To Be My Princess Forever

To Be My Princess Forever
Tekad



Selang beberapa hari, Terlihat seekor gagak hinggap di atas gerbang, tak jarang gagak itu juga terbang mengelilingi istana.


Penasehat Moran melihat keadaan diluar dan gagak itu pun langsung hinggap di tangannya.


ternyata gagak itu adalah gagak miliknya yang diberikan Pangeran Khram kepada pengawal yang mencari bunga Dark Lotus.


Mendengar ada gagak aneh,


Putri Chantika segera keluar dan menghapiri Penasehat Moran.


" Paman, gagak itu.....?"


" oh......salam tuan putri, ini sebenarnya gagak milikku. waktu itu Pangeran Khram meminjamnya untuk menjadi pesan darurat "


" Pesan darurat?"


" gagak ini membawa pesan dari pengawal yang mencari bunga Dark Lotus. Sekarang mereka dalam bahaya. bisa jadi mereka sudah gagal dan......tidak akan kembali "


" jadi......apa paman akan mengirim orang lagi?"


" tentu!! Pangeran yang meminta ku.....aku akan mengirim orang-orang bayangan, mereka jauh lebih hebat dan gesit"


" bagaimana jika itu sia-sia? semua akan sia-sia" ( cemas Chantika dalam hatinya )


...----------------...


Putri Chantika kembali ke Kamarnya dan memikirkan sesuatu.


lalu dia pergi ke taman belakang dimana Zines berada. terlihat penjaga kuda sedang memberi makan Zines.


" Halloo Bubu "


" eh ada tuan putri, ada apa non "


" gak ada apa apa, cuma mau bicara ama Zines "


" (agak laen emang), ya sudah saya pergi dulu putri, Monggo bicara sambil ngopi sama mas Zines nya "


setelah penjaga itu pergi, Chantika segera menarik tali kuda Zines dan membawanya ke taman dekat kamarnya.


Lalu Putri Chantika menceritakan tentang masalah yang ada di istana. Semuaaanya dia ceritakan seolah sedang curhat kepada seorang teman,


sampai dia menawarkan sesuatu pada Zines...


......................


......................


......................


" Zines ..........aku ingin pergi ke sana tapi aku tidak punya kekuatan apa apa "(murung)


Zines yang mengerti perasaan tuannya pun terus terduduk dan menaruh kepalanya ke pundak Chantika.


" oouh zineeess......gemes deh".


" Zines ikutlah denganku dan kita pasti bisa kembali!!! aku butuh kamu...."


Ternyata Putri Chantika berencana pergi ke Bukit Huangshan,


dia ingin mencoba keberuntungannya. dia mengambil langkah tanpa pikir panjang hanya bermodalkan tekad dan bakti pada ayahnya.


segera putri Chantika menyiapkan banyak persiapan dan bekal untuk perjalanan jauh ini. dia juga tidak membawa pengawal ataupun dayang.


" aku harus berpamitan pada paman Moran "


setelah putri Chantika selesai menyiapkan kereta kudanya dia pun pergi menemui penasehat Moran.


......................


......................


" Paman.....Paman Moran"


" Putri?! ada apa ??"


" Paman....eee...itu....aku mau minta izin pergi"


mendengar itu paman langsung masang muka serius


" hah....mau pergi kemana???"


" dengan siapa??? tidak boleh pergi! Pangeran melarang!"(mode serius on)


" (ya ampun paman Moran mirip kak Khram, bagaimana jika dia tidak percaya........)


ah....paman....ahahahha (rubah cilik on) aku tidak pergi jauh jauh kok....aku cuma mau pergi ke tempat putri Belle temanku!....."


" Putri Belle? "


" iya betulll.....masa gak boleh siii"(rayuan rubah cilik)


" ooh boleh...."


"yessss akhirnya "(batinnya yg girang)


" akan ku siapkan pengawal dan dayang"


" (ohhh nooooo)......Paman tidak boleh!!!"


" hah apa?! maksudmu kau.....(curiga)"


" eh....ee...begini....tidak itu....maksudku...."


" apa kau hendak bertemu seorang pangeran?? xixixi (senyum licik penuh gosip)"


" hah?!....(oouh paman mengira begitu??? ini bisa jadi alasan).......eeeii tidak begitu vergusoo" ( pura-pura , pura-pura)


" hahaha tapi tetap saja kau perlu pengawal"


" dayang tidak bisa menjaga mu, dua pengawal "


" tidakkkk!! satu saja! satu pengawal "


" dua!!!!!"


" satu saja pamann"


.


.


Okeh permisah terjadi tawar menawar kaya dipasar


tapi ujung-ujungnya yah...cewe selalu menang!


" haah~......(lelah berdebat) baiklah tapi berapa lama tuan putri akan pergi? kuharap hanya dua tiga hari"


" tcihhh dua tiga hari?!......satu bulan!!!!"


" hah!!! kenapa begitu lama Putri??"


" kenapa? aku ingin menginap dan bermain!"


" bagaimana jika Pangeran Khram pulang dan kau belum kembali??"


" kakak......(sedih dan merasa bersalah) dia....dia pasti akan menjemput ku kan, paman tenang saja! Kakak tidak akan menghukummu karena membiarkan aku pergi hohoho"


" huh~ (pasrah~ penuh kepasrahan).... baiklah putri sesuai keinginan mu"


" tenang paman....kakak kan pasti lebih dari satu bulan baru pulang"


" iya itu benar"


......................


...karena sudah mendapat izin, ...


Putri Chantika segera berangkat dengan salah seorang pengawal yang mengusiri keretanya.


terlihat mereka semakin dekat dengan kediaman putri Belle yang istananya ada dibawah kekuasaan Magzines,


Putri segera bersiasat.


"(ini saatnya...) Pengawal berhenti!!!"


Pengawal itu berhenti tiba-tiba,


" Tuan Putri ada apa?"


Kemudian Putri Chantika turun dari kereta nya, pengawal itu pun mendekati Putri Chantika. kebetulan tempat mereka berhenti ada di sebuah penjara umum bagi rakyat yang melakukan kejahatan.


Putri Chantika yang menyamar dan menggunakan penutup wajah, langsung berteriak minta tolong.


" Tolonggg.....tolonggg....tolong aku"


" Tuan Putri ada apa ini Kenapa???" ( pengawal langsung ketar ketir kebingungan)


tidak butuh waktu lama banyak warga sekitar langsung berkumpul hendak menyelamatkan gadis kecil


" tolong tuan tuan! orang ini mau merampokku!!"


" tidak aku tidak melakukannya!!!....Put....."(langsung dipotong)


" dia merampokku huhuhu( air mata palsu)"


" dasar pria mental tempe! beraninya sama perempuan cilik"


" iya betull harusnya sama perempuan gede"


" ayo ikut kami ke penjara "


mereka membawa pengawal tuan putri ke penjara untuk diadili.


disana putri Chantika mengaku hendak dirampok dan meminta agar perampok (pengawal) agar dipenjara selama satu bulan.


setelah hakim memutuskan setuju, Putri Chantika berbisik kepada pengawal-nya yang sudah ada dipenjara.


" Tuan Putri, ada apa ini? kenapa tiba-tiba putri...."


" ssstttt.... Jangan keras keras!....(tengok kanan kiri). aku terpaksa melakukannya"


" tapi kenapa???"


" karena.....aku ingin pergi ke Bukit Huangshan!"


" apahh!!!! Putri bukanya kau...."


" itu semua hanya alasan! dan aku harus melakukan ini agar kamu tidak bisa memberi tahu ke istana! "


" TAPI TUAN PUTRI ITU SANGAT BERBAHAYA!!!


" aku tauu!!! dan aku akan berhati-hati....kan kau tetaplah disini dan duduk yang manis yah"


Putri Chantika laku pergi meninggalkan pengawal nya dan melanjutkan perjalanan nya sendirian bersama Zines kudanya.


mereka pergi begitu cepat dalam sekejap mata pun mereka sudah tidak terlihat.


disisi lain pengawal mencoba memberi tahu hakim dan penjaga disitu bahwa dia adalah pengawal tuan putri Chantika dan terus mengatakan putri Chantika dalam bahaya


tapi tidak ada yang percaya dan hanya mengira itu hanya sebuah alesan kuno seorang penjahat.


pengawal itu hanya bisa terduduk lemas dan khawatir tuan putrinya tidak bisa kembali.


" Tuan Putri.......kau harus kembali!..... Pangeran Khram cepat datang dan selamatkan...."