
Pov Olive
"bagaimana apakah kalian berhasil melakukannya?" tanyaku kepada seseorang di seberang sana.
"ma-maaf bos, kami tidak berhasil! Karena ketika kami sudah mau menabraknya, bapak tua penjual kerak telur menolongnya, sehingga bapak tua itu yang tertabrak." jelasnya
"ya ampunn!! Kenapa kerja kalian tidak becus sekali. Terus sekarang bagaimana keadaan pria yang kamu tabrak itu?" tanyaku
"kami kurang tau lagi bos, karena setelah menabraknya kami langsung kabur terus." jawab suara di seberang sana
'Keberuntungan selalu berpihak kepada perempuan sialan itu. Baiklah aku akan menggunakan cara yang lain' ucapku dalam hati
"oke, aku akan tetap membayar kalian? Asalkan kalian tetap tutup mulut apapun yang terjadi." pesanku kepada mereka
"siap, pokoknya bos tidak usah khawatir!" setelah itu aku pun segera mematikan sambungan telepon itu
***
aku tau kalau hari ini Johannes akan pergi ke jogja, karena aku memang mencari taunya dari karyawan yang bekerja di perusahaannya.
Aku pun berencana untuk mengikutinya sampai ke jogja, mumpung wanita itu sedang tidak ada. Aku akan mencoba merayunya lagi, sebab aku ingin tau sekuat apa cinta Jo untuk Arianna.
siang ini aku menyusul johannes yang sedang duduk seorang diri di cafe, dan aku pun segera menghampirinya.
"hai, selamat siang sayangku," ucapku sambil memeluk lehernya dari belakang dan langsung mencium pipinya.
jo yang sempat terkejut pun tidak bisa mengelak, "apa-apaan kamu olive!!" marah jo yang pada akhirnya sadar kalau itu adalah olive, mantan pacarnya
"aku sangat merindukanmu," ucap olive sambil memeluk tubuh Johannes dengan erat
Johannes pun langsung mendorong olive, "apa-apaan sih kamu olive? Tolong jaga harga dirimu. Kita bukan siapa-siapa lagi jadi jangan peluk-peluk saya." bentak Johannes
"kamu kenapa marah-marah begitu sayang? aku tau kamu pasti masih mencintaiku? Tapi karena kamu tidak enak dengan arianna, makanya kamu pura-pura cuek denganku," ucapku dengan memperlihatkan belahan dadaku yang rendah di depan Johannes
"kamu memang tidak pernah berubah olive, kamu tetap saja murahan seperti dulu. Dan tolong jaga diri kamu, jangan sampai kamu dicap perempuan tidak baik, apalagi di sini temapt umum." ucap Johannes yang sempat membuat aku tersinggung, tapi aku tidak mau perduli lagi
"jo, kamu tidak usah munafik! Kamu tinggal bilang saja kalau kamu masih mencintaiku, aku janji akan merahasiakan tentang hubungan kita dari arianna." ucapku sambil menggenggam tangannya
"lepas olive, sekali lagi aku bilang LEPASS...!!" aku kaget mendengar bentakan dari seorang Johannes
"kamu betul-betul sudah berubah ya jo! Kamu sudah tidak seperti dulu lagi. Aku masih sangat mencintaimu Jo, tidak bisa kah kamu kasih aku kesempatan sekali lagi?" ucapku dengan mimik wajah sedih
"sekali lagi aku tekankan ke kamu, aku sudah tidak punya perasaan apapun ke kamu. Jadi tolong janganpernah ganggu aku dan juga arianna. Jika kamu masih saja mengganggu kami berdua, aku pastikan kamu akan menyesal." ucap Johannes dengan sangat tegas, dan setelah itu dia pun langsung meninggalkanku seorang diri.
setelah aku melihat kalau Johannes sudah meninggalkan cafe, aku pun segera menelepon seseorang.
"kamu sudah memfoto semuanya kan?" tanyaku
"sudah bos!" jawabnya
"bagus, kamu segera kirimkan ke nomor yang sudah aku beritahukan tadi." perintahku kepada seseorang di seberang telepon, dan dia pun segera mengirimkan bukti kalau foto itu sudah dikirimkan ke nomor yang aku berikan.
"rasakan kamu arianna! Aku pastikan setelah melihat foto-foto ini kamu pasti akan langsung memutuskan hubungan dengan Johannes." ucapku dalam hati sambil tersenyum-senyum sendiri, sehingga orang-orang yang melihatku berpikir kalau aku ini gila.
aku memang telah menyuruh seseorang mengambil foto-fotoku di saat aku sedang menggoda Johannes. Aku sengaja melakukannya, supaya foto itu bisa dikirimkan kepada arianna. Pastinya saat ini arianna sedang shock, aku akan menunggu saat dia melepaskan Jo, dan saat itulah aku akan mengambil kembali apa yang memang seharusnya menjadi milikku.
Dan setelah itu olive pun langsung meninggalkan cafe dan kembali ke hotel, tempat ia menginap.
***
Aku menelepon Johannes hampir mau 10 kali tapi tidak diangkat-angkat juga olehnya, Kemana sebenarnya pria ini?
Ketika aku masih berusaha mengirim chat kepada Johannes, ada pesan dari nomor baru yang tidak aku kenal sama sekali. Dan ketika aku membuka pesan itu, aku sangat kaget? Karena di pesan itu dikirimkan foto-foto antara Johannes dengan mantan pacarnya yang bernama olive.
Aku tidak menyangka, kalau kepergian Johannes ke Jogja ternyata untuk dapat bertemu dengan pelacur itu secara diam-diam. Aku benar-kecewa terhadapnya, semua cinta yang dia katakan kepadaku selama ini hanyalah bualan belaka.
Tidak lama aku mendengar bunyi handphoneku, dan ketika aku melihat nama yang tertera di layar adalah nomor Jo aku tidak mau mengangkatnya sama sekali.
banyak sekali telepon dan pesan darinya yang tidak mau aku angkat dan aku baca, karena aku sudah merasa kecewa dan sakit hati dengan semua foto-foto yang dikirimkan oleh nomor baru itu.
Tokk...tokk...tokk
"ya silakan masuk!" jawabku dari dalam
"arianna, kamu gak apa-apa kan?" tanya brianna sambil memelukku kuat-kuat ketika dia masuk ke dalam ruanganku. Dan ternyata brianna tidak datang sendiri, dia datang bersama dimas, sandra, dan juga james, kekasih hatiny sandra.
Sandra pun langsung memelukku, "kamu gak apa-apa kan say? kami khawatir sekali sama kamu, ar?" ucap sandra sambil memelukku
"aku gak apa-apa kok! Justru yang aku khawatirkan saat ini adalah nyawa bapa tua yang sudah menyelamatkanku." jelasku kepada mereka
"dimas, james apakah kalian berdua bisa membantuku?" tanyaku kepada mereka berdua
"bisa ar? Kamu butuh bantuan apa?" jawab dimas
"tolong kamu cek keadaan bapak tua yang telah menolongku itu, dia berada di kamar 102, dan kalau bertemu keluarganya bisa kasih tau mereka, bahwa aku akan bertanggung jawab untuk semua biaya rumah sakit ini." jelasku kepada mereka berdua, dan mereka pun segera pergi ke kamar nomor 102 untuk mengecek keadaan pasien.
"kamu kenapa, ar?" tanya brianna
"iya kamu kenapa? wajahmu sepertinya kusut sekali." ucap sandra
Aku pun tidak mau menjawab pertanyaan dari meereka berdua, dan langsung menunjukkan foto di hpku itu kepada sandra dan brianna.
"whatt...?? Ini Johannes kan?" tanya sandra dengan sangat kaget dan aku pun hanya menganggukkan kepalaku.
"dan perempuan ini kan mantan pacarnya Johannes? Kok mereka bisa sama-sama dan bahkan mesra sekali. Trus dimana sekarang Jo berada?" tanya brianna
" jo ada minta ijin ke jogja karena ada urusan pekerjaan." jawabku
"ke jogja bersama perempuan penggoda ini kah?" brianna bertanya lagi
"aku kurang tau ya, hanya saja tadi dia pamitnya jalan sendiri." jawabku lagi
"tunggu-tunggu, kamu dan brianna jangan berpikir terlalu jauh dulu ya? Aku yakin ini pasti kerjaan olive. Dia itu perempuan gila dan physco, dia pasti sengaja mengarang cerita supaya kamu meninggalkan jo, dan dia bisa kembali ke pelukan Johannes." ucap sandra
"aku yakin ini semua hanyalah kesalahpahaman saja." ucap sandra meyakinkanku
"entahlah, aku masih bingung?" jawabku lirih
Tapi tidak lama terdengar suara orang memanggilku dan langsung masuk ke dalam ruangan rawatku.
"arianna...??"
***BERSAMBUNG***