To Be My Princess Forever

To Be My Princess Forever
ketemu....



saat Gaeun sedang asik bermain di sungai sambil menangkap ikan, dilain sisi ada Lin yang masih sibuk memburu kelinci semakin jauh kedalam hutan.


tiba tiba diatas Gaeun terlihat seekor gagak nampak terbang berputar putar beberapa kali dan lalu pergi. Gaeun pun tidak merisaukan gagak itu dan kembali menangkap ikan.


tidak lama kemudian gagak itu kembali dan hinggap disebuah batu besar di dekat Gaeun.


" buset... balik lagi lu. apa? mau ikan?"


Gaeun pun melemparkan ikan yang ditangkapnya ke gagak tersebut. gagak itupun tidak ragu dan langsung melahap ikannya.


Gaeun yg sedang asik memperhatikan gagak tiba tiba terdengar suara tapak kaki kuda, Gaeun pun langsung berpaling dengan raut wajah gembira.


" itu Lin.."


tapi saat suara itu semakin dekat , terdengar suara tapak itu seperti bukan hanya satu. lalu perlahan nampaklah kuda kuda tersebut..........dengan penunggang nya.


" eh! HAH!!!"(panik)


Gaeun sontak terkejut melihat Shoma.


" itu.....KAK SHOMA?!! Gaeun pun panik dan langsung berlari masuk hutan berniat mencari Lin.


" kak Shoma pasti bersama pangeran Khram! aku harus cepat cepat menemukan Lin"


Shoma melihat seorang gadis berlari dan dia pun berhenti di tempat gagak itu hinggap.


" pangeran apa kau melihat gadis itu?" (tanya shoma)


" iya" jawab pangeran singkat dan langsung mengejar gadis itu masuk ke dalam hutan dengan raut muka serius.


" Pangeran "(ucap Shoma dan hakim bersamaan)


mereka pun langsung mengikuti pangeran dengan santuy.


" gawat mereka mengejarku" ucap Gaeun yang terus berlari namun belum juga bertemu dengan Lin, Pangeran Khram sudah ada di depan Gaeun. sontak gaeun pun berhenti mendadak, Pangeran pun turun dari kudanya dengan mata berair.


" Pa pa pangeran"(ucap Gaeun takut)


"Cha Chantika" langsung pangeran Khram mendekap erat adiknya yang selama ini pergi dari istana. Pangeran menangis sejadi jadinya dan semakin mempererat pelukannya.


" kenapa.....kenapa....kenapa kau pergi Chantika? kenapa hiks...hiks beraninya kau meninggalkanku?(tanya pangeran)


" Pangeran.... lepaskan aku" pangeran pun melepaskan pelukannya.


akhirnya Shoma dan hakim pun sampai dan ikut terkejut bercampur gembira karena sudah menemukan tuan putri mereka.


" Chantika ayo pulang"(ucap pangeran sambil menggenggam tangan gaeun)


" pa pangeran, aku....aku tidak bisa kembali"


" kenapa Chantika kenapa??? aku sudah pulang....aku akan ada di sampingmu terus....aku tidak akan pergi!"


" nanti yang mulia raja marah pangeran "(jawab gaeun tertunduk tangis)


" apa yang kau takutkan adikku sayang, kakakmu disini akan selalu membela dan melindungi mu! jangan dengarkan apa kata ayahanda dia hanya berbual"


" BOHONG....SEMUA BILANG BEGITU....RAJA MEMBENCI KU KARENA AKU BUKAN ANAKNYA!!!"


" tidak Chantika, dengar...."


" CUKUP!!! AKU BUKAN TUAN PUTRI AKU JUGA BUKAN ADIKMU PANGERAN!! AKU.....aku....hiks"


Gaeun pun langsung menangis tersedu sedu, dia langsung menjatuhkan wajahnya ke dada pangeran yang langsung disambut peluk oleh pangeran.


" Chantika.....oke, itu memang benar....tapi aku tetap menyayangi mu semuanya menyayangi mu....tidak ada yang menganggap kau anak pelayan TIDAK ADA! hanya ayah saja" (ucap pangeran)


" kami semua menyayangi mu tuan putri "(sahut Shoma sedih)


" kembali lah tuan putri kami semua merindukan dirimu"( saut hakim yang sudah meneteskan air matanya)


" hakim....kau nangis?"(taya shoma)


" Aku tidak mau kembali" (ucap Gaeun dan menatap sedih pangeran Khram)


" TIDAK! KAU HARUS PULANG! AYO"(pangeran pun menarik tangan Chantika dan hendak mendekati kudanya.


" TIDAK PANGERAN AKU TIDAK MAU!"


" KENAPA?!"


" Aku....aku tidak bisaaa.... aku sudah tidak menerima menjadi tuan putri, aku sudah tidak bisa seperti dulu!!! rasanya sudah berbeda! itu hanya menyakiti perasaan ku saja!!" (jelas gaeun yang menangis deras)


" tapi Chantika.....aku membutuhkan mu aku tidak bisa jauh darimu"(memegang erat telapak tangan gaeun)


Lin yang kembali dengan zines terkejut dan langsung kakinya kaku tidak bisa melanjutkan jalannya. matanya terbelalak melihat gaeun sedang bersama Pangeran Khram.


" Gaeun!.....mereka menemukan mu?! bagaimana bisa? Jan bilang mereka akan menculik gaeun! TIDAK...TIDAKAN KU BIARKAN... gaeun hanya akan tambah tersiksa di istana itu"


Dengan segera Lin menjatuhkan kelinci yang didapatkan nya dan langsung berlari menghampiri Gaeun.


" Gaeun!!"( teriak Lin memanggil)


" Lin"(ucap gaeun)


" tcihhh bocah tengik itu lagi"(celetus Shoma yang dipenuhi dendam)


" lepaskan gaeun Pangeran!"(bentak Lin yang melepaskan tangan pangeran dari Chantika)


" beraninya kau!!!!!!!"(ucap Shoma marah dan hendak melabrak Lin)


" berhenti Shoma" (kata pangeran) " oh jadi kau yang membawa lari adikku?!"


" iya" (ucap Lin tanpa ragu)


" tidak pangeran itu tidak benar! aku pergi sendirian dengan zines saja dan kami tidak sengaja bertemu lalu....." belum selesai menjelaskan, Lin memotong ucapan Gaeun.


" lalu kami berdua memutuskan untuk berkelana bersama. mencari tempat yang pantas disebut rumah.......BUKAN ISTANA YANG MENCENGKAM" ucap Lin yang menatap pangeran tajam.


" Chantika....apa kau sudah tidak sayang padaku? apa kau marah? membenci ku?"(tanya pangeran)


" ti-tidak begitu......aku hanya tidak bisa kembali denganmu"(jawab gaeun)


" tapi aku memaksamu.......jika kau tidak kembali denganku.......aku juga tidak akan kembali"(ancam pangeran)


" PANGERAN "(ucap gaeun panik)


karena terus dipaksa dan diancam oleh Pangeran Khram, gaeun tidak bisa membiarkan Pangeran Khram terus disini yang tidak mau kembali. Akhirnya Gaeun pun menyetujui.


" Baiklah"


" gaeun!"(ucap Lin risau)


" kalau begitu ayo"( ucap pangeran yang senang)


" tapi tidak sekarang pangeran!"(kata gaeun)


" aku mau kembali jika Raja yang menjemput ku!"(tambahnya)


sontak Lin senang karena gaeun tidak akan mungkin meninggalkan nya. Di sisi lain Shoma dan hakim kecewa karena Putri Chantika terus menolak dan memberi syarat yang mustahil.


Namun tidak dengan Pangeran Khram, dia tidak risau ataupun sedih sama sekali, dia malah tersenyum seraya berkata...


" Jika itu mau mu, itu mudah bagiku"


ucap pangeran Khram yang berbalik badan dan langsung menaiki kudanya. Segeralah Pangeran Khram pergi dan mengajak Shoma dan hakim kembali ke istana. Shoma dan hakim yang kebingungan hanya bisa berpamitan kepada Chantika dan menyusul pangeran.


Lin dengan sombongnya melambaikan tangan "dadah ahahaha"


Tapi tidak begitu dengan Gaeun yang masih risau.....