To Be My Princess Forever

To Be My Princess Forever
yang sesungguhnya dimulai



Sudah seharian Gaeun dan Lin terus berjalan menyusuri bukit Huangshan. sampai mereka memasuki sebuah pintu besi yang sudah karatan.


" apa yin yang, yang membuat pintunya?" tanya Chantika


" kamu tahu tentang yin dan yang?" respon Lin


" ya tentu saja tahu"


" Kamu tahu? setelah kita memasuki pintu ini maka disitulah perjalanan kita yang sesungguhnya dimulai." jelasan Lin yang penuh khawatir


" apa kamu khawatir akan gagal lagi? percaya padaku Lin...... kata ibuku jika kita punya nyali yang kuat kita pasti bisa menyelesaikan apapun!...... dengan catatan jangan pernah menoleh kebelakang." (senyum)


" itu hanya motivasi kan?! aku hanya takut ibumu akan mencari-cari mu yang tidak kunjung kembali"


" aku pasti bisa kembali, dan tidak dengan tangan kosong! kamu juga Lin......kamu juga bisa kembali,"


" aku tidak habis pikir, bagaimana kamu bisa mendapatkan izin kesini?" tanya Lin curiga


" itu..... hehehe "


" hadehh nanti kalau kamu tidak bisa kembali bagaimana?" Tanya Lin yang tidak percaya


" ya jangan bilang begitu kita tuh harus positif tingking you know!"


Segera mereka berdua masuk kedalam pintu tersebut.


terlihat tebing tebing tinggi dan jurang yang begitu curam. hanya terlihat jalan satu tapak yang menempel di dinding tebing itu.


"(menelan ludah) ya ampun baru login loh " gumam Chantika yang sudah siap mental


" Lihat Gaeun.... kita baru masuk sudah terlihat rintangan-nya! belum lagi perjalanan kita masih jauh."


" tidak apa apa...... aku sudah siap!!"


Tahu jalan hanya satu tapak...... Chantika memutuskan untuk meninggalkan keretanya dan menggendong satu tas bekalnya.


segera Lin berjalan kedepan mendahului Gaeun.


Gaeun yang segera mengikuti dibelakang Lin sambil menarik tali kudanya dan dengan perlahan berjalan.


" Jangan melihat kebawah oke? itu kuncinya" Lin yang berhenti dan memberi tahu Gaeun


" ooh oke oke"


" hei Gaeun!".


" apa?"


" pegang tangan ku! " (Lin yang sambil mengulurkan tangan kanannya)


Gaeun langsung memegang erat tangan Lin. Lin tahu kalau Gaeun merasa takut, terlihat dari wajahnya cemas dan tangannya yang Tremor.


untungnya jalan itu pendek dan mereka berhasil melaluinya.


" fiuhhh akhirnya......" Chantika sujud syukur


" heh jangan senang dulu, ini hanya permulaan saja. sudah bersyukurnya,ayo lanjut lagi!"


" iya iya suhuu"


......................


......................


belum lama mereka berjalan.......


mereka sudah bertemu dengan rintangan baru. didepan mereka terlihat jurang yang begitu dalamnya, namun tidak ada jembatan apapun yang bisa dilalui.


" hehh ini gimana???" tanya Gaeun panik


" udah tenang aja"


" oiya!.... ada suhu disini hehe" (seketika tenang )" terus bagaimana suhu?"(wajah penuh ingin tahu)


" mudah saja...... tinggal terbang kan?!"


" seriusan?? aku gak bisa terbang"


" beban kau dasar!"


" ya terus gimana?"


" yaudah sini....."( Lin langsung menggendong Gaeun dan terbang melewati jurang.)


" eh......kudamu gimana weh???"(tanya Lin bingung sambil menatap Zines)


terlihat Zines berjalan mundur mengambil ancang-ancang. dan benar saja! Zines langsung berlari sekencang kencangnya dan melompat melewati jurang tersebut.


sebenarnya jurang itu tidaklah jauh hanya beberapa meter saja yang sudah pasti sangat mudah dilalui oleh kuda terlatih seperti Zines.


" kalo gitu kenapa gak naik kudamu aja?_-"


" ya nanti gak bisa lompat jauh dong"


" terserah eluuu dahlah ayo lanjut"


" ahahaha Zines-ku tuh bukan sembarang kuda tahuu! dia itu kuda yang istimewa, udah kaya mie ayam SPESIAL~"


" dari fisiknya aja udah agak laen sih emang "


Selang beberapa saat mereka berjalan, mereka dipertemukan dengan jalan dua arah. Lin yang sudah pernah mencoba kedua jalan tersebut, akhirnya memutuskan untuk memilih jalan kiri karena dikiranya lebih mudah.


segera mereka mengambil jalan kiri dan terus berjalan. tidak ada apa apa semenjak mereka berjalan, jalan yang mereka lalui ini terlihat biasa biasa saja dan belum menemukan rintangan atau bahaya apapun. sampai mereka berhenti di sebuah pohon besar.


" huuh capek..... berhenti dulu yuk lagian tidak ada apa apa nih kayaknya." keluh Gaeun sambil turun dari kudanya dan bersandar di pohon besar tersebut.


Lin yang tersenyum tipis ikut bersandar bersama Gaeun yang mulai tertidur itu.


......................


Saat Gaeun terbangun......dia merasakan rasa hangat.


dan ternyata.......


Lin membuat api unggun didepannya karena hari yang mulai gelap.


" heh!!!? berapa lama aku turu?" ( sontak Chantika yang kaget )


" cukup lama si"( Lin menjawab sambil menambahkan kayu bakar)


" kenapa gak dibangunin!?"


" males! (sebenarnya aku gak tega membangunkan Gaeun yang begitu pulas.....kamu pasti lelah )


" ayok lanjut" ( Chantika langsung berdiri dan bersemangat)


" matamu picik apa gimana?! ini sudah mau malam!....jangan berjalan di kegelapan, itu akan sangat berbahaya. kita istirahat saja setiap malam tiba"


" iya juga sii.... ya sudah..... kamu sudah makan Lin? ini aku bawa apel"


Di tengah-tengah kehangatan itu, Gaeun dan Lin makan bersama sambil menatap bintang bintang dilangit yang begitu jelas. mereka juga saling bercerita dan bergurau bersama. itu membuat........


membuat mereka semakin dekat.


sampai tengah malam tiba........


Lin yang tidak tidur dan memilih untuk berjaga. Karena takutnya ada bahaya atau binatang buas yang tiba-tiba menyerang mereka nanti.


Tepat jam 12 malam ketika bulan bersinar terang, terlihat ada kabut asap yang cukup tebal nan dingin datang menghampiri mereka.


Lin yang tidak bisa fokus itu tanpa ia sadari dari belakang Chantika yang sedang tertidur bersama Zines itu muncul sebuah bayangan.


bayangan itu terlihat akan menghampiri tubuh Gaeun, Namun........


Zines tiba-tiba terbangun dan langsung menoleh ke arah bayangan tersebut sampai membuat Lin datang menghampiri.


" Zines........ kenapa dia terus melihat kesana?"


Lin langsung pergi memeriksa namun tidak melihat apa-apa karena bayangan itu sudah pergi.


Zines merasakan aura negatif yang sangat dekat karena itu dia terbangun dan sempat melihat bayangan itu pergi.


......................


keesokan paginya.........


Gaeun bangun dan melihat Lin sedang tertidur.


tidak berani membangunkan....... Gaeun malah terus menatap Lin yang sedang tertidur itu. sampai Lin membuka matanya dan terbangun. lalu kemudian ia menatap balik si Gaeun.


" wah akhirnya bangun juga" ( saut Chantika sambil tersenyum)


" apa??? nungguin yah?"


" dahlah, ini sudah pagi. mari kita menyambut pagi yang cerah ini dengan melanjutkan perjalanan kita yang sangat seruu" (Chantika dengan penuh semangatnya)


" hah~~iya deh" Lin langsung bangun dan kembali melanjutkan perjalanan bersama Gaeun ~