
sesampainya di ruang kejaman....
" Pangeran lihat ini"(tunjuk Shoma )
" ini.....bunga Dark Lotus!"(Pangeran terkejut melihat bunga Dark Lotus)
" Bagaimana bisa kau memilikinya?!"(tanya Pangeran)
" Saya.....tidak....Gauen yang mendapatkannya"(jawab Lin)
Lin kemudian menjelaskan kepada Pangeran Khram bagaimana dia bertemu Gaeun sampai bagaimana Gaeun mendapatkan bunga Dark Lotus tersebut, Lin juga menjelaskan perubahan Zines.
" jadi begitu..."(kata shoma rada paham)
" jadi..... Chantika melakukan semuanya hanya untuk bunga ini? hanya untuk ayah?.......aku yang tidak berguna"(keluh Pangeran sedih)
" iya Gaeun bilang itu untuk ayahanda nya" ( kata Lin)
" aku akan segera memberikannya pada tabib"
Pangeran Khram segera menuju kamar Raja untuk memberikan bunga Dark Lotus tersebut kepada tabib Buck. Shoma yang mengikuti Pangeran Khram meninggalkan Lin sendiri dalam keadaan terikat.
" Tabib....ini bunga Dark Lotus yang kau maksud?!"(ucap Pangeran sambil menunjukkan bunganya)
" HAH!!! Bagaimana Pangeran mendapatkan bunga ini"(tabib terkejut tidak percaya)
" Chantika....Chantika berhasil mendapatkannya"(jawab Pangeran semangat)
Semua orang terkejut mendengar bahwa Putri Chantika yang mendapatkan Bunga Dark Lotus itu. mereka menjadi begitu kagum dan terus memuji Putri Chantika. Tabib Buck yang masih tidak percaya sambil membuat ramuannya dia terus berpikir bahwa Tua Putri Chantika bukanlah anak biasa.
" eee tabib..."(ucap Pangeran ragu)
" ada apa Pangeran"
" apakah tabib memerlukan semua bunganya?"
" Pangeran, kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?"
" jawab saja"
" sebenarnya tidak juga, sebagian saja mungkin cukup untuk kesembuhan Yang Mulia Raja "
" bisakah aku meminta beberapa helai bunganya untuk Adikku "
Tabib tersentuh dia melihat wajah Pangeran Khram cemas dan khawatir. tentu dia mengerti perasaan Pangeran Khram, tabib pun tersenyum dan mengambil beberapa helai dan kemudian memberikannya kepada Pangeran.
" terimakasih tabib"
Pangeran segera pergi ke kamarnya bersama Shoma. sesampainya di depan pintu kamar, Pangeran memanggil bibi Chang.
" dayang tolong masuk dan bilang ke bibi Chang aku ingin masuk"
" baik Pangeran "
" Bibi Chang, Pangeran Khram dan Jendral Shoma ingin masuk"
" baiklah biarkan mereka masuk "(Segera Bibi Chang menutupi tubuh Putri Chantika)
" Pangeran silakan masuk"(ucap dayang)
"Bibi Chang.....Bibi Chang"(panggil Pangeran)
" ada apa Pangeran"
" Bibi Chang ambil ini untuk Chantika "
" Pangeran bunga apa ini ? aku tidak pernah melihatnya" (tanya bibi Chang sambil menerimanya)
" itu adalah bunga Dark Lotus bi.... Chantika yang mendapatkannya "
" APAH?! jadi ini bunga.....Tuan Putri berhasil"
(terharu dan tidak bisa berkata kata lagi tanpa sadar air matanya metes)
" tolong Bibi Chang apa bisa menyembuhkan Chantika? ku mohon "(ucap sambil memegang pundak bibi Chang)
" (mengusap air mata) bisa....hiks...bisa Pangeran"
" tenang saja Pangeran.... dengan bunga ini Tuan putri bisa sadar hari ini juga"(tambahnya)
segera Bibi Chang membuat ramuan dengan helai helai bunga Dark Lotus yang diberikan Pangeran Khram.
Pangeran segera meminta shoma untuk kembali ke kamar yang mulia agar apabila Raja siuman dia bisa segera mengabarinya. Shoma pun segera kembali ke kamar Raja.
Pangeran yg menunggu bibi Chang sambil ikut merawat adiknya yang masih belum siuman. dalam hatinya dia terus menyalahkan dirinya sendiri karena tidak mampu melindungi adiknya, karena membiarkan adiknya pergi mengambil bunga itu sendiri.
" Chantika sayang.....kau harus sembuh, kau harus sadar, kau harus meminta maaf kepada ku karena berbohong, kau harus........tidak......aku harus melindungi mu, aku harus memelukku erat....hiks"