To Be My Princess Forever

To Be My Princess Forever
pergi



Malam harinya Jian diam diam ke penjara, melihat kuda hitam itu sedang tidur dia berusaha membuka pintu penjara dengan kunci yang dia punya.


" hahaha untung aku yang dipercaya memegang kunci penjara nya"


" oh my horse my unicorn ini aku tuan barumu ahahhaha"


Jian langsung menarik tali pelana zines. zines yang kaget pun langsung memberontak hingga membuat keributan. Jian yang tidak mampu menahan zines pun tertendang jauh. orang orang pun langsung berdatangan termasuk kakek guru dan Lin."ada apa ini?" tanya kakek guru


" kakek tolong aku, kuda ini ingin membunuh ku"(tuduh jian)


" tidak mungkin! kuda ini seharusnya ada di dalam tapi kenapa ada diluar bersamamu Jian"(bantah Lin curiga) "atau kau coba mencuri kudanya Gaeun, bukankah kau yg memegang kuncinya"(tambahnya)


"kau menuduhku Lin?"


"iya, kenapa? bukankah itu jelas?" orang orang pun mulai bergumam, berbisik bisik percaya kalau Jian mencoba mencuri black unicorn.


" Cukup!! semua orang kembali tidur, dan kau Jian kenapa kau membawa kuda ini keluar?"


" tidak kek kuda ini mempengaruhi pikiran ku"


" mempengaruhi mu untuk mencurinya Jian?"(ucap Lin meledek) " jaga mulutmu Lin!!"(jawab Jian kesal)


"sudahhh!! lupakan saja kejadian malam ini, semuanya kembali tidur! Lin kau bawa kuda ini kembali ke penjara dan kau Jian ikuti kakek akan mengobati mu"


saat sudah memasukkan kembali zines, Lin menatap zines dan berkata " bagaimana cara menutupimu zines?, pake segala berubah lagih"


......................


......................


Pagi harinya, Chantika yang sudah sadar langsung mencari cari zines. "Gaeun, apa kau mencari zines?"


" Lin......iya Lin zines dimana?"


" sini ikuti aku" " ini zines"


" HAH!!! KOK DIA BERUBAH?"


" Itu dia, sekarang ini menjadi masalah, orang orang menuduhmu penyihir lah, orang jahat lah"


" tapi kapan zines berubah? "


" kata orang sih, dia berubah saat ada reruntuhan batu di bawah laut dan......menyelamatkan mu, mungkin"


" ohh zines..... terimakasih, oiya kemarin itu aku kehilangan gelang dari kakek guru jadinya aku kehabisan nafas"


" sungguh? apa kau sekarang tidak apa apa?"


" aku baik baik saja Lin, tapi bagaimana sekarang dengan keberadaan zines?"


" tenang saja Gaeun, kakek akan membereskan semuanya"


"sepertinya aku harus pergi"


" apa maksudmu Gaeun?! sudah kubilang kakek akan membereskan semuanya "


" tidak Lin, aku memang harus pergi"


" aku tidak tahu..... mungkin sampai aku menemukan tempat yang kusebut rumah"


" tempat seperti apa yang kau inginkan Gaeun?'


" tempat yang damai, tempat yang sepi, tempat dimana tidak ada yang mengenali ku atau tempat yang ramah untuk zines sekarang"


" jika kau pergi....... aku juga ikut"


" untuk apa Lin??" "bukankah kau sudah di rumah? bukankah selama ini kau ingin pulang?"


" dan aku sudah pulang kan? aku sudah di rumah. apa sudah begitu saja? tidak Gaeun.... ternyata bukan pulang yang ku inginkan"


" lalu apa Lin?"


" aku ingin membuat rumahku sendiri..... untuk itu aku perlu pergi bersamamu, mencari tempat untuk membuat rumah "


" hahaha Lin, kalau begitu.....ayo kita cari rumah yang kita inginkan "(mengulurkan tangan)


" haha tentu"


Lin pun pergi menemui kakek guru bersama Gaeun.


" salam hormatku, kakek"


"Lin? ada apa?"


" ada yang ingin kami bicarakan kek"


Lin pun menceritakan niatnya untuk pergi bersama Gaeun berkelana. dengan menghela nafasnya kakek pun memberikan izinnya.


" sampai kapan?"(tanya kakek guru)


" mungkin tidak akan kembali"


" Lin , anakku......jika kau sudah menemukan apa yang kau cari, maka jagalah "


" tentu kakek tentu"


" sudah lama sekali kau pergi dari sini, sudah lama sekali kau hidup diluar sana, kakek tidak akan ragu dengan keputusan mu, pergilah "


" terimakasih kakek guru "


"terimakasih kakek guru (kata Gaeun) tapi kakek.... bagaimana kita bisa pergi dari sini?"


" iya kek, orang orang bisa berpikir negatif tentang Gaeun "


" kalian tenang saja, kakek akan alihkan perhatian mereka dan kalian pergilah "


" kakek akan berikan penjelasan yang didalam Nurul, jadi warga tidak akan berpikir yg tidak tidak"


" kakek.... terimakasih "( Lin pun memeluk gurunya itu)


saat kakek guru membuat pengumuman hingga perhatian warga teralihkan, Lin mengambil kudanya dan Gaeun pun segera mengambil zines dan mereka pergi menuju hutan


keputusan mereka untuk berkelana dimulai