
Masih ada penasehat Moran yang sedih dan khawatir. lalu tiba tiba Hakim datang menghampirinya dan mengatakan Pangeran Khram sudah kembali.
Bergegaslah penasehat Moran menyambut Pangeran Khram.
belum sampai pangeran ke balai istana, penasehat Moran langsung menghadap pangeran sambil berlari.
" Paman Moran ada apa hah, apa paman merindukanku "(menggoda)
" Pangeran ada yang harus aku katakan"
" ada apa"(mulai serius)
" ikutlah denganku pangeran"
Penasehat Moran pun langsung membawa Pangeran Khram juga Shoma menuju kamar Tuan Putri. didapati nya kamar itu dingin dan sunyi.
" dimana Chantika paman?"(tanya pangeran)
" Pangeran.....(menyerahkan sebuah surat)"
Pangeran pun membaca surat itu, alangkah terkejutnya Pangeran serambi membaca surat dari tuan putri Chantika.
" APA MAKSUD SEMUA INI HAH MORANNN"
Pangeran Khram langsung melemparkan surat itu dan menarik kerah penasehat Moran dengan marah.
" Pangeran dengarkan aku, tuan putri dia....dia..."
" CEPAT KATAKAN"(DESAK SHOMA)
" pangeran, tuan putri pergi tidak lama setelah pangeran pergi. saya sudah mengatakannya kepada Raja tapi Raja meminta kami semua untuk tidak mencarinya "
" DAN KAU TIDAK MENCARINYA HAH MORAN?!"(bentak pangeran yang masih memegang erat kerah penasehat Moran)
" tidak pangeran, saya sudah mengirim dua pengawal untuk mengikutinya tapi mereka kehilangan jejak karena zines membawa terbang tuan putri "
" jadi Chantika tidak sendirian? zines bersamanya?"(sambil melepaskan genggamannya)
Pangeran perlahan tidak semarah sebelumnya.
Pangeran Khram pun segera menemui ayahandanya sambil memasang raut wajah yg kesal.
BRAAAKKKK.....
suara pintu balai yg didobrak keras oleh pangeran.
" Khram! dimana sopan santun mu nak? apa karena kau sudah menang kau jadi sombong? Huahahahaha "
" Apa karena kau sudah sembuh kau bisa sesombong ini yang mu-lia ra-ja?"
" LANCANG!!!"
" KAU YG LANCANG AYAH!!! GARA GARA KAU, CHANTIKA PERGI DARI ISTANA! "
" oh jadi itu yang membuatmu marah putraku? bukankah memang seharusnya gadis itu tidak disini?anak pelayan"
" CUKUP AYAH!!! JANGAN PANGGIL DIA ANAK PELAYAN!! DIA BUKAN PELAYAN!!"
" KAU YANG TIDAK TAU BERTERIMA KASIH AYAH!"
" CUKUP PEMBANGKANGAN INI DAN MASUK KE KAMARMU!!!" bentak raja
" AKU BUKAN ANAK KECILL!" kata pangeran sambil berpaling
pangeran Khram pun pergi meninggalkan Raja, penasehat Moran,hakim, Shoma dan lainnya hanya bisa melihat dan mengikuti pangeran.
" Pangeran Khram jika kau memberi perintah akan aku cari Tuan Putri sampai ketemu" ( hibur hakim)
" benar pangeran, kita bisa mencarinya "(saut Shoma)
" Benar.....tidak usah mendengarkan kata ayahanda, aku.....akan mencarinya"(kata pangeran)
Segeralah penasehat Moran dan Shoma mempersiapkan segalanya untuk mencari tuan putri Chantika, saat pangeran hendak pergi diam diam bersama Shoma dan hakim, penasehat Moran memberikan gagaknya kepada pangeran.
" Pangeran bawa gagak ini, dia bisa membantu mu mencari tuan putri "
" baiklah "
Pergilah mereka mencari tuan putri tanpa sepengetahuan yang mulia Raja.
Sementara itu.....
Gaeun dan Lin terus berjalan sampai mereka berhenti disebuah Desa yang begitu hijau, na desa itu adalah wijing.
" Gaeun bagaimana kalau kita tinggal sementara disini?" (tanya Lin)
" boleh juga, desa ini juga sangat bagussss"(jawab Gaeun)
mereka pun menghampiri seorang janda tua yang sedang menyapu. Gaeun menyapa janda tua itu dan bertanya apa ada rumah yang kosong untuk disewa.
setelah mendapatkan penginapan, Lin Dan Gaeun pun tinggal disitu.
tapi Gaeun tidak tinggal di penginapan itu tapi dia memilih tinggal bersama ibu janda tersebut.
selama gaeun tinggal disana, dia selalu membantu ibu tersebut, menyapu, membersihkan rumah, memasak dan melayaninya sepenuh hati. atas kebaikan gaeun, janda tua itu merasa sangat terbantu, terharus da memperlakukan gaeun seperti putrinya
suatu hari.......
" hei Lin mau kemana?"(tanya Gaeun)
" oh aku mau pergi berburu, mau ikut?"
" hemm boleh deh hutannya juga gak gelap gelap amat"( jawab Gaeun ikut)
mereka berdua pun pergi masuk hutan. Saat mereka sudah didalam hutan, Gaeun memutuskan untuk tidak ikut berburu dan beristirahat. kebetulan mereka berhenti di sebuah sungai.
" baiklah aku akan pergi dulu, kau jangan pergi terlalu jauh gaeun tetap disini, tunggu aku"
" oke oke, tenang saja Lin "
Lin pun pergi bersama zines.