
"apah perang lagi?"
tiba tiba Pangeran dikejutkan akan permintaan perang kerajaan musuh. shoma memberi tahu Pangeran akan hal itu. Yang mulia raja pun memutuskan menerima perang dan menyatakan akan perang besok.
segera pengawal disibukkan dengan perbekalan untuk berangkat ke Medan perang.
"ayahanda, apa ini sungguhan?" kita baru saja perang kemarin kemarin "
" tentu saja putraku. aku tidak akan menolak....... kita buktikan kepada mereka siapa yang lebih hebat"
" tapi ayah....."
" sudahlah aku juga akan ikut langsung berperang. jangan banyak tanya dan bersiap kita berangkat sekarang..... perang akan dimulai besok"
merasa tidak semangat, Pangeran Khram bersiap memakai baju zirah nya. namun kali ini bukan adiknya yang memakaikan dan hanya dayang dayang.
saat Pangeran Khram hendak berpandangan kepada adiknya, putri Chantika........ dia dihalangi oleh shoma yang mendesaknya untuk segera berangkat atas perintah yang mulia raja.
" Pangeran maaf tapi kita harus berangkat sekarang juga"
" tunggu shoma, aku akan berpamitan dengan Chantika"
" pangeran, Raja sudah menunggu...... sebaiknya jangan membuat nya marah. kau bisa bertemu Putri Chantika saat pulang nanti dengan membawakan hadiah kan"
" kau benar shoma....... ayo"
akhirnya Pangeran Khram langsung pergi tanpa berpamitan dulu dengan adiknya.
Dikamarnya........... Putri Chantika merasa sangat amat sedih. terbayang bayang ucapan ayahnya kemarin. saat dia sedang disisiri oleh dayangnya, Putri Chantika berkata...
" ternyata itu jawabannya? cukup tau"
" ayah ohh bukankah harusnya aku memanggilnya yang mulia raja?!"
" iyakan?!" (tanya nya)
" Tuan putri, jangan dianggap serius.... itukan hanya sebuah kata kata saat seseorang marah. jelas itu hanya kebohongan "
" BOHONG!!!! SEMUA BOHONG! SEMUA ORANG TAHU TAPI TETAP DIAM HANYA AKU YANG DIBOHONGI "
" Tan Putri tidak dengarkan saya dulu"
" Pergilah bi....aku ingin sendirian"
" Tuan putri....."
" terimakasih sudah menata rambutku..... bibi boleh pergi"
" baiklah tuan putri...... saya akan kembali saat sudah jam makan siang"
merasa sangat amat kecewa Putri Chantika tertangis Sampai dia melepaskan pakaian putri dan menggantinya dengan pakaian biasa yang biasa seperti pakaian rakyat.
" tapi pasti Pangeran tidak akan membiarkan ku jadi pelayan disini....."
" aku tidak bisa terus hidup dibalik pengasihan dan kebohongan ini"
" Ibunda Ratu, Raja, Pangeran dan lainnya sudah menganggap ku seperti layaknya tuan putri sungguhan........ tapi seorang anak pelayan tidak pantas disamakan denga seorang putri "
" tidak boleh!!!! aku tidak boleh terus menjadi putri!!! ini tidak benar!"
" aku harus pergi dari sini. dengan begitu yang mulia raja tidak akan terbebani lagi......."
Chantika pun memutuskan untuk meninggalkan istana. dia hanya mengemasi pakaiannya yang biasa dan beberapa kantong koin emas. Chantika menulis surat untuk Pangeran Khram dan meninggalkan surat itu diatas meja.
Chantika benar benar meninggalkan semua kemewahannya, pakainya, hartanya, Kamarnya,dan ayunannya.....
menuju taman belakang dia mengatakan kepada zines rahasianya. seolah mengerti......... Zines menunjukkan expresi sedihnya dan memutuskan untuk ikut dengan tuannya itu.
saat Chantika hanya berpamitan kepada zines lalu Chantika mengendap endap kabur...... dari belakangnya Zines mengikutinya sampai keluar istana.
" Zines apa yg kau lakukan? kembalilah kamu itu kuda istana..... aku hanya berpamitan dengan mu bukan mengajak"
tapi Zines malah mendekat dan menunjukkan ekspresi ingin ikut. merasa terharu akhirnya Chantika memutuskan membawa Zines ikut dengannya. mereka pun terus berjalan bersama melewati pasar.
karena Chantika memakai pakaian biasa dan mengenakan cadar, tidak ada satu pun yang mengenali dirinya. mereka berpikir bahwa Chantika adalah pendatang baru.
namun biasanya mereka sudah sangat hafal dengan kuda milik tuan putri, karena Zines yang berubah jadi hitam itu membuat orang orang yang melihatnya berprasangka bahwa mereka hanya melihat seorang gadis pendekar dan black unicorn.
" hei lihat gadis itu, dia pasti bukan sembarang orang. lihatlah pedang dan gayanya"
" bukan hanya itu dia juga punya seekor Unicorn"
" dia pasti orang sakti"
" dia seorang pendekar"
" dia dari mana yah? sungguh beruntung kita bisa bertemu orang sepertinya"
hulu halang orang orang selalu mengatakan hal yang sama saat melihat Chantika.
ada juga yang sedang ribut di istana. saat sudah waktu jam makan siang, seorang dayang masuk ke kamar tuan putri. terkejut dengan keadaan kamar yang begitu hampa, sontak dayang itu mencari cari tuan putri nya kesana kemari namun tidak kunjung terlihat.
sampai dia melihat sebuah surat diatas meja.
" siapapun yang membacanya....... aku Chantika menyatakan dengan ini bahwa aku bukan lagi Tuan Putri kerajaan Magzines, bukan lagi Tuan Putri kalian. aku sudah tahu rahasianya bahwa aku hanyalah anak angkat ibu ratu. aku....... hanyalah anak pelayan. karena itu aku juga ingin menjadi pelayan tapi aku tau Pangeran Khram tidak akan setuju. maka dari itu aku memutuskan untuk pergi saja dari istana.
maaf untuk kalian semua yang sudah aku repotkan, dan terimakasih atas kasih sayang kalian selama ini yaa. aku bahagia.....aku juga sangat beruntung. anak pelayan seperti diriku bisa merasakan rasanya menjadi tuan putri, suatu kebanggaan dan kehormatan bagiku.
tapi itu sudah cukup berlebihan untuk ku. aku hanya ingin keluar dari kepalsuan ini dan menjadi diriku yang sebenarnya. tolong jangan cari aku. aku pasti bisa hidup sendiri. oiya aku juga ambil beberapa pakaian dan uang kerajaan.... maafkan aku untuk itu sekali lagi aku minta maaf dan terima kasih"