Twins But Different Nature

Twins But Different Nature
BAB 29. HARI PERNIKAHAN



POV ARIANNA


"ohh, jadi perempuan ini yang membuat kamu sampai memenjarakan putriku...??"


aku dan jo pun menengok ke arah suara itu, dan Jo pun memanggil namanya.


"tante rina...??" ucap johannes


"jadi karena perempuan ini kamu memenjarakan putriku, tega kamu Jo...??" bentak wanita itu kepada johannes.


semua mata memandang ke arah kami karena suara tante rina yang besar itu.


"tante, bisa duduk dulu! kita bisa bicarakan ini baik-baik." ucap Jo dengan suaranya yang lembut


"setelah semua yang terjadi, kamu masih bisa meminta tante untuk bicara baik-baik dengan kalian berdua, begitu...!!" ucapnya lagi dengan sinis


"tante, mau kita bicara baik-baik atau aku akan mengatakan kepada semua yang ada disini tentang kejahatan olive kepada calon istriku." ucap Jo dengan penuh ketegasan


karena ancaman Jo itulah, akhirnya tante rina mau duduk bersama kami.


"apakah tante tidak tau kejahatan apa yang telah anak tante lakukan kepada calon istriku?" tanya Jo


"dia melakukan itu semua karena dia sangat mencintaimu, jo." ucap beliau


"cinta, tante bilang? itu cinta atau obsesi?" tanya jo lagi kepadanya


"cinta yang saya tau tidak seperti ini tante, cinta adalah suatu perasaan dimana dia akan bahagia jika orang yang dia cintai juga bahagia." jelas jo


"justru karena itu, dia ingin kamu bersamanya, karena kalau kamu bersama olive, kamu akan bahagia." ucap tante rina dengan tidak tau malunya


"hahaha, apakah tante tidak salah bicara...?? siapa dulu yang meninggalkanku begitu saja hanya untuk pria lain? dan disaat pria itu sudah membuangnya, dia malah memilih kembali kepadaku. maaf tante, bahagiaku ada bersama arianna bukan olive." ucap Jo dengan tegas


"kamu lihat saja Jo, kamu akan menyesal karena telah memilih perempuan ini daripada olive." ucap tante rina sambil berlalu pergi dari hadapan kami dengan wajahnya yang menahan marah.


"kamu tenang ya sayangku, aku tidak akan pernah menyesal memilih kamu, karena kamu adalah cinta sejatiku." ucap Jo sambil memegang tanganku


"iya sayangku, terimakasih. aku mencintaimu." ucapku sambil tersenyum kepadanya


"kita pulang ya sayang, aku harus ke kantor dulu setelah aku mengantarkan kamu ke butik." ucap jo


"oke sayang," jawabku sambil berjalan keluar dari restaurant bersama jo.


Pada akhirnya Jo kembali ke kantornya dan aku pun kembali ke butik untuk menyelesaikan pekerjaanku.


***


Hari kamis ini tibalah kami berempat akan mengikuti kursus pernikahan, dimana disini kami akan dijelaskan tentang hidup berumah tangga.


dan alhasil selama dua hari ini kami bisa mengikuti kursus dengan baik, dan 3 minggu lagi kami akan menikah. Dimas dan Johannes yang akan mengurus semuanya, dari tempat sampai WO dan semuanya mereka yang akan mengurusi. Dan untuk masalah gaun pernikahan dan cincin baru kami akan cari bersama-sama.


"sayang, besok kita akan pergi mengetes gaun pengantin dan juga pakaian gantinya ya? Dan setelah itu kita akan mencari cincin." ucap johannes saat dia datang ke rumah bersama dimas


"dengan brianna dan dimas juga kan sayang?" tanyaku kepada Johannes.


"iya sayangku," jawab Jo.


Ketika aku dan jo sedang mengobrol di taman, datanglah brianna membawakan minuman dan cemilan bersama dimas dan duduk bersama kami.


"arianna, kamu gimana sih? masa ada calon suami gak dibawakan minuman?" tanya brianna sambil tersenyum menggodaku.


"maaf ya, aku lupa! Hehehe...!!" jawabku sambil tertawa.


"besok kita jadi kan mau nyobain gaunnya?" tanya brianna.


"jadilah say, semoga semua yang kita rencanakan bisa berjalan dengan mulus ya?" ucapku


"iya, aku sedikit khawatir! Takutnya ada yang berniat membatalkan pernikahan kita?" ucapku lagi kepada johannes.


"kamu tidak usah takut sayang, lagian wanita itu sudah ada di dalam penjara. Aku dan dimas sudah menyiapkan banyak pengawal untuk menjaga pesta pernikahan kita agar bisa berjalan dengan mulus." ucap johannes untuk meyakinkanku


"terimakasih sayang," ucapku sambil menggenggam tangannya.


Kami berempat pun mengobrol dengan sangat serunya, sampai mbok minah datang memberitahukan bahwa ada tamu yang datang mencariku.


"selamat sore non," sapa mbok minah.


"iya mbok, ada apa?" tanyaku kepadanya


"maaf non, di depan ada yang mencari non." jawab mbok minah


"siapa?" tanyaku lagi kepadanya.


"mbok juga kurang tau, non! Soalnya mbok juga baru melihat wajahnya hari ini. Beliau seorang wanita yang umurnya hampir sama dengan nyonya laras." ucap mbok minah


Aku yang penasaran pun segera berdiri untuk menemui tamuku itu. Tapi Johannes melarang aku untuk ke depan, dan dia meminta tolong kepada mbok minah supaya mengantarkan tamuku itu langsung ke taman belakang tempat kami bersantai saat ini.


Lima menit kemudian tamu itu pun sampai di taman belakang, dan betapa kagetnya aku saat melihat siapa yang datang? Dan ternyata dia adalah mamanya olive.


"ada apa tante mencariku?" tanyaku kepadanya. Dan tanpa menjawab pertanyaanku, tiba-tiba saja dia langsung berlutut di bawah kakiku sambil menangis.


"ada apa ini, tante?" tanyaku kepadanya.


"tante minta tolong kamu untuk membebaskan olive. Tante kasihan sekali dengan olive, badannya sangat kurus selama dia dipenjara." ucapnya dengan mengiba kepadaku


"enak sekali kamu minta anakmu itu dibebaskan setelah dia sudah berusaha mencelakai kakakku...!!" ucap brianna dengan penuh emosi kepada wanita itu.


"olive melakukan itu semua karena kakakmu itu telah merebut jo darinya." ucap wanita itu dengan tidak tau malunya, aku pun tidak percaya ketika mendengar apa yang dia ucapkan.


"apakah anda tidak salah bicara? Aku menjadi kekasih johannes ketika olive dengan jo sudah tidak ada hubungan lagi. Dan tante harusnya punya malu, anak tante itulah yang telah meninggalkan jo hanya untuk lelaki lain...!!" ucapku dengan sinis kepadanya.


"olive hanya mengambil apa yang seharusnya menjadi miliknya." teriak perempuan itu


"cukup tante...!! Sebelum aku melakukan sesuatu yang kasar kepada tante, lebih baik tante segera pergi dari sini. Dan jangan pernah berharap aku akan membebaskan olive dari penjara, karena apa yang dilakukan oleh olive itu sangat jahat dan hampir membuat nyawa arianna melayang." ucap jo dengan tegas


"aku tidak akan pergi dari rumah ini, kalau kalian tidak mau membebaskan olive dari penjara." ucap wanita itu


"pergi? Atau aku akan memanggil satpam untuk mengusir tante dari rumah ini...!!" ucap Jo dengan sangat marah.


"kalian lihat saja, aku akan membuat perhitungan dengan kalian semua." ucap wanita itu sambil pergi dari rumah ini


Akhirnya dengan persiapan yang matang, tibalah hari dimana kami akan melaksanakan upacara sakral untuk mengucap janji sehidup semati di depan altar yang suci.


"anak-anak mama, cantik sekali." ucap mama kepada kami berdua dengan wajah penuh haru


"makasih ma, papa dan mama juga sangat cantik dan tampan." ucap brianna


"sudah siap semuanya?" tanya jo yang tiba-tiba muncul di ambang pintu kamarku


"iya, kami sudah siap." ucapku dengan briana berbarengan


Hari ini di rumah kami penuh dengan banyak orang. Pemberkatan akan dilakukan di Gereja Santa Bernadette yang dekat dengan rumah, Sedangkan resepsinya akan dilaksanakan di hotel milik Jo.


Kami pun segera naik ke dalam mobil yang akan membawa kami ke Gereja. Dan kebetulan mobil yang memuat pengantin hanya satu, jadi kami berempat menaiki mobil yang sama.


Ketika mobil baru saja keluar dari kompleks perumahanku, tiba-tiba mobil yang membawa kami merem secara mendadak yang membuat kami sangat kaget.


"Akhhh... a-a- apa yang terjadi...??" tanyaku


***BERSAMBUNG***