
Lin Dan Gaeun yang terus berjalan seperti biasanya di depan mereka ada saja rintangan rintangan muncul silih berganti. Gaeun sangat beruntung bertemu dengan Lin yang sudah tahu dengan rintangan yang ada.
Senior!.....
itu lebih tepatnya untuk Lin. baginya rintangan rintangan itu cukup bisa dilewati. berkat Lin, Chantika jadi bisa dengan cepat mencapai puncak Huangshan. hanya perlu beberapa jalan lagi untuk mencapai puncak.
karena sudah tiga Minggu mereka berjalan menaiki bukit Huangshan. untuk ketinggian dan rintangan yang sulit itu, Gaeun sangat beruntung sudah bisa mencapai sepertiga-nya dan waktunya hanya tinggal satu Minggu lagi sebelum kakaknya pulang.
saat mereka sedang melanjutkan perjalanan..... mereka melihat sebuah danau dan ada jembatan batu ditengah-tengahnya. terlihat danau itu begitu hijau pekat dan sangat tenang. selain itu tidak ada jalan lagi selain melewati danau tersebut. maka Gaeun pun berkata.....
" iiiuu lihat danaunya begitu hijau kek banyak lumutnya"
" itu bukan danau biasa, Gaeun "
" hah kenapa memang? danaunya kek tenang gitu kok, cuma cukup bau sih.....kek bau bangkai "
" iya emang!......emang itu bau bangkai"
" hah???!! bangkai apa?" (tanya Gaeun penasaran)
" manusia...."
" kamu seriusan Lin?!"
" beneran loh.....emang danaunya terlihat tenang (Lin lalu mengambil batu dan melemparkannya ke danau) lihat!"
Saat batu itu mengenai air, tiba-tiba air yang tenang langsung ambyar seketika karena banyaknya ikan predator yang langsung menyambar batu tersebut. terlihat ikan predator itu memiliki banyak gigi yang runcing, banyak yang bilang kalau ikan ikan seperti itu disebut ikan setan.
" ......" ( Chantika saking terkejutnya dia hanya bisa melihat tanpa bisa berkata kata dengan mata melototnya yang tidak percaya)
" ikan setan sangat sensitif terhadap pergerakan apapun, bahkan jika mereka melihat bayangan kita di air pun mereka akan langsung bereaksi" (jelas Lin)
" sekarang paham?! jadi don't judge book by the cover"(tambahnya)
" kamu denger tidak? Gaeun.....woi Gaeun!"
" hah iya paham kok paham.....gila sih ini mah. terus kita jalannya gimana??"
" sini naik ke punggungku, aku akan membawamu terbang" (jawab Lin sambil jongkok)
" tapi Zines gimana??? ini danaunya panjang gitu loh!"
" eeee.....gimana yah?!" ( Lin yang bingung terus memikirkannya......sampai dia menemukan ide)
" oh aku tahu!"
" hah apa apa??"
" bagaimana kalo kita cincang saja semua ikan yang menyerang kita saat kita jalan "
merasa itu rencana yang keji, Chantika tidak setuju. karena baginya walaupun ikan itu menyulitkan mereka tapi memang begitu keadaannya, mereka hanya ikan.
" aku tidak setuju Lin, mereka kan cuma ikan"
" ya terus gimana ??? mau ninggalin Zines disini?!"
" aku percaya kok Zines bisa berlari secepat kilat ahahaha iyakan Zines"
melihat tuannya begitu percaya kepada-nya. setiap kata-katanya membakar semangat kuda putih ini. Zines kemudian mengambil langkah mundur untuk ancang-ancang nya berlari.
lalu sat set sat set......tanpa Lin sadari Zines berlari begitu cepat nya melewati danau itu. seketika ikan ikan setan bermunculan mengejar Zines yang masi berlari itu. getaran yang dibuat Zines karena pijakannya itu membangunkan semua ikan setan.
tapi karena Zines larinya sangat cepat sampai akhirnya pun dia berhasil sampai ke seberang.
" lihatt! Zines berhasil yeeyyy" ( sorak Chantika)
" wow dia cepet banget....... kita juga tidak akan ketinggalan "
segera Lin jongkok untuk menggendong Gaeun. Lin langsung terbang dan dengan mudah melewati danau itu. hanya perlu dua-tiga pijakan saja sebagai tumpuannya. akhirnya mereka juga sampai di seberang.
" buang saja ikannya nanti ke jurang ahahahha(Lin dengan ketawa kejahatan)"
" ya jangan dong.....dia juga punya keluarga "(Chantika langsung melempar ikan setan itu kembali ke danau)
" _-.......yaudah ayo lanjut, ayo Zines ekormu tidak berkurang banyak kok cuma setengah kok ahahaha" (ejek Lin )
Zines yang tersinggung langsung menyeruduk Lin dari belakang.
" heh aduhh sakit woi, kuda sialan"(Lin yang marah marah karena jatuh)
" ha-ha-ha salah siapa ngejek ya Zines yah"(sambil elus-elus Zines)
" emang kudanya aja baperan.....huh)
malam pun tiba......
mereka beristirahat di dalam gua kecil. Lin sibuk membuat api unggun dan mencari kayu bakar. sementara, Gaeun mencari-cari buah untuk dimakan bersama Zines.
tidak jauh dari gua itu.... Chantika melihat pohon buah apel dan kelapa. Chantika langsung memetik buah apel itu dengan berdiri diatas Zines, Zines juga memukul mukulkan kakinya ke pohon kepada Samapi tiga buah kelapa jatuh.
segera mereka kembali ke gua.....
" liiinnn lihat kami dapet dong buahnya"
" wih mantap mantap yaudah sini kelapanya"
" kamu bisa manjat toh?!"(tanya Lin )
" ya enggak lah...itu Zines yang bantuin"
" lin...."(panggil Chantika lirih)
" ada apa?"
" kita sudah tiga minggu di sini.... sebentar lagi kita sampai puncak".
" jadi?" ( tanya Lin yang tidak mengerti)
" terimakasih yah.......aku rasa kamu ditakdirkan untukku "(jawab Chantika sambil tersenyum manis kepada Lin)
Lin yang tertegun melihat senyuman manis Gaeun dan kata-katanya yang membuat dia baper tak berkutik.
" (ada apa dengan jantungku?!..... kenapa jantungku dag-dig-dug begini kaya mau keluar ajah)"
" makasih banyak ya Lin, tanpa kamu mungkin aku belum bisa sejauh ini, mungkin masih ada dibawah sana, tanpa kamu mungkin aku sudah tidak ada"(tambah Chantika sambil menatap api unggun)
" terimakasih juga" (sahut Lin tiba tiba)
" hah untuk apa?"
" karena kamu sudah membakar semangat ku dan menyadarkan ku untuk terus berusaha "( menatap mata Gaeun sambil tersenyum)
" ahahaha....kita ada untuk satu sama lain"(jawab Chantika yang tangannya memukul mukul punggung Lin)
Lin langsung mengalihkan pandangannya ke api unggun karena baper dan jadi salting. setelah selesai makan, Lin meminta Gaeun untuk tidur dan kemudian dia keluar dan menghampiri Zines yang sedang tidur. Lin langsung bersandar pada Zines.
" Zines kamu tahu tidak? tuanmu itu ternyata sangat manis"
Lin sengaja berbicara pada Zines yang terbangun. Lin tidak tahu kalau Zines mengerti apa yang dia katakan dan tetap lanjut tidur sambil mendengarkan Lin berbicara.
" entahlah.....aku merasa senang saat berjalan bersamanya.....saat dia tersenyum dan berbicara, aku suka"
" selama ini aku merasa abu-abu tapi dia datang dan mengubahnya menjadi pink.......dia menarikku keluar dari kesepian ini"
" aku berjanji akan berusaha sebaik mungkin agar kita semua bisa keluar setelah kita mendapatkan bunga Dark Lotus"
Lin pun tertidur. Zines yang memandang wajah Lin sejenak, langsung kembali tidur lagi.