun kaget dan langsung melihat siapa pria itu dan ternyata,
“Johannes...??”
***BERSAMBUNG***