
Entah mengapa pagi ini hatiku begitu senang, mungkin karena hubungan yang baru saja terjalin antara aku dan johannes, dan aku berharap semoga aku bisa membuka hatiku yang lebih besar untuk johannes.
ketika aku sedang serius dengan kerjaanku tiba-tiba mira, asistenku masuk dan memberitahukan bahwa ada tamu di luar untukku, dan aku pun tanpa bertanya lagi langsung menyuruh mereka untuk masuk ke dalam ruanganku.
selamat pagi arianna, aku pun langsung melihat siapa yang datang, ternyata itu adalah brianna dan dimas. dan entah kenapa hatiku kali ini lebih melunak kepada mereka berdua.
"apakah kami mengganggu kamu, arianna?" tanya dimas padaku
"tidak juga, silakan masuk dan silakan duduk. ada keperluan apa kalian datang kesini?" tanyaku kepada mereka berdua
"hmmm...aku sebenarnya mau meminta maaf arianna atas apa yang telah terjadi diantara kita." ucap brianna
"sudahlah tidak usah dibahas, aku sudah tidak mau mengingatnya lagi! ada perlu apa kamu ke sini?" tanyaku tanpa basa-basi
"bisakah kamu membantuku untuk menyiapkan acara pertunanganku dengan dimas?" tanya brianna
"kamu tidak salah memintaku membantu kalian, sedangkan dimas adalah mantan pacarku, apakah kamu tidak punya perasaan?" tanyaku pada brianna
"maafkan aku arianna, tapi kamulah saudaraku satu-satunya, apapun yang terjadi, hanya kamu yang aku harapkan bisa membantuku." jawabnya
"ohh...jadi kamu hanya mau memanfaatkanku saja...??" tanyaku lagi
"bukan begitu arianna, bukan itu maksudku." jawabnya lagi
"lalu apa...??" aku kembali menanyakan kepadanya, tapi mereka hanya bisa terdiam
"ehemm...baiklah kembaranku sayang, aku akan menemanimu untuk mempersiapkan pertunanganmu." jawabku sambil tersenyum kepada mereka yang wajahnya sangat tegang itu.
"benarkah arianna? kamu sudah tidak marah lagi kepada kami berdua?" tanyanya lagi
"sudahlah tidak usah dibahas lagi, aku sudah melupakannya." jawabku lagi
"terimakasih banyak arianna," ucap brianna sambil berjalan ke arahku dan memelukku, dan aku pun membalas pelukannya.
"terimakasih arianna, karena kamu mau memaafkan kesalahan kami berdua." ucap dimas
"sudahlah, semuanya sudah berlalu dan semoga kalian berdua selalu bahagia." ucapku
lalu dimas dan arianna pun pamit, hari minggu aku berjanji akan mengantar brianna ke butik untuk melihat gaun yang akan dipakai untuk acara pertunangan nanti.
***
aku mendapat pesan chat dari johannes, yang mengatakan bahwa mobilku sudah ada di parkiran.
aku pun sangat senang karena mobilku sudah kembali, karena tanpa mobil susah untuk aku mau bepergian kemana-mana.
segera setelah pekerjaanku selesai, aku janjian bertemu dengan sandra di cafe. setelah menutup butikku, aku pun langsung menuju cafe untuk bertemu dengan sandra.
"hai sandra, kamu udah lama nunggu ya? maafin aku ya tadi masih ada kerjaan yang harus aku urus." jelasku kepadanya
"gak apa-apa say! aku juga belum lama kok nyampe di sini." lalu sandra pun memesan minuman untuk kami berdua.
"sepertinya ada yang senang ya?" tegur sandra padaku
"senang apanya sand?" tanyaku bingung
"gimana hubunganmu dengan johannes? udah jadian kok diam-diam aja!" ucap sandra
"ya taulah! sebelum joshua mengungkapkan perasaannya kepadamu, dia sempat bertanya terlebih dahulu kepadaku. sebenarnya dia mau mengungkapkan perasaannya itu saat di bandung tapi katanya tidak jadi, karena dia melihat kamu sepertinya cuek dengan dia, tapi dua hari yang lalu aku dengar kalau kalian sudah jadian, dan aku sangat senang, semoga kamu bahagia ya say. johannes adalah pria yang baik dan sangat setia, kamu tidak akan menyesal menjalin kasih dengan johannes." ucapnya panjang lebar
"oh iya say, apa johannes pernah menjalin kasih dengan seorang wanita?" tanyaku lagi
"iya pernah, mereka pacaran dari jaman sekolah tapi yang aku dengar perempuannya menikah dengan pria lain." jelas sandra
aku baru tau kalau johannes juga pernah merasakan hal seperti itu, tapi yang hebatnya dia bisa kuat menerima semua itu, bahkan tidak ada dendam di dalam hatinya, bahkan aku pun bisa memaafkan brianna, karena pengaruh dari johannes. dan benar apa kata dia, tidak baik menyimpan dendam lama-lama karena bisa membuat hati kita tidak bahagia.
"hei, kamu kok melamun ar?" ucap sandra mengagetkanku.
"hehehe...tidak sand, aku hanya merasa bahagia karena aku sudah berdamai dengan brianna dan dimas." jelasku
"betul kah ar? syukurlah aku bahagia mendengarnya. kamu dan brianna walaupun berbeda sifat tapi kalian akan selalu membutuhkan." ucapnya lagi
"iya sand, aku akan membantu menyiapkan semua keperluan brianna untuk acara pertunangannya nanti." jelasku lagi
"mereka akan bertunangan kah?" tanya sandra
"minggu depan mereka akan bertunangan." jawabku
"kamu benar-benar sudah ikhlas kan, ar?" tanyanya lagi
"'sudah sandra, aku udah ikhlas kok, kamu tidak perlu cemas. aku hanya berharap dan berdoa supaya aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan dan aku juga bisa bahagia." jelasku padanya
"syukurlah sandra, kamu pasti bisa bahagia. dan aku yakin dan percaya bahwa bersama johannes kamu akan bahagia." ucapnya lagi
"amin..." jawabku
dan akhirnya kami pun saling berbincang tanpa henti, sampai pada akhirnya aku pun pulang kembali ke apartemenku.
***
malam ini johannes mengajakku makan malam di sebuah restoran yang sudah sangat terkenal.
kami pun duduk di kursi paling ujung sambil menikmati sajian makanan itu.
sampai pada akhirnya aku melihat kedatangan seorang wanita yang sangat cantik dan sexy, dan langsung memanggil johannes dan langsung memeluknya di depan mataku sendiri.
"hai Jo, apa kabar? aku sangat rindu padamu, dan sudah lama mencarimu." ucapnya tanpa memikirkan aku yang ada di samping jo."
"suamimu ke mana?" tanya johannes
"aku sudah bercerai dari suamiku." jawabnya lagi
"oliv, kenalkan ini pacarku namanya arianna." ucap Jo dan aku pun mengulurkan tangan
"ohh...hai aku oliv, cinta pertama johannes dan juga mantan pacarnya yang samgat dicintai." jawabnya tanpa membalas uluran tanganku
dan aku pun kaget mendengar kata-katanya tadi.
"ma-mantan pacar...??
***BERSAMBUNG***