
"KAMU...??"
ternyata perempuan ini lagi? perempuan yang sepertinya belum bisa move on dari Johannes makanya dia melakukan hal-hal yang aneh.
"olive, apa yang kamu lakukan?" hardik sandra sambil mendorongnya, dan di situ hampir para tamu memandangi kami
sandra tidak terima jika aku disiram air jeruk oleh perempuan ini sehingga bajuku menjadi kotor.
"kamu mengenalnya, san?" tanyaku
"tentu saja aku kenal ar, dia kan wanita yang aku ceritakan padamu! mantannya johannes yang tega meninggalkan johannes hanya karena pria lain." jelas sandra
"hai sandra, apa kabar? aku hanya ingin memperingatkan sahabatmu ini untuk menjauhi Jo, karena aku masih mencintai Jo dan akan berusaha supaya Jo bisa kembali kepadaku." ucapnya dengan penuh percaya diri
"jangan kepedean kamu! mana mungkin jo mau memungut kembali barang jelek yang sudah dibuangnya di tempat sampah." ucap sandra
"kurang ajar kamu...!!" olive hampir saja menampar sandra, tapi tangannya seketika berhenti karena tante melisa, om ega, dan johanes datang bergabung bersama kami
"ada apa ini?" tanya om ega
"arianna, baju kamu kenapa sayang?" tanya tante melisa
tapi seketika itu juga olive menangis, kami pun sangat heran kenapa sampai olive bisa menangis.
"maafkan aku tante, om, aku tidak sengaja menyiram air jeruk ke baju arianna. tapi arianna dan temannya ini malah menghinaku dan juga mau menamparku." ucapnya sambil menangis
aku dan sandra pun hanya saling berpandangan, kami merasa heran kok bisa ya ada manusia seperti dia di dunia ini?
"kamu jangan memfitnah sembarangan ya? kamu yang tiba-tiba langsung menyiram arianna dengan air jeruk, bahkan menyuruh arianna untuk meninggalkan Johannes, malah sekarang bilang kami menghinamu? dan siapa juga yang mau menamparmu? bukannya tadi kamu yang mau menamparku?" jelas sandra dengan wajah emosi
"kamu itu wanita tidak tau malu, dulu kamu meninggalkan jo hanya demi pria lain. giliran kamu sudah dicampakkan oleh pria itu baru sekarang kamu kejar-kejar johannes!" ucap sandra
"sudah sandra tidak usah lagi meladeni wanita ini, dan Jo kamu antar arianna untuk mengganti bajunya yang basah ini di rumah ya?" perintah tante melisa
karena memang jarak dari gedung tempat pesta menuju rumah Johannes tidak terlalu jauh.
"dan kamu olive kalau memang kamu tetap mau berada di pesta ini tolong jangan buat keributan!" ucap tante melisa yang setelah itu langsung pergi meninggalkan olive sendiri dan mengajak sandra bergabung dengannya sedangkan aku pergi bersama Jo ke rumahnya untuk mengganti pakaianku.
***
"kayaknya olive masih sangat mencintai kamu?" ucapku kepada Jo setelah beberapa menit di dalam mobil kami saling diam
johannes pun hanya terdiam mendengar ucapanku, "apakah kamu masih mencintai wanita itu, jo?" dan jo pun lagi-lagi terdiam mendengar pertanyaanku.
"kamu nih berbicara apa sih?" jawabnya kepadaku dengan wajah yang marah
"habis kamu ditanyain diam aja! aku macam omong sama orang bisu." jawabku
"ya jelas aku diam, kamu membicarakan hal yang tidak penting buatku! aku harus bicara berapa kali sama kamu, Ar? kalau di hatiku cuma ada kamu, kamu adalah masa depanku. setelah acara pesta selesai, besok atau lusa aku akan menghadap kedua orangtuamu untuk menetapkan acara pertunangan kita berdua." jelasnya
"tapi kita harus menunggu acara pertunangan brianna dulu." jawabku
"aku tau sayang, tapi tidak ada salahnya kalau aku bertemu dulu dengan kedua orangtuamu supaya lebih jelas." ucapnya dengan tegas
"baiklah kalau itu mau mu Jo! aku akan memberitahukannya kepada kedua orangtuaku." jawabku
Jo pun mencium pipiku setelah itu dia pun langsung kembali menjalankan mobil menuju rumah.
***
dan malam ini jo menepati janjinya untuk datang ke rumah menemui kedua orangtuaku. dia datang bersama tante melisa dan om ega sedangkan jessica harus kembali ke singapura untuk membereskan berkas-berkasnya.
"malam om, tante," sapa johannes kepada kedua orangtuaku, juga tante melisa dan mama yang saling berpelukan.
kami pun duduk di ruang tamu sambil menikmati minuman dan cemilan, sedangkan brianna sedang keluar bersama dimas.
"jadi kedatangan kami ke sini untuk membicarakan tentang hubungan anak kita." ucap om ega memulai pembicaraan, "mereka berdua saling mencintai dan kami sebagai orangtua dari Johannes sangat menyukai dan menyayangi arianna, jadi kami pun sangat setuju dengan hubungan mereka berdua, sekarang bagaimana dengan kedua orangtua dari arianna?" tanyanya kepada papa dan mamaku
"kami juga sudah setuju, karena kami pun ingin yang terbaik untuk anak kami. jika memang nak johannes dan arianna sudah saling mencintai kami sudah tidak bisa lagi melarang mereka." jawab papaku
"terimakasih kalau begitu om dan tante karena sudah menyetujui hubungan saya dengan arianna. dan kira-kira kapan aku bisa melamar arianna dan bertunangan dengannya?" tanya Jo
"itu semua terserah dari nak johannes dan keluarga, karena kami dari keluarga perempuan hanya tinggal menunggu dan menyiapkan acaranya nanti." jawab mamaku
dan akhirnya kami pun memutuskan bersama bahwa acara tunangan kami nanti menunggu setelah acara pertunangan brianna dan dimas selesai.
***
pagi ini aku berangkat ke butik agak cepat karena besok acara pertunangan brianna dan dimas. dan aku harus segera menyelesaikan laporan-laporan yang bertumpuk karena minggu depan aku harus ke bandung untuk mengecek butikku di sana.
sesampainya di dalam ruanganku, aku melihat ada sebuah surat yang entah dikirim oleh siapa tergeletak di atas mejaku. karena memang tidak ada nama pengirimnya di dalam situ. aku pun segera membuka surat tersebut dan melihat isinya, dan aku pun sangat kaget karena isi surat itu sangat menyeramkan...
'Ya Tuhan...??'
***BERSAMBUNG***