
Beberapa hari terakhir ini yang Mulia Raja jatuh sakit.
tapi anehnya sakitnya itu tidaklah biasa bahkan Pangeran Khram sudah memanggil banyak tabib untuk menyembuhkan Raja tapi sama saja,
tidak ada yang bisa memberikan obat untuk kesembuhan sang raja, hanya ada ramuan ramuan untuk peringan.
Kabar sakit sang Raja Magzines Sampai ke Kerajaan Buckhinggam.
suatu hari....
Raja Buckingham bersama putranya Pangeran kenth datang membawa tabibnya untuk membantu.
Pangeran Khram menyambut dengan senang hati mempersilahkan mereka.
untuk beberapa saat tabib itu memeriksa tubuh Raja dan mengatakan,
"Maaf yang Mulai Raja Buck dan Pangeran Khram yang terhormat, setelah saya periksa tubuh Raja Magzines sepertinya terkena sihir hitam"
"APAAA?!!!" sontak Raja Buck dan Pangeran Khram terkejut heran,
"sihir ???? apa maksudmu?". tanya pangeran Khram.
" Benar Pangeran, ini adalah sihir. Tapi saya belum tau pasti sihir apa dan apa penawarnya."
" Yang Mulia izinkan saya memeriksa Raja Magzines lebih lanjut lagi, saya akan usahakan untuk menemukan penawarnya "
" ya tentu silakan tabib aku izinkan ". kata Raja Buck.
Melihat wajah Pangeran Khram yg masih tidak percaya dan sangat cemas itu Raja Buck pun menghampirinya dan menepuk pundak pangeran,
" pangeran tidak perlu secemas itu hahaha"
" ada tabibku disini, semuanya akan baik baik saja"
" bagaimana bisa??? siapa??? dan kenapa??? " saut pangeran yg Masi cemas.
" percayalah pangeran, cukup izinkan tabibku membantu mu dan semua akan beres dalam beberapa hari."
hibur sang Raja Buck, sambil melanjutkan...
" Bagaimana??"
Pangeran Khram yang percaya akan kemampuan tabib itu pun tidak meragukannya sama sekali,
dia pun memberikan izinnya.
untuk beberapa hari kedepan tabib itu diminta untuk tetap tinggal sampai mereka mendapat obat penawarnya,
Pangeran Khram juga meminta Raja Buck dan putranya untuk menginap satu hari dan mengadakan makan malam yang besar untuk menjamu tamunya ini sebagai rasa terimakasih nya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Tiba di malam harinya,
disaat semua sudah kumpul di meja makan, terdengar aba aba dari seorang penjaga.
"SEMUA HARAP BERDIRIII..........(semua orang sontak berdiri) PANGERAN KHRAM DAN PUTRI CHANTIKA HENDAK MASUK KE RUANGAN"
Raja Buck yang melihat putranya, pangeran Kenth yang tersenyum manis tidak sabar ingin bertemu dengan putri Chantika terlihat jelas diwajahnya,
" Tcihh......kenapa kau senyam senyum seperti nunggu THR putraku?!" tanya raja menggoda.
"ah....ahahaha....tidak ada! iya tidak ada, ayah!"
pangeran Kenth dengan wajah clengar clenger nya tersipu malu.
seketika dirinya dibuat diam saat matanya melihat seorang putri cantik yang menggandeng tangan Pangeran Khram.
senyumnya yg tipis manis, mata ungu nya yg sayup, dan gelungan rambut yg terlihat berkilau menambah kesan bangsawan pada putri Chantika yang membuat pangeran Kenth diam mematung.
" hahaha.... Chantika ini Yang Mulia Raja Buck dan putranya....."
" aku Kenth!!! salam kenal" pangeran Kenth yg tiba tiba memotong pembicaraan dan mengulurkan tangannya kepada putri Chantika.
(Chantika tersenyum)
Putri Chantika yg berjabat tangan dengan Kenth sambil menundukkan badannya.
" halloo putrii! " Raja Buck yg langsung memukul tangan anaknya yg terus menjabat tangan Chantika.
"maaf ya, kebiasaan sejak lahir ahahaha"
" ahaha tidak apa apa yg mulia" ,saut pangeran Khram
mereka kemudian duduk,
Pangeran Khram langsung memberikan kursi untuk adiknya itu,
pangeran Kenth yg hendak duduk disebelah Chantika tiba tiba bajunya ditarik oleh ayahnya,
" mau duduk dimana ha??! sini saja Jan klayaban."
"hiks....hiks"(pangeran Kenth yg duduk dengan tidak ikhlas nya pake banget terus membentuk mulutnya huruf n alias manyun)
" terimakasih atas kebaikan hati Raja Buck dari kerajaan Buckinggam, saya sangat merasa terbantu dan tidak tahu harus berbalas apa."
" ahahah... tidak perlu berlebihan begitu pangeran Khram, cukup dibayar mas kawin saja "
" hah????"(wajah owi)
" eh maksudnya cukup kita jadi teman dan sahabat yang baik sebagai tetangga dekat,
sudah seharusnya memang tolong menolong kan ahahahhahahaha"
" tentu kami Masi sangat berhutang Budi pada Raja Buck ini, mungkin suatu saat kami bisa balik menolong kerajaan Buckinggam "
" kalau begitu bisa dibantu sekarang??"
" iya, kenapa itu?!" ,tanya ragu pangeran Khram.
" tolong bantu kembalikan kesadaran anak saya ini,
dari tadi bengong Bae (sambil geleng-geleng kepala)"
"ahahahha dengan senang hati( soma yg geram langsung menampar pipi Kenth, sampai membuatnya sadar dengan ilahi) nahhh sudah, gimana dah sadar? to belum nih(senyum sikopet)"
" i...i..iya sadar sadar sudah iya sudah...hiks" si Kenth
terlihat putri Chantika menahan tawa dan terlihat sangat cantik kek neneng teteh geulis atuhh siaa.
...----------------...
...----------------...
setelah semua orang selesai makan,
Soma mengantarkan Raja Buck dan putranya ke kamar tamu,
Pangeran Khram segera menggendong adiknya itu, karena terlihat putri Chantika berjalan sempoyongan kaya orang minum Amer 5 botol.
segera pangeran ke kamar putri dan menurunkan Putri dengan pelannya,
menyelimutinya, menciumnya, dan berbisik....
"pinjam dulu seratus"
BUKAN WEHHH!!!!!
tapi gini....
.
.
.
.
.
.
" adikku....Hemm(senyum sinis)siapa yg tidak terpana melihat kecantikan mu?(sambil mengelus pipi Chantika dan meraih helai rambut Chantika dan menciumnya).......tapi aku tidak suka dengan itu"