
sesampainya di rumah guru Lin, dan itu hanya satu hari saja. Lin segera mengucap salam sambil mengetuk pintu rumah gurunya. tidak lama kemudian seseorang kakek keluar dan menyambut kami.
" Ada apa malam malam begini ?"
" guru ini aku Lin"
" Lin? Kang Lin?"
" iya guru "
" cepat masuklah" " Lin akhirnya kau kembali juga"
Setelah masuk....... Lin menceritakan bahwa Gaeun lah yang berhasil mendapatkan bunga Dark Lotus untuk ayahnya sehingga dirinya tidak membawa bunga itu, namun gurunya tidaklah lagi menginginkan bunga itu, dia hanya merindukan muridnya saja.
Lin kemudian memperkenalkan Gaeun kepada gurunya, tapi dia hanya mengatakan itu adalah Gaeun temannya, Lin tidak mengungkap tentang Keputriannya.
Lalu Gaeun sendiri lah yang menceritakan keadaan kudanya sampai menjadi black unicorn dan meminta bantuan guru Lin untuk menutupi sayap dan tanduk kudanya agar terlihat seperti kuda biasa.
" hohoho baiklah nak.... aku akan mencoba dulu"(ucap guru Lin sambil menemui Zines)
segera guru Lin membaca mantra dan menggunakan kekuatannya untuk membuat sayap dan tanduk Zines menghilang.
YA!! sayap dan tanduknya menghilangkan bukan tidak kasat mata. namun bukan berarti hilang dan lenyap selamanya..... Tetapi guru Lin memindahkan sayap dan tanduknya ke dimensi lain dimana sayap dan tanduknya hanya akan muncul saat dipanggil atau diperlukan.
Guru Lin langsung menulis jimat di kepala dan punggung Zines, dan jimat itu harus dihafalkan oleh Gaeun dan Zines sendiri agar saat mantra itu diucapkan maka sayap dan tanduknya bisa muncul kembali.
Seketika Zines sudah menjadi kuda hitam biasa. Gaeun pun langsung mengucapkan terimakasih kepada guru Lin.
" Nak hari sudah larut..... tidurlah ditempat putriku dan kau Lin mari kita berbincang-bincang dahulu"
" ahaha kakek pasti merindukan ku"
" terimakasih sekali lagi kakek guru "
Kemudian Putri guru Lin membawaku ke kamarnya. dia memang lebih tua dariku tapi dia tidak terlihat seperti ibu ibu.
" kakak...... apa kau benar-benar putri kakek guru?"
" ahahaha Gaeun, tentu saja lah"
" tapi kamu terlihat seperti cucunya"(polos)
" ooh aku ini anak bungsu, dari empat bersaudara. mungkin kakakku baru seumuran seperti ayah ibumu"
" jadi kakak yang paling kecil"
" iya iya betul" " kamu punya saudara?"
" eeeee aku tidak punya kak, anak tunggal hehe"
" yah gak asik dong, engga lah bercanda kalau kamu mau bisa kok aku jadi kakakmu ahahha"
" bole kok kak, aku seneng malah"
" yaudah yaudah kita tidur dulu nanti dimarahin kakakku lagi".
malam itu ada seseorang yang begitu dekat denganku. walaupun baru bertemu, tapi putrinya guru Lin begitu penyayang dan sangat mudah diajak bercanda. dia mengingatkan ku dengan Belle.
aku memutuskan untuk tinggal beberapa bulan disini. sampai aku punya tujuan kemana aku akan pergi selanjutnya. dan lagi pula jika aku pergi sekarang,......
aku takut Lin akan kecewa, aku sangat senang melihat dia kembali ke kampung halamannya, terlihat di wajahnya rasa rindu yang terlepaskan. bagaimana mungkin aku pergi secara tiba tiba. pasti nanti dia akan sedih. aku juga ingin lebih dekat lagi dengan semuanya, ingin merasakan kebebasan yang baru ku dapat.
lagipula ini jauh dari istana, tidak akan ada yang menduga aku disini. Zines juga sudah kembali normal. yaaaa walaupun warnanya tetap hitam tapi dia sudah seperti kuda biasa.
orang disini tidak ada yang tahu tentang Zines kecuali kami bertiga. hooo inikah rasanya berpetualang?