
Disaat saat Pangeran Khram membantu Bibi Chang meminumkan ramuan bunga Dark Lotus dan mengoleskan pada luka luka Chantika, terdengar suara Shoma didepan pintu kamar. segera Pangeran Khram keluar dan menemui Shoma.
" ada apa shoma? apa ayahku sudah siuman?"
" belum Pangeran, tabib bilang ramuannya akan bekerja setelah satu hari"
" jadi ada apa kau ingin bertemu denganku? apa kau tidak tahu aku sedang merawat Chantika "
" maaf Pangeran jika aku mengganggu mu. tapi kita perlu mengintrogasi pemuda itu"
" pemuda itu..... baiklah ayo aku juga perlu memukulnya sekali"
Pangeran Khram dan Shoma pun pergi ke ruang kejaman. terlihat Lin tertidur kelelahan. Shoma yang hendak membangunkannya terus dihentikan oleh Pangeran Khram.
" Shoma lepaskan dia dan bawa dia pergi untuk diobati"
" hah kenapa harus begitu Pangeran?? bukankah kita perlu mengintrogasi nya sekarang!"
" cukup! apa kau tidak lihat dia terluka parah seperti itu "
" tapi Pangeran dia sudah berani menyentuh tuan putri kita"
" aku tahu! tapi saat ini pun kita mungkin berhutang kepadanya "
" cepat bawa dia dan ikuti aku"(tambahnya)
" haah...(mengeluh) baiklah "
Shoma langsung melepaskan ikatan Lin dan menyuruh pengawal untuk menggendongnya. dengan wajah masam shoma dan pengawalnya segera mereka mengikuti Pangeran Khram ke sebuah kamar tamu istana.
" hah! apa apaan ini Pangeran?! kenapa kau membawa untuk beristirahat disini?? dikamar ini?"(tanya shoma nyolot)
" iya memangnya kenapa? kamarmu jauh lebih besar dari ini. apa kamu iri?"
" cukup shoma.... sudah kubilang mungkin kita berhutang padanya."
" sudahlah cepat panggilkan tabib kerajaan kemari"(titah Pangeran kepada pengawal)
" huh (kali ini kau sangat beruntung pemuda jahanam.... setelah kau diobati aku akan menambah luka lukamu itu......tidak akan kubiarkan kau tidur dengan tenang)" ( cetus shoma dengan mata chindonya mengarah ke Lin penuh dendam)
Tabib pun datang, Pangeran Khram meminta tabib tabib itu untuk mengobati Lin dan merawatnya sampai sembuh. tahu Shoma punya niat buruk (soalnya keliatan sama mukanya yang asam dan garam) Pangeran pun memerintahkan Shoma untuk menjaga Raja sampai beliau siuman.
kesal karena Pangeran Khram menggagalkan rencananya. shoma langsung pergi ke kamar Raja dengan raut wajah kaya kucing gak dapet wiskas seminggu.
Pangeran Khram langsung kembali ke kamarnya untuk membantu bibi Chang lagi, dan untuk terus memantau dan menunggu adiknya sampai siuman. dalam hatinya benar benar terasa teriris iris penuh lara melihat adiknya tidak berdaya.
saat tengah malam..... saat bulan purnama yang begitu sempurna dan terang, Pangeran keluar kamar sebentar untuk mencari udara segar, sebenarnya dia juga teringat akan Zines dan dia segera pergi menemui Zines untuk melihat keadaannya.
terlihat Zines sedang terduduk di samping ayunan milik Chantika dibelakang kamarnya. menatap bulan purnama dan meratapinya dengan kepalanya yang ia letakkan di atas ayunan itu. Pangeran Khram mendekati Zines yang sendirian tersebut.
" Zines....."
" hahaha apa yang kau lakukan konyol.....lehermu bisa pegel kalau kamu gitu terus "(sambil mengangkat kepala Zines dan memindahkannya)
" Zines apa yg sudah terjadi....."(sedih)
" aku sudah tahu dari pemuda itu. semuanya........ Zines........ terimakasih sudah ada dan terus ada disampingnya........ terimakasih karena kau terus menjaganya....... tidak seperti diriku yang tidak berguna ini ....hiks....hiks...."
Zines menyandarkan kepalanya ke pangkuan Pangeran Khram yang duduk disampingnya.
" Zines kau sekarang jadi hitam yah haha (sambil mengusap air mata). sempat aku tidak bisa mengenalimu. kau banyak berubah. sekarang kau punya tanduk dan sayap yang besar"
" apa itu tidak berat ha?"
" Zines kau seperti anugrah..... kau seperti kekuatan....... kau sama seperti dirinya yang lahir dan datang didepan mataku, menjadi anugrah dan kekuatan ku. kau dan dia seperti sesuatu hal yg tidak mustahil.........seperti sihir".