Twins But Different Nature

Twins But Different Nature
BAB 16. INSIDEN DI SEBUAH PESTA



"oliv, apa yang kamu lakukan?" tanya tante melisa


"aku mau minta maaf atas kesalahanku yang dulu meninggalkan johannes." ucapnya


"om rasa itu sudah selesai, dan tidak perlu dibahas lagi. lagipula kamu sudah menikah dan johannes juga sudah mendapatkan pasangan hidupnya." ucap om ega


"tapi aku suddah bercerai dari suamiku, om! dan jujur sampai saat ini aku sangat mencintai johannes." ucapnya tanpa ada rasa malu sedikitpun


"kalaupun kamu sudah bercerai itu bukan menjadi urusan johannes, kamu lihat kan wanita yang ada di samping johannes, tante dan om akan melamar dia untuk johannes. jadi tolong kamu jangan ganggu lagi hidup jo apalagi mengganggu hubungan mereka." ucap tante melisa dengan tegas


"paling tidak kamu harus punya rasa malu! karena dulu kamu lebih memilih pria itu ketimbang johannes. dan sekarang ketika kamu sudah bercerai darinya kamu kembali kepada jo! supaya apa? supaya dia bisa kembali kepadamu kah? kamu jangan pernah berharap karena tante tidak akan pernah menerima pengkhianat seperti kamu. silakan keluar dari rumah ini!" ucap tante melisa sekali lagi dengan sangat tegas


"tante, aku mohon aku minta maaf. paling tidak kalau aku tidak bisa kembali bersama Jo, ijinkan aku untuk kembali bisa datang ke rumah ini, untuk sekedar merasakan lagi kasih sayang dari keluarga ini." ucapnya dengan menangis


"kalau kamu mau datang silakan! tapi bukan berarti kamu mencari celah untuk bisa mendekati johannes lagi. itu saja pesan tante, dan sekarang silakan pergi, karena om dan tante ada obrolan penting dengan calon menantu kami." ucap tante melisa sambil merangkulku dengan penuh kasih sayang


"jo, aku minta maaf padamu. maafkan aku yang telah melukai perasaanmu." ucap wanita itu


"aku sudah memaafkanmu! sekarang kamu bisa pergi, karena aku juga sudah punya calon istri, jadi tolong jangan ganggu aku lagi." ucap jo dan setelah itu oliv pun meninggalkan rumah itu, tapi tatapan matanya masih sangat mengharapkan jo kembali kepadanya, sedangkan denganku tatapan matanya seperti ingin membunuhku.


tapi aku tidak perduli, toh aku tidak pernah merebut jo dari siapapun.


"maafkan yang tadi ya arianna, oliv adalah mantan pacarnya johannes. tapi itu dulu nak, sekarang jo sudah memilihmu. jadi tante dan om ingin bertanya apakah setelah acara wisudanya jessica, kami bisa bertemu dengan kedua orangtuamu?" tanya om ega kepadaku


"bisa om, tante tapi setelah acara pertunangan kembaranku." ucapku


"baiklah kalau begitu, om dan tante setuju" ucap om ega


pada akhirnya aku pun pamitan kepada om ega, tante melisa, dan juga jessica untuk kembali ke apartemen karena memang hari sudah malam.


johannes yang mengantarkan aku pulang, karena memang aku tidak membawa mobil. "kenapa perempuan itu bisa datang ke rumah? apakah kamu yang mengundangnya?" tanyaku


"aku sendiri juga kaget, ar! sumpah demi nama Tuhan, aku tidak pernah mengundangnya untuk datang ke rumah." ucapnya meyakinkanku


"apakah kamu masih meragukanku, ar? kalau aku tidak serius, tidak mungkin aku membawamu untuk bertemu keluargaku dan bahkan ingin melamarmu." ucap jo lagi kepadaku


"bukan begitu, aku hanya sedikit takut Jo! kamu tau aku pernah dikecewakan." ucapku lagi


"bukan hanya kamu sayang? aku pun pernah dikhianati, sama sepertimu. tapi aku yakin dan percaya kalau masih ada cinta untukku di dunia ini. dan aku berharap semoga kamu bisa melupakan mantanmu itu dan memberikan hatimu sepenuhnya untukku, seperti aku yang mencintaimu dengan tulus." ucap jo


"terimakasih johannes, semoga selamanya tidak akan pernah ada orang ketiga di antara kita. karena aku pun sudah mulai membuka hatiku untukmu, mudah untukku jatuh cinta tapi susah untukku melupakan kalau sudah disakiti. jadi aku mohon padamu jangan pernah menyakiti hatiku." ucapku lagi


"siap tuan putri kamu bisa memegang kata-kataku." ucap johannes sambil mengantarkanku sampai ke kamarku di apartemen itu, dan dia pun segera pamit pulang sambil mencium keningku.


***


mulai dari pagi sampai siang aku sangat sibuk, karena orangtuanya johannes dan adiknya jessica datang ke butikku untuk melakukan fitting gaun dan juga jas untuk acara pesta wisudanya jessica yang akan diadakan dua hari lagi. sedangkan jas untuk johannes akan diambilnya setelah dia pulang dari kantor.


"wah...kamu cantik sekali jessica, tante juga sangat cantik." ucapku memuji mereka tulus dari hati


"gaun rancanganmu ini yang sangat bagus, jadi kami yang memakainya juga ikutan cantik." ucap tante sambil tertawa, aku pun juga ikut tertawa.


"tante undang kamu dengan keluargamu ya nak, datang di acara pesta wisudanya jessica dua hari lagi." undang tante melisa


"siap tante, aku pasti akan datang." ucapku


"kalau begitu kami bertiga pamit dulu ya sayang, sampai ketemu lusa nanti" ucap tante melisa sambil memelukku, begitupun dengan jessica


dan sore harinya johannes datang untuk mencoba jas yang sudah aku siapkan untuk dirinya. dan jas itu sangat pas di tubuhnya, membuatnya semakin bertambah tampan.


"kamu tampan sekali, johannes andrean." ucapku


"kamu juga sangat cantik arianna wijaya, calon istriku." kata-kata yang membuat pipiku menjadi merah seperti kepiting rebus


"hmmm...kamu nih bisa aja! ya udah kita pulang yukk, butiknya mau aku tutup karena hari ini aku ada janji bertemu dengan brianna untuk dekorasi acara pertunangan nanti." jelasku kepada johannes


"memang acaranya nanti di mana?" tanya jo


"acaranya dibuat di rumah saja jo, karena orangtuaku tidak mengundang orang terlalu banyak." jelasku lagi kepadanya


"baiklah kita keluar sama-sama ya, kamu hati-hati bawa mobilnya, jangan terlalu ngebut ya sayangku." pesan johannes padaku


***


hari ini aku, brianna, dimas dan kedua orangtuaku datang ke acara pesta wisudanya jessica yang diadakan di sebuah gedung yang sangat besar. keluarganya johannes merupakan keluarga yang terpandang dan juga kaya.


jessica terlihat sangat cantik dengan gaun peachnya yang sangat bagus dan indah. dan dia juga adalah lulusan kuliah dokter kandungan dengan nilai yang sangat memuaskan. mereka benar- benar keluarga yang hebat, tapi walaupun begitu mereka tidak sombong, justru mereka sangat rendah hati dan suka menolong. dan aku senang bisa menjadi bagian dari keluarga besar mereka.


" selamat ya jessica, sukses terus dalam karir ya. selamat juga buat tante dan om." ucapku sambil mengulurkan tangan kepada mereka dan mencium pipi jessica dan tante melisa


"kenalkan ini kembaranku brianna wijaya, ini dimas, tunangan adikku, dan ini kedua orangtuaku." aku pun mengenalkan keluargaku kepada mereka


"wahh...kak brianna persis sekali dengan kak arianna, sampai bingung aku membedakannya." ucap jessica


"namanya juga saudara kembar, jess. ya pasti miriplah!" balas johannes


"awas kak johannes sama kak dimas nanti malah ketukar pasangannya." ucap jessica sambil tertawa


"gak mungkin ketukar, aku bisa membedakan mereka berdua." ucap johannes


"sudahlah jes, jo itu ada tamu-tamu, lebih baik kita temui dulu. jeng, sebentar kita ngobrol lagi ya, kami menemui tamu yang lain dulu." pamit tante melisa kepada mama


"oke, tidak apa-apa temui saja dulu tamunya." jawab mamaku


"johannes, jadi kamu sama arianna benar-benar sudah jadi sepasang kekasih?" tanya papaku kepada kami berdua


"iya, seperti yang papa dan mama lihat." jawabku


"iya tante, om, maaf sebelumnya karena tidak ijin kepada om dan tante. tapi rencananya setelah acara pertunangan dimas dan brianna, aku dan kedua orangtuaku akan datang ke rumah untuk melamar arianna." jelas johannes


"oke nak Johannes terimakasih banyak, om dan tante menunggu kedatangan kalian di rumah. om dan tante pesan jaga arianna dengan baik, dan jangan pernah sakiti hatinya. biar bagaimanapun dia adalah anak kami yang sangat kami sayangi, kami pun ingin melihatnya bahagia, bersama siapapun itu." ucap mamaku


ucapan mama membuatku jadi terharu, dan aku pun langsung merangkulnya dengan penuh kasih sayang, karena selama ini aku selalu beranggapan buruk tentang mereka. padahal yang sebenarnya adalah mereka selalu menyayangiku dengan tulus.


dan tidak lama papa dan mamaku beserta dimas dan brianna pergi mengambil makanan yang sudah disediakan di meja makan. sedangkan aku mencari sandra, karena aku yakin dia juga datang.


"Arianna,,," panggil seorang wanita di belakangku


aku pun segera menoleh ke belakang,


"sandra, aku merindukanmu, sudah mau 2 minggu aku tidak bertemu denganmu." ucapku sambil memeluk dan menciumnya


"aku tau namanya yang baru jadian, pasti maunya sama-sama terus. jadi aku tidak mau mengganggu!" ucap sandra


"apaan sih kamu!" ucapku sambil mencubit perutnya


"hahaha,,, bercanda say! aku sibuk ngurusin salonku karena orang kepercayaanku sedang sakit." jelas sandra kepadaku


"kamu datang dengan siapa?" tanya sandra


"aku datang dengan kedua orangtuaku dan juga brianna serta dimas." jawabku


"ohh, baiklah kalau hubungan kamu dengan mereka berdua sudah mulai membaik? aku senang sekali, ar. aku berharap kamu bisa segera mendapatkan kebahagianmu." ucap sandra dengan tulus kepadaku


"dan bagaimana hubunganmu dengan johannes, aman kan?" tanya sandra


"aman sand, kamu tenang aja! ya udah sekarang lebih baik kita ambil makan dulu, karena aku merasa sangat lapar." jawabku


kami berdua pun segera menuju meja makan untuk mencari makanan. ketika aku sedang berjalan tiba-tiba saja terjadi insiden, yaitu ada orang yang menyiram bajuku dengan jus jeruk, ditambah bajuku berwarna putih, jadilah bajuku menjadi berubah warna kuning.


"siapa sih yang menyiram baju kamu arianna? cari masalah kayaknya orang itu!" ucap sandra membelaku


dan ketika aku mencari orang yang menyiram bajuku,


dan ternyata yang menyiramku adalah


"KAMU...???"


***BERSAMBUNG***