
POV ARIANNA
"Akhhh... a-a- apa yang terjadi...??" tanyaku
"entahlah, siapa yang menghadang mobil kita?" tanya johannes.
Johannes dan dimas ingin keluar dari mobil untuk bertanya siapa orang yang sudah menghadang mobil kami, tapi aku dan brianna melarangnya karena takut mereka adalah orang jahat. Pada akhirnya johannes menyuruh kedua bodyguardnya untuk melihat siapa yang telah mengganggu perjalanan kami menuju Gereja.
Kebetulan dua bodyguard berada satu mobil dengan kami termasuk supirnya itu, sedangkan bodyguard yang lain berada di belakang kami. Tapi ketika kami melihat kebelakang, justru tidak ada siapa- siapa.
Aku dan brianna pun saling berpegangan tangan karena merasa takut.
Ketika kedua bodyguard keluar untuk bertanya, tiba-tiba keluarlah 6 orang dari dalam mobil itu, mereka memegang dengan senjata tajam dan itu membuat aku dan brianna bertambah takut.
Kami melihat dua bodyguard itu sudah mulai kewalahan, sampai akhirnya johannes menelepon bodyguardnya yang lain untuk segera membantu mereka, sedangkan dimas menghubungi polisi untuk memberitahukan tentang kejadian yang menimpa kami.
"sayang, aku dan dimas akan turun membantu mereka berdua..!! Kalian berdua tidak usah khawatir, polisi akan datang sebentar lagi." ucap Jo
"tapi sayang, aku takut?" ucapku
"kalian berdua tidak usah khawatir, kalian berdua kunci semua pintu mobil, takutnya mereka malah membuka pintu mobil dan menculik kalian berdua." ucap dimas meyakinkan kami berdua dan setelah itu mereka pun langsung turun tangan untuk menghajar penjahat- penjahat itu sampai pada akhirnya terdengar bunyi mobil sirene polisi dan juga bodyguard yang lain langsung mengamankan keenam orang tersebut.
Dan tidak lama kemudian johannes dan dimas kembali masuk ke dalam mobil dengan jas dan rambut yang sedikit berantakan. Kami berdu pun segera merapikan pakaian pasangan kaki masing- masing.
"jadi bagaimana selanjutnya, sayang?" tanyaku kepada johannes.
"aku meminta asisten dan beberapa bodyguard untuk membawa mereka dan memberikan laporan di kantor polisi. Untuk saat ini kita mengurusi dulu pesta pernikahan kita, baru besok aku dan dimas akan ke kantor polisi." jelas johannes
Aku dan brianna pun mengangguk setuju dan setelah itu supir pun kembali melanjutkan mobilnya untuk membawa kami ke Gereja.
Sesampainya kami di gereja, ternyata sudah banyak sekali orang yang menunggu kami di halaman gereja.
tante melisa, tante adel, dan juga mama segera menghampiri kami dengan wajah cemas.
"nak, kenapa kalian lama sekali?" tanya tante melisa.
"kami tadi dengar katanya ada yang berusaha menghalangi pernikahan kalian?" ucap tante adel dengan wajah khawatir. Karena memang mobil yang membawa kedua orangtua kami lebih dahulu menuju Gereja, jadi mereka tidak tau kalau tadi kami dihadang di tengah jalan.
"itu pasti orang suruhannya olive dan ibunya..!! Keterlaluan sekali mereka." ucap mama dengan wajah kesal
"sudahlah mama, tidak apa-apa! Sekarang lebih baik kita bersiap-siap karena kita akan memulai misa pemberkatan." ucapku kepada mereka semua, apalagi imam sudah menunggu kami dari tadi.
Akhirnya tibalah waktu kami berempat mengucap janji sehidup semati, saling menjaga disaat sehat maupun sakit, didalam untung maupun malam. Dan dengan berkat Tuhan lewat tangan imam akhirnya resmilah kami berempat menjadi pasangan suami istri. Kami berempat pun segera meminta restu dari orangtua kami masing-masing.
"pa, ma, maafkan arianna selama ini arianna sering melawan mama dan papa. Arianna, mohon restuilah pernikahan arianna dengan johannes agar langgeng sampai maut memisahkan." ucapku sambil memeluk papa dan mama dengan sangat kuat
"mama dan papa sudah memafkan kamu nak, semoga cinta kalian abadi sampai maut memisahkan. Setelah papa, mama selesai memberikan restu kepadaku, papa dan mama pun memberikan restu kepada johannes.
"johannes janji akan selalu menjaga arianna, dan tidak akan pernah menyakiti hatinya sedikitpun." ucap johannes
Setelah itu, gantianlah dimas dan brianna yang meminta restu kepada papa dan mama. Sedangkan aku dan johannes gantian meminta restu kepada orangtua johannes.
"arianna, papa dan mama menitipkan johannes kepada kamu, jaga dan cintai dia, jika dia melakukan kesalahan, nasehati dia dengan baik- baik ya, nak." ucap om ega kepadaku
"dan kamu johannes jangan pernah main tangan dengan istriku, jaga dan cintai dia dengan sepenuh hatimu. Semoga kalian berdua bisa segera dikaruniai buah hati, mama doakan pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan." ucap tante melisa sambil memeluk dan mencium kami berdua
Setelah selesai acara sungkeman tadi, berakhir pula acara pemberkatan nikah. Setelah selesai semuanya kami pun segera melanjutkan acara resepsi di sebuah hotel mewah milik johannes, tentu saja semua biaya pernikahan ditanggung oleh johannes dan dimas, mereka berdua sama sekali tidak memperbolehkan kami untuk membantu biaya pernikahan ini.
Sesampainya kami di hotel sudah begitu banyak orang yang datang, kami pun segera menempati singgasana kami sambil menunggu tamu yang datang untuk berjabat tangan dengan kami.
Banyak sekali tamu yang datang, dari kolega papa mama, om ega, tante melisa, dan juga papa dan mamanya dimas. Belum lagi kolega dari johannes, dimas, aku dan juga brianna. Banyak sekali pelanggan-pelangganku yang datang ke pesta pernikahanku, begitupun dengan karyawan-karyawanku juga menyempatkan diri untuk mengucapkan selamat kepadaku.
"selamat ya ibu, semoga langgeng sampai maut memisahkan." ucap lely sambil memelukku
"wahh..terimakasih ya lel...!! Kasihan kalian berdua jauh- jauh dari bandung untuk kesini." ucapku
"tidak apa-apa ibu, dapat salam dari pak salim, dia tidak bisa datang karena dia bilang takut kalau meninggalkan butik tanpa ada penjagaan." ucap lely kepadaku
Pak salim adalah security yang menjaga butikku, dan merupakan orang kepercayaanku juga.
"setelah ini kami mau langsung balik ke bandung ya bu?" ucap lely.
"iya boleh, tapi kalian nanti harus berfoto dulu dengan kami trus nikmati dulu makanannya ya, nanti saya akan suruh pelayan memasukkan bekal kue untuk kalian makan dalan perjalanan ke bandung dan kalau butuh apa-apa pake aja dulu uang kas ya? Nanti baru saya ganti." ucapku dengan tegas kepada mereka
"baik ibu, terimakasih banyak. Kalau begitu kami turun dulu ya, bu." pamit lely kepada kami dan memang di belakang sudah banyak orang yang mengantri untuk mengucapkan selamat kepada kami berdua.
"hai sayang, selamat ya?" ucap sandra dengan begitu hebohnya sambil memelukku dengan sangat kuat.
"hai sandra, kamu baru kelihatan loh. Apa kabarnya dirimu, say? Terimakasih banyak ya, udah mau datang ke pesta pernikahanku." jawabku
"kamu nih ya kayak orang lain aja, maaf ya kemarin tuh aku sibuk banget sama kerjaanku, jadinya gak bisa bantu-bantu kamu." ucap sandra
"gak apa-apa kok say, aku ngerti." ucapku lagi sambil memeluknya
Dan ternyata sandra tidak datang sendiri, dia datang dengan seorang pria bule yang tampan.
"itu siapa, say? Kekasih baru ya?" tanyaku kepada sandra, dan yang ditanya pun hanya senyum-senyum saja. Aku yang mengerti pun tidak mau bertanya lagi, karena aku tau itu pasti adalah kekasih barunya.
Sampai kami semua kaget karena mendengar suara seorang perempuan berteriak-teriak dengan sangat kerasnya.
"JOHANNES...JOHANNES...BRENGSEK KAMU, KAMU GAK BISA BUAT SAYA SEPERTI INI...!!"
***BERSAMBUNG***