Twins But Different Nature

Twins But Different Nature
BAB 22. PERTUNANGAN ARIANNA DAN JOHANNES



"ketika cinta membutakan hati seseorang, maka cara apapun akan dilakukan untuk medapatkan cinta tersebut walau harus dengan cara kotor sekalipun."


Sepeninggalnya olive dari hotel itu, johannes pun langsung memelukku, "maafkan aku sayang, yang meragukan kesetiaan kamu." ucap johannes


"tidak apa-apa sayang, aku mengerti kok." jawabku sambil tersenyum


"aku memang sudah tau tentang rencana yang akan dia buat, betul-betul wanita tidak tau malu." ucapku


"pak ali, ibu siska terimakasih untuk bantuannya." ucapku juga kepada mereka berdua


"iya, sama-sama. Tapi kalau boleh tau siapa perempuan itu?" tanya ibu siska


"dia adalah mantan pacar dari tunangan saya, dan dia masih mencintai tunangan saya ini." jelasku kepada mereka berdua


"owalahh...pantesan aja dia sampai berbuat seperti itu! Intinya pak Jo dan ibu arianna harus tetap waspada dan hati-hati ya! Karena jaman sekarang pelakor itu sangat banyak dan bahkan mereka lebih berani dan kadang tidak tau diri." ucap ibu siska


"hahaha...iya ibu, saya akan lebih hati-hati lagi, sekali lagi terima kasih! Kami berdua pamit dulu ya, saya harus kembali ke kamar saya." pamitku kepada kolegaku itu. aku juga tidur di hotel yang sama dengan pak ali, hanya saja kamarku di lantai 10, sedangkan pak ali di lantai 7.


johannes mengantarkan aku sampai di depan kamar. "apa aku boleh masuk ke dalam?" tanya Jo


"hmmm...gimana ya?" jawabku ragu-ragu


"sebentar saja sayang, please?" ucapnya sambil memohon kepadaku, dan aku pun pada akhirnya mengijinkan dia untuk masuk ke dalam kamarku.


"Jo tunggu ya, aku bersih-bersih dulu." ucapku kepadanya dan dibalas dengan anggukkan kepala.


saat keluar dari kamar mandi, aku melihat Jo sedang duduk di sofa sambil bermain hp.


Dan malam ini aku menggunakan piyama tidurku yang bergambar pikachu, dan pakaianku itu yang membuat johannes senyum-senyum.


"sini sayang, duduk dekat aku?" ajaknya sambil menunjuk tempat di sebelahnya. Dan aku pun segera duduk di samping calonku itu.


"sayang, kamu cantik, imut, dan lucu." ucap Jo


"lucu apanya sayang? Memangnya aku badut ya?" jawabnya sambil mencebikkan bibirnya


"lucu karena kamu memakai pakaian piyama bergambar tokoh kartun imut ini sayang." ucap jo sambil menunjuk piyamaku, " kenapa kamu tidak mau memakai gaun malam atau mungkin lingerie sayang?" tanya Jo


"kalau untuk itu tunggu kita menikah dulu sayang, baru aku berani memakai pakaian sexy di depan kamu." jelasku


"memang kalau sekarang, kenapa sayang?" tanyanya lagi


"hmmm...kamu ini ya sayang? Kalau sekarang kita kan belum resmi, masa aku berani pakai pakaian sexy, kalau tiba-tiba kamu tergoda trus kita kebablasan, gimana sayang?" jawabku


"hehehe, aku senang sayang kamu bisa menjaga kehormatanmu dengan baik." ucap Jo


"kalau aku boleh tau? Apakah sebelumnya kamu pernah melakukannya dengan olive?" tanyaku dengan hati-hati


"menurut kamu sayang?" tanya Jo sambil mengerlingkan matanya


"kamu nih ya, ditanya malah balik nanya lagi?" ucapku


"hahaha...maaf sayangku. Aku belum pernah melakukan dengan siapapun, apalagi dengan olive. Dia memang sering menggodaku, tapi aku tidak pernah tertarik, karena aku berusaha untuk menjaga seorang wanita. Dan karena aku tidak pernah mau berhubungan intim dengannya, dia pun berselingkuh dengan mantan suaminya itu sampai meninggalkanku." jelasnya kepadaku


"ohh begitu ya? Aku sampai saat ini pun masih menjaga mahkotaku dengan baik. Dan berjanji hanya akan memberikannya kepada satu orang pria dan untuk selamanya." jelasku


"dan kira-kira siapa pria beruntung itu?" tanyanya sambil mengerlingkan mata


"mana aku tau, mungkin dia masih bersembunyi?" ucapku sambil tertawa, dan jo yang tau kalau aku menggodanya, langsung menggelitik perutku hingga tanpa sengaja jo menindih badanku, dan entah kenapa aku mersakan gelenyar aneh ketika menatap matanya.


Dan tanpa ijin, jo langsung mencium bibirku dengan penuh kelembutan. Aku yang awalnya terkejut pun pada akhirnya ikut terbuai di dalam ciuman itu. Sampai pada akhirnya jo kembali duduk di atas tempat tidur.


"maafkan aku sayang! Aku reflek melakukan itu kepadamu, aku harap kamu tidak berpikiran yang macam-macam ya?" ucap jo dengan wajah yang tidak enak kepadaku


"tidak masalah jo, terimakasih buat malam ini." ucapku kepadanya


Akhirnya Jo pun berpamitan untuk kembali ke kamarnya dengan terlebih dahulu mencium keningku.


Esok hari kami akan mencoba gaun dan jas di butikku untuk dipakai saat acara pertunangan kami hari minggu nanti.


***


Pagi ini kami berdua berangkat ke butik untuk fitting baju yang akan dipakai pada acara pertunangan kami berdua, karena sebentar sore kami akan kembali ke jakarta menggunakan pesawat pribadi Johannes.


Sampai di butik karyawanku pun mulai mengeluarkan 3 gaun limited edition yang sangat indah dan juga beberapa jas merek armani untuk diperlihatkan ke Johannes.


Setelah memilah-milah akhirnya aku memilih gaun berwarna peach dengan hiasan yang indah. begitu juga dengan jas milik Jo berwarna seperti gaunku.


Setelah sudah fix semuanya, kami berdua pun kembali ke hotel untuk membereskan semua barang-barang kami dan segera menuju bandara untuk kembali ke jakarta. Gaun dan jas itu pun sudah dibawa oleh asisten Jo dan diletakkan secara rapi di pesawat agar tidak kusut maupun rusak. Dan 15 menit kemudian pesawat pribadi milik Jo pun lepas landas menuju jakarta.


***


Akhirnya tiba juga hari di mana aku dan johannes akan bertunangan. Dan Kali ini brianna dan sandra yang merias wajahku, mereka memaksa ingin merias wajahku supaya kelihatan lebih cantik natural. 1 jam kami berkutat di dalam kamar, sampai terdengar bunyi ketukan di pintu kamarku.


TOKK...TOKK...TOKK..


"brianna, arianna, buka pintunya dan segera turun, keluarga dari pihak pria sudah datang." ucap mama dari luar kamar


Akhirnya aku pun sudah selesai berdandan, dan kami berempat pun segera turun ke bawah untuk menyambut tunanganku.


Semua mata terpana melihatku, bahkan Johannes pun terus menatapku tanpa berkedip, bahkan sampai aku ikut berdiri disebelahnya pun, dia masih terus menatapku.


"kamu kenapa melihatku terus, jo? Aku jadi malu." ucapku sambil menundukkan kepalaku


"kamu sangat cantik, cantik sekali seperti bidadari turun dari Surga." jawabnya sambil tersenyum hangat kepadaku.


"gombal aja kamu sayang," balasku sambil tersenyum kepadanya


Keluarga dari johannes membawa seserahan untuk kami yaitu sepatu, tas, pakaian,kue, kosmetik, uang, dan juga satu set perhiasan.


Tidak lama kemudian Johannes memasangkan cincin berlian limit edition di jari manisku sebagai tanda bahwa aku sudah ada yang memiliki, dan dia juga mencium keningku yang membuat para tamu bertepuk tangan. mulai hari ini kami sah menjadi pasangan, hanya tinggal menggelar berkat Gereja dan juga resepsi pernikahan.


Aku benar-benar sudah tidak sabar menunggu hari esok. Sedangkan tanpa dia sadari di antara para tamu, ada seseorang yang menyamar menjadi pelayan hanya untuk dapat melihat acara pertunangan pria yang masih sangat dicintainya itu. Dan di dalam hati diam-dia merencanakan sesuatu yang jahat agar dapat memisahkan johannes dari arianna.


kira-kira bagaimana kelanjutan kisah mereka ya? Baca terus kisah mereka hanya di noveltoon.


***BERSAMBUNG***



"SUSUK SANG PELAKOR"


"aku pulang" teriak susi pada orang rumah. tapi tidak ada jawaban sama sekali dan rumah juga dalam keadaan yang sangat gelap.


susi dan kakak perempuannya yang bernama natalia tinggal di rumah peninggalan orangtuanya yang sederhana. saat itu susi masih kuliah jurusan akhir, yang artinya hampir diwisuda, sedangkan natalia adalah karyawan di sebuah perusahaan besar.


gaji natalia lumayan besar, cukup untuk membiayai hidup mereka berdua dan selama ini natalia lah yang telah membiayai kuliah susi, karena memang mereka berdua adalah anak yatim piatu.


tapi hidup mereka tidak terlalu susah sekali karena orangtua mereka sebelum meninggal sempat memberikan sedikit harta warisan untuk mereka berdua.


"natalia, natalia?" susi memanggil-manggil nama natalia tapi tidak ada yang menjawab.


akhirnya susi pun membuka pintu kamar natalia, dan ketika pintu itu terbuka susi kaget karena melihat natalia sudah tergeletak di lantai dengan mulut yang penuh busa.


susi pun menepuk- nepuk pipinya tapi dia tidak bangun juga, bahkan badannya sangat dingin.


susi pun segera berteriak memanggil tetangga.


"tolong...tolongg...!!" teriak susi di luar rumah.


tetangga pun semuanya pada berdatangan, "ada apa sus?" tanya bude lastri.


"bude, tolong saya. siapa pun yang punya kendaraan? tolong bantu antar kakak saya ke rumah sakit. natalia sepertinya menenggak racun serangga." jawabnya sambil menangis.


bude lastri pun segera memanggil anaknya bang joni untuk mengantarkan kami ke rumah sakit.


sesampainya di rumah sakit, perawat segera memindahkan natalia ke atas brankar dan segera membawanya ke ruang UGD.


susi dan bang joni ikut mengantarkan natalia sampai di ruang UGD. tapi, ketika mereka mau ikut masuk, seorang perawat melarangnya dan meminta mereka menunggu di luar.


susi menunggu kabar dari dokter tentang keadaan kakaknya dengan sangat khawatir. dan dia pun hanya mondar-mandir di depan ruang UGD.


tidak lama bang joni datang sambil membawakan 2 botol air mineral dan memberikan satu botol padanya. "minumlah dulu sus, supaya kamu lebih tenang. kita serahkan semuanya pada Allah, dia maha mengetahui segalanya." nasehat bang joni pada susi agar aku lebih tenang.


"makasih banyak ya bang joni untuk bantuannya, semoga Allah membalas semua kebaikan bang joni dan bude lastri." ucap susi tulus dari hati.


bang joni pun hanya menganggukkan kepalanya pada susi sambil tersenyum. tidak lama kemudian dokter yang menangani susi keluar dari ruang UGD, kami pun segera menghampiri dokter.


"bagaimana dok, keadaan kakak saya?" tanya susi pada dokter itu.


"mbak natalia sekarang dalam keadaan kritis dan bayi yang ada dalam kandungannya tidak bisa kami selamatkan. jadi, kami harus melakukan tindakan penguretan." jawaban dokter itu yang membuat susi sangat terkejut.


"maksud dokter, kakak saya sedang hamil? tapi gak mungkin dok? dan berapa usia kandungan kakak saya dok" jawab susi dengan kebingungan.


"gak mungkin bagaimana mbak? tapi kenyataannya memang seperti itu. usia kandungannya sudah 3 bulan mbak. begini saja sekarang lebih baik mbak cepat tanda tangan supaya tindakan penguretan bisa segera dilakukan." jawab dokter itu dengan tegas.


pada akhirnya susi yang masih dipenuhi kebingungan ditemani bang joni untuk pergi ke bagian administrasi untuk pengurusan berkas-berkas dan juga biayanya.


kak natalia dibawa ke ruangan ICU untuk tindakan penguretan. "anak siapa sebenarnya yang dikandung natalia? aku tidak tau kalau natalia hamil, dan kenapa sampai dia berani melakukan percobaan bunuh diri? kalaupun laki-laki itu tidak mau tanggung jawab, aku masih bisa membantunya menjaga dan merawat bayi itu." pikir susi dalam hati.


susi dan bang joni menunggu-nunggu di depan ruangan ICU, sampai pada akhirnya kami melihat perawat dan dokter keluar dari ruang ICU membawa janin bayi yang sudah dibungkus oleh kain putih itu. "ini janin bayi yang sudah meninggal itu, dan bisa dibawa pulang dulu untuk dikuburkan." pesan dokter pada susi


"dan bagaimana dengan keadaan kakak saya, dok?" tanya susi dengan cemas.


"untuk saat ini dia belum sadarkan diri dan mbak susi bisa masuk ke dalam untuk melihatnya." jawab dokter padaku.


susi dan bang joni mengucapkan terimakasih pada dokter itu, dan mereka segera masuk untuk melihat keadaan natalia.


wajah natalia sangat pucat dan dia juga belum sadarkan diri. susi menarik kursi dan segera duduk di samping tempat tidur natalia sambil memegang tangannya. "Tuhan, aku mohon sadarkan dia, karena hanya dialah yang aku miliki sekarang" gumam susi.


"bang joni, gimana ini? aku gak mungkin kasih tinggal kakak sendirian, sedangkan janin ini harus segera kita kuburkan." tanya susi dengan perasaan bingung.


"kamu tenang aja sus, nanti biar aku dan ibu yang menguburkan janin ini. kamu jaga saja natalia di sini. aku juga sekalian pamit ya. besok pagi aku akan ke sini lagi dengan ibu" jelas bang joni pada susi.


susi pun mengucapkan banyak terimakasih pada bang joni, karena selama ini bang joni dan bude lastri lah yang banyak membantu mereka. bang joni dan bude lastri sudah dianggap seperti keluarga sendiri.


natalia dan susi adalah anak yatim piatu, kedua orang tua mereka meninggal karena mengalami kecelakaan mobil dan mobil itu jatuh ke jurang.


butuh waktu 1 minggu sampai mayat kedua orangtuanya ditemukan. pada saat kecelakaan itu natalia sudah mau tamat SMA sedangkan susi baru kelas 3 SMP.


kecelakaan itu membuat natalia dan susi sangat terpukul dan mengalami trauma yang berat.


tapi karena adanya perhatian dan dukungan dari tetangga dan kerabat dekat. akhirnya, natalia dan susi bisa melupakan kejadian itu dan menjalani kembali hari-hari mereka dengan keadaan normal.


setelah natalia tamat SMA, dia langsung melamar pekerjaan sebagai karyawan di suatu perusahaan besar. dan, akhirnya dia diterima juga bekerja di perusahaan itu.


natalia pun akhirnya bekerja sambil kuliah, dan juga sambil membiayai sekolah susi sampai tamat.


gaji yang diberikan oleh perusahaan itu sangat besar makanya natalia bisa membiayai kuliah susi.


susi sangat menyayangi natalia. karena, hanya dia saudara satu-satunya yang dimiliki. dan semenjak ayah dan ibu mereka meninggal, tidak ada satupun keluarga dari ayah maupun ibu yang pernah menengok keadaan mereka.


susi merasakan kantuk yang teramat sangat. tapi saat susi mau meletakkan kepalanya di samping tubuh natalia, tiba-tiba natalia menggerakkan tangannya dan membuka matanya.


"kamu sudah sadar?" tanya susi kepadanya.


"di...di mana aku...?"


Baca terus karyaku yang berjudul "susuk sang pelakor" hanya di Noveltoon, jangan lupa untuk like, comment, dan subcribe ya🤗🤗